ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Itu buku tentang studi Barat. Dia benar-benar membacanya?
Ya, dia bahkan mempelajari inti sastra Konfusius sendiri.
Mungkin anak itu akan jadi pahlawan yang menggerakkan Mito...
Tidak, bahkan negara ini.
SERIZAWA KAMO
Membosankan sekali.
OKITA SOJI
Hei, hentikan!
Berhenti!
Berhenti!
Dasar kau...
Hanya itu kemampuanmu?
Membosankan sekali.
Berhenti!
Ayo!
Anak itu terlahir sebagai yang terkuat.
- Hentikan! - Berhenti!
Menjauh!
Menjauh!
Tidak! Tolong aku!
Bunuh! Bunuh!
Orang-orang menyebut anak itu anak iblis.
Hei, ayolah. Jangan jatuh seperti itu di depanku, Okita.
Aku sudah lama menunggu.
Ada apa?
Ini sudah dimulai, jadi, ayo.
Sudah kuduga.
Kau terlalu banyak bicara.
Aku membencimu.
Aku menyukainya.
Kau akan memberiku pertunjukan yang hebat, bukan?
Hei, ada apa, Okita?
Kau tidak ketakutan, bukan?
Kau pikir bisa mengalahkanku seperti itu?
Astaga.
Orang bilang yang lemah selalu mengelilingi lawan mereka.
Pikiranmu mungkin menolaknya, tapi tubuhmu tahu apa itu, bukan?
Tubuhmu tahu siapa pria yang lebih hebat, bukan?
Kau salah!
Astaga.
Sial. Astaga, mengecewakan sekali, Okita.
Aku menunggu selama ini untuk ini?
Terserahlah. Aku sudah melupakannya.
Jika kau tidak mau mekar, jatuhlah. Jatuh!
Apa?
Bunuh.
Bunuh.
Jadi, kau sudah pergi ke sisi lain.
Bunuh.
Bunuh.
Bunuh.
Soji.
Toshi!
Bos. Kenapa kau di sini?
Hei, apa yang kau lakukan di sini?
Kau dilarang bergerak, bukan?
Mereka semua tidak mati, bukan?
Bukan begitu.
Hajime dan Sanosuke pergi membantu Yamanami dan yang lainnya.
Kalau begitu, aku tidak bisa diam saja.
Itu luka yang parah.
Jangan pedulikan aku. Kau seharusnya tak datang, Bos.
Di mana Soji?
Bos.
Di mana Soji?
Dia pergi sendiri.
- Toshi, tetaplah di sini. - Aku ikut denganmu.
- Tidak dengan luka-luka itu. - Kubilang hentikan.
Aku akan menghentikan Soji.
Aku harus menghentikannya!
Hei, ayolah!
- Okita, tak diragukan lagi kau kuat. - Bunuh.
Tapi hanya ada kegelapan di matamu. Itu mata seorang pembunuh.
Kekerasan yang sangat membosankan.
- Bunuh. - Okita?
Aku akan membunuhmu...
Gawat. Dia tak bisa mendengarku lagi. Kurasa sudah waktunya.
Kalau begitu, kita lanjutkan perburuan iblis ini?
Bunuh... Bunuh!
Toshi!
Aku akan pergi meski itu membunuhku.
Pasti!
Kau merepotkan.
Aneh mendengarnya darimu.
Hei!
Bunuh! Bunuh!
Bunuh. Bunuh.
Benarkah hanya ini saja?
Bunuh!
Hei, memiliki refleks yang terlalu cepat juga masalah, kau tahu?
Toshi.
Soji!
Kau baik-baik saja?
Tubuhnya panas.
Astaga, aku muak dengan kekerasannya yang membosankan.
Sungguh.
Serizawa!
Jadi, kalian mau bermain?
Aku tak keberatan melawan kalian berdua. Ayo, hibur aku.
Toshi, jaga Soji.
Serizawa milikku!
Toshi, kau bahkan tidak bisa berdiri.
Yang terpenting, aku tidak bisa membiarkan Soji bertarung lagi.
Bos.
Bos, tunggu!
Aku datang untuk melawan pria ini!
Biarkan aku menjadi yang keren sesekali.
Apa ini, Kondo? Kau pikir bisa melawanku sendirian?
Begitu rupanya.
Baiklah. Hibur aku lebih dari bocah itu.
Kerahkan seluruh kemampuanmu.
Jangan mengecewakanku.
Dari Shinsengumi.
Kondo Isami!
Aku datang!
Pertahanan tinggi, kuda-kuda api. Bagus. Aku menyukainya.
Seperti yang kuharapkan darimu, Kondo.
Tidak ada belas kasihan. Namun, ada cinta di dalamnya.
Bos!
Ya, bagus. Kau luar biasa, Kondo. Ini lebih baik.
Bahkan saat kau tahu kau kalah, api di matamu belum padam.
Pria seperti itulah yang ingin kulawan. Ayo.
Bagus!
Apa, Kondo? Hanya itu kemampuanmu?
Begitu rupanya.
Sudah berakhir, ya?
Maaf, Soji!
Aku tidak bisa mencegahmu jatuh ke dalam kegelapan.
Tapi...
Tapi setidaknya...
Bagus!
Tapi akan kutunjukkan
diriku!
Bunuh!
Bunuh! Bunuh!
Cukup.
Kakak baik-baik saja?
Tidak!
Kakak?
Menjauh!
Menjauh!
Isami, kau membawa anak iblis. Apa rencanamu?
Aku akan mengasuhnya.
Apa?
Meski lawannya hanya perampok
tapi membunuh dengan cara sebrutal itu...
Itu namanya kegilaan.
Ayah benar sekali.
Namun, jika Ayah melihatnya dengan cara lain
bisa dibilang dia menjadi gila untuk melindungi kakaknya.
Akar dari tindakan itu
adalah kebaikan.
Ayah.
Anak ini...
Soji
kuat
dan baik hati.
Soji, kau tahu apa itu samurai?
Apa itu kekuatan untuk membunuh musuhmu?
Maafkan aku!
Dengar, Soji. Inilah yang selalu kuyakini.
Kau mempertaruhkan hidupmu pada keyakinanmu
dan pada akhirnya, kau bisa mati dengan senyuman.
Itulah samurai sejati.
Tidak apa-apa.
Baiklah. Ayo naik.
Hebat! Luas sekali! Luar biasa!
Tidak apa-apa, Soji.
Kelak kau akan mengerti.
Aku berjanji.
Bos.
Bos!
Tidak apa-apa. Aku akan melawannya sekarang.
Kita bersenang-senang, bukan, Kondo?
Tapi aku sudah bosan.
Jatuhlah.
Begitu rupanya.
Jadi, akhirnya kau melahap iblis itu?
Okita Soji dari Shinsengumi.
Aku datang.
Kau lama sekali.
Aku harus berterima kasih kepadamu.
Apa?
Kaulah yang membuatku membuka mataku.
Terhadap apa yang sebenarnya kuperjuangkan.
Dan untuk siapa aku menghunus pedangku.
Soji.
Akhirnya aku mengerti.
Terima kasih.
Lupakan saja. Jangan bersikap formal kepadaku.
Aku melakukan ini hanya untukku.
Aku hanya mencari lawan yang bisa mengakhiri semuanya.
Tempat untuk mati terhormat.
Mari mekar sampai akhir.
Soji!
Aku senang bertemu denganmu.
Okita Soji.
Aku juga, Serizawa Kamo.
Dia mengalahkannya.
Dia benar-benar mengalahkan Serizawa Kamo.
No comments yet. Be the first to leave one.