ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Hai, aku Yon Shi Ah.
Siapa nama aslimu?
Shi Ah. Yoon Shi Ah.
Aku sendirian sejak dari awal.
Apa kamu tahu yang terjadi?
Ada orang mati yang bicara denganku.
Aku bermimpi.
Kakakku yang meninggal kembali hidup.
Maksudmu ayah?
Paman Sun Woo!
Ayahku meninggal 20 tahun yang lalu.
Ketidakberuntungan keluargamu tidak ada hubungannya denganku!
Aku hanya perlu mengeceknya. Siapa yang membunuh ayahku.
Ayahku meninggal dalam 1 jam, dan aku tahu itu.
Siapa yang tidak akan melakukan apa pun sebagai anak? Bisakah kamu melakukannya?
[10:30 Malam, 30 Desember, 1992, RS Myungse]
Dr. Park! Apa Anda tidak pulang?
- Apa kamu tidak pulang? - Saya baru akan pulang.
Silakan duluan. Jangan kuatirkan aku.
- Apa semuanya sudah pulang? - Ya.
Besok adalah hari libur. Semua orang pulang lebih awal.
- Bagaimana dengan Dr. Choi? - Beliau baru saja meninggalkan kantor, Pak.
Silakan duluan. Masih ada yang perlu diselesaikan.
Apa saya biarkan gerbang depan terbuka?
- Oke. - Sampai jumpa di tahun depan.
Selamat tahun baru.
Kamu harus menikah tahun depan.
Baik Pak.
Paman Sun Woo!
Aku masuk!
Apa kamu di dalam?
Bangun.
Bangun. Kita tidak punya banyak waktu.
Siapa?
Wow! Sudah lama.
Senang bertemu denganmu lagi. Namaku Park Sun Woo.
Lahir tanggal 9 Juli, 1975.
Sekarang umurku 38.
Apa kamu tahu apa artinya?
Aku adalah kamu dari tahun 2012.
Buka pintunya! Paman SUn Woo!
Paman Sun Woo!
Kamu tidak bisa mempercayainya, bukan? Ini tidak mungkin kan?
Aku paham. Tapi aku tidak punya waktu untuk membuatmu percaya ini. Jadi ayo langsung ke pengejaran kita.
Aku hanya bisa tinggal di sini selama 30 menit.
Tapi aku sudah kehilangan 5 menit.
Sudah saatnya untuk menerima telepon.
Ini dia.
Kamu seharusnya terbangun karena telepon ini.
Angkat. Dari Young Hoon.
Dia akan bilang kalau semua uangnya diambil kakakknya, dan dia tidak bisa datang besok.
Bilang ke dia kalau kamu akan membayarinya. Bilang ke dia untuk datang apa pun yang terjadi.
Ini bukan aku. Kamu yang akan bilang sendiri.
Halo? Sun Woo?
- Halo? Halo. - Ya.
Apa kamu tidur?
Ya.
Ada apa?
Hei! Rasanya aku tidak bisa ikut pergi besok.
Kakakku mengambil semua uangku.
Tiba-tiba dia minta untuk membayar hutangku kepadanya.
Aku tidak bisa pergi besok. Aku bahkan tidak punya uang untuk membeli tiket.
- Aku akan membayarimu. - Bagaimana?
Aku punya uang. Pasti cukup.
Ya, pasti. Datanglah besok.
Inilah yang akan terjadi. Siapa yang bisa kita minta uang pada jam segini?
Kakakmu tidak ada di rumah. Ibu berada di rumah Bibi.
Maka hanya ada Ayah.
Ayah belum kembali dari rumah sakit hari ini.
Jadi kamu akan naik sepeda untuk pergi ke rumah sakit.
Untuk meminta uang kepadanya.
Dan kamu akan melihat asap dari koridor rumah sakit.
Ada api dari ruangan ayah.
Kamu akan terluka ketika mencoba menyelamatkan ayah.
Tapi akhirnya beliau akan meninggal.
Itu aka menjadi masa depanmu dalam 20 menit mendatang.
Apa kamu paham?
Ayah akan meninggal?
Aku akan memberitahu bagaimana kamu bisa menyelamatkan ayah dan dirimu sendiri.
Telepon ayah dan beritahu dia untuk pulang ke rumah segera. Sekarang.
Aku rasa yang terbaik adalah memberitahu beliau bahwa Ibu pingsan.
Halo?
Ayah?
Ya, Sun Woo?
Pulanglah sekarang.
- Ada apa? - Ibu pingsan.
Apa? Kenapa?
Ibu bilang beliau sakit kepala.
Bohong! Ada orang yang masuk ke rumah!
Sun Woo!
Sun Woo! Siapa itu? Siapa orang itu?
- Ayah, tolong aku! Selamatkan aku! - Sun Woo!
Sun Woo!
Ayah! Ayah selamatkan aku!
Sun Woo!
Sun Woo! Sun Woo!
Sun Woo! Siapa orang itu?
Sun Woo!
Dasar ceroboh.
Bagaimana pun, kamu telah mengerjakan tugasmu.
Kerja yang bagus.
Oh ya, ini model gigi manual.
Taksi! Taksi! Taksi!
Taksi! Taksi!
Taksi.
Tolong ke Sungbuk-dong.
Jika kamu tidak panik, aku akan bicara dengan tenang kepadamu.
Apa yang...?
Aku akan telepon polisi.
Tak ada yang baik jika aku tertangkap polisi.
Itu hanya akan membuat dirimu sendiri seperti tertangkap.
Aku adalah dirimu dari 20 tahun mendatang.
Bagaimana itu mungkin?
Kalau begitu, beritahu aku! Ke universitas mana aku pergi?
Apa pekerjaanku? Apa kamu tahu apa cita-citaku?
Apa aku menikah? Dengan siapa?
Kudengar dunia akan kiamat di tahun 1999. Apa yang terjadi setelahnya?
Beritahu!
Jika kamu tahu semuanya, hidupmu takkan menyenangkan.
Itulah mengapa aku tak dapat memberitahu.
Omong kosong!
Aku akan memberitahu apa yang kamu lakukan setelahnya.
Sebelum aku meneleponmu lagi, hentikan Ayah untuk kembali ke rumah sakit.
Berbahaya sampai aku tahu siapa pembunuhnya.
Buatlah cerita yang meyakinkan tentang aku.
Bukanlah aku yang perlu kamu tangkap.
Juga ada 1 nyawa lagi yang harus kamu selamatkan.
Aku akan memberitahumu langsung.
Kita perlu berbicara panjang agar kamu bisa hidup dengan baik.
Aku akan menemuimu besok jam 9 pagi di lapangan sekolah.
- Aku akan mengirimmu pager. - Aku tidak punya pager.
Sudah kutinggal di sakumu.
Jangan mencoba menangkapku. Tidak ada gunanya.
Di saat kamu bahkan memikirkannya, aku akan mengetahuinya.
Itu tidak mungkin. Bagaimana mungkin kamu tidak tahu apa yang akan kulakukan?
Karena aku berada di duniamu saat ini.
Ketika aku kembali ke duniaku, aku akan tahu semuanya tentangmu.
Karena kamu adalah masa laluku.
Kamu harus bertemu dan bicara denganku.
Atau seseorang akan meninggal.
Siapa?
Siapa yang akan meninggal?
Datanglah besok jika kamu ingin mengetahuinya.
Halo? Halo?
Sun Woo! Sun Woo!
Oh tidak! apa yang terjadi?
Siapa yang melakukan ini?
Ayah, ini aku.
Ayah.
[Kebarakan di RS Myungse karena sebab yang tidak diketahui menyebabkan kematian Dr. Park.]
[Kebarakan di RS Myungse karena sebab yang tidak diketahui menyebabkan kematian Dr. Park.]
- Apa berhasil? - Bukalah.
Ada orang di dalam?
Apa yang...?
Apa yang kamu lakukan di dalam?
- Aku tidur. - Itu tidak mungkin.
Kamu tidak mendengar suara bor? Suaranya sangat bising.
Aku memakai headphone. Aku tidak dapat mendengarnya.
Tapi tetap, aku sudah mengetuk pintu selama 30 menit.
Bagaimana kamu bisa tidak dengar?
- Siapa yang menyuruhmu melakukan ini? - Apa?
Siapa yang bilang kamu dapat masuk ke rumahku dan mengebor pintuku?
- Aku kawatir. - Hah?
Kamu tidak tinggal di sini?
Tidak. Dia masuk tanpa izin.
Ya Ampun. Nona! Kamu tidak bisa melakukan ini.
Jadi ini ilegal!
Berapa biayanya? Aku akan membayarnya.
Ini terjadi sepanjang waktu.
Kamu pasti berpikir bahwa dia sedang selingkuh atau lainnya.
Bukan itu. Aku benar-benar pikir kalau dia sedang sakit.
Itulah yang kebanyakan orang katakan.
- Aku dibohongi lagi. - Aku tidak bohong. Dia pamanku.
Semuanya ya paman.
Apa yang salah denganmu? Kenapa kamu tidak percaya padaku?
Kamu ingin aku memberikan bukti?
Dia salah menanggapi. Huh.
Ke mana kamu akan pergi?
Apa itu pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang mengaku reporter berita?
Yah, kamu adalah reporter. Kalau begitu, apa yang kamu lakukan di rumahku sekarang?
- Aku menumpang tidur. - Ada kamar tidur di kantor.
- Di sana tidak nyaman. - Tunggu!
Ayo pergi bersama. Aku tidak membawa mobilku. Tunggu aku ambil tasku.
Aku terlambat. Carilah taksi.
Hah? Paman Sun Woo! Tunggu!
Paman Sun Woo!
Apa yang...?
- Halo? - Apa yang terjadi?
Tidak banyak yang berubah. Ayahmu tetap meninggal.
Hanya waktunya yang berubah dari jam 11 malam ke 2 dini hari.
Dari 30 desember ke 31.
Semua lainnya tetap sama. Apa yang suda kamu lakukan?
Aku berhasil membuat ayahku pergi.
Beliau meninggal lagi.
- Bagaimana? - Aku juga tidak tahu.
Semua yang kuketahui adalah apa yang kuingat sekarang.
Aku tidak bisa percaya setiap kata dari seseorang yang mengaku diriku dari 20 tahun mendatang.
Tapi aku tidak bisa mengabaikannya.
Jadi kubilang ke ayah kalau aku tidak bisa mengingat wajahnya.
Lalu aku ingat kemudian.
No comments yet. Be the first to leave one.