ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Aku yang duluan.
Jangan konyol.
- Aku yang duluan, titik. - Ngawur.
Bukan kau yang putuskan.
Batu.
Kertas.
Gunting.
Batu, gunting, kertas!
Bajingan...
Batu, gunting, kertas!
Batu, gunting, kertas!
Batu, gunting, kertas!
Tunggu, bentar...
Anakmu, kan?
Ya.
Ternyata, mereka teman kerja.
Pernah lihat?
Tidak.
Aku tak tahu kalau dia kerja sambilan.
Halo?
Itu kabar baik.
Jaga di rumah sakit hari ini.
Korbannya...
Masih hidup.
Suruh anakmu menyerahkan diri, oke?
Baik. Aku janji.
Kutelpon di nomor ini.
Tadi dia ngomong gemetaran.
Dia menunduk melihatku.
Kyu-jong...
Pasti ada sebabnya, kan?
Dulu kau takut sama serangga.
Tak mungkin kau lukai orang dengan sengaja.
Ada yang tak beres, kan?
Ayah benar, kan?
Bawa mereka.
Nanti saja.
Bawa sekarang.
Berhentilah bertugas di lapangan.
Kau sakit.
Kyu-jong, pergilah bersembunyi.
Dengar!
Cepat, lari!
- Kim Kyu-jong! - Brengsek...
- Tolong, detektif! - Minggir!
MENANGKAN HADIAH DAN BONUS MENARIK LAINNYA.
MAINKAN SEKARANG JUGA
Seon-du!
Kau tak apa?
Seon-du, sialan!
Sudah kubilangi pensiun saja!
Seon-du!
DITERJEMAHKAN | COMELMUEWA
Apa yang terjadi?
Saat kami mau tangkap tersangka, tapi dia melawan.
Maksudku bekas luka operasinya.
Oh, dia pernah operasi cangkok paru-paru.
- Kapan? - 5 tahun lalu.
Tahu siapa koordinator transplantasinya?
Sudah kutelepon. Dia tak lama lagi datang.
Dokter...
Dia akan baik-baik saja, kan?
Harus dilakukan Pemindaian CT dulu.
Periksa jadwal ruang Pemindaian CT-nya.
Baik, Dokter.
Nn. Shin!
Apa yang terjadi?
Detektif Kim bertugas di lapangan lagi?
Sudah kularang, tapi dia ngotot.
Tak bisa kularang dia.
Dokter bilang apa?
Detak jantungnya, hasil EKG, dan kadar oksigen darah semuanya stabil.
Dia mengalami sesak di paru-parunya untuk sementara.
Dia sudah minum obat, jadi dia akan baik-baik saja.
Aku sering suruh dia meminumnya.
Berapa kali harus kubilang?
Pasien transplantasi paru-paru itu tak boleh bertugas di lapangan.
Suruh dia kerja di kantor saja!
Kau masih muda, tapi penyakitan.
Jangan terlalu maksakan cari uang.
Uang bukanlah hal begitu penting dalam hidup.
Yang terbaik itu hidup tanpa stres dan sehat.
Seon-du, dokter bilang kau perlu istirahat.
Kenapa Kim Kyu-jong?
Jika kau begini, dia pasti setengah mati.
Sudah kukirimkan fotonya dan menghubungi semua rumah sakit terdekat.
Kalau teman-temannya?
Interogasi sudah kusiapkan.
Aku masih syok.
Tak kusangka bocah pemalu itu tega berbuat begitu.
Bocah pemalu?
Namanya Kyu-jong.
Dia orangnya pendiam.
Kok bisanya bocah yang begitu pemalu mengacungkan pisau?
Lagi bicarakan apa?
Hati-hati.
Jawabanmu itu bisa saja kalian dihukum 10 tahun lamanya.
Jadi, berhati-hatilah.
Bicaramu itu ngawur.
Apa-apaan?
Kami ini saksi, bukan tersangka.
Terus...
Kenapa kami dianggap seolah penjahat?
Enak pijatnya?
Kim Jin-man.
Chun Ho-jin.
Sudah 7 kali kalian mencuri dan melakukan penyerangan.
Jadi kami harus perlakukan kalian sebagai saksi?
Jangan memelototiku.
10 tahun tergantung pada jawaban kalian.
Benar sekali 10 tahun.
Jujurlah. Oke.
Kau pasti bisa.
Kami bilang Ye-ri terlalu baik buat dia.
Siapa Ye-ri?
Pacar Kyu-jong.
Tahu minimarket depan Apartemen Hansol?
Dia kerja sambilan disana.
Kami cuma bilang kami tak ngerti kenapa dia pacaran dengannya.
Itu saja, sumpah!
Kenapa kau bermain batu, kertas, gunting?
Itu...
Untuk memutuskan siapa yang akan bayar.
Benarkan?
Ya, begitu.
Sudah selesai. Boleh pergi sekarang, kan?
Ya, pergilah.
Tapi selalu bawa ponselmu.
Jika 3 kali kau tak angkat telponnya, kalian akan dijadikan tersangka.
Mengerti?
Bocah ini...
Batu, gunting, kertas.
- Aku ada telepon. - Oke.
Ini Kim Young Jo.
Makasih.
Kami ke sana.
Kim Kyu-jong ditemukan.
- Dimana dia? - Rumah Sakit Chungoo.
Katanya dia pasien transplantasi jantung.
Telepon Nn. Shin dan suruh ke rumah sakit.
Baik.
Dia punya bekas luka operasi jantung.
Dan minum obat Certican.
Terima kasih masukannya.
Bagaimana keadaannya?
Kami sudah lakukan tes saturasi EKG.
Detak jantungnya turun dari 130 ke 110, tapi hanya sebatas itu.
Kalau saturasi oksigen dia?
Bergantian antara 88 dan 85.
Dia harus diobati sekarang.
Oh, aku akan cari dia.
Sebelah sini.
- Nn. Shin! - Kau datang.
- Maaf, kau pasti sibuk. - Ini sudah tugasku juga.
Tunggu, bisa diperbesar?
Itu dia, kan?
Nn. Shin, apa itu dia.
Nona Shin.
Jangan pergi begitu saja.
Tadi sudah kubilang, itu dia.
Itu Kim Kyu-jong.
Pernah di operasi transplantasi jantung 5 tahun lalu.
Aku menyesal dia sudah hancurkan kehidupan barunya.
Kami tak mau dengar itu.
Bagaimana operasinya? Dia tahu siapa pendonornya?
Tak bisa kujawab itu.
Informasi tentang pendonor dan penerima donor itu sangat rahasia.
Kau harusnya tahu itu.
Maaf.
Tadi kau bilang...
Kau menyesal dia terlibat dalam kasus percobaan pembunuhan.
Mestinya kau jaga pasienmu dengan baik, sehat fisik dan mental.
Jika ada masalah, kau harus selesaikan.
Nn. Shin, itu sudah tugasmu.
Ini personal bagiku.
Jika Kim tak ditangkap, akan banyak yang jadi korban nantinya.
Detektif Kim, tunggu.
Tubuh Kim kayaknya menolak jantung barunya.
Dia harus diobati sekarang.
Nn. Shin...
Dia mau bunuh seseorang.
Apa dia perlu di kasihani?
Aku cuma sampaikan yang sebenarnya tentang pasienku.
Kalian berdua sering saling nelpon, kan?
Iya, sampai sekarang pun.
Laporkan jika sudah ada kabar darinya.
Detektif Kim...
Kenal Kang Chul-woong, kan?
Kok bisa kenal dia?
Dia pendonor jantung Kim Kyu-jong.
Dia juga pendonor paru-parumu.
Jadi kacau jadinya.
Maksudmu Seon-du menerima organ seorang pembunuh?
Jangan marah dulu.
Jika tidak, Detektif Kim pasti sudah mati.
Ibu Kang Chul-woong yang memilihmu.
Sudah kubilangi dia ada di daftar antrean.
Entah kenapa...
Tapi dia tak mau donorkan paru-parunya sama orang lain.
Dia tanya apa dia bisa menemuimu.
No comments yet. Be the first to leave one.