ആദ്യത്തെ 196 വരികൾ.
Tetek!
Issei ....
Issei-kun ....
Issei-san ....
Issei-senpai ....
Issei ....
Inilah yang namanya surga dunia!
Nah, jangan sungkan. Kamu boleh pegang, lo.
Ara, ara, kamu boleh bebas melakukan apa pun pada dadaku, lo.
Aku akan menutup mataku. Silakan dipegang.
Kalau cuma sebentar, tak apa.
Nah, ayo kita buat anak.
Ah, bagaimana, ya?
Be-Berkencanlah denganku.
Itu ....
Yang tadi itu siapa?
Jahat. Kamu sudah lupa? Padahal kita pernah kencan bareng.
Jangan-jangan ...,
Yuma-chan?
Yuma?
Ya, aku memang berniat membunuhmu, jadi aku pakai nama itu.
Kenapa kau belum mati, ya?
Sialan, kenapa mesti sekarang?
Sudah bangun, ya?
Akeno-san!
Hei, Issei-kun, apa tubuhku rasanya nikmat?
Ya, mantap.
Senangnya.
Aku pun mau lebih mengenalmu.
Lebih mengenalku?
Gila, sungguh gila. Ternyata bahasa Jepang juga ada kata yang indah begitu.
Akeno.
Sejak kapan kau ada di sini?
Ketua!
Aku cuma mau mengunjungi Issei-ku yang manis di pagi hari, kok.
"Issei-ku?"
Sejak kapan kau jadi majikannya Issei?
Bukan majikan, cuma senior, kok.
Mengurus junior yang manis itu tugasku, 'kan?
Senior?
Oh, ya sudahlah.
E-Eng ....
Sudah pagi, ya?
Asia.
Asia, masih belum. Tidurlah lagi, ya.
Kalau begitu, aku tidur lagi sambil memelukmu, ya.
Menjauhlah dari orang yang berharga bagiku!
Sabar dulu, dong. Kau pelit sekali tidak mau berbagi.
Berhubung rumah ini sudah direnovasi, aku tak 'kan membiarkanmu seenaknya saja!
Wah, wah.
A-Ah, kalian berdua, tenanglah!
Eh, renovasi?
A-Apa-apaan ini?
Episode 1: "Libur Musim Panas, Mari Ke Dunia Bawah!
Mengejutkan saja.
Rumahku tiba-tiba jadi rumah mewah berlantai tiga, sih.
Pasti ayahnya Rias-san bekerja di bidang kontruksi, ya.
Dia sampai merenovasi rumahku seperti rumah model dengan cuma-cuma.
Pasti dikerjakan saat kita tertidur.
Tak kusangka.
Karena dapurnya sudah tambah besar, makanan pun bisa makin enak.
Makanan buatan Ibu memang paling enak, kok.
Ah, Ayah bisa saja.
Ada banyak orang, nih.
Tak apalah.
Rasanya orangtuaku mudah sekali buat ditipu.
Kami berangkat dulu!
Jadi makin ramai, ya.
Ramai, ya ....
Yah, asal makin banyak cewek saja, deh.
Kenapa mesti sekarang?
Issei-san?
Bukan apa-apa.
Asia!
Asia, apa pun yang terjadi, aku pasti akan melindungimu.
Ya. Terima kasih, Issei-san.
Wah, wah, pagi ini Issei-kun semangat sekali, ya.
Akeno-san! Aku cuma teringat hal aneh-
Hal aneh? Cosplay, kah?
Tidak, Xenovia, cuma perasaan aneh saja.
Issei-senpai dari pagi tadi gelisah terus.
Koneko-chan ....
Kalau kita di sini terus, nanti menghalangi jalan.
Kalau mau menembak Asia, jangan sekarang, Issei.
Tentu saja, bukan Asia saja!
Demi Ketua pun, aku rela mati!
Terima kasih. Aku senang, Issei.
Ketua?
Wah, wah. Kalau tidak cepat, nanti bisa terlambat, lo.
Ya, Akeno. Ayo, Asia.
Ketua!
Ya. Akeno tetap Akeno.
Asia tetap Asia.
Tapi, aku cuma "Ketua."
Hei, hei, besok kan sudah liburan musim panas, kalian mau ke mana?
Aku belum pernah merasakan libur panjang.
Ya, aku pun begitu.
Begitu, ya. Jadi ini libur musim panas kalian yang pertama, ya?
Besok sudah libur musim panas!
Ya, musim panasnya laki! Musim panasnya Jepang!
Musim panas identik dengan kolam renang, pantai, dan cewek!
Semuanya bakal keliatan dengan scouter-ku ini!
Trio cabul juga ada rencana musim panas?
Apa?
Siapa yang trio cabul?
Kurang ajar!
Dasar mata empat kayak Motohama!
Jangan samakan aku dengan si cabul mata empat itu.
Dia itu aib pecinta kacamata.
Apa katamu?
Kacamata Motohama itu bisa menilai tubuh cewek, lo!
Nilaimu 8.5.
Cuma itu saja yang kaubisa?
--Ja-Jangan-jangan .... --Kau juga ada scouter?
Ya, ya. Jadi begitu, jadi begitu.
Hentikan.
Hyoudou.
Apaan?
Panjang punyamu ...
... pastilah begini ....
Datanya lebih rinci dari kacamata Motohama!
Apa?
Ka-Kampret!
Kau mau melawanku, ya?
Coba saja kalau bisa.
Inilah ... pertarungan kekuatan!
Syukurlah, ya, Asia.
Ya?
Punyanya Hyoudou Issei lumayan, kok.
Ya?
Lumayan?
Lumayan apanya?
Ya begitulah.
Oi, jangan bilang yang tidak-tidak!
Awas saja, ya!
Musim panas ini aku bakalan dapat pacar cantik!
Akan kami sumpal mulutmu itu!
Cewek, ya ....
Dulu ada, sih, tapi aku malah dibunuh.
Jadi teringat lagi, nih.
Karena mimpi yang pagi tadi, ya?
Ada apa, Issei-senpai?
Ya, tak ada apa-apa.
Hei, Kiba.
Libur musim panas kali ini sudah kau putuskan mau apa?
Oh iya. Ini kali pertamamu, ya.
Koneko-chan mau ngapain?
Semuanya sudah berkumpul, ya?
Ke dunia bawah?
Karena sudah libur musim panas, aku mau balik ke kampung halaman.
Setiap tahun begini, lo.
Ada apa, Issei?
Saat Ketua bilang mau pulang kampung tadi ..., kukira aku bakalan ditinggal!
Tidak mungkin, lah.
Kau dan aku akan terus bersama hingga ribuan tahun, jangan khawatir.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Ya, Ketua.
Jadi begitulah. Besok kita akan ke dunia bawah.
Bersiap-siaplah buat perjalanan panjang.
Kami juga?
Kita ini kan majikan dan pelayan, tentu kalian ikut.
Kita mau ke dunia bawah?
Jadi deg-deg-an mau melihatnya.
Katanya, kita para iblis akan masuk neraka bersama orang-orang yang dikirim ke sana.
Pas buat orang yang dulunya percaya begitu, tapi sudah jadi iblis.
Aku juga ikut, lo.
Azazel-sensei!
Sejak kapan kau ada di sini?
Kalian cuma tidak menyadari keberadaanku.
Kalian masih perlu banyak latihan.
Apa aku harus bilang ke Matsuda dan Motohama kalau aku mau menghabiskan liburan bareng Ketua, ya?
Ke dunia bawah itu pakai kereta, ya?
Waktu itu kami pakai sihirnya Grayfia.
Baliknya pakai Griffith terbang.
Iblis keluarga bangsawan mesti lewat rute resmi.
Hei, Koneko-chan, kau tak bawa bekal?
Koneko-chan?
Tidak, bukan apa-apa.
Sebentar lagi kita akan tiba di statiun Sithri.
Sithri?
Yo, Hyoudou.
Saji! Ketua dan Wakil Ketua-nya juga?
Apa kabar, Sona?
Karena kami tidak setujuan dengan keluarga Gremory, sebelum turun, kami mau menyapa kalian dulu.
Santai sajalah.
Tahun ini, kami tak akan bergantung pada kalian lagi.
Kau juga mau berlatih, 'kan?
Oh iya, kalian belum memberitahu rencana kalian.
Yah, saat kita bertemu lagi, aku akan lebih kuat dari kalian.
Bersiap-siaplah, ya.
Saji, ayo.
Ya, sampai nanti.
Kalau begitu, sampai jumpa.
Ya, sampai jumpa.
Perjalanan kita lama juga, ya.
Tempat tujuan kita itu besar, sih.
No comments yet. Be the first to leave one.