ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kami memang terlahir kembar...
Tapi kami bertolak belakang.
Dia tertinggal, sementara Aku terus maju.
Charlie...!
Dia gagap sementara aku menyebut 'S' dengan 'F'.
Bagaimana?
Di saat ajalnya, Ayahku berkata "Charlie, ingatlah selalu..."
"... Hidup memang menyebalkan!". Satu-satunya cara hadapi kehidupan adalah menjadi..
K A M I N E Y
Jalan yang kami pilih tak mengacaukan hidup kami...
Yang mengacaukannya adalah jalan yang kami tinggalkan.
Ada 2 cara untuk mendapat uang banyak!
Jalan pintas... dan jalan pintas yang lebih ringkas!
Tangkap dia!
Aku mengambil jalan pintas itu... Tapi impianku masih kacau.
Sangat!
Blue thunder.
Impianku..
Impian kecilku yang manis.
Hidup dan duniaku.
'Jendela pesananku'.
Kenyataannya, aku hanya berandal kecil.
Geng kami mengurusi balapan kuda.
Ayo! Ayo!
Orang-orang bertaruh pada kuda favorit yang menang...
Sementara kami bertaruh pada yang kalah.
Blue Thunder adalah yang terfavorit dalam balapan kemarin.
Balapan ini sudah ditentukan.
Sudah ku pertaruhkan 1 lakh rupee-ku... pada kuda itu.
Tapi joki itu berkhianat.
Aku harus bayar mahal untuk jalan pintas ini.
Perusahaan pemesanan kami kehilangan reputasi dan keberuntungan.
Perusahaan itu dijalankan oleh 3 orang Bengali bersaudara.
Ini Mujeeb dan itu Shumon.
Mikhail, saudara Bengali ke-3.
Apa kabar? - Sama sepertimu!
Kawanku, lebih berharga dibanding saudaraku sendiri.
Berhati anak-anak, tapi 'gila'.
Indian National Small Arms System.
Disingkat INSAS.
Pahlawan perang Kargil...
..Sudah lazim.
Sepupu jauh AK47.
Berat: 6,37 Kg.
Jangkauan: 700 meter.
Umpan: 30 putaran - Tempat peluru kotak plastik.
Satu putaran bisa membunuh berapa banyak?
Tuan, Anda tak bisa hitung, tapi pelurunya akan terus keluar.
Orang-orang berubah seiring waktu...
Dan bagaimana waktu berubah untuk seseorang.
Sialan...
Uang bisa mengubah iblis.
Kau harus tarik pelatuknya di sini.
Pengkhianatan, Burgess!
Pengkhianatan!
Shumon! - Ya...
Bidikannya kacau.
Kakak bilang bidikannya sudah tepat sasaran.
Tak mungkin, Tuan.
Kakak tertua takkan bohong!
Kumohon jangan lakukan ini. - Lakukan apa?
Kau mengkhianati kami semua, kau pikir itu keren, ha?
Langit lenyap dan 'bolaku' menghilang dari bokserku!
Kau tahu berapa kerugian kami?
Charlie, mereka akan membunuhku.
Dan kami akan memujamu!
Berhenti menangis, bajingan!
Kakak bilang jika dia membidik kepala Burgess..
Pelurunya justru akan mengenai jam.
Bukan jam... tapi, lampu.
Lampu itu!
Kumohon, maafkan aku!
Aku korban di sini.
Korban yang diuntungkan!
Jika aku mulai menangis, kau kan tenggelam bersama air mataku.
Beritahu aku namanya!
Francis!
Franfif?
Makin hari kau makin pikun saja.
Kau benar-benar sudah gila!
Bagaimana jika aku yang tertembak?
Anak manis...
Hentikan makianmu!
Dia nyaris kencing di celana!
Kau pun pasti takut!
Dasar pengecut!
Kau sungguh mengira dia akan menembakmu?
Dasar penakut!
Apa katamu?
Makin hari makin pikun?
Kau benar sekali!
Mereka bertiga gila!
Setiap saudara di dunia itu gila.
Sama seperti saudaraku!
"Di sinilah lebah cinta."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Disinilah lebah cinta."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Di situ dia bersenandung."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Di sinilah lebah cinta..."
"Di situ dia... Bersenandung."
"Tersesat."
"Belum menemukan seseorang yang layak. Ya, belum."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Dia singkirkan temannya."
"Lihatlah cara berjalan si pesolek itu."
"Dia singkirkan temannya."
"Lihatlah cara berjalan si pesolek itu."
"Penuh dengan kesombongan."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Melemparnya ke tanah."
"Beraninya kau menganggapnya teman."
"Bajingan jalanan tanpa arah tujuan."
"Beraninya kau menganggapnya teman."
"Bajingan jalanan tanpa arah tujuan."
"Lintah ini akan selalu memakanmu."
"Dia mungkin pergi tapi akan segera kembali."
"Dalam setiap bercak tetesan darah."
"Mengusir hidupmu."
"Lihat, lihat dia kembali."
"Dia kembalikan kegelapan malam ini."
"Cambuk dia, Fatak!"
"Di sinilah lebah cinta..."
"Di situ dia... bersenandung"
"Di sinilah lebah cinta..."
"Di situ dia... bersenandung."
"Di sinilah lebah cinta..."
"Di situ dia... bersenandung."
"Tersesat."
"Belum menemukan seseorang yang layak, Ya, belum."
"Di sinilah lebah cinta..."
"Di situ dia... bersenandung."
"Cinta ini tidaklah mudah."
"Ketakutan AIDS dimana-mana."
"Pakai dayungmu."
"Sungai ini terbuat dari api."
"Berhati-hatilah, jangan sampai perahumu tenggelam."
"Berhati-hatilah, jangan sampai lebah cinta menyengat."
"Berhati-hatilah, jangan sampai perahumu terbalik."
Jeetu, dimana Guddu?
Dimana Guddu?
Guddu!
Kita harus bicara...
Dengarlah!
Guddu dengarkan aku...
'Perahunya terbalik...'
'Terbalik!'
Ayo kita lakukan tes lain!
Ini sudah yang ketiga.
Kapan kau melakukan tes yang lainnya?
Kenapa kau tak memberitahuku?
Aku tak mau membuatmu stres. - Dan sekarang?
Sekarang dimana ke... ke...
Kejujuranmu?
Keamananmu?
Terus apa? - Pengetahuanmu!
Pengetahuan tentang 'begituan'? Hah?
Pasti ada di sini...
Kondom Kama Sutra, paket lengkap.
Lupakan saja.
Aku ahli 'urusan begituan'.
'Urusan begituan'?
Apa maksudmu?
Maksudku...
Tak perlu khawatir sekarang.
Aku tak suka ada penghalang di antara kita.
Tak boleh ada!
Syukurlah barang sialan itu hilang.
Biar aku cek sekali lagi...
Itu pasti di sekitar sini. - Kau benar-benar konyol.
Biarkan saja!
Apa kau tahu adanya jarak itu membuat kita seperti apa?
Seperti aku di New York dan...
Kau di New... New...
New Jersey?
New.. - New Zealand?
New Delhi?
New... New...
New Bombay.
Bukan Bombay... Mumbai.
Kau suka Mumbai?
Ya, dokter. Akan ku hubungi lagi nanti.
Dia bilang, tesnya selesai dalam sehari.
Aku bisa kembali selama 4 jam...
...Di hari yang sama.
Mau buat janji besok?
Kumohon katakan sesuatu. - Lakukanlah semaumu.
Aku tak mau jadi bagian dari pembunuhan ini.
Apa maksudmu?
Astaga!
Aku paham!
Sayangku.
Kita akan lalui ini!
Aku siap menjadi ibu.
Tapi aku tak siap menjadi ayah!
Kumohon mengertilah, sayang!
Kita masih belum mampu menafkahi satu sama lain.
Bagaimana kita akan menafkahi anak kita?
Semua sudah ada yang mengatur.
No comments yet. Be the first to leave one.