ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kota ini tak pernah jadi kota besar.
Hilda Van Der Koy merebutnya dari kami.
Begitulah dia menguasainya.
Mereka menyebutnya "Culling."
Sudah agenda tahunan.
Pertunjukan kejam dibuat untuk menakuti orang-orang.
Tiap tahun, dia mendata musuh-musuhnya.
Jika namamu ada,
dia akan menemukanmu.
Hilda merenggut semuanya dariku.
Kelak saat aku jadi prajurit hebat,
aku akan membalasnya.
Tapi saat ini, aku terkubur hidup-hidup...
Memakan serangga bau.
MAIN DI BEBAS69, BEBAS GANGGUAN DAN BEBAS PINDAH SALDO WD PASTI DI BAYAR TEMUKAN KAMI DI GOOGLE
Aku gagal.
Kembali ke lubang itu lagi.
Tak boleh marah.
Aku siap jalani ini.
Kuharap latihannya tak begitu... Kotor.
DITERJEMAHKAN | PEA MASAMBA
Lagi!
Shaman bilang jadi prajurit hebat,
aku tak boleh kayak bocah lagi.
Bocil itu mudah terpengaruh.
Bocah itu benci mengerjakan tugas rumah.
Tapi aku tidak.
Aku ini pembunuh paling rapi,
sangat bersih dan mematikan.
Di waktu senggang, aku bermain sama sahabatku,
Gabe dan Alfonzo, juara Beetle Fight Club.
Sebelum mereka dilibas.
Shaman bilang prajurit tak butuh teman.
Atau makanan, katanya.
Membaca kamus.
Berhenti memikirkan makanan dan Mina.
Sarapan Frosty Puffs tiap pagi.
Sarapan terbaik.
Aku tahu Ibuku agak...
berlebihan.
Aku tak begitu ingat sebelum kejadian itu,
tapi aku masih ingat Mina.
Jadi kubuat rencana kabur dari tempat totaliter ini.
Rencana Sempurna Ajaib
Semuanya ada di gambar ini.
Kau ikut?
Selamanya.
Aku sudah lupa seperti apa suaraku saat itu.
Super Dragon Punch Force 2.
Pemain Kedua sudah siap bermain.
Makanya aku bersuara seperti suara super keren ini.
Suara video game kesukaan kami.
Pemain Kedua menang.
Kami sangat senang saat itu.
Kenangan yang susah terlupakan.
Liminal.
Hidup diantara dua keadaan.
Terjaga dan juga tertidur.
Begitulah perasaanku belakangan ini,
terutama saat kami ke kota.
Tak bisa kubedakan lagi antara apa yang nyata dan bukan.
Mau apel-nya?
- Ada di mana? - Apa ini?
- Kau bawa apa? - Tunggu, berhenti.
Pasar ini bukan tempat untuk bocah.
Pergi ke Ibumu.
Hai, aku bisu dan tuli, tapi aku bisa baca gerak bibir
Meski tuli, aku mahir baca bahasa bibir.
Mending jangan bicara sama para bajingan ini.
Mina.
Aku masih selalu melihatnya dimana pun.
Dia memang menyenangkan.
Dialah penyebab semuanya jadi kacau.
Mereka takut, kecuali aku.
Lihat.
Kuacungkan jari tengah lima kali ke dia...
dengan nunjukin semua lima jariku.
Cobalah.
Dia adikku.
Tak takut sama siapa pun, termasuk Hilda Van Der Koy.
Kami naif.
Kata Shaman ingatanlah yang memperlemah kita.
Kau bukan anak-anak lagi.
Semua yang pernah kau alami sudah mati.
Prajurit tak boleh lemah.
Aku sebuah alat yang ditugaskan untuk satu tujuan,
membunuh Hilda Van Der Koy.
Tunjukkan jalannya.
Akan kubunuh Hilda Van Der Koy.
Aku akan membuatmu bangga.
Aku sudah bangga.
Dan aku menyayangimu.
Dia cuma main-main, kan?
Ya, ini cuma khayalanku saja.
Gelembung mata.
Perbaikan diri.
Agar siap menghadapi pertempuran besar.
Aku siap.
Kau belum siap, Boy.
Fokus.
Fokuslah...
Apa itu?
Abaikan saja.
Pikirkan saja...
Oke, ini bisa mempengaruhimu.
Tak apa. Fokus.
Oke, kenapa pikiranmu tertuju ke kentang gorengnya?
Jangan melihatnya.
Jika kau tak melihatnya, berarti dia tak ada.
Sialan.
Ulangi mantranya.
Aku sebuah alat yang ditugaskan untuk satu tujuan.
Fokus saja.
Fokus.
Apa?
Anggun.
Tampak berseri-seri.
Van Der Koy.
Mereka datang.
Cepat, cepat!
- Oke. Lewat sini. - Semuanya harus kerja sama...
- Aku suka Culling. Kau? - ...Dan ikuti instruksi.
Semua warga wajib berpartisipasi...
- Kau kenapa? - ...Dalam berbagai kegiatan.
...Pihak berwenang setempat.
Wajib menjaga ketertiban.
Jika ada yang mengacau akan ada konsekuensinya.
Semua warga harus taat pada aturan keluarga Van Der Koy.
Jika ada yang melawan atau mengabaikan aturan...
- keluarga Van Der Koy... - Jangan ngelawan.
Ayo.
- Ayo! - Kembali!
Semua warga diwajibkan segera melapor ke alun-alun...
sesuai aturan Van Der Koy.
Yang melawan akan dihukum.
Semoga harimu menyenangkan.
Jangan menoleh.
- Oh, hei! - Maju!
Ayo, cepat!
Tn. Van Der Koy.
- Hei. - Bisa tandatangani ini?
Tentu, sayang.
- Makasih. - Siapa namamu?
- Anna. - Anna.
Terima kasih atas bantuanmu untuk kota ini.
- Sama-sama. - Hidup Hilda.
Ya.
Saatnya pidato.
Selesaikan secepatnya.
Darrel, matikan lagu menyeramkan itu.
- Ayo. - Ya, pak.
"Bergembiralah dan bersyukurlah, warga yang baik.
Hari ini kita merayakan pengabdian kalian untuk dinasti Van Der Koy...
sebagai pelajaran...
bagi yang menimbulkan ancaman...
dan bahaya,
yang mengancam dan membahayakan kehidupan kita."
Sialan. Tidak, bukan...
- Gideon. - Ya?
"Ancaman dan bahaya"?
Artinya sama aja, bro
Astaga.
"Seperti burung hantu yang bisa melihat semuanya di ketinggian,
mencari tikus-tikus kotor, Van Der Koy...
Aku tak bisa.
Maaf.
Burung hantu?
Kalian pernah lihat burung hantu?
Angkat tangan jika ada yang pernah lihat.
Sudah kuduga.
- Oke? - Pidatonya bagus.
Mungkin ada masalah sama boneka yang sampaikan.
Kau anggap aku boneka.
Menganggapmu boneka?
Kau iparku.
Baca saja pidatonya.
Sudahlah. Kalian semua mengenalku.
Tahu kenapa kita di sini. Oke?
Jadi, ada daftar yang bermasalah...
dan 12 nama.
Ya.
12 sukarelawan yang beruntung untuk acara penting malam ini.
Siapa yang duluan?
Kau, pak.
Pemilikan senjata ilegal.
Kau sembunyikan dimana? Katakan. Apa kau simpan?
Ayolah, si kecil Houdini.
Tidak, ini semua karena aku.
- Bukan mereka. - Ulahmu?
- Ya, ulahku. - Tidak.
- Tidak... - Bukan cuma dia? Kau juga?
- Kayaknya dia mau duluan, Pak. - Tidak.
Wanita duluan. Mungkin kita dahulukan dia.
- Lepaskan kami. - Astaga.
Ini luar biasa, saudara-saudara.
Ini cinta sejati. Mereka bingung.
- Kalian.. - Lepaskan mereka!
Itu anak-anak. Lepaskan mereka!
- Jangan ganggu aku. - Kau ini kenapa?
Jangan bentak-bentak.
No comments yet. Be the first to leave one.