ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SEBELUMNYA DI FURIOUS
Ini operasi gabungan bersama NYPD.
Alice Black dan Frank Choi akan memimpin dari pihak FBI.
Detektif Daniel Kelly penyelidik kepala dalam kasus pembunuhan Caleb Easton
dan Detektif Marshall Connelly untuk Oliver Charles.
Siapa remaja yang duduk di pangkuan Jay Easton itu?
Aku sudah mencarinya di basis data Dinas Perlindungan Anak
dan ada kecocokan.
- Isabel Luna. Kurasa ini dia. - Bagus.
Lalu, ada satu orang lagi.
Gadis itu.
Itu dia. Orang yang kita cari.
Belum tentu.
Dia memakai gaun yang sama dengan yang dipakai tersangka di toko.
- Itu pengalihan. - Pengalihan?
Kita lakukan apa maunya.
Kita bertanya soal Jay Easton alih-alih mengejarnya.
Caleb menderita?
Ada alasan kenapa dia mengincarnya?
- Tidak. - Dia pernah ditangkap
karena membeli jasa gadis di bawah umur?
Bicara dengan pengacara kami.
Teman kerjaku bertahun-tahun tak bicara denganku lagi.
Namun, ini gongnya.
Kau juga tak bicara denganku lagi.
Aku butuh tempat untuk tinggal.
Ya.
Marta! Aku ingin bertemu.
Mari kita makan makanan ringan.
Hai.
Apa yang terjadi denganmu dan Danny?
Kembali ke rumahmu.
Alice Black Panggilan Masuk.
Panggilanmu dialihkan ke sistem pesan suara otomatis.
Dua, satu, dua…
Hei, Semua.
Liam mungkin harus tidur sekarang.
Ya.
Kabarnya kau sedikit terlambat membayar iuran kontribusimu bulan ini.
Ya, kami masih
mengurus tagihan baru terkait perceraian.
Ya.
Jika mau mengeluarkannya dari sini,
bisa kujaga dia nanti.
Aku punya kenalan juga.
Mereka tak bilang aku polisi?
Hei, tak apa-apa.
Aku menyayangimu.
Aku menyayangimu.
Bagaimana bus bisa gratis?
Itu siklus yang baik alih-alih lingkaran setan.
Jadi, jika bus gratis, jumlah penumpang naik,
kemacetan berkurang, kecepatan bus meningkat,
jumlah penumpang pun meningkat.
Kau yakin tak mau kerang ini?
Ya.
Memang aneh memesan ikan kalengan di kencan pertama,
tapi aku sangat suka…
Ini kencan pertama?
Aku tahu kita belum menentukannya,
tapi jujur, aku sudah melajang setahun penuh.
Aku lelah mengencani teman tongkronganku.
Aku juga mengencani pria, tapi semua masuk Ivy
dan semua membencinya dan seterusnya.
Jadi, jelas aku sangat senang saat kau mengirimiku pesan pribadi.
Jelas, karena kau seksi, tapi juga karena aku…
Aku sangat tertarik dengan pekerjaanmu.
Kau memberi pendampingan sebagai mantan PSK.
Ya.
Jadi, Marta, jika kau bersedia,
bisa ceritakan lebih jelas
seperti apa saat itu?
Itu membuatku sangat marah.
Astaga, kau sangat berani.
Ceritakan tentang keluargamu.
Ya.
Kami bertiga.
Kami sangat akrab dan itu hebat.
Kau tinggal dengan orang tuamu?
Ya, aku sudah bilang?
Kulihat di unggahanmu.
Unggahanku.
Astaga, aku harus berhenti bermain media sosial. Ya.
Hei, kukira kau bilang sudah menikah.
Memang. Ya.
Dia sedang pergi.
Dia…
Besar…
Ototnya.
Dia bisa membunuhmu.
- Masa? - Ya, dia bisa…
Pernah melihat seseorang setelah ditembak?
Mengerikan sekali.
Kau benar-benar kacau.
Ya.
Kau mau apa jika aku menyakitimu?
Sial… Hebat.
Astaga!
Ya, dasar pelacur!
Dasar pelacur! Sial!
Sial!
Hei, apa?
Kau baik-baik saja?
Ya.
Masalahnya cuma kata itu.
- Apa? "Pelacur"? - Ya.
Astaga. Maafkan aku.
Entah apa masalahku. Aku tak bisa orgasme jika tak bicara.
Jadi… Sial, aku seperti penipu saja.
Aku malu sekali. Maaf.
Kau bisa memaafkanku? Kumohon.
Bisa peluk aku?
Ya.
Ya, tentu.
Ya, aku suka berpelukan.
Ya.
Ya.
Omong-omong,
bisakah kau pergi pagi nanti sebelum orang tuaku bangun?
Alice, ini pukul 03.00.
Hei, maaf menelepon sedini ini.
Kurasa kita bisa pergi ke Hunts Point dan menunjukkan fotonya.
QUERÉTARO TEKUILA.
- Astaga. - Maaf.
Kita sama-sama kurang tidur.
Siapa yang memukul wajahmu?
Aku tak mau membahasnya.
Siapa yang memukul wajahmu?
Pria yang kukenal di internet. Aku yang minta.
Katakan jangan sampai berbekas.
Apa?
Kau pikir aku tak pernah meminta seseorang memukulku
di tengah gairah yang membara?
Kau pikir aku tak pernah biarkan seseorang memukulku?
Diam.
Baiklah.
Kenapa tersangka memberi kita foto ini?
Dia mau kita lakukan apa?
Ayo, jelaskan. Bayangkan skenarionya.
Kita jadi fokus kepada Jay Easton
- dan dia lepas… - Ya.
…atau dia sudah putuskan.
Petunjuk siapa selanjutnya.
Cuma Jay Easton yang masih hidup di foto itu.
Kenapa dia mau kita tahu siapa berikutnya?
Kenapa dia mau kita beri tahu Jay Easton bahwa dia akan datang?
Dia ingin Jay merasakan ketakutannya.
Ya, dia lakukan perbuatan bandarnya kepada para pria itu.
Dia tak beri makanan dan minuman.
Bandar mengendalikan semua aspek kehidupan mereka. Waktu makan,
pakaian, waktu tidur, bahkan tempat mereka duduk di mobil.
Jadi, dia terpaku.
Teruskan.
Dia terpaku memainkan dan mengulang hal-hal yang menimpanya,
tapi mengubah perannya.
Namun, entahlah.
Jay Easton sekarat.
Saat ke rumahnya, dia pakai selang oksigen.
Semua orang pun tahu.
Dia bisa saja mengetahuinya
dan bertekad lakukan sekarang.
Ya, 'kan? Jika dia mati karena sebab alami…
Maka dia tak bisa membunuhnya.
Dia tetap tak berdaya.
Kau pernah bertemu Jay Easton sebelumnya?
Dia pernah kau pantau?
Ada rumor.
Namun, orang seperti dia tak kotori tangannya.
Namun, kau benar bertanya tentang dia.
Mungkin kita bisa temukan para gadis itu dan menangkap Jay Easton juga.
Kenapa kau memotong fotonya?
Astaga.
Jangan tunjukkan seluruh foto jika tak perlu ke siapa pun.
- Jangan beri informasi cuma-cuma. - Baik.
Kau bukan polisi lagi.
Saat dapat informasi baru tentang kasus, simpan sendiri dahulu.
Pikirkan apa artinya, kenapa memilikinya, lalu kau berpikir ulang lagi.
Aku serius. Jika kau mengejar orang seperti Jay Easton,
kau tak bisa melukainya begitu saja.
Kau harus menahan tembakan sampai laras tepat di dahinya.
Ayo. Kau yang mau kerja semalaman.
Selamat malam.
Jangan takut. Kau tak dalam masalah.
Bisa bantu kami? Aku hanya ingin…
Aku mencari gadis ini.
Kalau orang ini? Kau pernah melihatnya?
Dia mungkin memakai nama Isabel Luna. Ini.
Aku mencari gadis ini. Isabel.
Ini foto lama.
Dia mungkin tak seperti ini lagi, tapi…
Ya, coba lihat lagi.
- Kau tak kenal? - Hei!
Baik, terima kasih atas bantuanmu.
Hati-hati. Jaga dirimu.
Kau harus lakukan meski tahu itu tak mengarah ke mana pun.
Pekerjaan rutin. Di jalanan.
Kau mahir.
Kau seharusnya bilang, "Tak sehebat kau, Nora."
Tak sehebat kau, Nora.
Terima kasih.
No comments yet. Be the first to leave one.