Sidney

Sidney

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Sidney 2022 1080p WEB H264-BIGDOC
കമന്ററി എഴുതിയത് edoe
From Retail

ടാഗുകൾ

web
1080
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2022-09-23
ഡൗൺലോഡുകൾ: 36
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Aku tak diharapkan untuk hidup.

Aku lahir prematur dua bulan.

Ketika telah ditetapkan bahwa aku tak akan bertahan hidup…

ayahku pulang ke rumah…

membawa kotak sepatu.

Mereka sudah siap untuk menguburku.

Aku percaya bahwa hidupku terdiri dari

lebih dari banyak perubahan hebat.

Dunia yang kukenal sangat sederhana.

Aku tak tahu ada yang namanya listrik.

Aku tak tahu bahwa

air bisa masuk ke rumah melalui pipa.

Aku belajar dengan mengamati seperti apa dunia itu.

Aku melihat makhluk hidup. Aku melihat burung.

Dan aku harus mencari tahu sendiri apa itu.

Aku adalah anak bungsu dari semua anak.

Dan aku yang paling sering kena marah dari mereka.

Tapi aku yang termuda

dan sangat sering ditinggal di rumah,

saat orang tuaku pergi ke ladang.

Orang tuaku adalah petani tomat.

Ada hampir tak pernah sekolah.

Semua yang kutahu dalam menilai apa yang benar dan salah,

dalam mengetahui siapa diriku, dari segi nilai, berasal dari orang tuaku.

Aku selalu memerhatikan mereka.

Perlakuan mereka terhadap satu sama lain. Cara mereka merawat satu sama lain.

Bagaimana mereka berperilaku dengan teman-teman mereka.

Bagaimana mereka berperilaku dengan orang lain di desa.

Dan aku akan berperilaku semirip mungkin dengan mereka

karena aku bisa melihat hasil dari perilaku mereka.

Pemerintah Florida memberlakukan embargo

terhadap tomat yang berasal dari Bahama.

Bisnis ayahku jatuh.

Jadi, dia mengirim ibuku, dan ibuku membawaku, ke Nassau

untuk mencari tempat yang mampu kami beli.

Saat kami menuju ke pelabuhan, aku melihat sesuatu bergerak.

Benda itu tampak seperti kumbang yang berjalan di jalan.

Aku bertanya pada ibuku, "Apa itu?"

Dan dia berkata, "Itu mobil."

Aku berkata, "Apa itu mobil?"

Dan dia menggambarkannya padaku. Aku terpesona.

Saat kami berjalan di jalan, aku melihat jendela kaca

dengan segala macam hal indah di balik kacanya.

Tapi kemudian aku melihat seorang wanita.

Tapi dia berdiri di hadapan wanita lain yang terlihat persis seperti dia.

Dan apa pun yang dilakukan wanita itu, wanita yang lainnya mengikutinya.

Jelas, itu cermin.

Tapi aku tak tahu ada yang namanya cermin.

Kau dengar aku? Aku tak tahu apa itu cermin.

Aku tak pernah memikirkan seperti apa penampilanku.

Aku hanya melihat apa yang kulihat.

Ada satu orang kulit putih di Pulau Cat.

Ketika aku sampai di Nassau, aku melihat orang kulit putih lain,

tapi mereka minoritas.

Orang kulit hitam menguasai 90% dari populasi.

Aku bermain dengan anak laki-laki yang seumuran denganku.

Dalam hitungan bulan,

tiga atau empat dari orang-orang itu berakhir di sekolah reformasi.

Dan ayahku memutuskan

bahwa aku mungkin sedang menuju suatu masalah.

Aku dikirim ke Miami, Florida.

Aku meninggalkan Bahama pada usia 15 tahun dengan rasa yakin pada diriku.

Aku memegang rasa itu selama sepuluh tahun di Pulau Cat.

Lalu empat setengah tahun di Nassau.

Jadi, aku tiba di Miami, Florida, dengan rasa yakin pada diriku.

Dan sejak aku turun dari kapal, Florida berkata kepadaku,

"Kau tak seperti yang kau pikirkan."

HANYA UNTUK ORANG KULIT BERWARNA

Ketika kau tumbuh dalam komunitas Pulau Cat

di mana semua orang berkulit hitam,

semua yang kau tahu dan lihat di sekitarmu sangat kuat,

baik, dan penuh kasih sayang,

dan semuanya berkulit hitam.

Tapi tak ada konsep ras.

Karena pandangan dunianya dan pandangan pribadinya itu,

dia menjalani hidupnya di dunia ini dengan cara itu.

Dia selalu berpikir bahwa dia adalah dirinya.

Dan ada kalanya hal itu membuatnya mendapat masalah.

Aku dikirim untuk tinggal bersama kakakku, satu-satunya kerabat kami di sana.

Dia memberiku pekerjaan di sebuah tempat bernama Mal Burdines

di Miami, Florida, untuk melakukan pengiriman.

Aku diberi tahu nama seorang wanita dan…

Jadi, aku naik sepeda, dan pergi ke Miami Beach.

Sesampainya aku di alamatnya, aku berjalan ke pintu depan,

dan membunyikan bel.

Kemudian nyonya rumah keluar, dan dia berkata,

"Apa yang kau lakukan di pintu depan?"

Dan aku bilang, ”Aku mengantarkan paket ini.”

Dia bilang, "Pergi ke pintu belakang."

Dan dia membanting pintu di depan wajahku.

Aku baru tahu tentang masalah ras di AS.

Aku tak bisa memahaminya.

Kenapa aku harus pergi ke pintu belakang, sementara dia berdiri di sini?

Tapi dia membanting pintu di depanku, dan aku tak tahu harus berbuat apa.

Dan keputusanku adalah, aku meletakkan paketnya di ambang pintu.

Saat malam tiba, aku pulang ke rumah kakakku.

Aku sampai di sana. Gelap.

Aku mendekati rumah. Tak ada lampu menyala.

Aku bertanya-tanya kenapa lampunya tak menyala, tapi aku menuju pintu depan.

Istrinya membuka pintu dan meraihku

mendorongku ke lantai,

dan membanting pintu.

Dia berkata, "Apa yang kau lakukan? Apa yang kau lakukan hari ini?"

Aku berkata, "Aku tak melakukan apa-apa. Apa yang kulakukan?"

Dia berkata, "Klan ada di sini. Apa yang kau lakukan hari ini?"

Aku memutuskan aku harus keluar kota. Aku ingin keluar kota.

Aku sudah menaruh beberapa pakaian

ke penatu.

Aku pergi ke tempat itu. Letaknya di komunitas kulit putih.

Dalam perjalanan kembali, aku pergi ke halte bus,

dan busnya berhenti berjalan.

Sebuah mobil berhenti tepat di depanku,

dan mobil itu penuh dengan polisi.

Dan mereka bertanya kepadaku, "Apa yang kau lakukan?"

Aku bilang aku hanya mencoba mencari tumpangan kembali ke kota.

"Apa yang kau lakukan di sini?" Dan aku menjelaskan semuanya.

Dia mengeluarkan pistolnya,

dan menyandarkannya di jendela mobil.

Lalu dia menempelkan pistol itu tepat di kepalaku.

Di sana.

Dia berkata kepada rekan-rekannya,

"Apa yang harus kita lakukan dengan orang ini?"

Mereka tak menggunakan kata "orang".

Dia berkata, "Jika kami membiarkanmu pergi,

apa kau bisa berjalan kembali ke tempat asalmu,

tanpa melihat ke belakang? Kau bisa melakukannya?"

Aku berkata, "Ya, aku bisa melakukannya."

Dia berkata, "Jika kau melihat ke belakang sekali saja, kami akan menembakmu."

Selama 50 blok atau lebih,

setiap kali aku melewati jendela, aku hanya akan melirik,

dan aku akan melihat mobil polisi itu di belakangku.

Dan mereka terus mengikuti…

sepanjang jalan kembali ke jalan kecil

di mana saudaraku tinggal.

Dan setelah itu, mereka melanjutkan perjalanan.

Dalam hitungan bulan,

aku harus mengubah seluruh pandangan hidupku.

Aku mulai belajar siapa yang punya kekuatan.

Dan aku menyaksikan penerapan kekuatan itu.

Aku tahu saat itu aku harus keluar dari kota itu.

Aku tahu aku harus keluar.

Aku tak tahu bahwa aku bisa menemukan

tempat yang berbeda dari Florida.

Kudengar dari beberapa orang bahwa ada tempat

di mana kami punya peluang yang berbeda.

New York.

Aku tiba di New York di stasiun bus Greyhound

di 50th Street dan 8th Avenue.

Saat aku berjalan keluar,

aku langsung mengagumi tempat ini.

Seorang pria Afrika-Amerika berjalan ke arahku.

Dia berkata, "Bagaimana kabarmu?" Aku menjawab, "Baik."

Dia berkata, "Mau ke mana kau?"

Aku menjawab, "Bisa kau beri tahu aku cara menuju ke Harlem?"

Dia berkata, "Oh, ya."

Dia berkata, "Kau pergi ke sana, dan kau naik kereta A."

Aku sangat skeptis karena dia berkata, "Pergilah ke sana.

Ada tangga yang turun ke tanah."

Jadi, aku berkata, "Baik."

Aku dengan sangat hati-hati menuruni tangga itu.

Lalu aku mendengar suara gemuruh.

Tak lama kemudian, ada kereta datang…

Kereta itu tiba di 116th Street, dan aku turun.

Aku mengikuti orang-orang yang turun

dan menaiki tangga.

Dan tibalah aku di Harlem.

Di mana-mana aku melihat ada beberapa orang kulit hitam.

Aku akan berkata, "Halo." Mereka akan menyapaku.

Aku senang sekali.

Seniman kulit hitam sangat populer di Harlem.

GREG TATE PENGKRITIK BUDAYA, MUSISI

Kau akan menyadari kehebatan yang ada di sana.

Ellington.

Lena Horne. Billie Holiday.

Maksudku, para bintang super ini berjalan di tanah Harlem.

Kau tahu ukuran seorang seniman saat itu.

Ada di hadapanmu, tanpa filter.

Jadi, era inilah

yang menyambut Sidney Poitier.

Kau berada di sini untuk mencari ketenaran dan kekayaan.

- Aku di sini dalam usaha pencarian. - Dalam usaha pencarian.

Harus kukatakan, pencarianku tak membuahkan hasil selama beberapa lama.

Di 49th Street dan Broadway,

ada sebuah restoran.

Di jendelanya tertulis, "Dicari pencuci piring."

Aku melamar. Dia berkata, "Kapan kau bisa mulai?"

Aku berkata, "Aku bisa mulai sekarang."

Dan dia mempekerjakanku.

Mereka tak hanya memberiku pekerjaan, mereka membayarku empat dolar semalam.

Dan aku bisa makan.

Setelah aku selesai bekerja pada malam pertama itu,

aku pergi ke stasiun bus.

Aku tidur di toiletnya.

Dulu ada toilet berbayar di dalamnya, dan harganya satu sen.

Jadi, aku membayar satu sen. Dan aku masuk.

Aku menutup dudukannya. Aku duduk di sana, menaruh kakiku di pintu,

dan aku akan tidur.

Tak perlu dikatakan, itu sangat tidak nyaman.

Pada suatu malam,

aku duduk tepat di sebelah dapur,

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left