ആദ്യത്തെ 134 വരികൾ.
SELAMAT DATANG DI KOTA HIKARI! 2 KM KE KOTA
Sudah tiga tahun.
Takao, kau yakin mau melakukan ini?
Ya.
Tak perlu memaksakan diri.
- Kita masih bisa… - Aku tak apa-apa.
Suatu hari… aku tetap harus menghadapinya.
THE FLOWERS OF EVIL
EPISODE 11
Kakek!
Kakakmu…
Kak…
Kak Haruko…
Terima kasih sudah datang.
Sampai jumpa besok.
Maaf sudah merepotkan. Terima kasih.
Kalian ada tempat menginap?
Ya. Tenang saja.
Taka-chan…
Kau tahu…
Ada yang ingin kukatakan kepadamu.
Ini salahmu, Taka-chan.
Yang lain diam saja,
tapi kami semua heran kau masih berani datang kemari.
Kau paham betapa sulitnya hidup kami karena perbuatanmu?
Aku yakin kau tak sempat melihat Kakek
karena dia menolakmu, Taka-chan.
Maaf.
Aku mohon maaf!
Jika kau benar-benar menyesal,
perbaiki semuanya seumur hidupmu.
Kau lahir di kota ini
dan mati di kota ini.
Kami turut berduka cita.
Seharusnya hidupku juga begitu.
PEMAKAMAN KASUGA
Tapi aku pergi dari kota ini
dan terus melanjutkan hidup.
BUKU TAMU.
Kalau begitu, kota ini…
Apa artinya bagiku?
PT. MIZUKOSHI TETANGGA
Setelah perbuatannya tiga tahun lalu…
- Aku kaget mereka datang. - Ya.
Itu dia.
Astaga. Mereka tak tahu malu.
Setelah membuat keributan itu…
Takao, kau tak apa-apa?
Ya.
Ayah,
Ibu,
maaf.
Terima kasih.
Takao…
Kami turut berduka cita.
Lama tak jumpa.
Kinoshita…
Maaf…
Soal waktu itu.
Setelah itu,
Nanako pindah tanpa memberitahuku.
Aku tak tahu alamatnya.
Kurasa aku bisa melacaknya jika mau.
Tapi aku…
Kau bertemu dengannya lagi sejak itu?
Ya.
Apa? Benarkah? Kapan? Di mana?
Tahun lalu, di Omiya.
Dia bersama pacarnya.
Sepertinya sekarang dia tinggal di Utsunomiya.
Apa dia sehat?
Ya.
Katanya, "aku cukup bahagia".
Baiklah.
Begitu rupanya…
Ternyata aku memang ditinggal.
Aku mengusir kalian dari kota ini.
Tapi aku juga tak bisa mencegah Nanako pergi.
Waktu itu…
Seharusnya apa yang kulakukan?
Cuma aku
yang terkurung di kota ini.
Selalu begitu…
Aku tak mau itu…
Bagaimana dengan Nakamura?
Apa yang terjadi kepada kalian setelah waktu itu?
Kami belum bertemu lagi.
Sejak dia mendorongku dari panggung.
Aku tak tahu… di mana dia sekarang.
Apakah dia masih hidup
atau sudah mati.
Kau tak mau bertemu dia lagi?
Kuharap aku bisa menemuinya lagi suatu hari.
Kau penasaran?
Kau penasaran sekarang dia di mana?
Apa?
- Kau berbohong. - Gila.
Kau pasti bohong. Tak mungkin itu benar.
Pagi.
Pagi.
Gunma bagaimana?
Ada suvenir untuk kami?
Dasar bodoh. Mana ada orang yang bawa suvenir dari pemakaman?
Tokiwa sangat kesepian selama kau pergi dua hari ini.
Dia terus membicarakanmu.
Hei, bukan cuma itu yang kubicarakan!
Hei, Kasuga?
Ya?
Jika hari ini senggang,
mau ke rumahku?
Maaf.
Seharusnya aku bilang orang tuaku sedang pergi.
Tidak, tak apa-apa.
Anu…
Aku sudah selesaikan…
Novelku.
Apa?
Serius? Kapan?
Semalam.
Tolong baca.
Tokiwa…
Selamat.
Tapi…
Aku tak bisa membacanya sekarang.
Ada sesuatu…
Yang harus kukatakan kepadamu.
Sebenarnya,
saat aku SMP,
aku membuat kontrak dengan seseorang.
Kota itu,
kota tempat aku lahir dan dibesarkan,
adalah kota menyedihkan yang dikelilingi pegunungan.
Saat kelas 2 SMP,
aku mencuri baju olahraga milik gadis yang kusukai.
No comments yet. Be the first to leave one.