Tokyo Fiancée

Tokyo Fiancée

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Tokyo Fiancee 2014 BluRayGanool KookieIDFL
കമന്ററി എഴുതിയത് Kapten Kooky
IDFL™ SubsCrew

ടാഗുകൾ

BluRay
ganool
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2016-10-24
ഡൗൺലോഡുകൾ: 50
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Diterjemahkan oleh Kapten Kooky - IDFL™ SubsCrew

Ketika itu usiaku 20.

Aku ingin jadi orang Jepang, Itulah ambisiku satu²nya.

Secara kebetulan, aku lahir di Jepang.

Itu seharusnya bisa membantu, tapi kesempatan itu berubah².

Orang tuaku dari Belgia, bukan asli Jepang.

Mereka bekerja di Jepang.

Ketika usiaku 5 tahun, mereka kembali ke Belgia, aku pun turut dibawa.

Selama masa kanak² dan remaja, aku memimpikan satu hal.

Kembali ke Jepang demi cita²ku meskipun penampilanku beda, yaitu…

…jadi orang Jepang asli.

Satu hari kubeli tiket pesawat sekali jalan ke Tokyo.

Aku tiba di sana ketika usiaku baru 20 tahun.

Sebenarnya, aku ingin lebih dari sekedar jadi orang Jepang.

Aku juga ingin jadi penulis.

Aku ingin jadi seorang penulis Jepang yang dihormati.

Itu pasti bakalan lebih rumit,

Tapi itu cerita lain.

Namun, dalam kenyataannya, itu cerita yang sama.

Halo?

Ya, ini aku.

Ya, aku guru Perancis, ya.

Ya, tolong tunggu sebentar.

Ya, tanggal duapuluh... Lho itu 'kan besok!

Rich Café.

Dalam bahasa Perancis, Riche Café. Di Omote-Sando.

Sampai besok. Ya... sampai ketemu.

Bagaimana caraku mengenalimu?

Halo?

Untuk beberapa alasan aku bisa segera mengenalinya.

Maaf, kemarin tak kucatat namamu.

Rinri.

Baiklah, Rinri. Bagus.

Boleh tahu juga namamu?

Amélie.

Bisa kau tuliskan?

A... mé... lie.

Ya. Baik. Amélie.

Aku dari Belgia.

Tidak apa².

Ayo bicara bahasa Perancis.

Katakan sesuatu dalam bahasa Perancis.

Sekarang hujan. / Ya, hujan. Benar.

Kau sering ke kafe ini?

Kafe ini, kau menyukainya?

Kafe ini...

...adalah tempat...

...umum bagi anak muda...

...datang kemari.

Sudah baik? Maafkan aku.

Tidak, itu baik. Teruskan.

Maafkan aku. / Tidak apa².

Sekarang, ini bahasa Jepangku.

Siapa yang mengajarimu bahasa Jepang, anak usia 5 tahun?

Semacam itulah. Si anak itu adalah aku sendiri. Aku lahir di sini.

Kau lahir di Jepang?

Ya, di Kansai, dekat Kobe.

Usiaku 5 tahun ketika pulang. Sekarang baru saja kembali.

Kau baru kembali ke Jepang?

Maafkan aku.

Ayo lanjutkan.

Apa makanan kesukaanmu?

Makanan kesukaanmu.

Aku tak tahu, itu bahasa Jepang?

Tamago. Telur. / Ya.

Telur.

Ya, itu lebih baik.

Senin, jam 10:00, bisa?

10:00, mungkin bisa.

Nanti kutelpon.

Jangan bayar, ini ‘kan baru awal pertemuan. Aku...

Terima kasih.

Di Tokyo tiap hari aku bangun dengan penuh kebahagiaan yang tak bisa dijelaskan.

Kebahagiaan sederhana yang terasa begitu hidup.

Untuk merayakan hari ke-10 berada di Jepang sebagai orang dewasa,

aku naik trem.

Atapnya, jalan², kuil²nya, sepeda, pejalan kaki, kucingnya,

juga para penumpangnya, mereka bilang sudah menunggu,

mereka pasti merindukanku,

yang mana sudah dipulihkan,

dan “rezim”ku ini pasti bisa bertahan sampai 10.000 tahun.

Megalomania-ku selalu berbentuk lirik.

Bagaimana pun, aku sekarang sudah jadi guru bahasa Perancis terkemuka.

Meski cuma punya satu siswa.

Apa pekerjaan ayahmu?

Ayahku...

...bekerja...

...dalam bisnis.

Dia menjalankan bisnis. Bisnis apa?

Bisnis apa?

Maaf, sulit dijelaskan.

Perhiasan?

Dalam bidang perhiasan.

Bahkan aku sendiri sulit mengucapkannya.

Perhiasan.

Maafkan aku. / Tidak apa², bahasa Perancismu membaik.

Pengucapanmu, semuanya sangat baik.

Halo, Rinri.

Hiroki adalah temanku.

Dia bisa sedikit bahasa Perancis.

Kalau begitu , ayo bicara bahasa Perancis.

Kukenalkan Hiroki, Temanku. Dan kenalkan Amélie, Nyonyaku.

Senang berjumpa. / Aku juga.

Kau belajar bahasa Perancis?

Amélie?

Christine! Kau ada di sini!

Semua baik² saja selama di Tokyo?

Ya, baik² saja. Ini...

Aku Rinri. Kenalkan Hiroki, Temanku.

Kuperkenalkan Amélie, Nyonyaku. / Benarkah?

Dia dari kedutaan Kanada.

Kalian berdua orang Kanada?

Bukan, Christine dari Québec.

Dan Amélie orang Belgia.

Kalian berdua bicara bahasa Perancis? / Ya.

Berkat Amélie. Dia... / Aku mengajarinya bahasa Perancis.

Belajar privat adalah cara terbaik.

Mau ikutan gabung? / Terima kasih, tapi aku ada rapat.

Nanti kutelpon. Bravo!

Sabtu depan, Rinri mengundangku ke acara pesta seorang teman.

Dia menjemputku dengan mobilnya.

Itu lebih baik.

Halo.

Ini mobilmu?

Bukan.

Ini mobil ayahku.

Benar, kupikir juga begitu.

Hei, Jasmine!

Senang sekali melihatmu.

Ini Amélie.

Halo. / Kau dari Belgia?

Apa aksen ini sudah jelas? / Tentu saja.

Kau dari mana?

Belgia.

Ya, tentu saja.

Halo. / Halo. Aku Hara.

Aku Amélie. / Selamat datang.

Ini bir Belgia.

Terima kasih.

Aku tak tahu ada band.

Ya. Silahkan duduk. Lalu mainkan.

Aku tak bisa main musik.

Dalam bahasa Jepang, disebutnya Asobu.

Jika tak ikut kerja, artinya kau bermain.

Aku tahu itu.

Baiklah, permisi!

Kau jadi koki malam ini? / Ya. Kau koki malam ini?

Rinri koki yang hebat. Kau tahu?

Lihat saja.

Apa itu?

Kubis. / Dan ini?

Jahe.

Yang ini? / Udang. Itu dari bahasa Belgia.

Itu juga dari bahasa Perancis.

Rinri, Okonomiyaki itu buatanmu?

Ya.

Kau tahu Okonomiyaki?

Aku pernah coba Okonomiyaki, dengan saus Hiroshima.

Mau tambah lagi?

Bisa kau dapatkan di Paris. Di Rue Ste-Anne ada Okonomiyaki.

Rue Sainte-Anne di Paris.

Pengasuh Jepang kami yang membuatkannya.

Apa kau bilang?

Amélie lahir di Jepang.

Benarkah?

Benarkah? Bagaimana bisa?

Masha bertanya apa kau punya kewarganegaraan Jepang.

Dilahirkan di sini belumlah cukup.

Hiroki bilang, "Memang benar, itu belum cukup."

Ada saus di dagumu.

Humor, adalah penghalang terakhir dalam pemahaman universal.

Bahkan hingga saat ini, aku bertanya²...

...apanya yang lucu tentang saus di daguku?

Namun, ini malam yang indah.

Aku punya pekerjaan, teman²,

juga “musuh”.

Itulah yang kurasakan.

Di mana kaulihat iklanku?

Iklan?

Iklan belajar bahasa Perancis.

Bukan aku, salah satu pekerja ayahku yang melihat iklannya.

Dan aku punya Rinri, muridku.

Amélie...

Tidak, itu bukanlah bagaimana cerita ini berakhir.

Aku belum mulai menulis.

Aku tak mungkin bisa lakukan segalanya, bukankah begitu?

Halo, Amélie. / Halo, Rinri.

Di mana kita memulai pelajarannya?

Di rumahku. / Rumahmu?

Sudah sampai? / Ya.

Kami merasa terhormat.

Ini guru bahasa Perancisku, yang terhormat Amélie.

Selamat datang. / Senang sekali bertemu.

Silahkan…

…hormati kami dengan duduk.

Ayo mulai.

Sudah lama tinggal di rumah ini?

Ya.

Jawab dengan kalimat lengkap.

Ya...

Tokyo Fiancée subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left