ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Sebelumnya di Criminal Minds: Evolution …
Sekarang siapa saja boleh naik ke lantai enam, ya?
Alvez dan aku pensiunan tentara. Kami bertemu di program ARC.
Program Perawatan Pemulihan Tentara.
Kami bantu anggota militer sakit dan terluka kembali ke kehidupan sipil.
Tumornya menyebar. Tak ada lagi yang bisa kami lakukan. Maaf.
Selamanya Setia, Selamanya Dicintai.
Hei, maaf mengganggu. Kau punya waktu?
Aku permisi.
Kau sadar cara dia memperhatikanmu? Kau mirip istrinya yang meninggalkannya.
Selamat datang di The Sicarius Files . Aku pembawa acaramu, Brian Garrity.
Tamuku, si pembunuh Sicarius, Elias Voit.
Kirim banyak surat penggemar.
Aku TIDAK menyedihkan. TIDAK menyedihkan.
Miris, betapa menyedihkannya aku, tapi tahu yang lebih menyedihkan?
Seseorang yang membuat acara tentang itu, juga siapa pun yang mendengarkannya.
Lance Kingston yang mengambil foto-foto itu,
tapi bukan dia yang mengirim itu padamu.
Ternyata penggemarmu mencurinya.
Lance hanya sarana. Pion yang dikorbankan.
Penerobosan perimeter. Lantai dasar.
Satu korban. Koridor luar.
Kau melihatnya?
Negatif.
Dasar berengsek!
- Isi ulang. - Baiklah.
- Tunggu aba-abaku. - Bergerak.
Agen ditembaki. Kami butuh bantuan segera.
Baik. Bantuan dalam perjalanan.
Jangan.
Diam! Diam.
Kumohon. Jangan.
Hei, maju selangkah lagi.
Tenanglah. Kami ingin membantu.
- Aku tak mau mati. - Takkan ada yang luka.
Jangan bohong kepadanya.
Pak, letakkan senjatamu.
Dengar, siapa namamu?
Persetan kau. Itu namaku. Kenapa kau merahasiakannya dariku?
- Merahasiakan apa darimu, Pak? - Obatku! Aku butuh obatku.
Baik! Letakkan senjatamu, lepaskan wanita itu,
- dan aku berjanji… - Hei!
Kau pikir aku tak melihatmu di sana?
- Kau mau wanita kecil ini mati? - Hei, tidak! Pak, kami tak mau!
Berikan obatku!
Agen Lowell, target ditemukan?
- Negatif. - Ubah posisi. Dapatkan target.
Nona, siapa namamu?
Melissa.
Jangan bicara dengannya! Bicara denganku!
- Komando, target telah didapatkan. - Kau mengerti?
- Aku bisa menembaknya. - Pria ini, ya?
Dia sangat ingin membunuhku hingga bisa merasakannya.
Tapi bagaimana jika dia memeleset? Dan si kecil ini yang kena.
- Pak. - Hentikan omong kosong ini, ya? Cukup!
Hei, aku akan menghitung sampai tiga,
- dan entah kau ambilkan obatku… - Kumohon, jangan.
- …atau kutembak kepalanya. - Lowell, kau aman. Tembak dia.
Mengerti?
- Satu. - Berikan saja yang dia mau!
- Dua. - Pak, kau membunuhnya, kami membunuhmu!
- Tembak. - Tiga!
Apa-apaan ini? Apa-apaan?
Aku menembaknya.
Astaga. Apa yang kau lakukan?
Batalkan! Batalkan latihan.
Itu peluru sungguhan.
- Astaga. - Panggil O'Connor.
- O'Connor. - Kita butuh paramedis. Segera.
Amankan senjata kalian sekarang. Periksa magasin.
Peluruku kosong.
Sama.
Billy, kami tak bersenjata, ya? Letakkan senjatamu.
Bicaralah, Billy.
Paramedis akan datang.
Dia sudah meninggal.
Aku menembaknya.
- Keamanan. - Mulai penguncian. Sekarang.
Ada penembak aktif.
Ini bukan latihan. Kuulangi, ini bukan latihan.
Dimengerti.
Billy, dalam 30 detik, yang asli datang ke sini
dan mereka akan bunuh kau.
Hei, kau tak mau ada darah lagi di tanganmu, 'kan, Billy?
Kumohon. Berikan senjata itu.
Biar kubantu, Billy, ya?
Hei.
Aku tak mengerti, Bung.
Hei, apa yang kau pikirkan?
Aku punya kesempatan menembak.
Aku menembaknya.
Perhatian semua personel. Ini darurat.
Kalian dalam penguncian.
Tetap di lokasi sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Ini bukan latihan. Kuulangi, ini bukan latihan.
"Kita tak bisa tumbuh saat malu,
dan kita tak bisa memakai rasa malu untuk mengubah diri atau orang lain."
Brené Brown.
Jadi, Tom Milliken ditembak?
Saat latihan untuk orang terpilih dari tim penyelamat sandera.
- Latihan dengan peluru asli? - Ada banyak yang harus dibahas,
itu sebabnya Rebecca meminta BAU untuk mengawasinya.
Astaga, apa Alvez sudah tahu?
Dia bersama JJ di TKP.
Tom Milliken seperti keluarga baginya.
Brian, apa yang kukatakan soal telepon pada hari Sabtu?
Emily, aku tak akan merepotkanmu jika itu tak penting.
Aku punya bukti prakejahatan.
Astaga, apa itu prakejahatan?
- Tara di sana? - Hai, Brian.
Ada apa dengan prakejahatan ini?
Itu hal yang terjadi sebelum seseorang melakukan kejahatan.
Tidak, aku mengerti istilah itu. Menurutmu apa yang kau miliki?
Boleh dibilang semacam manifesto.
Ditujukan kepadaku oleh penggemar. Tertulis, dan aku mengutip,
"Ada yang memanggilku penggemar, tapi Dia harus memanggilku Tuhan."
Karena deklarasi yang sama ini diketik berulang kali seperti…
Kau ingat karakter Jack Nicholson di The Shining ?
Dia mulai menggila dan dia mengetik satu kalimat ini
berulang kali. "Selalu bekerja tanpa bermain…".
- Ya, aku sudah menonton filmnya. - Kau harus melihat ini.
Dia tidak hanya berulang kali mengetik afirmasinya,
tapi dia juga mencetaknya menjadi bentuk.
Semua ini sangat aneh. Rasanya seperti…
Aku bukan profiler, tapi dia jelas ingin melakukan hal buruk.
Di mana kau?
Tidak jauh. Benar-benar di sekitar sini.
Kau harus melihatnya.
Akan kusiapkan kartu pengunjung untukmu.
Masalah terus berdatangan.
Baik. Dengar, David dan aku bisa atasi ini.
Terima kasih. Ya, aku harus ke fasilitas pelatihan.
Ya.
Atau aku akan menembak kepalanya.
- Satu. - Berikan saja yang dia mau.
- Dua. - Pak, kau membunuhnya, kami membunuhmu!
- Tiga! - Siapa lagi yang tahu?
Dengan penguncian, kita cuma perlu tahu.
Direktur, AG, presiden.
Kurasa pemadaman berita bertahan 24 jam lagi.
Tapi kita tak punya banyak teman di pemerintahan ini.
Insiden agen non-agen seperti inilah dalih yang mereka cari
untuk menghancurkan departemen.
Peter, aku turut prihatin.
Masih sulit dipercaya.
Emily, ini Peter O'Connor, Kepala Staf Milliken.
Tom sangat memujimu dan timmu.
Dia habis memberimu kasus, 'kan?
Benar. Investigasi kematian yang samar,
dan luar biasanya, kini dia menjadi subjeknya.
Sayangnya, tidak terlalu samar.
Agen Terpilih Billy Lowell menembaknya mati.
Hanya senjata dia yang berisi peluru sungguhan.
Ya, itu tampak jelas.
Namun, secara resmi masih harus ada kepastian
pembunuhan atau kematian tidak disengaja.
Tentu saja.
Aku tahu sudah lama aku tidak berlatih,
tapi biasakah HRT kini mengadakan latihan dengan aktor dan senjata asli?
Tidak, itu tidak biasa,
tapi Tom punya metodologi sendiri dan wewenang penuh dari atas.
Jika dia ingin sesuatu, dia lakukan.
Dalam kasus ini, dia merasa yang terpilih membutuhkan
pengalaman dunia yang jauh lebih nyata.
Jadi, latihan ini termasuk seluruh kelas yang terpilih?
Tidak, hanya Agen Helm, Barlow, dan Lowell. Mereka unit tiga orang.
Agen Lowell sudah ditahan,
tapi kami perlu mewawancarai.
- Agen Helm dan Barlow juga. - Tentu.
Apa pemeriksa medis sudah mengambil alih jasadnya?
- Dia sedang melakukannya. - Permisi.
Luke.
Aku perlu waktu.
Aku mencoba memberitahunya bahwa mungkin dia harus melewatkan ini.
Ya.
- Brian. - Tara!
Aku… Senang bertemu denganmu lagi.
Di mana Emily?
Dia pikir sebaiknya Tara dan aku melihat apa yang kau punya.
Baiklah.
Tapi, mengingat sejarah kami sebelumnya,
bukankah lebih baik jika Tara dan aku…
Tidak. Lewat sini.
DIREKTORI LANTAI 6
"Sebagian menyebutku penggemar. Tapi Dia harus memanggilku Tuhan."
Apa kubilang? "Redrum."
Kapan kau dapatkan ini?
- Kemarin. - Kemarin?
Aku membukanya hari ini.
Cap pos, Kensington, Pennsylvania.
Kalian pernah lihat ini, 'kan?
Beri kami waktu sebentar.
Jangan sentuh apa pun.
UNIT ANALISIS PERILAKU
Ini nyaris identik dengan yang dia kirim ke Voit.
Tapi kenapa dia mengirimnya ke Garrity?
Dia mendengarkan siniar Garrity.
Tapi pesannya masih ke Voit.
Bajingan penjilat itu bahkan mengapitalkan huruf "D" pada "Dia".
Benar. Menyampaikan semacam status seperti Tuhan bagi Voit.
No comments yet. Be the first to leave one.