ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
=Kisah Gangster Sejati=
Sudah datang, maaf.
Pergi buang air kecil, maaf.
Ke mana bos pergi? Begitu banyak mobil berbaris di sini.
Punya delapan pasang kaki pun tak bisa kuselesaikan.
Adik Kecil, aku beri kau 20 Yuan.
Bantu aku parkir mobil.
Dua puluh Yuan?
Kuberi kau 200 Yuan, rapikan parkiran mobil ini.
Gawat, Polisi Lalu Lintas.
Sial sekali. Ayo.
Akan segera kupindahkan, Pak, maaf. Aku akan pindahkan.
Jika bisa dipindahkan, maka pindahkanlah.
Satu menit.
Pak, satu menit pun tak kau berikan pada kami?
Benar.
Dengarkan mereka.
Baik, satu menit saja.
Pak, apa yang kau lakukan?
Di sini tak boleh parkir.
Jangan begitu kuno, jangan keluarkan tiket tilang.
Keluarkan tiket tilang saja, Pak.
Bos, kau pergi ke mana? Aku tak bisa mengurusnya sendiri.
Cari istriku.
Sudah ketemu?
Cari apa?
Pagi ini, aku bertengkar dengannya, dia membawa anakku pergi dari rumah.
Keterlaluan.
Sungguh tak tahan dengannya.
Halo.
Aku Ruby, aku menemukan istrimu.
Dia pergi ke mana?
Apa kau ingin bicara dengannya?
Mau.
Pinjamkan pada Ayah sebentar. Sini.
Begini saja, kelak, aku tak minum bir.
Tak pergi ke DD lagi, bagaimana?
Iya, ganti ke tempat lain saja.
Bukan begitu.
Aku mohon pada kalian berdua.
Kulihat kalian saling mengenal dan memiliki anak.
Anak sudah dua tahun, kenapa masih seperti anak kecil?
Kau harus berterima kasih pada Ruby.
Jika bukan dia yang membelamu, aku pasti pergi.
Terima kasih.
Kenapa kita tak mengenalkan pacar kepada Ruby?
Baik, ada dua pria yang kukenal.
Satu bernama Sun Sa, satu lagi Lan Ming-chuen.
Kau suka yang mana?
Sisakan untuk ibu angkatmu saja.
Pria baik sulit dicari.
Ada aku.
Mengapa tak menikah denganku? Mari daftar nikah besok.
Maka, kita akan menjadi satu keluarga.
Ide bagus. Ruby adalah sahabatku.
Orang lain tak boleh, dia boleh.
Kalian berdua jangan omong kosong.
Sai-fai.
Cheung-dee, ada apa?
Tai Tze mengajak siapa?
Ada lima orang dalam ruangan.
Namun, ada dua atau tiga meja di luar yang sepertinya kenal mereka.
Kulihat mereka saling tatap. Tak ada masalah, 'kan?
Ada apa? Ada masalah?
Tak tahu, aku pergi lihat.
Hati-hati.
Ini adalah wilayahku.
Song Bo, tim kasus berat punya cukup bukti untuk menuntutmu.
Kau masih berani keluar.
Jadi, aku ingin kau Kak Tai Tze melunasi utangmu.
Hanya tiga juta Yuan, aku tak menghitung bunga…
…untuk memberimu rasa hormat.
Aku punya dua peluru.
Utang judi dibayar di meja judi, kau baru saja turun ke masyarakat?
Tai Tze, jangan bertingkah sesukamu hanya karena ayahmu bos Hung Thai.
Daerah ini adalah wilayah Hung Thai.
Kau sekarang duduk di wilayah Hung Thai.
Aku bisa katakan apa yang kusuka, apa kau bisa mengaturku?!
Kau yang bayar makanan ini, baru boleh pergi.
Song Bo, kau sudah gila! Beraninya membuat masalah di sini!
Kau tak bisa lepas dari malapetaka.
Aku memang ingin melarikan diri, naik kapal malam ini.
Segera telepon ayahmu, suruh dia memberiku lima juta Yuan.
Jika tidak, aku akan memotong dagingmu satu per satu.
Bawa dia pergi!
Sepertinya terjadi sesuatu.
Jangan menghalangi pria melakukan sesuatu. Ayo.
Aku tak kuat lagi!
Ayo!
Pergi!
Ruby, aku tak pergi, bantu aku gendong anakku.
Cindy, jangan!
Cindy!
Cindy!
Polisi! Jangan gerak!
Pergi! Ada polisi!
Cindy, kau kenapa?
Ibu.
(Sudah lima tahun di sini, setiap hari ingin menjadi bos.)
(Tak disangka setelah menyelamatkan Tai Tze,…)
(Namun, yang lebih tak disangka adalah…)
(…ternyata tak begitu menakjubkan seperti di dalam film.)
Yip Tzai!
Yip Tzai!
Apa ada obat sakit kepala?
Jangan ribut lagi, ada orang yang membebaskanmu.
Terima kasih.
Cheung-dee, sini.
Kakak, ini berkas Cheung-dee.
Kemarin kau berkelahi di klub malam…
…sampai si Gendut Chow masuk Rumah Sakit.
Aku kira aku yang dipukul orang.
Ini adalah Sandy, Pengacara Leung.
Kau bisa pergi setelah menandatangani dokumen ini.
Mereka menuntutmu sengaja melukai orang.
Wah, tinggal tanda tangan begitu saja?
Apa ada kartu nama? Tunjukkan kartu nama.
Aku adalah Sandy Leung.
Pengacara besar, kukembalikan padamu.
Biasanya yang membebaskanmu adalah teman sekelasku.
Dia pergi berlibur.
Kali ini, aku pikir kau akan sedikit repot.
Aku mengalami masalah setiap hari. Aku mohon padamu…
…untuk segera selesaikan hal ini, aku mau pulang tidur.
Tak boleh, Guru Tai-hung ingin bertemu orang tua pukul 12.00.
Kau pergi saja.
Guru bilang kali ini harus bertemu denganmu.
Kali ini sungguh kacau.
Nona.
Kau bisa berpura-pura menjadi ayah putraku.
Bisakah kau ke sekolah menemui gurunya?
Merepotkanmu.
Tuan Wai, nilai Wai Tai-hung sangat bagus.
Namun, dia cenderung melakukan kekerasan.
Jika teman tak setuju dengannya, dia langsung memukulnya.
Kenapa kau memukul orang?
Mereka bilang kau orang jahat.
Jika anak kecil diprovokasi, pasti akan berkelahi.
Bahkan bilang aku orang jahat.
Mari.
Bantu aku, jika ada waktu, urus saja muridmu.
Ada korek tidak?
Di sini tak boleh merokok.
Apa ada yang salah?
Maaf.
Kau pura-pura apa, Cheun Dai-koeng?
Mencariku?
Ada apa?
Siu Ba-wong, bajingan itu!
Dia pengkhianat! Harus diberi pelajaran!
Tentu saja.
Baik, kau suruh Lan Ming-chuen mengumpulkan orang.
Aku pasti akan pergi menebasnya!
Aku ingat.
Setelah aku menyelesaikan tugas,…
…akan kubawa putraku ke acara ulang tahun.
Begini saja.
Kita bicara sampai mana?
Membahas tentang murid yang mengataimu orang jahat.
Sebenarnya, menurutku pandangan mereka sedikit salah.
Apa?
Sebenarnya, aku tak terlihat seperti itu.
Namun, aku suka guru di sini yang mengajar anakku.
Menurutku, dia cukup masuk akal.
Ruby.
Sekolah apa ini?
Tak melihat murid di mana pun.
Putramu dihukum tak boleh pulang sekolah.
Benar juga.
Cheung-dee, kurasa kau harus luangkan waktu menemani putramu.
Sifat Tai-hung agak penyendiri.
Dia juga termasuk penyendiri? Kau bercanda.
Kak, aku harus kerja.
Beberapa tahun ini, kau terlihat sangat sukses.
Setiap malam bersenang-senang.
Namun, tak menghasilkan uang.
Putra Cindy sudah dewasa.
Dia tak bisa tak ada Ayah yang menemaninya.
Aku sebagai sahabatnya, sudah melakukan segalanya.
Aku tahu, namun, aku menjadi bos.
Ada banyak acara.
Lalu, ada pabrik VCD yang kubuat bersama Tai Tze.
Benar-benar menghasilkan banyak uang.
Iya.
Akhir-akhir ini, ada sebuah film baru.
Apa?
Judulnya "Penjaga dan Anak Nakal", mau nonton tidak?
Tak mau, kau ingin mengajari anakmu nakal?
Kau keterlaluan.
Aku membawamu ke pesta ulang tahun, ya?
Di mana? Paman Mei di mana?
Rapat, di sana, rapat.
Bukan tidur?
Terima kasih.
Mau minum apa?
Air putih.
Terima kasih.
Kau tinggal di sini sebentar, aku akan pergi melakukan bisnis.
Aku tak suka di sini.
Kenapa tak suka di sini? Ada kolam renang, ada makanan.
No comments yet. Be the first to leave one.