ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Perusahaan setan Kimia Babel
bertobatlah!
- Bertobatlah! - Bertobatlah!
SINGKIRKAN KIMIA BABEL
KIMIA BABEL HARUS BERTANGGUNG JAWAB
Aku tak bisa hidup dengan muntah darah!
Renungi perbuatan kalian, Kimia Babel!
Tarian ini menunjukkan
rasa sakit yang dialami korban! Lihatlah!
KIMIA BABEL PEMBUNUH HARUS DIHANCURKAN
KEBENARAN AKAN TERUNGKAP
Apa yang keparat itu lakukan?
Ayo masuk.
Menyebalkan.
HIDUP
Restoran itu sudah tak seenak dahulu.
Kaldunya jadi tak enak.
- Kita ke tempat lain saja. - Ya, Pak.
Ini enak. Astaga!
Astaga, maaf!
- Hei! - Kau basah kuyup!
Ini karena aku tak pakai lensa kontak.
- Astaga! - Sebentar. Lehermu basah.
Lihat baik-baik saat berjalan!
Maaf. Biar aku ganti biaya penatunya.
- Tak perlu! - Begitu, ya?
- Sial. - Maaf.
Sungguh maafkan aku. Kau sudah pergi?
Kalian dilarang bertemu hakim sebelum sidang.
Kami hanya ingin memberi salam kepadamu.
Kau berhenti karena pindah ke kantor dia?
Katanya dia akan baik kepadaku.
Bersikaplah begitu juga kepadaku.
Aku selalu membereskan segalanya usai sidang Grup Babel.
Aku akan balas budi kepadamu dan asosiasi alumni dengan segala cara.
Balaslah kebaikanku secara diam-diam
agar tak ada yang tahu.
Tentu saja, Pak. Mohon bantuan hari ini.
Ini bantuan rahasia.
Sepertinya sidang hari ini bisa selesai dengan mudah.
Bukti pihak penggugat terlalu lemah.
Semoga sidang perdanamu sebagai pengacara berjalan lancar.
Ya, Pak.
Terima kasih.
Ada apa? Kenapa ini?
Terjadi kebocoran di langit-langit dan dinding.
Alasannya belum diketahui.
Lantas, pindahkan saja ke ruang lain.
Ruangan lain sedang dipakai semua.
Mohon pengertianmu.
Bangunannya jelek sekali.
- Siapa yang buat? - Konstruksi Babel.
- Apa? - Lebih tepatnya,
Konstruksi Haemun, itu namanya dahulu.
Tertulis di batu yang ada di depan.
Ini bukan apa-apa.
Tiap enam bulan, toilet pun bocor.
Padahal ini fasilitas negara, tetapi mereka membuatnya seenak hati.
Benar. Harusnya mereka buat dengan lebih baik.
Aku yakin Konstruksi Babel lebih baik daripada Konstruksi Haemun.
- Hei. Ini menyenangkan bagimu? - Ya.
- Senang? Bahagia? - Ya.
Kau datang untuk bermain-main? Cepat duduk! Dasar…
Maaf, Bos.
MEJA PENGGUGAT
KASUS KECELAKAAN INDUSTRI K********* B**** BERLANGSUNG
EPISODE 6
Pak Nam.
- Aku mau tanya sesuatu. - Apa itu?
Biasanya semua berdiri saat hakim masuk.
- Ya. - Namun…
bagaimana jika tidak berdiri?
Benar. Aku juga sangat penasaran.
Penjara maksimal lima tahun, denda maksimal 50 juta.
Sungguh?
Sebanyak itu hanya karena tak berdiri?
Aku hanya bergurau. Tak berdiri pun tak apa.
- Astaga. Kukira kau serius. - Astaga.
Namun, kenapa kita harus berdiri? Kita tak kenal hakimnya.
Sebenarnya bukan hormat untuk hakim pribadi.
Apa ya? Seperti rasa hormat pada hukum dan putusan.
- "Rasa hormat"? - Ya.
Jika dilihat di berita, putusan mereka selalu aneh.
- Ya, bukan? - Ya.
Mereka hanya memihak kepada orang kaya.
- Kenapa dihormati? - Benar.
Aku tak mau berdiri.
Ini unjuk kemarahan seorang ahli bela diri.
Aku juga.
Aku juga akan tunjukkan nurani dan pemberontakan seorang seniman.
Kami tak akan berdiri karena mewarisi
semangat para biksu.
Kalau begitu, ayo tetap duduk sebagai bentuk pemberontakan. Ya?
- Ya. - Sungguh tak apa tak berdiri, bukan?
Ya, tentu saja. Tak akan ditangkap.
- Ya. - Jadi, demi solidaritas, mari duduk saja.
- Ya. - Baiklah.
Hakim memasuki ruangan. Semua harap berdiri.
Kalau begitu, biar aku beri hormat juga.
- Astaga. - Astaga.
- Anda baik-baik saja, Pak Hakim? - Astaga.
Astaga.
Kenapa ada plastik di lantai?
Ada kebocoran juga di sana.
Kenapa di tempat suci seperti pengadilan bisa ada kebocoran?
- Astaga. Pinggangku. - Pinggangku.
Astaga.
Sesuai berkas dari kami, para peneliti bekerja
dengan mengabaikan regulasi keamanan yang tertulis di buku petunjuk,
dan karenanya terkena zat berbahaya.
Namun, para korban bersekongkol mengatakan itu kesalahan kami
dan merupakan kecelakaan industri.
Pihak penggugat, apa mau membantah?
Ya.
Kami punya bukti cukup untuk…
- Ada apa dengannya? - Ada apa?
…membantah mereka.
- Ada apa? - Jadi…
belakangan ini,
saya menderita gangguan serangan panik.
- Astaga. - Serangan panik?
- Astaga. - Kau sudah tahu?
Aku juga baru tahu.
Yang Mulia,
bolehkah saya minum obat?
Cepat minum. Segera.
Silakan dilanjutkan.
Yang Mulia…
- Astaga. - Nona Hong!
Bagaimana ini?
- Astaga! - Kita harus bagaimana?
- Panggil ambulans! - Tolong dia!
Di perjudian,
saat pejudi akan menang, ada hal pertama yang dilakukan oleh Mafia.
Mereka akan menyingkirkan bandar kartu dari meja judi.
Bandar kartu?
Lantas, "bandar" di persidangan…
- Kau baik-baik saja? - Kau tak apa?
- Ada apa ini? - Bagaimana ini?
Cha-young!
Cha-young! Cepat bangun!
Cepat panggil ambulans.
Bagaimana ini? Saat jatuh, dia terbentur keras. Kau dengar?
- Astaga. - Aku juga dengar.
Panggil ambulans!
Kalian dengar benturannya, bukan?
Tolong tenang, Semuanya!
Astaga. Petugas.
- Cepat panggil ambulans. - Baik.
Cha-young.
Karena ketiadaan pengacara dari penggugat,
sidang tak bisa dilanjutkan.
Namun, karena kasus kali ini serius,
sidang tak bisa ditunda.
Setelah reses, kita tanya dokter
untuk mendapatkan laporan kesehatan pengacara.
Setelah itu, sidang akan dilanjutkan lagi hari ini.
Bagaimana jika tak berhasil?
Tentu kau harus bangun lagi.
Astaga. Mengagetkan.
- Astaga. - Dia bangun!
- Astaga. - Dia bangun.
- Dia baik-baik saja. - Sungguh?
- Dia hanya tidur. - Begitu, ya.
Dia sadar. Anda sudah tak apa-apa?
Ya. Jika sudah sekali pingsan, saya akan baik-baik saja.
MEJA TERDAKWA
Kenapa bergegas ke sana? Dia pasti berakting.
Baiklah.
Kalau begitu, mari kita lanjutkan.
Silakan beri bantahan Anda, Bu.
Karena berkas kami belum diserahkan, saya akan jelaskan secara verbal.
Buktinya adalah…
Astaga.
- Ada apa ini? - Astaga.
- Astaga. - Ada-ada saja.
- Astaga. - Bagaimana ini?
Astaga. Ada apa ini?
Bagaimana jika permainan berlanjut tanpa ada bandar?
Saat itu terjadi,
mereka mematikan seluruh listrik di perjudian
agar tak ada yang bisa berjudi.
- Astaga. - Tenang, Semuanya.
Astaga.
Kenapa tiba-tiba padam?
Yang Mulia,
kita tak bisa lanjutkan jika tak dicatat.
Tunggu. Kita lihat keadaannya.
- Apa katamu? - Ya!
Yang Mulia!
Mikrofonmu mati, jadi, tak terdengar.
- Ya! - Aku tak bisa dengar!
Astaga. Aku menjadi malu karena mereka.
Bisa dicatat dengan laptop, bukan?
Ya. Tunggu sebentar.
Catatannya tak akan rinci jika ditulis dengan laptop.
Tak masalah. Yang penting intinya bisa dicatat.
Astaga. Ini tidak benar.
Tidak bisa begini.
No comments yet. Be the first to leave one.