ആദ്യത്തെ 147 വരികൾ.
Maaf. Aku harus.
- Ini. - Ini untukmu, Nak.
Jadi, sudah berapa lama kau di sini?
Astaga. 16 tahun.
- Ya? Selama itu? - Ya, sudah lama.
- Kau tinggal di mana? - Di rumah Ray.
Dia memperbaiki garasinya, jadi, aku di sana.
- Apakah nyaman? - Ya.
Kadang agak panas dan dingin.
Aku rasa tak kedap udara, tapi, kau tahu,
aku punya kamar sendiri
dan aku bisa sering melihat putri Ray.
Dia punya putri?
Ya. Brittany.
Berapa usianya?
Sembilan.
Bagaimana kabar Ray?
Dia baik.
Bruce membutuhkanmu.
Apa yang terjadi?
- Aku terjebak. - Apa maksudmu?
Di kursi ini. Aku tak bisa bangun.
Jangan menggelengkan kepala. Ini bukan salahku.
Baik. Pegang lengannya, ya?
Tepat di bawah ketiak.
Baiklah, hitungan ketiga. Satu, dua, tiga.
Terima kasih untuk itu.
Aku pikir akan mati di kursi itu.
- Semoga. - Hei, jaga bahasamu.
- Kau baik-baik saja? - Ya.
- Sudah tenang? - Ya.
- Baik. Terima kasih telah datang. - Ya.
Sampai jumpa lagi, ya? Semoga?
- Senang melihatmu. - Sayang padamu.
Ya, aku juga.
Ayo.
Sampai jumpa lagi.
Butuh bantuan, jagoan.
Temanku, pernah dengar tentang Kate Hall?
Kate Hall? Dia seorang jurnalis di Herald,
dia meliput bagian kriminal.
Dia sedang menulis buku, seperti, buku kriminal sejati,
dan dia mencari cerita.
Apa kau ada waktu untuk mengobrol dengannya?
Apa imbalan buatku?
Kau akan membantuku.
Ayolah, Bung. Ini putri teman lama,
selama ini dia telah membantuku
akan bagus jika membalasnya.
Tidak.
Ayolah, Bung. Aku minta tolong sebagai teman.
Tidak.
Terima kasih.
Kau tahu apa, aku tak ingin mengungkit ini,
kau tahu masalah apa yang aku dapat dengan Davros?
- Apa? - Masalah Davros.
Kau tahu dia menantu kakakku, kan?
Kau tahu masalah apa yang menimpaku?
Dia mencoba membunuhku.
Aku tahu itu. Tapi aku punya...
Menantuku tak bicara denganku selama enam bulan,
- menyebabkan gesekan besar. Paham? - Itu bukan salahku.
Kau memintaku bicara denganya.
Aku tahu itu, dan aku hargai itu, tapi astaga.
Aku tak minta bantuan besar padamu.
- Hai. - Apa kabar?
- Aku Kate. - Senang bertemu denganmu.
- Jika kau bertanya-tanya. - Ya.
Silakan.
- Rumah yang bagus. - Terima kasih. Ya.
Aku suka rumah tua.
Ya, aku juga. Lebih berkarakter dari rumah baru.
Ya.
Apa kau mau minum?
Mau bir, segelas air atau sesuatu?
Aku lebih suka teh.
Baik. Tentu. Merk apa?
- Punya yang merk Earl Grey? - Ya.
Jadi, di mana kau dibesarkan?
- Sekitar empat jam dari Sydney. - Oh ya?
Ya, di sebuah peternakan.
- Boleh aku tanya di mana? - Boleh saja.
Baik, peternakan apa?
- Peternakan sapi perah. - Baik.
Masa kecil bahagia?
Lumayan.
Bisa jelaskan sedikit tentang hal itu?
Bukumu tentang apa?
Tentang kriminal.
Aku sudah mewawancarai beberapa orang sejauh ini,
mereka hanya menceritakan kisahnya.
Aku tahu jika kau enggan untuk membicarakannya
dan aku sangat paham.
Tapi...
Aku ingin kau tahu, itu tak akan tercantum di buku
kecuali kau bersedia, aku ingin kau,
merasa nyaman saat bicara denganku.
Baiklah.
Bagus. Apa boleh aku rekam?
Silakan.
Yakin?
Baiklah.
Aku taruh di sini.
Mungkin kau bisa mulai dengan
bagaimana kau terlibat. Pekerjaan pertamamu?
Kau mengatakan "pekerjaan", apa maksudmu?
Pembunuhan pertamamu, mungkin. Maksudku...
Tahu dari mana soal itu?
Itu yang Freddy bilang, mungkin kau ingin cerita
tentang itu sedikit.
Maaf, jika aku salah paham.
Aku tak menyadari...
Freddy bilang itu.
Itulah alasannya kenapa...
Karena aku ingin menulis hal itu di buku.
Lembab.
Ya, itu bagus.
Lembab.
Itu bagus.
Ya. Nenekku, ketika aku masih kecil,
dia biasa membuat kue teh,
itu sangat lembab.
Dia biasa menaruh kayu manis di atasnya.
- Ya. Enak. - Baik.
- Kue teh. - Benar.
Apendektomi.
- Apendektomi? - Ya.
Apendektomi. Apa itu?
- Kau tak tahu apa itu? - Tidak.
Itu saat usus buntumu dibuang.
Usus buntumu dibuang. Ya. Aku tahu itu.
- Ya, kau tahu itu. - Dan...
Celana dalam.
- Celana dalam? - Tidak ketika kau mengatakannya.
Saat wanita katakan.
Saat dia katakan, "Buka celanaku."
Itu kata yang bagus. Celana dalam yang lembab.
- Celana lembab? - Ya.
Kau sangat pintar.
Terima kasih.
Dua kata jadi satu kalimat.
- Ya. - Itu sangat bagus.
Aku penulis hebat.
- Ya. Benar. - Menurutmu?
Ya. Aku suka.
Coba dirasakan.
Astaga. Ini tajam.
No comments yet. Be the first to leave one.