ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Hebat kalian bisa lolos.
- Miss All Sunday. - Siapa dia?
Wakil ketua Baroque Works. Dia berdarah dingin.
Jangan menodongkan senjata.
Berbahaya.
Tak perlu bertarung.
Kalau niatku membunuh, kalian sudah mati sejak tadi.
Senang bisa bertemu lagi, Miss Wednesday. Atau kali ini Putri Vivi?
Turut berduka atas kematian Mr.8.
Jangan sekali-kali menyebut Igaram!
Tak perlu terbawa emosi.
Jadi, kau kapten Bajak Laut Topi Jerami?
Monkey D. Luffy.
Hei! Kembalikan topiku!
Kalian tak beruntung.
Log Pose kalian menunjuk ke pulau Little Garden.
Bahaya yang menanti di sana bisa menjadi ajal kalian.
Kami siap menghadapi apa pun di Grand Line.
Cepat kembalikan topiku!
Aku mau menawarkan ini.
- Eternal Pose? - Apa itu?
Itu Log Pose yang selalu menunjuk ke satu pulau tertentu.
Eternal Pose ini akan mengarahkan kalian ke pulau terpencil.
Jadi, kalian terhindar dari semua masalah di Little Garden
maupun organisasiku.
Kalau mau bersembunyi di sana, kalian takkan ketahuan.
Kujamin kalian aman di sana.
Baguslah! Kami mau.
Kau mau ikut kami?
Jangan genit. Dia musuh.
Seperti jebakan.
Bagaimana?
Ini tawaran terakhir.
Luffy, jangan!
Kau tak berhak mengatur haluan kapal ini.
Sungguh tragis.
Dengan menolong putri buron itu,
kalian semua jadi sasaran.
Mungkin kau merasa tak terkalahkan,
Monkey D. Luffy,
tapi kawan-kawanmu bukan manusia karet sepertimu.
Semoga beruntung.
Apa-apaan itu tadi?
Kita tiba-tiba didatangi wanita misterius yang cantik.
Kalian tak paham. Miss All Sunday tahu posisi kita.
Berarti cepat atau lambat, agen lain akan muncul.
Kita akan terus diburu hingga mati.
Mungkin kita terlalu terburu-buru menolak tawaran sembunyi.
- Aku tak mau sembunyi. - Silakan.
Tapi kalau aku mau?
Tidak akan.
Kenapa cuma dia yang serius menanggapi ancaman ini?
- Kami tak takut Baroque Works. - Zoro menghabisi 100 anggota mereka.
Agen perwira seperti Mr. 5 dan Miss Valentine jauh lebih tangguh.
Banyak yang punya kekuatan buah iblis.
Tenang. Aku akan melindungimu.
- Jangan bohong. - Mana pernah aku membohongi cewek.
Luffy, terima kasih banyak sudah menolongku di Whisky Peak.
Sesuai janjiku.
Dan sudah kau penuhi.
Tapi aku tak mau kalian diincar gara-gara aku.
Setiba di Little Garden, aku akan ke Alabasta sendiri.
Ini dia alasan kita datang ke Grand Line!
Ini benar-benar tidak biasa!
Kenapa namanya Little Garden? Pulau ini tidak kecil.
Entahlah, tapi aku tak sabar menjelajah.
Pulau ini tak ada di peta mana pun.
Kalau tak ada di peta, mungkin tak berpenghuni.
Jangan-jangan karena ada apa-apanya.
Berarti tak ada kapal pulang untukku.
Jadi, kau masih ikut kami.
Untuk sekarang, mari bertualang!
Aku lapar.
Kabar baik,
karena aku sudah siapkan bekal untuk menjelajah.
Mantap!
Halo, Little Garden!
Kami tak sabar melihat kejutan-kejutan dari kalian!
Pulaunya mendengarku!
Suaranya menggelegar.
Suara makan malam kita!
- Aku mau berburu dulu. - Caranya? Ditendang sampai mati?
- Memang kau lebih jago? - Darimu?
Sudah pasti.
Ayo bertaruh. Yang sukses membunuh buruan, menang.
Ayo saja.
Ayo, Teman-Teman!
Vivi, mau ikut?
Ayo!
Ayo. Jangan terpisah.
Ya. Jangan berlarian ke hutan, ya!
Lewat sini!
Luffy!
Kita berpencar?
Yakin ini ide bagus?
Aku pernah melihat tanaman ini di buku,
tapi seharusnya itu sudah punah.
Yang ini aromanya enak.
Yang ini lapar.
Suara hewan apa pun tadi,
ia lewat sini.
Aku yakin ke sana.
- Kau meragukan keahlian berburuku? - Keahlian? Memang punya?
Ke sana.
Tenang, Vivi.
Akan kami bantu ke Alabasta di pulau berikutnya.
Menolak tawaran Miss All Sunday itu membahayakan kalian.
Tapi kalian setuju saja dengan Luffy. Kenapa?
Luffy memang terkesan serampangan, tapi sebenarnya…
Dia sangat…
Aku bingung menjelaskannya, tapi…
Kau akan paham saat melihatnya sendiri.
Kalian harus coba ini!
Kau mau kami mati? Turunlah. Jangan konyol.
Di mana Usopp?
Mungkin kembali ke kapal. Biar kucari. Pokoknya,
jangan biarkan Luffy bertingkah.
Di sana ada apa, ya?
Teman-Teman, ayo!
Pernah lihat yang seperti ini?
Maksudmu tumbuhan paku?
Pernah. Meski biasanya tak sebesar ini.
Kalau ini? Pernah lihat yang begini?
Ya, Luffy. Aku pernah melihat buah beri.
Memang itu bisa dimakan?
Kalau ini?
Kau pernah lihat hal seperti
ini?
Tidak, Luffy.
Aku belum pernah melihat yang seperti itu.
Ini pulau prasejarah.
Saking sulitnya menavigasi pulau-pulau di Grand Line,
pasti pulau ini sudah ribuan tahun tak terjamah.
Sejak zaman dino…
Aku mau coba naik!
Kenapa kau pikir ia lewat sini?
Aku ini ahli. Buruan kita ada di sekitar sini.
Akui saja. Kau tersesat.
Memang kau tahu buruan kita apa?
Dari bekas jejak ini,
mungkin binatang bercakar besar.
Jadi, kita makan sup ayam?
Kau jelas tersesat.
Bisa diam kau, Marimo?
- Kita berburu, bukan main tanah. - Harus sabar.
Tak perlu kau jelaskan. Aku pemburu bajak laut, ingat?
Perilaku bajak laut dan hewan beda.
Biasanya.
Kalau aku ingin membunuh, tinggal bunuh.
Yah, kau memang kurang elegan.
Butuh seelegan apa kau sampai diikat di Whisky Peak?
Waktu kau datang, aku hampir bebas.
Omong kosong. Sana buat kue saja.
Masak dan buat kue itu dua ilmu kuliner berbeda, tahu?
Bukan ayam.
Jelas bukan ayam.
Sudah kembali? Kenapa? Ada apa?
Usopp?
Kau sedang apa?
Memoles susur tangga.
Aku baru tahu itu perlu dipoles.
Yah,
sudah tidak perlu.
Dengar, aku tahu kau takut.
Aku tidak takut.
Cuma alergi.
Sama pulau berbahaya yang belum terjamah.
Kita memang berlayar untuk bertualang, 'kan?
Memang benar.
Tapi agen Baroque Works itu tahu sesuatu soal pulau ini.
"Semoga beruntung."
Dia cuma menakut-nakuti kita!
Lihat sekitarmu. Kapan lagi bisa melihat hal seistimewa ini?
Omonganmu mulai mirip Luffy.
Ayo.
- Apa itu? - Entahlah.
Tapi aman kalau pura-pura mati.
Kalian punya bir?
Bir?
Tahu apa yang kusuka selepas minum enak?
Makan siang.
Awas! Jangan!
Luffy!
Sebaiknya kau turun.
Kelihatannya jinak, tapi itu tetap saja dinosaurus!
Turun?
Tidak. Tak mau!
Dari sini seluruh pulaunya kelihatan. Kau juga harus lihat!
Tidak harus, kok!
Luffy! Kau sedang apa?!
Tenang saja. Aku di sini.
Indah, ya?
Bisa-bisanya kau senang-senang?
Baroque Works memburu kita, tapi kau malah asyik menunggangi dinosaurus.
Apa tunggangan kalian di Arrabiata?
Di Alabasta, kami naik bebek.
Bebek setiaku di Alabasta namanya Karoo.
Bebek! Aku tak pernah lihat bebek yang bisa ditunggangi.
Tapi aku juga tak pernah bertemu seorang putri.
Kau tinggal di kastel?
No comments yet. Be the first to leave one.