Fruits Basket: The Final

Fruits Basket: The Final

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

Fruits Basket The Final Episode 1
കമന്ററി എഴുതിയത് MarBot
Retail from iQIYI.

ടാഗുകൾ

TS
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2021-05-31
ഡൗൺലോഡുകൾ: 7
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 170 വരികൾ.

[Ingatan awal yang akan dilupakan oleh semua orang.]

Kita akan segera bertemu.

Secepatnya.

Gadis...

Akito seorang gadis?

Kau tidak berbohong, bukan?

Itu benar.

Meski keluarga Soma punya banyak rahasia,

ini rahasia terbesarnya.

Tapi Akito...

Dia bersikap seperti laki-laki.

Anggota Zodiak lainnya sama sekali tidak memperlakukannya seperti gadis.

Aku tidak percaya dia seorang gadis.

Akito dibesarkan

sebagai laki-laki sejak lahir.

Orang itu yang memutuskan.

Orang itu?

Dia hampir menangkapmu saat kau datang ke rumah kami.

Hatori.

Apa yang kau lakukan? Menjauhlah darinya.

Berapa kali harus kukatakan?

Jangan mendekatinya.

Akito, kau salah paham.

Dia hanya menyapaku.

Ya.

Aku hanya menyapa Hatori.

Apa itu dosa besar?

Setiap kali melihat anggota Zodiak,

kau langsung merayu mereka.

Sedang apa kau di sini?

Kembalilah ke kamarmu.

Orang itu

sakit secara mental dan fisik.

Dia menjalani sebagian besar waktunya di kamarnya.

Tapi sampai hari ini pun,

kehadirannya kuat dalam hidup Akito.

Ren Soma,

ibu Akito.

Ibunya

yang memutuskan untuk membesarkan putrinya sebagai laki-laki.

Akito dan Bu Ren

tidak pernah membicarakan alasannya.

Tapi satu hal yang pasti,

mereka berdua saling membenci.

Jika kau terus bicara seperti itu,

Zodiak tidak akan tahan denganmu, Akito.

Begitu pun Hatori. Sungguh menyedihkan.

Hatori sama sekali tidak menyedihkan!

Kami punya ikatan.

Kami hidup di dunia yang di luar jangkauanmu.

Kau bicara omong kosong lagi.

Dasar anak bodoh.

Berapa kali harus kukatakan?

Cinta yang dipertahankan dengan ikatan semacam itu

tidak nyata.

Hal konstan yang kau lindungi dengan hati-hati hanya kebohongan.

Hanya delusi belaka.

Aku kasihan pada Zodiak lain yang terpaksa menurutimu.

Akito!

Kalau begitu, katakan.

Katakan apa yang nyata.

Kasih sayang orang tua?

- Cinta semacam itu pun tidak sempurna. - Akito! Berhenti!

- Bahkan tidak terhitung orang tua - Akito!

di keluarga Soma yang meninggalkan anak mereka!

- Bu! - Sama sepertimu.

Apa yang asli atau palsu, kemunafikan atau pemujaan,

kau atau orang lain tidak bisa menentukannya.

Tidak ada yang berhak menyangkal

ikatan konstanku dengan Zodiak.

Hal yang nyata?

Ada hal yang nyata.

Yaitu aku dan Pak Akira.

Ikatan antara aku dan Pak Akira nyata.

Aku akan membunuhmu.

- Aku akan membunuhmu. - Akito!

Bunuh aku jika kau mau.

Jika aku mati, rohku akan naik ke surga

dan aku akan berada di sisi Pak Akira.

Aku tidak membutuhkanmu.

Bu Ren bilang, ikatan Akito dengan Zodiak salah.

Dia bilang ikatan itu tidak alami dan tidak nyata.

Jadi, dia selalu berselisih dengan Akito

yang terikat pada ikatan ini.

Hari itu...

Pada hari Bu Ren mengandung Akito,

aku terbangun sambil menangis.

Shigure,

Hatori,

dan Ayame.

Hanya aku dan mereka bertiga dalam Zodiak

yang tahu bahwa Akito seorang gadis.

Saat itu, Ritsu masih kecil

dan sepertinya tidak paham situasinya.

Kami berempat memimpikan hal yang sama.

Akito, dewa yang belum pernah kami temui,

hadir dalam mimpi kami.

Kami tahu akan segera jumpa dengannya.

Jadi, kami langsung pergi

untuk mencari Bu Ren yang belum menyadari kehamilannya.

Kami terus menangis,

sambil berkata, "Penantian telah usai."

Jauh di dalam dadaku,

aku merasakan munculnya emosi yang bahkan tidak kusadari.

Seolah bukan aku yang berteriak.

Itu suara makhluk,

diriku yang lain, yang hidup dalam tubuhku.

Darah hewan.

Meski terlahir ego baru,

darah hewan dalam tubuh kami tetap menyalahkan dan mengingatkan

untuk tidak mengkhianati Akito.

Zodiak telah berjanji kepada Tuhan.

Mereka harus bersama selamanya,

sebanyak apa pun mereka bereinkarnasi.

Jika kupikir-pikir,

setelah kutukanku hilang,

aku sadar ikatan ini memang tidak alami.

Sama seperti perkataan Bu Ren.

Namun,

aku melihat hal lain.

Aku melihat seorang gadis menangis.

Akito, tidak apa-apa.

Tenanglah. Tidak apa-apa.

Lewat sini, Bu.

Akito.

Lihat betapa menyedihkannya dirimu. Kau pikir bisa menang?

Bu, ayo kembali.

Kenapa? Kenapa orang itu

selalu bicara kasar kepadaku?

Dia keterlaluan.

Hatori, peluk aku.

Dengan gadis di sisiku yang tidak bisa kulepaskan,

aku tidak bisa menemui Arisa.

Maaf. Aku banyak bicara.

Kau pasti bingung.

Namun,

meski Akito mudah menyakiti orang lain,

dia sendiri juga punya bekas luka.

Setidaknya aku ingin memberitahumu alasanku tidak bisa meninggalkan Akito.

Ada yang ingin kukatakan.

Aku harus mengatakan sesuatu,

tapi tidak bisa.

Aku tidak bisa.

Maaf.

Aku selalu menyakiti orang lain.

Tapi ini jalan yang kupilih.

Aku sendiri yang memilih jalan ini.

Maaf. Terima kasih untuk semuanya.

Kini tidak ada yang bisa diubah.

Hal itu

tidak akan berubah.

Semua kesedihan

menyatu bagaikan lilitan.

Aku tidak bisa mengubahnya.

Karena tidak bersemangat untuk bekerja hari ini,

aku ingin menghirup udara segar di luar.

Maaf. Aku tidak akan mengulanginya.

Aku berlari saat mendengar panggilan.

Kejutan.

[Aku tidak akan membiarkannya pulang malam ini.]

Hanajima, kau terdengar agak aneh.

[Kau keberatan dengan festival piama dadakan kami?]

Kurasa namanya pesta piama.

Tidak, aku tidak keberatan.

Aku tidak keberatan,

tapi ada yang tidak beres.

Apa terjadi sesuatu pada Honda?

Siapa yang menelepon?

Hanajima.

Honda menginap di rumahnya malam ini.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left