ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Halo. - Hai
Apa kabar? - Baik.
Mereka memilikinya? - Tidak.
Kau punya salinannya?
Aku menjual salinannya. Maaf.
Oke, kami kembali nanti.
Apa? Ini salahmu.
Aku ingin memesan tapi kau bilang tidak.
Sekarang lihat ada apa.
Jika kita memesan secara online, dua hari baru sampai.
Aku sudah lama menunggu.
Dunia tak akan kiamat jika kau tidak membaca buku itu.
Halo. - Berhenti mengomel.
Permisi. Hai.
Aku kira kau sedang mencari buku itu.
Kami memintanya? Kau sedang apa? Menguntit kami?
Tunggu saja.
Dia ayahku.
Aku akan sangat senang jika kau membaca tentang dia.
Ini.
Semoga harimu menyenangkan.
Selamat. Bukumu sangat sukses di sini.
Dan sudah habis terjual.
'Terima kasih. Dan setiap saluran berita meliputnya. '
"Juga, BCCI akan menghubungimu." - BCCI?
"Ya, aku ingin memberitahumu kabar baik sebelum mereka menelepon."
'Mereka sedang menyiapkan upacara pemujaan Arjun'
"Di Hydercenturies, Sabtu ini."
"Kalian harus datang."
Pasti. Terima kasih. Terima kasih banyak.
'Baiklah. Sampai ketemu lagi. '
Ya. Sampai jumpa. - 'Sampai jumpa.'
Dia sungguh ayahmu?
"2 centuries 3."
"7 centuries dobel."
'36 100-an. '
'78 50-an. '
'Batsman terbaik pada masanya. Ayahku. Arjun. "
"Sarah. IBu. " - Arjun!
"Tergila-gila pada ayahku."
Aku cinta kau!
10 Tahun Kemudian
Ayah.
Ayah.
Ya Tuhan! Masih pagi-pagi sekali.
Aku butuh sampai jam 8'.
Aku akan tidur, tolong jangan ganggu ...
Nani, jangan ribut.
Ayah!
Kau ingat hari apa Jumat ini?
Jumat. - Tangalnya, ayah.
Tanggal. - 10 Juli.
Ini ulang tahun Naniku juga.
Ayah!
Meskipun aku lebih banyak berlari untuk mata ujianku
Pelatih memilih Vishal kapten tim sekolah kami.
Sungguh? - Ya ayah.
Dia punya jersey India.
Seluruh tim mendukungnya.
Dia memakainya di setiap pertandingan dan memamerkannya.
Ayah, kau dengar?
Aku pasti akan menjadi kapten jika aku punya t-shirt itu.
Ayah!
Nani!
Fokus pada permainan.
Lupakan itu dan mainkan game dengan baik.
Kapten bukan pemain terbaik tim.
Dia memimpin tim untuk bermain dengan baik.
Pelatihmu tahu siapa yang berbakat. Oke?
Pergi. Sudah waktunya untuk latihan.
Cepat. Selesaikan latihan dan ke sekolah.
Kita harus ke toko olahraga
dan membeli hadiah ulang tahun.
Kau sungguh akan membeli jersey?
Kau pegang kepalaku dan berjanjilah.
Aku menyilangkan jari juga.
Kau tidak bisa mengingkarinya sekarang.
Tembakan bagus!
Ayo, Nandu!
Dia bermain bagus, bukan?
Pacarku.
Ayo, Nandu! Hebat! Satu lagi empat!
Hei! Berhenti berteriak!
Jika berteriak lagi, tak boleh
masuk lapangan lagi.
Emangnya siapa dia?
Dia seharusnya penjaga, bukan pelatih.
Keseimbangan tubuh pacarmu tidak seimbang.
Dia lebih miring ke kanan.
Dia akan keluar dengan pemintal kaki.
Ayolah! Kau bisa melakukannya!
Pemintal kaki?
Kau nasib sial.
Kamu mengatakannya dan hal yang sama terjadi.
Ini sudah tamat. Kita tak akan ke bioskop hari ini.
Dia dalam mood yang sangat buruk.
Ayo.
Tak ada keseimbangan dalam sikapmu.
Jika kau memiringkan lebih ke kananmu
Kau pasti akan keluar dengan pemintal kaki.
Siapa yang memberitahumu?
Aku tahu.
Ayo pergi.
Halo juara!
Apa kabar? - Tuan!
Aku belum melakukan sesuatu yang layak
tapi ketika kau memanggilku juara
merasa aku yang terhebat.
Tak di ragukan lagi.
Kau batsman paling bergaya di klub kriket kami.
Kau seharusnya di Tim India ...
Hentikan, tuan. Mereka akan memukuli kita.
Mengapa?
Kau mencetak 1 centuries tiga dan 3 centuries dobel
di kriket kelas 1. 28 centuries, 65 setengah centuries ...
Oke, ayo pergi.
Bagaimana istrimu?
Dia baik.
Dia wanita yang baik. Di sinilah Kau jatuh cinta.
Halo, Pak.
Kau membawa semuanya? - Ya pak.
Kunci di penjaga.
Minta dia menyimpan barang-barang di gudang.
Baiklah pak
Tur Selandia Baru dan India akan datang.
Sebelum Satu Hari Internasional dengan India
ada pertandingan amal dengan Club Hydercenturies.
Aku mempersiapakanya.
Kau memukul 5 enam dalam pertandingan Air India, kan?
Mengapa Kau selalu mengatakanya?
Berapapun banyak tempat yang kita kunjungi, kita akan kembali ke rumah.
Sama saja.
Tapi aku mengosongkan rumah itu 10 tahun yang lalu, Pak.
Kau tidak mengosongkannya, Arjun. Kau kabur.
Dengar. Klub masih membutuhkan Asisten Pelatih.
Kau bisa dengan senang hati melakukan apa yang bisa kau lakukan dengan baik.
Aku berhenti kriket 10 tahun yang lalu. Itu tidak terjadi saat itu.
Aku tidak ingin menjadi Asisten Pelatih di tempat yang sama.
Pikirkan itu. Aku tahu kau.
Kau Arjun yang sangat berbeda di lapangan.
Terakhir kali aku melihatmu dengan wajah pemberani
Kau berada di lapangan 66 kaki dengan tongkat 3 kaki.
Kau datang terlambat.
Jika kau datang di awal, pasti selesai.
Tanpa ragu. Pastinya.
Selamat, Kau terpilih.
Terima kasih. Terima kasih banyak Pak.
Terima kasih Pak. - Ya!
Semua yang terbaik. - Terima kasih banyak.
Selamat. Aku sudah bilang.
Hanya uang yang dapat membantumu.
Semuanya berubah semalam.
Di koran-koran itulah kau terpilih
tapi mereka mengklaim itu kesalahan pencetakan.
Tiada ada yang punya hati nurani.
Hei! Kau gila?
Kau tak dipilih seperti terakhir kali.
Itu perlu reaksi yang besar?
Ada apa denganmu? Allah!
Anakku! Tak mudah bergabung di Tim India.
Kau harus menghadapi lebih banyak hambatan.
Aku berumur 26 tahun, tuan. Aku punya keluarga sekarang.
Aku sudah punya tawaran pekerjaan pemerintah.
Mungkin ini batasku. Aku tidak ingin membuang waktu lagi.
Aku harus apa jika hal yang sama terjadi?
Coba lagi di selanjutnya.
Kau tidak bilang kapan kau berhenti.
Tolong, biarkan aku, tuan.
Arjun! Arjun!
Arjun!
Kenapa kau berhenti di sini setiap hari?
Kau tersenyum di foto-foto itu, ayah. Kamu terlihat baik.
Jadi, kita sungguh pergi ke toko olahraga sekarang?
Masuk ke dalam dan periksa bats. Aku akan membeli hadiahmu.
Oke ayah! - Ada apa, Arjun?
Bagaimana latihan Nani?
Kau kembali dari lapangan?
Jersey India ... - Ya, aku punya Buku asli.
Edisi terbatas. Itu dijual.
Berapa harganya? - 500 rupee.
Ulang tahun Nani dalam dua hari lagi. Ini untuknya.
Uangku tak cukup sekarang.
Jika Kau memberikannya, aku akan membayar akhir bulan.
Lihat, Arjun. Aku membayar 10.000 rupee sebulan untuk sewa.
5.000 rupee untuk pinjaman bank.
Kemudian gaji dan perawatan pekerja
habis hingga 20.000 rupee.
Ambil tempatku dan lihat. Kau bisa lakukan?
Kau pemain yang baik, Arjun. Aku menghargaimu.
Karna rasa hormat itu aku hanya bisa tidak padamu.
Ayah, Kau membeli Bukunya?
Nani, ukuranmu belum tersedia saat ini. size
kan tiba dalam dua hari. Ayah akan membawanya untukmu.
Poster ini hadiah ulang tahunmu dariku.
Terima kasih. - Tuhan memberkatimu, Nak.
Terima kasih.
Ayo pergi.
Ini dia
Kau ke sini.
Mengapa aku harus mengingatkanmu?
No comments yet. Be the first to leave one.