The Bear

The Bear

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 5

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗧𝗛𝗘 𝗕𝗘𝗔𝗥 𝗦𝟬𝟱𝗘𝟬𝟴 𝗗𝗦𝗡+ 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟎𝟏:𝟑𝟓 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑫𝑺𝑵+ || *𝑪𝒓𝒆𝒅𝒊𝒕 𝒕𝒐 𝘛𝘳𝘪𝘴𝘩𝘢 𝘈𝘳𝘵𝘪𝘴𝘵𝘺 (𝑷𝒆𝒏𝒆𝒓𝒋𝒆𝒎𝒂𝒉) || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
official_release
disney+_synced
hulu_synced
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-06-26
ഡൗൺലോഡുകൾ: 35
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No
FPS: 25

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Jadi, mari kita mulai.

Bayangkan dirimu dalam perjalanan ke tempat yang luas dan ajaib,

seperti Evanston dan Pilsen, dan mungkin, suatu hari nanti,

jika kita beruntung, Schaumburg.

Paket ekspansi waralaba The Original Beef of Chicagoland

akan memungkinkan roti lapis indah dan luar biasa dari Orleans Avenue ini

bisa diantar ke seluruh Illinois.

Mewakili diriku dan Chi-Chi Zucchero,

Chuckie DeValentino, Albert Schner, dan Cheese,

kami berjanji akan menyajikan kualitas luar biasa Berzanno yang sama

setiap hari,

tanpa perlu direpotkan dengan ruang makan dan keranjang.

Tidak.

Berhenti bicara, Carmen.

Mata birumu tak akan menggoyahkanku.

Aku mengharapkan tanda tanganmu segera.

Aku terima.

Selamat pagi, Natalie.

Selamat pagi. Terima kasih.

Kita masih hidup?

Hampir tidak.

Tina ada di pasar petani sekarang dan anggarannya pas-pasan,

tapi kita akan punya cukup bahan untuk beberapa hari.

Pengiriman daging kembali berjalan dengan mengurangi pesanan…

- Oke. - …dan kita akan bisa menggaji pegawai.

Luar biasa.

- Ya. - Apa? Tidak luar biasa?

Jika setiap malam selama sisa hidup kita seperti semalam,

maka, ya, itu akan luar biasa.

Berapa keuntungan kita?

Tidak ada.

Tidak ada?

Bagaimana mungkin?

Kita harus membayar orang dan membeli barang-barang.

Kita harus membeli banyak pipa, memperbaiki dinding.

Margin kita buruk. Kita sudah di 190 dolar per orang.

Bagaimana jika kita naikkan?

190 dolar terasa pas untuk acara spesial. 200 dolar terasa kemahalan.

Hei, kau ingat pasangan yang bertunangan di sini?

Ya. Neil dan aku yang meresmikannya.

Mereka bekerja di Pellegrino,

dan mereka mengundangmu ke seminar keramahtamahan internasional.

Internasional?

Di mana?

Jepang.

Ya.

Aku akan konfirmasi untukmu, ya?

Ya, aku harus cek jadwalku dulu.

Sweeps dan aku…

Mau memberi sentuhan akhir pada Jalan Menuju Kesuksesan,

dan ada banyak hal lain yang agak…

Richard.

Kau harus pergi.

Kapan terakhir kali kau naik pesawat?

Akan kupikirkan.

Oke, pikirkanlah dan kabari aku.

Malam ini ada berapa siklus?

Luar biasa.

- Ya, seharusnya aman. - Ya.

- Ya, benar. - Benar.

Sudah kusuruh kau melakukannya.

Aku akan…

- Aku akan cek plafonnya. - Oke.

- Kau butuh bantuan? - Tidak.

- Oke. - Oke.

Tidak. Biar aku saja.

- Sudah kusuruh lakukan. - Baru mau.

- Cuma butuh kunci inggris… - Tidak. Lakbannya pasti kuat.

- Lakbannya tak akan kuat. - Kuat.

- Aku tak punya alat itu. - Tak kuat.

Jadi, apa yang terjadi?

Sulit dikatakan. Dia terjatuh begitu saja.

Siapa yang terjatuh?

Ted.

Kenapa Ted di atas plafon?

Aku sungguh tak tahu.

Dia tiba-tiba bertindak sendiri.

Oke, ini sudah semuanya?

Ya, Chef.

Lebih banyak dari kemarin.

- Itu tujuannya. - Sedikit lebih banyak tiap hari?

Ya, tapi…

- Apa? - Lupakan, itu bodoh. Bukan apa-apa.

Tidak. Apa? Ada apa?

Semalam bahan-bahan kita lebih sedikit.

- Ya. - Dan terus berkurang.

Tapi itu pengalaman terbaik.

Aku mau melakukannya lagi.

- Apa aku aneh? - Tidak, sama sekali tidak.

Setelah itu, aku merasa bersemangat. Aku tak bisa tidur.

- Aku juga. - Ya.

Tapi kemudian aku berpikir, ya, kita punya keterbatasan,

bahkan sering kali banyak, tapi kita masih baik-baik saja.

Ya, 'kan? Aku terus berpikir ini belum berakhir.

Kita tidak boleh menyerah, belum.

Paham? Kita akan…

Kita akan berjuang bersama.

Aku suka itu.

- Aku juga. - Ya, aku tahu.

Aku tahu.

- Makanya kau kujadikan kepala dapurku. - Betul.

Betul.

Selamat pagi.

Lihat siapa ini.

Dari mana bangku itu?

Basemen. Tukang leding membawanya keluar.

Boleh aku duduk?

Silakan.

- Maaf aku tak memberitahumu… - Maaf aku menyuruhmu enyah.

Kau tahu…

Aku punya…

Di satu sisi otakku,

sisi bisnis yang saat ini sedang kacau,

aku terus berpikir, "Keponakanku ini

benar-benar menghancurkan bisnisku."

Itu membuatku kesal.

- Aku tahu. Itu… - Tunggu dulu.

Aku benar-benar marah.

Amarah yang meledak-ledak seperti petir panas,

dan menurutku itu wajar.

Sekali lagi, sebagai orang yang berinvestasi padamu. Benar?

Tapi malah dikecewakan.

Supaya jelas, akulah yang memutuskan

untuk memasuki dunia jasa makanan yang penuh warna ini.

Jadi, setahuku, itu salahku, itu masalahku.

Itu menunjukkan…

Maksudku, bukan sisi otakku yang itu

yang menyuruhmu enyah.

Maaf, bagian otakmu yang mana yang menyuruhku enyah?

Sisi satunya.

Sisi di mana aku…

Sangat menyayangimu.

Carm, aku…

Aku tak mau kau menyerah.

Mengerti?

Kau tak bisa berhenti melakukan sesuatu hanya karena itu sulit,

atau pamanmu marah padamu, atau kau sedih.

Keluarga ini punya masalah serius soal mudah menyerah.

Maksudku bukan keluarga restoran ini.

- Maksudku keluarga kita. - Aku mengerti.

Aku sudah berhenti dari semua pekerjaan yang pernah kucoba,

semuanya.

Aku tak tertarik dengan apa pun.

Aku hanya mengikuti uangnya, dan itu strategi yang bagus.

Tapi lihat betapa miskinnya aku sekarang.

Sekali lagi, bukan salahmu, tapi salahku.

Aku sangat miskin

sampai harus mengandalkan kemurahan hati

dari perusahaan investasi kelas kakap itu, Komputer, Cheese,

untuk modalku bekerja sama dengan Ebra.

Paham? Di situlah posisiku. Jadi, jangan menyerah.

Maaf… Ebra kenapa?

Dia bilang akan bicara denganmu.

Dia tak bicara denganmu? Soal ide waralaba.

Apa maksudmu? Untuk The Bear?

Bukan, The Beef.

Dapur virtual di pinggiran kota, apa pun artinya itu.

Astaga. Itu…

Itu sangat cerdas.

Benarkah?

Ya, benar.

Dengar, Paman J, semua yang kau katakan…

Aku setuju.

Semua yang kau katakan…

Itu sebabnya aku harus pergi.

Lee benar.

Ini kali pertama dalam sejarah ada yang mengatakan itu.

Ya.

Jadi, si muka tikus menyebalkan itu benar soal apa?

Untuk memutus pola, harus berani memutus pola.

Wah.

Sok bijak.

Tempat ini akan baik-baik saja.

Astaga, kini kau membuatku takut lagi.

Dia hebat.

Aku tahu itu. Tapi restorannya tidak.

Yang ini hebat.

Tahu dari mana, Anak Muda?

Aku pernah ke beberapa restoran.

Boleh aku bertanya?

Jika aku mau bersama DD,

apa aku harus minta restumu?

- Jangan bahas ini. - Ayolah.

- Aku mau lakukan hal yang benar. - Tidak mau.

Cuma mau ajak makan malam.

Terima kasih banyak sudah menghubungiku.

Benarkah?

Aku memang menelepon kalian dan meninggalkan beberapa pesan,

tapi aku sudah dapat pekerjaan sebagai somelier.

Aku tahu. Ini gila, Bung. Ini semacam restoran keluarga.

Sudah ada sejak lama. Aku baru mulai hari ini.

Tidak, aku merasa senang.

Jadi, aku akan mencobanya,

tapi aku sangat menghargai kepedulianmu.

Maaf jika aku mengecewakanmu,

tapi nanti kukabari jika aku dapat pengganti.

Terima kasih, Kawan.

- Siap untuk malam ini? - Tentu.

- Ayo. - Kita akan berhasil.

- Tentu saja. - Ya.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left