ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Sekarang aku akan memikirkan Seonu tiap kali melihatmu.
Akan selamanya seperti ini, ya?
Dokter Do, kau baik-baik saja?
Pasien mulai siuman!
Aku baik-baik saja.
Deokhwa…
Bagaimana keadaan Deokhwa?
Ini epiglotitis akut.
Saat ini dia tak responsif karena dalam pengaruh bius,
tetapi tergantung kondisi atau perkembangannya,
kami akan sesuaikan dosisnya agar dia siuman kembali.
Dengan epiglotitis akut, dia harus diberi antibiotik
dan dipantau dengan ketat.
Kami khawatir potensi komplikasinya bisa mengakibatkan kerusakan otak,
atau lebih parah lagi, kematian.
Tidak!
Oh, Deokhwa!
Dokter, bagaimana nasib Deokhwa nanti?
Putriku tersayang…
Ucapan dokter tadi
adalah skenario paling buruk yang mungkin terjadi.
Gejalanya diketahui lebih dini dan dia langsung diobati.
Anak-anak jarang menderita kerusakan otak permanen,
jadi kau tak perlu terlalu cemas.
Namun, tadi, kata dokter, Deokhwa…
Itu cuma tugas dokter.
Dokter harus siap untuk skenario yang paling buruk,
hanya demi memastikan pasien mendapat perawatan terbaik.
Kau juga harus dirawat, Bu.
Maaf?
Maksudku kakimu.
Oh, aku tak apa-apa.
Aku tak apa.
Namun, kau bisa saja tertimpa kejadian buruk kemarin
karena kami.
Maafkan aku.
Sungguh, aku minta maaf.
Tak apa. Aku cuma pingsan sebentar.
Aku baik-baik saja.
- Namun… - Aku sungguh baik-baik saja.
Aku tak apa-apa.
Kau pun jatuh ke air.
Aku baik-baik saja.
Kau sungguh baik-baik saja?
EPISODE 5 SKANDAL PYEONDONG
Dokter Do.
Ya?
Kenapa kau lakukan? Itu berbahaya.
Apanya yang berbahaya?
Aku perenang andal.
Walau penampilanku begini, aku lahir dan dibesarkan di pulau.
- Tetap saja… - Astaga, kenapa kau ragu?
Bilang saja terima kasih, sudah.
Kita berdua selamat, itu yang penting.
Terima kasih.
Rubanah Satu.
Aku juga mau berterima kasih.
Kau menyelamatkan mereka berdua.
Deokhwa dan ibunya.
Tolong beri tempat.
- Permisi. - Terima kasih.
Pintu ditutup.
Lantai satu.
Nn. Yuk Hari?
Ternyata memang kau, Nn. Yuk Hari!
Para perawat berkata mereka melihatmu di UGD
dan kataku mustahil.
Ternyata memang kau!
Ya, kisahnya panjang…
Mestinya kau beri tahu jika mau datang.
Siapa ini di sebelahmu?
Dia dokter yang bekerja denganku.
Dokter yang bekerja denganmu, ya?
Halo, aku perawat yang pernah bekerja dengan Nn. Yuk.
Ya. Aku Do Jiui.
Kami harus pergi. Dia masih jadi pasien…
Ayo pergi.
Yuk Hari datang ke rumah sakit. Dengan pria.
PUSKESMAS
Nn. Yuk?
Ya. Aku membuatmu khawatir, ya?
Deokhwa dirawat dengan antibiotik, Dokter Do juga baik-baik saja.
Kau bagaimana?
Aku juga baik-baik saja.
Apa katanya?
Kami akan segera kembali setelah menerima hasil tes Dokter Do.
Baik. Akan kuberi tahu semua orang.
Katanya semua orang baik-baik saja.
Syukurlah.
Kita lama tak mendengar kabar, aku takut terjadi apa-apa dengan mereka.
Benar, ya? Aku juga.
Karena katanya semua baik-baik saja, mari kembali bekerja.
Kini kita kurang dua orang, jadi ayo berfokus.
Baiklah.
Aneh sekali, bukan?
Dia terlalu mengkhawatirkannya.
Ya. Aneh sekali.
Hasil tesmu bagus, tetapi kau terkena gegar otak ringan.
Kau harus menginap semalam di rumah sakit untuk dipantau.
Baiklah.
Kau mau pergi?
Tidak, aku cuma mau ke toko kelontong.
Kau merasa agak takut karena jadi pasien?
Tunggu sebentar. Aku akan kembali sebelum kau disuntik.
Kau sudah dengar?
Kudengar Yuk Hari ada di sini.
Dia datang dengan pasien UGD yang jatuh dari kapal.
Wah. Dia ke sini padahal tahu Dokter Dongseop ada di sini.
Malah bersama pria. Luar biasa.
Gila, ya?
Lebih gila lagi, tampaknya pria itu dokter KM.
Kurasa gosipnya benar.
Bahwa Yuk Hari itu pemburu dokter.
Tentu saja.
Astaga, kau tak tahu sama sekali.
Saat itu jadi skandal besar.
Kami harus berhati-hati…
Kalau ada yang mau ditanyakan, jangan sungkan.
Aku pergi dulu.
Apa maksudmu, kau tak bisa? Ha?
Kau dokter, lakukan saja tugasmu dan rawat aku, ya?
Ada apa?
Nasihati dia agar sadar, ya?
Lihat ini? Aku bahkan membuka baju,
tetapi mendadak dia tak mau merawatku dengan akupunktur.
Bukankah tugasmu merawat pasien?
Kenapa tak mau bicara?
Katakan sesuatu, ya? Hei!
- Pergilah dan… - Apa kau meremehkanku?
- Cukup. - Ada apa ini?
Percayalah, kau tak mau lakukan ini kepadaku.
Mengganggu perawatan medis atau menyerang petugas kesehatan
itu kejahatan serius.
Hei, kaulah yang menyerangku!
Apa kau tahu siapa aku?
Aku tak tahu siapa kau.
Mau kupanggil polisi agar bisa mengenalimu?
Hei, aku paham.
Kenapa mendadak panggil polisi? Sialan.
Baiklah, lepaskan.
Dasar begundal… Aku berolahraga.
Panggil polisi. Panggil siapa saja.
Masa bodoh. Kau tahu?
Kalian bisa panggil bajingan itu di AS, NFS, aku tak peduli, sialan!
- Biar kubunuh mereka semua. - Astaga, Pak Yeom, ada apa?
- Apa? - Aku sibuk, aku pergi.
Anak-anak muda tahu apa?
Nanti mereka akan kumarahi.
Astaga…
Bajingan itu bahkan tak tahu apa NFS.
Halo, Pak Ko!
Konstruksi? Lancar sekali, Pak. Tenang saja.
Ya, tentu. Masih banyak waktu.
Dua ribu won?
Kupastikan semua rampung sesuai tenggat waktu.
Aku paham, Pak. Kau kenal aku.
Aku Yeom Byeongcheol.
Waktu kita masih banyak.
Ya. Aku paham. Aku setia kepadamu, Pak!
Hei, bukankah itu Byeongcheol?
Kapan dia datang ke sini?
Kudengar dia mengurus proyek konstruksi landasan helikopter.
Pasti dia menjilat pejabat di daratan.
Proyek konstruksi landasan helikopter?
Ya ampun.
Kenapa landasan helikopter yang berfungsi malah dibongkar?
Dia pasti bakal membuat masalah lagi.
Ini membuatku kesal.
Ada apa denganmu?
Aku yang pertama memeriksa Deokhwa.
Jika saja dia kuperiksa dengan baik…
Kejadian yang menimpa Deokhwa…
Dokter Jiui…
Dan Nn. Hari…
Bisa dihindari.
Aku takut…
Merawat pasienku.
Kau tak lapar?
Sedikit.
- Selamat makan. - Silakan makan.
Apa kau suka hamburger?
Ya, suka.
Aku suka semuanya tentang klinik kita,
tetapi tak ada kedai burger.
Kau pasti sangat suka hamburger.
Ya. Ini makanan favoritku.
Sejak aku kecil,
nenekku membelikanku hamburger kapan pun ada kejadian buruk.
Saat aku bertengkar dengan teman, saat nilai ujianku jelek,
bahkan saat aku diomeli nenekku.
Pasti kau sangat dekat dengan nenekmu.
Kami akrab sekali.
Sejak kecil, aku cuma memiliki nenekku.
Nenekku adalah ibuku, ayahku, temanku, dan segalanya.
Dia segalanya untukku.
Ada saus tomat.
- Terima kasih. - Di sana.
Kurasa gosipnya benar.
Bahwa Yuk Hari pemburu dokter.
Kalau ada yang mau ditanyakan, jangan sungkan.
No comments yet. Be the first to leave one.