ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
DOCTOR ON THE EDGE
INI KARYA FIKSI BEBERAPA ADEGAN DIHASILKAN DENGAN AI
AKTOR CILIK DAN HEWAN DIREKAM DENGAN AMAN
PUSKESMAS
Aku tahu kita cuma kurang satu orang, tetapi rasanya sepi.
Iya, ya?
PUSKESMAS DO JIUI
Nn. Hari, pergi ke mejaku dan buka laci paling bawah.
Mari bertemu lagi sebelum kau habiskan ini.
PUSKESMAS
Kau datang lebih pagi.
Nn. Yuk.
Apa kita bisa bicara sebentar?
Apa ada masalah?
Kudengar nenekmu memilih untuk tak ikut uji coba.
Apa kau tahu soal itu?
Tidak, masa?
Kata Dokter Jiui, tesnya lancar.
Aku baru selesai menelepon profesor.
Tampaknya, dia juga mengisi formulir surat wasiat hidup.
DOKUMEN YANG MENOLAK PERAWATAN PENUNJANG KEHIDUPAN
Tampaknya nenekmu…
Menolak diberi perawatan.
Ya ampun.
Astaga…
Banyak sekali.
Nenek sedang apa?
Ya ampun, kau membuatku kaget.
Kenapa kau ada di sini saat jam kerja?
Nenek sedang apa?
Apa maksudmu, aku sedang apa?
Bukankah sudah jelas?
Aku memilah bajuku.
Apa Nenek bersiap wafat dan meninggalkanku?
Apa maksudmu?
Maksudku, kenapa mendadak Nenek memilah baju?
- Hei, astaga. - Kenapa Nenek memilah barang?
- Hei, ada apa denganmu? - Kenapa Nenek memilah barang?
Apa yang kaulakukan?
Kudengar Nenek menolak uji coba klinis.
Nenek bilang tak mau dirawat!
Begini…
Hari, dengarkan aku.
Apa Nenek bersiap mati dan meninggalkanku?
- Ha? - Dengarkan aku, ya?
Ayo pergi ke rumah sakit sekarang agar Nenek dirawat.
Hari…
Kembalilah sekarang dan katakan Nenek mau ikut uji coba!
Astaga, Hari. Aku paling mengenal tubuhku dibanding orang lain.
Pengobatan itu tak akan memperpanjang usiaku, lagi pula,
aku akan terjebak di rumah sakit, tak bisa melihatmu…
Tidak.
Nenek harus hidup, apa pun yang terjadi.
Aku rela melakukan apa saja agar Nenek tetap hidup…
Jadi, pergilah minta dirawat.
Tentu.
Jika aku menerima perawatan, mungkin aku tetap hidup selama beberapa hari.
Namun, aku tergantung alat bantu napas.
Itu bukan cara hidup yang baik.
Aku akan terhubung mesin, tak bisa mati,
hanya membebani yang hidup.
Itu bukan cara hidup yang baik.
Astaga, aku tak mau hidup seperti itu.
Jadi, kali ini, aku akan melakukan sesukaku.
Aku tak mau membiarkan Nenek begitu.
Maksudmu kau tak mau membiarkanku mati sesuai keinginanku?
Tentu saja tidak!
Tentu saja tidak.
Nenek tak boleh wafat seperti keinginan Nenek.
Nenek tak boleh memutuskan itu.
Setidaknya itu yang bisa Nenek lakukan untukku!
Kumohon, Hari…
Aku cuma punya Nenek sejak Ibu dan Ayah tiada.
Jika Nenek pun tiada, berarti aku menjadi yatim piatu.
Nenek tak boleh wafat!
Astaga, Hari…
Kembalilah sekarang, dirawat, dan temui profesor.
Nenek selalu membiarkanku melakukan sesukaku,
jadi biarlah kulakukan ini juga.
Hari…
Nenekku…
Apa dia bisa dites lagi?
Aku tahu situasinya cukup suram.
Tetap saja, dia berhasil menjalani kemoterapi berulang kali
dan akhir-akhir ini kondisinya membaik.
Lagi pula…
Lagi pula…
Mustahil dunia akan merenggut nenekku dariku seperti itu, ya?
Kau…
Akan membantuku, 'kan?
Baiklah.
Terima kasih.
PANGGILAN MASUK DR. DODO
Kenapa tak dijawab?
Aku tak tahu…
Harus bilang apa kepada Dokter Jiui.
Menurutmu kenapa dia begitu?
Dia tahu tetapi merahasiakannya.
Karena dia dokter.
Menghormati keinginan pasien dan menjaga rahasianya…
Itulah tugas dokter.
Dokter…
Bisakah kau lakukan untukku, bukan sebagai dokter…
Tetapi sebagai pacarku?
Maafkan aku.
EPISODE 7 KATA-KATA YANG TAK TERUCAPKAN
PUSKESMAS
Serius, kenapa kau kembali?
Maksudku, kami setuju karena beban kami akan berkurang,
tetapi agak aneh.
Siapa pun akan antusias untuk dapat peluang kerja di daratan,
tetapi kau kembali.
Obrolan grup dokter KM gila-gilaan saat ini.
Kenapa?
Katanya ada orang gila tulen.
Serius. Kenapa kau kembali?
Sebenarnya…
Sebentar.
DEWI PYEONDONG
Ibuku mendadak menelepon…
Apa kau kembali demi Nn. Yuk Hari?
Sebaiknya kau tak kembali.
Dia sangat sedih.
Itu keinginan pasien.
Walau begitu…
Aku akan memilih sebaliknya…
Untuk orang yang kusayangi.
Nn. Yuk, aku…
Baik, berkumpullah, Semua.
DASBOR SURVEI TELEMEDISIN KOMPREHENSIF
Apa semua ini?
Puskesmas kita dipilih sebagai lokasi perdana telemedisin
untuk modernisasi layanan kesehatan.
Kenapa mendadak ada soal telemedisin ini?
Kita bahkan belum menata sistem di sini.
Mereka ingin kita melakukan apa?
Apa menurutmu mungkin ini pembalasan?
Karena Dokter Do membangkang?
Dia akan mendengarmu.
Maaf. Semua ini salahku.
Hei, gubernurlah yang harus disalahkan.
Kau tak perlu minta maaf. Jangan bilang begitu.
Jadi, mulai hari ini,
kita harus lakukan survei di Pyeondongdo, Madeokdo, Minsado, Jineondo dalam sepekan,
jadi ayo bergegas!
Dokter Do, apa kau bisa kembali ke daratan saja?
Soal itu juga, maafkan aku.
Dia juga minta maaf soal itu.
- Silakan pilih dulu. - Aku akan urus Pyeondongdo.
Baiklah.
Dokter Chiyeon, pilih Pyeondongdo juga…
Apa-apaan semua ini?
Waktu kalian satu pekan.
Satu… Serius?
Hei, Nn. Yuk.
Tak ada yang bisa kukatakan, Dokter Do.
Maafkan aku.
Aku tak bisa memberi tahu sebelumnya karena…
Tak perlu menjelaskan.
Aku tak akan bisa paham keputusanmu.
Relakan aku pergi dan berfokuslah jadi dokter.
Aku sudah merelakanmu.
Nn. Yuk…
Apa itu berarti mereka putus?
Apa berarti Nn. Hari bukan pacar Dokter Hyeon?
Dia baru berkata mereka harus putus.
Itu sebabnya Dokter Do kembali ke pulau.
Kenapa Hari mencampakkannya setelah dia kembali?
Benar, ya?
Astaga, perkembangannya terlalu cepat.
Dengan semua soal pacaran dan putus cinta di pulau kecil ini,
situasinya akan jadi sangat canggung.
Wah, ini nyaman.
Kulihat suasananya sepi di puskesmas hari ini.
Semua pergi melakukan survei hari ini. Tolong tunggu sepuluh menit.
Tentu.
Jika terlalu panas, tekan tombol itu.
Tidak, ini nyaman.
- Ini nyaman. - Apa?
Apa ini?
Makanlah. Aku berkelahi sengit dengan Deokhwa untuk itu.
Ini yang terakhir, situasinya jadi memanas.
Kau berkelahi agar mendapat ini untukku?
Aku akan mengawasi, jadi cepatlah makan.
Kurasa sandal kita juga tampak manis.
Aku paham mereka masih muda dan liar,
tetapi bukankah mereka harus menjaga perasaan warga?
Masa bersikap begitu di pulau kecil ini?
Kita harus bagaimana?
Kurasa dia tahu tentang kita.
Serius, aku jujur!
Kau tak tahu sama sekali.
Dokter Do Jiui dan Nn. Yuk Hari putus di dermaga,
tampaknya Dokter Do yang dicampakkan.
Kata Nn. Hari, "Relakan aku!"
- Dokter Do berlutut untuk… - Masa?
Itukah sebabnya Dokter Do kembali ke Pyeondongdo, bukan Gyeonggi-do?
Katanya mereka putus.
Ya ampun.
Terima kasih kerja kerasnya hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.