ആദ്യത്തെ 189 വരികൾ.
Nyonya Keigetsu. Aku datang menjemputmu.
DAYANG KLAN SHU, LEELEE
Pakaian merah muda polos yang sudah pudar.
SHU KEIGETSU (JIWA REIRIN)
Dia pasti melayani Klan Shu. Apa dia dayang istana bawah?
Selir Kekaisaran memberiku perintah untuk membantumu pindah kamar.
Pindah kamar?
Dia bilang orang yang membuat keributan di Istana Dalam tidak bisa
diperlakukan sama seperti sebelumnya, meski tidak bersalah.
Aku mengerti.
Tolong tunjukkan jalannya.
Kau ini…
Aku Leelee.
Leelee.
Aku telah melayanimu selama setahun terakhir.
Namun, kurasa kau hanya mengakuiku sejauh ini.
Apa?
Dia dayang pribadi istana?
Tidak masalah kalau kau meragukan aku sosok yang asli.
THOUGH I AM AN INEPT VILLAINESS
ISTANA DALAM, ISTANA VERMILLION
Jadi, ini Istana Shu.
Dari lima klan yang mewakili Kerajaan Ei,
Klan Shu memerintah tanah selatan dan api yang dipuja.
Indah sekali, dengan warna yang kuat.
Apa?
Leelee.
Aku ingin menyapa Selir Kekaisaran Shu.
Aku diberi tahu oleh Selir Kekaisaran bahwa kau harus menahan diri.
Tidak mungkin.
Di Istana Dalam, hubungan Selir dan Gadis
seharusnya seperti ibu dan anak.
Jika dia bibiku, dia pasti berusaha mendengarkan aku dulu.
PERMAISURI, KOU KENSHUU
Namun, jika aku benar-benar sudah berbuat jahat,
dia akan memenggal kepalaku dengan tangannya sendiri.
Mungkin Selir Kekaisaran Shu cukup berdarah dingin?
Namun…
dia bahkan menyayangi serangga.
Mana mungkin aku menganggapnya berhati dingin.
Astaga, bau sekali.
Ada dua tikus berlarian. Tikus hitam dan tikus merah.
Dayang Istana Tengah mengatakan itu kepada Gadis.
Di Istana Kou, semua orang memujiku saat berjalan.
- Nyonya Reirin! - Demammu sudah turun!
Jangan lupa makan, ya!
Apa? Karena sudah terbiasa, aku tak pernah meributkannya.
Mungkin itu agak tidak normal?
Aku ingin lebih mandiri.
Impianku adalah hidup mandiri!
Ini kamar barumu.
Astaga.
Ini…
Dulu, ini penyimpanan makanan.
Setelah ditinggalkan,
jadi tanah subur untuk serangga dan jamur.
Di seberang jalan ada kediaman Klan Ran.
Artinya, ini wilayah terjauh Istana Shu.
Aku diasingkan.
Aku akan tinggal di sini?
Ya, benar.
Leelee?
Kau memang berusaha membunuhnya, 'kan?
Kau dibuang ke tempat seperti ini karena kau sangat bodoh!
Mengurusmu di bangunan kosong?
Mereka sama saja menyuruhku mati bersamamu!
Kenapa kaget?
Kau selalu mengejekku, menyebutku gadis penari yang vulgar!
Sekeras apa pun kau menghaluskannya,
darah ibumu si penggoda itu tidak akan hilang.
Takut setelah aku menunjukkan sifat asliku? Itu tidak masuk akal!
Mata ambar. Rambut merah terang.
Gaya bicaranya mirip dengan penduduk kota luar.
Mungkin seseorang di Klan Shu menjalin hubungan dengan penari imigran.
Itu sebabnya dia diberi pakaian merah pudar peringkat terendah,
meski dia dayang pribadi istana.
Aku tidak akan menahan diri lagi! Aku masih punya kamar dayangku.
Aku tidak sudi tidur di sini,
jadi bersihkan tempat ini dan cuci pakaianmu sendiri!
Apa? Sendirian?
Aku yakin dayang yang kau lecehkan juga tidak akan membantumu!
Selir Shu bilang kau juga tidak bisa ikut
Festival Hantu tujuh hari lagi.
Anggap saja rumah sendiri.
Aku akan tinggal di sini?
Di tempat
seindah ini?
Rumput sejauh mata memandang!
Tanah subur.
Dan…
kebebasan!
Aku bisa menanam herba obat sebanyak mungkin, bereksperimen, tidur,
dan membuat kegaduhan sesukaku!
Sejak kecil, tubuhku selalu lemah dan terus membuat semua orang khawatir.
Reirin, kau harus berani dalam segala yang kau lakukan.
Klan Kou adalah pelayan Bumi.
Bibiku bilang kami bangga bisa berdiri sendiri
bahkan menghargai kesulitan kami.
Baiklah! Aku akan berusaha yang terbaik dengan gagah berani!
Kapten.
Meskipun dia tidak bersalah dalam Penghakiman Singa,
apa kita benar-benar perlu melihat keadaan Shu Keigetsu?
Ini karena Yang Mulia khawatir.
Pastikan Reirin tidak terluka lagi.
PUTRA MAHKOTA, EI GYOUMEI
Tetap waspada.
Jadi, itu masalahnya.
Yang Mulia sangat setia kepada Nyonya Reirin.
Astaga.
Tetap saja, Klan Shu mengasingkan Gadis mereka ke tempat seperti ini?
Dia memang pantas mendapatkannya.
Kasim tidak boleh menyakiti seorang Gadis.
Dia memanfaatkan peraturan itu.
Karenanya, semua orang sangat tersiksa.
Kini dia menghadapi siksaan.
Aku yakin dia mengamuk
di kamar lamanya karena tidak mau pergi dari sana.
Aku berani bertaruh…
- Apa? - Apa?
Astaga. Kapten Mata Elang dan Tuan Bunkou.
Semoga hari kalian menyenangkan.
Shu Keigetsu?
Apa? Bukan…
Maksudku, ya. Benar.
Apa yang kau lakukan di sini?
Aku sedang mencabuti rumput liar.
Aku ingin merapikan tempat ini agar bisa hidup nyaman.
Di mana dayang pribadimu?
Itu…
Benar. Dia sedang bertugas.
Dia ditelantarkan.
Apa?
Aku ingin menyajikan teh untuk kalian,
tapi sayangnya, inilah situasiku sekarang.
Teh? Untuk Kapten aku mengerti, tapi seorang kasim?
Aku tidak enak menahan kalian di sini saat kalian sedang sibuk.
Jadi, aku permisi dulu.
Apa ada sesuatu yang kau inginkan?
Sesuatu yang aku inginkan?
Tidak, jika aku dibantu semua orang termasuk kau, Kapten,
pesona sebenarnya akan hilang.
- Pesona? - Bukan apa-apa.
Namun, jika boleh minta tolong…
Ini dia!
Semua kelembutan ini hanya pura-pura!
- Dia akan minta banyak. - Tidak, tapi…
Dayang, uang, atau bicara dengan Selir Kekaisaran Shu.
Apa aku boleh minta garam?
- Garam? - Itu saja?
Aku cukup beruntung di sini,
dan sepertinya aku bisa mendapatkan air hujan dan kentang.
Namun, kurasa aku tidak bisa membuat garam dalam sehari.
Apa itu benar-benar Shu Keigetsu?
Setelah Penghakiman Singa,
dia bilang dia orang yang berbeda dengan sebelumnya.
Kurasa dia sudah bertobat di penjara bawah tanah.
Begitu, ya. Kekuatan penjara bawah tanah memang luar biasa.
Bunkou, kau kalah taruhan…
Apa?
UNIT MAKANAN
Kumohon, Koki Kepala,
bolehkah aku minta makanan untukku dan Nona Keigetsu?
Sudah kubilang. Tak ada makanan
untuk Nona Shu yang memalukan dan gadis penari.
Kau menghalangi. Minggir.
Sial.
Aku bilang pada Shu Keigetsu bahwa aku tidak akan mengurusnya.
Namun, jika tak dapat makanan, aku juga bisa mati kelaparan.
Kalau tidak bisa mengharapkan bantuan dari Istana Shu,
aku harus minta dari istana lain.
- Hei, kau. - Apa?
Sutra gading.
Kenapa dayang istana atas dari Klan Kin mendekatiku?
Ada yang bisa kubantu, Nyonya Sutra Gading?
Matahari akan segera terbenam, jadi aku takkan basa-basi.
Gadis Merah Pudar yang Malang.
Maukah kau menjadi dayang untuk Klan Kin?
Apa?
Aku sudah mendengar hukuman Shu Keigetsu.
Kau juga ikut terseret, 'kan?
Meski kau putri seorang penari, bukan keinginanmu terlahir seperti itu.
Menyedihkan sekali.
Hati tuanku, Nyonya Kin Seika yang bijaksana jadi terluka.
Nyonya Kin Seika?
GADIS KLAN KIN, KIN SEIKA
Karena itu, dengan syarat tertentu,
aku akan memberimu pakaian cerpelai perak.
Cerpelai perak? Itu warna dayang istana tengah dari Klan Kin!
Apa syaratnya?
No comments yet. Be the first to leave one.