ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Diterjemahkan oleh Kapten Kooky IDFL™ SubsCrew
ALJAZAIR 1954
Baiklah.
Kenapa kita memulai sejarah pada tahun 3000 SM?
Apa yang pertama muncul ketika itu?
Kalian pasti tahu.
Kita sudah pelajari sebelumnya.
Salma? / Peralatan.
Bukan, kita sudah tahu itu terjadi di zaman prasejarah…
…dua juta tahun lalu.
Yacine?
Tulisan.
Bagus sekali, Yacine.
Penemuan tulisan, di Mesopotamia.
Dan juga...
Anak-anak! Perhatian!
Dan juga, pada saat yang sama, di dekat sini, di Mesir.
Garonne...
Rhine...
Loire...
Tunggu sebentar.
Kau naik kuda ke sini? / Jalannya diblokir. / Benarkah?
Kau bawa senjata?
Ada apa?
Sudah lebih dari 20 serangan dalam 2 hari terakhir ini.
Di barak kota Berzina.
Leher penjaga digorok.
Dan di pegunungan Aures, mereka membunuh seorang guru.
Bagikan saja gandumnya dan pergilah.
Kembalilah ke Tinguit bersama kami sampai semua ini berakhir.
Kita dalam situasi yang sama.
Kurasa tidak.
Terima kasih. / Sama-sama.
Ambillah, Madjid.
Ambil saja sendiri.
Dua jam perjalanan dari El Ameur ke sini.
Cuaca dan waktunya tak tepat.
Kita lepaskan ikatannya?. / Ya.
Aku suka teh kental buatanmu ini.
Ke mana tujuanmu?
Ke sini.
Ke sini?
Menginap di sini? / Tidak, aku kembali ke El Ameur.
Dia menginap di sini.
Kau harus membawanya ke Tinguit.
Dia buronan. / Apa?
Ini adalah perintah.
Aku seorang guru, Balducci.
Tak bisa. Kami juga harus patroli di semua wilayah.
Sudah semakin parah.
Kau tangguh. Pasti kembali mengajar dua hari kemudian.
Maaf, kami tak punya pilihan.
Apa dia seorang pemberontak? / Tidak, kupikir bukan.
Tapi kau takkan pernah tahu pasti.
Apa perbuatannya? / Membunuh seseorang.
Siapa? / Sepupunya sendiri.
Kasus pencurian, sepertinya.
Pencurian gandum...
…dengan kata lain, dia membunuh sepupunya sendiri…
…menusuk lehernya dengan gunting kebun.
Seperti domba.
Dia bisa bahasa Perancis? / Tak mungkin.
Kau orang baik, Balducci, tapi...
…aku tak mau melakukannya.
Melakukan apa?
Membawa seseorang menuju kematiannya.
Itu urusannya. / Menurutku sama saja.
Sederhana saja, Balducci.
Aku tak mau melakukannya.
Kau mau ke mana? / Aku berangkat.
Kau punya senjata? / Aku tak perlu bawa dua.
Sudah kubilang aku tak mau melakukannya.
Perintah yang kuterima adalah membawanya ke sini. Sekarang terserah padamu.
Kau harus menjaganya malam ini.
Ayo.
Jangan, tak perlu diikat.
Terserah saja.
Satu kata nasihat...
Bawa saja ke sana, atau mereka akan memberimu kesulitan.
Mereka tak suka padamu.
Dan mereka pasti senang menutup sekolahmu yang tanpa anak-anak Perancis.
Sampai jumpa.
Kemarilah.
Kau lapar? / Ya.
Ini.
Ambillah.
Minumlah.
Letakkan di dahimu.
Terima kasih.
Kau bisa bahasa Perancis?
Ya, sedikit.
Aku pernah bekerja di pertanian orang Perancis.
Aku tak mau bicara pada polisi.
Aku senang kau yang membawaku.
Aku takkan membawamu ke mana pun. Besok, kau pergi saja.
Siapa di sana?
Siapa?
Ada seseorang di sana?
Bangun!
Ayolah.
Duduk di sana.
Apa yang kalian inginkan? / Kami dari desanya.
Lepaskan dia.
Kenapa kalian menginginkannya? / Apa untungnya bagimu?
Kau mau keluar?
Pergilah! Kau bebas.
Pergi! / Tidak, aku tak mau.
Berikan pada kami!
Pergi! Ini sekolah!
Keluar! Sekarang!
Dia bersenjata!
Jangan memaksaku untuk menyakiti kalian.
Pergi!
Kami akan balas!
Kau pergilah.
Kau harus pergi, sebelum mereka kembali.
Pergi, bodoh!
Pergi!
Pergilah!
Jalan!
Kau paham?
Enyah!
Katakan sesuatu!
Kau bukan seorang pria?
Jika aku pergi, pasti mati.
Di sini juga pasti mati!
Bawa aku ke Tinguit. / Tidak.
Ke arah sana, menuju selatan.
Jaraknya sehari.
Cukup ikuti saja jalannya.
Tunggu!
Kemarilah.
Mau membawaku ke Tinguit?
Kau tahu resiko yang akan dihadapi di sana?
Kau paham? Kau akan dibawa ke pengadilan.
Kau tahu apa yang menantimu?
Makan.
Dan minum.
Anak-anak, hari ini libur.
Hei, kau!
Hei, Francis.
Renm ...
Apa Balducci yang membawanya ke sini?
Ya.
Ternak Renm disembelih.
Apa yang dilakukannya?
Kenapa?
Kami akan menjaganya untukmu.
Dia tak menyembelih sapimu. Dia membunuh sepupunya.
Dia satu-satunya tahanan. Tinggalkan saja untuk kami.
Maaf, Renm . Bukan dia pelakunya.
Kenapa kau tak peduli? / Ya.
Takut temanmu marah? / Bukan dia pelakunya, paham?
Kau tak paham, Daru. Serahkan saja.
Tenang, Renm .
Lakukan perintah kami, bodoh!
Apa pedulimu?
Turunkan senapanmu. / Diam, Daru!
Sial, Renm . Kau memaksaku begini.
Sekarang dengar!
Dia membunuh sepupunya.
Desa apa?
Jizer.
Pergi dan periksa saja.
Francis...
Ambilah.
Pergilah sekarang.
Dia akan menyusul.
Pergi!
Aku turut prihatin tentang ternakmu, sungguh.
Cepat.
Mereka datang.
Kita tak bisa lewat jalan.
Berarti lewat pegunungan saja.
Turunkan senapanmu. Kau takkan disakiti. / Tidak, kau yang turunkan!
Kau bukan musuhku.
Turunkan dan pergilah.
Ini salahmu, kau dengar?
Dia mati karena kau lemah!
Kau tak punya keberanian.
Kau dengar?
Tak punya harga diri!
Ambil senapannya.
Juga pelurunya.
Kau pegang saja.
Tidak benar kalau aku tak punya keberanian…
…atau pun harga diri.
Kita harus kembali ke desa yang kosong.
Kita datang dari arah sana.
Mereka mungkin menemukan kita di sini. Tapi daripada mati kedinginan.
Ini susu kental.
Cobalah sedikit, rasanya enak.
Aku pergi besok. Kau bebas.
Aku akan kembali ke sekolahku.
Apa Tinguit masih jauh?
Tak bisa dipercaya, ya ampun.
Lupakan saja Tinguit. Jangan dibahas lagi.
Maaf tentang semua ini.
Kenapa kau membunuh sepupumu sendiri?
Jika dia mencuri gandumku.
No comments yet. Be the first to leave one.