Mythic Quest

Mythic Quest

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 2

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Mythic Quest Ravens Banquet S02E06 Backstory 720p ATVP WEB-DL DDP5 1 Atmos H 264
കമന്ററി എഴുതിയത് karagara
An Apple Original Subtitle

ടാഗുകൾ

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-06-04
ഡൗൺലോഡുകൾ: 17
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

PENERBIT AMAZING TALES

- Siapa namamu? - Carl Longbottom,

melapor untuk bertugas,

dan bersiap untuk mengintip melalui selubung waktu.

Itu slogan majalahmu, 'kan?

Aku adalah salah satu editor junior baru.

Aku terpilih karena cerpen yang kuajukan.

Mungkin kau pernah membacanya? "Tears of the Anaren."

Anehnya tak pernah. Tunggu di sana.

Lihat ini.

Heinlein menandatangani salinan Have Space Suit - Will Travel ini.

Aku menginginkannya.

Tapi jika aku bisa memilih karya Heinlein untuk ia tanda tangani, akan kupilih…

The Moon Is a Harsh Mistress?

- Ya. Bagaimana kau tahu? - Antara itu atau Tunnel in the Sky.

- Tunnel in the Sky. - Tunnel in the Sky.

- "Waspadai stobor." - "…stobor!"

Peter Cromwell.

A.E. Goldsmith.

- Carl Longbottom. Kalian juga… - Editor junior. Hari pertama.

Mimpi jadi kenyataan, 'kan?

Sebuah impian. Aku baru tiba di Los Angeles beberapa hari lalu.

Aku dari Clear Lake, Iowa. Tak ada yang baca Amazing Tales di sana,

apalagi mengutip Heinlein.

- Rasanya seperti… - Kau menemukan sukumu?

Tri… pod.

Ada kita bertiga bekerja sama, seperti tiga kaki dari…

Mimpi buruk Wellsian yang ikonik.

Kopi.

Apakah itu Ursula K. Le Guin?

Ray Bradbury.

Isaac Asimov.

Kalian bertiga. Kemari. Ayo.

Jadi, ini pertanyaan yang ingin kutanyakan di hari pertama kalian.

Kenapa kalian terpilih?

Yah, kami mengajukan cerpen-cerpen yang berpotensi.

Salah! Kalian mengajukan cerpen dengan ejaan yang tepat.

Penggunaan kata kerja yang benar.

Pemakaian koma di mana koma seharusnya digunakan.

Itu yang membuat kalian berharga.

Itu perumpamaan. Nilai kalian $2 per jam. Kumulai kalian dari $1,80.

Aku tahu kalian tak ambil pekerjaan ini hanya untuk membenahi tulisan orang lain

atau mengambilkan roti tuna dan minuman kalengku.

Kalian bergabung karena kalian punya visi untuk diri kalian sendiri.

Apa visi kalian?

- Yah, bagiku… - Diam. Akan kukatakan.

Kalian ingin tulisan kalian dipublikasikan di majalahku.

Kalian ingin menjadi penulis hebat berikutnya.

Yah, coba tebak. Mungkin kalian bisa.

Perbaiki cerita-cerita kalian itu. Tulis ulang.

Dan mungkin, mungkin saja, tulisan kalian akan kupublikasikan.

Tapi aku belum pernah mempublikasikan tulisan dari editor junior.

Mungkin tak akan pernah. Jika kalian tak masalah, silakan mencoba.

Sekarang,

koreksi tulisan-tulisan ini, ketik ulang

dan ambilkan roti runa serta minuman kaleng untukku.

Sekarang! Ayo.

Oke, bagaimana dengan ini? Penulis terhebat di dunia…

- Asimov. - Adalah Isaac Asimov.

Berapa kata terpublikasikan terbanyak yang pernah ia tulis dalam sehari?

- Entahlah. - 20.000?

38.000.

Astaga, ia seperti mesin.

- Dia adalah robot. - Aku, Asimov.

- Hei. - Bagus sekali.

Akan kuambil punyamu juga, jika tak keberatan.

Akan kusimpan bijinya.

- Nyonya, kau mabuk. - Mungkin.

Dan karenanya, aku berpikir, aku suka lemon,

kenapa aku harus membayar untuk lemon jika bisa kutumbuhkan sendiri?

Tidak. Tidak dengan itu. Tak akan aktif.

Maaf. Aku dari Iowa.

Kau butuh biji berkecambah.

Benih yang tepat, kondisi yang tepat. Baru bisa tumbuh.

Yah, baiklah.

Untuk biji yang bertumbuh.

Apa?

- Tak apa. Itu konyol. - Ayolah. Beri tahu kami.

Baiklah. Jadi…

Tadi pagi kita melihat tiga legenda.

Pemain utama di bidangnya.

Dua pria hebat, satu wanita hebat.

Bagaimana jika suatu hari nanti kita bisa menjadi mereka?

Kita saling menolong.

Mari kita pulang, kita baca tulisan satu sama lain,

besok kita saling memberi saran, dan saling membantu menjadi lebih baik.

Aku tak bisa. Aku yakin kemampuan kalian jauh berada di atasku.

Omong kosong.

- Omong kosong? - Omong kosong.

Omong kosong.

Jika ada kemampuan yang ingin kau kembangkan, Peter,

kami akan membantumu.

Aku sempat membuat beberapa salinan dari ceritaku

- saat Sol tak melihat. - Aku ada sepuluh salinan.

Dua puluh empat.

"'Transistor Moon' oleh A.E. Goldsmith."

"'The Horror of Westerley Mansion' oleh Peter Cromwell."

"'Tears of the Anaren' oleh Carl Longbottom."

Penyebutannya lebih ke seperti "sobekan".

"Tears of the Anaren."

Ya, dan Anaren.

"Tears of the Anaren."

"Anaren." Penyebutannya agak bergetar seperti di Quenya karya Tolkien.

Aku paham.

Itu menarik.

Jadi malam ini, kita baca. Besok kita berbagi.

JANGAN DINAIKI SAAT SEDANG BERGERAK

Karena kau itu bodoh.

Astaga.

- Aku mau makan siang, Rose. - Tak ada yang peduli, Sol.

Oke. Jadi cerita siapa dulu?

Jangan aku, kumohon. Aku terakhir saja.

- Oke. - Kalau begitu Peter duluan.

Penuh kekerasan. Cukup memualkan.

Ada makhluk bertentakel memakan bayi.

Aku tahu. Maafkan aku.

Aku menyukainya. Itu horor kosmik.

Kau harus berani ambil risiko, kau harus mengejutkan.

- Aku hanya punya satu saran. - Ya. Kumohon. Apa pun.

Jangan buat keluarganya datang ke wastu itu atas kehendak mereka sendiri.

Buat mereka mendapatkan undangan misterius.

Dan pembunuhan dimulai.

Itu brilian, A.E. Terima kasih.

Kuharap aku bisa membalasmu, tapi

"Transistor Moon" sudah nyaris sempurna.

Cepat kritik aku atau aku tak lagi respek padamu.

Yah, aku ada sedikit pemikiran.

Di ceritamu ada seorang gadis buta dan sesosok alien.

Dan menurutku hanya gadis itulah yang memahami kesendirian alien tersebut.

Jadi jangan ubah ceritanya,

tapi biarkan aku merasakan ceritanya melalui perspektif hubungan tersebut.

Astaga.

Itu akan memperkuat ceritaku.

Peter, kau luar biasa.

Yah, sepertinya tinggal "Tears of the Anaren."

Ya.

Itu…

Itu sungguh…

Itu…

- A.E.? - Aku?

Tidak, itu…

Maksudku, jelas kau sukses memasukkan unsur masa depan di ceritamu.

- Terima kasih. - Tentu.

Tapi, visimu sesungguhnya dalam cerita itu…

Oke. Kau memprediksi dunia di mana kita…

Maaf, maksudku Anaren,

telah berevolusi dan kini memiliki kantong daging di punggung mereka.

Ya, untuk membawa banyak hal.

Benar. Tapi sekarang kita punya ransel.

Apa tantangan evolusioner yang ingin kau jawab?

Yah, itu cerita fiksi ilmiah, Peter.

Tentu. Tapi harus ada keterkaitan dengan realita.

Sama halnya dengan robot kuda ini. Kenapa kita…

Anaren.

Maaf, Anaren, membuat robot kuda

saat kita sudah punya mobil yang lebih simpel dan lebih cepat?

Karena mereka itu robot kuda.

Baiklah.

Carl, tak cukup menggambarkan masa depan di mana semua hal hanya sekadar berbeda.

Penggambarannya harus tak terduga dan juga tak terelakkan.

Harus kuakui, aku tak menduga ini.

Tapi akan kuterima saranmu

dan akan kuubah "Tears of the Anaren" menjadi…

Dan soal itu, kenapa memakai artian "sobekan" dan bukan "air mata"?

Karena mereka menangis dalam kisah ini.

Kau juga punya catatan soal judulnya?

Kau tahu? Tak masalah.

Yang penting buat visimu terlihat menarik.

Benar-benar menggambarkan dunia yang akan datang.

Ya.

Ya, itu dia.

Itu dia.

Oh, ya, itu sangat bagus!

Ya. Inspirasi telah menghampiriku. Aku bisa melihatnya dengan jelas.

Ya, ideku muncul. Semua ideku muncul. Akhirnya aku melihatnya dengan jelas.

Akhirnya! Ya. Ya.

Jadi…

Kau bilang kau sudah menulis ulang selama seminggu?

Apa maksudmu?

Sepertinya tak terlihat banyak perubahan.

Ada hal berbeda di setiap halaman.

Tapi perubahannya hanya di permukaan saja.

Contohnya, sebelumnya kau buat Anaren mengasuh beruang besar sebagai peliharaan,

dan kini kau buat beruangnya menjadi sangat kecil.

- Benar. - Jadi… seperti anjing.

Dan dunia asal mereka berubah dari planet rawa menjadi planet gurun.

Ya. Kupikir itu penyelesaian yang elegan atas permasalahan ceritanya.

Dengan membuatnya menjadi lebih kering?

Banyak perubahan signifikan dalam naskahku kali ini.

Bagaimana dengan teknologi yang kugambarkan?

Kuali cairan plasma tempat mereka mencelupkan makanan.

Itu seperti… fondue.

Hei, Carl. Aku tahu bagaimana rasanya.

Menulis itu sangat sulit bagiku.

Aku sedang memperbaiki ceritaku saat ini. Aku kesulitan.

Tapi aku tak kesulitan.

Dan itu bukan fondue.

Anaren bahkan tak bisa mencerna keju. Sudah kupertegas itu di naskah.

Apa itu terdengar visioner bagimu, Carl?

Aku mencoba jujur,

More Indonesian subtitles for Mythic Quest

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left