ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Di mana ini?
[Bai Xiaoman menyadari dirinya kehilangan memori tentang keluarga]
Siapa kamu?
[Sepertinya dia melupakan orang yang paling penting baginya]
Lakukan lagi, Xiaoman.
Kamu jangan cemas.
Meski kamu lupa,
aku akan mengingatmu selamanya.
Jika ingin menemukan ingatanmu
dan menemukanku,
kamu ikuti Hu Bugui saja.
Temukan Hu Bugui.
Mengapa mimpi yang sama lagi?
Menyebalkan.
Aku masih tidak bisa mengingat memori yang dulu.
Berhenti!
Lihat bagaimana aku akan memberimu pelajaran.
Ada orang.
Hu Bugui!
Lihat, kamu mau lari ke mana!
Dia adalah Hu Bugui.
Apakah dia orang yang bisa membantuku menemukan kembali ingatan?
Aku mohon padamu.
Lepaskanlah aku.
Aku terpaksa melakukannya.
Aku kembalikan padamu setelah dipakai.
Jangan banyak bicara.
Dasar pencuri.
Beraninya mencuri Lencana Harimau.
Kejahatanmu sangat besar.
Akan kubiarkan kamu mati di sini hari ini.
Tidak boleh.
Dia tidak boleh mati.
Jika dia mati, bagaimana bisa menemukan ingatanku kembali?
Kamu terlihat kasihan,
awalnya ingin menampungmu,
tidak disangka kamu malah tidak tahu berterima kasih.
Siluman!
Gawat.
Ini...
Langit dan bumi sebagai jalan, boneka kertas sebagai prajurit.
Dengarkan perintahku.
Master Kertas.
Trik kecil.
Kita adalah laki-laki sejati.
Maju!
Pengendali kertas, kembali ke markas.
Terima kasih banyak atas bantuan Nona.
Teknik pengendalian kertas Nona sungguh luar biasa.
Kamu
bernama Hu Bugui?
Nona pernah mendengar tentangku?
Tidak.
- Aku tadi... - Ini tidak seperti pemikiranmu.
Aku sungguh terpaksa mengambil Lencana Harimau.
Lagi pula, aku yang lebih dulu menggalinya.
Terpaksa?
Ya.
Ini adalah kaki kertas.
Mengapa bisa menjadi seperti ini?
Pernahkah kamu mendengar kebakaran besar
yang membakar separuh kota waktu itu?
Kebakaran itu
yang telah merenggut sebagian besar fisikku.
Setelah siuman,
aku menjadi mayat hidup setengah manusia setengah kertas.
Jika tidak memulihkan fisikku dalam tiga hari,
aku akan sepenuhnya berubah menjadi manusia kertas.
Terperangkap untuk selamanya.
Dia akan mati dalam tiga hari?
Itu tidak boleh.
Bagaimana aku menemukan ingatanku jika seperti ini?
Bagaimana cara mengatasinya?
Aku sudah bertanya pada banyak pendeta,
baru akhirnya menemukan sebuah cara.
Jika ingin memulihkan fisik,
harus pergi ke Kota Tersembunyi dan mengumpulkan tiga benda berharga.
Air embun,
tinta darah ratusan tahun,
sumbu lampu abadi.
Kota Tersembunyi itu berada di celah antara Yin dan Yang.
Lencana Harimau dibutuhkan sebagai kunci.
Dia tidak boleh mati.
Aku harus menyelamatkannya.
Aku akan membantumu.
Kamu mau membantuku?
Kenapa?
Aku adalah Master Kertas.
Khusus menaklukkan siluman dan iblis.
Kebetulan sekali.
Jika pendekar ikut menemani,
maka jaminanku untuk menemukan kembali fisikku
bisa meningkat pesat.
Pertama, mau mencari apa?
Pergi ke Kota Tersembunyi untuk mencari air embun.
Mari.
Pakai esensi darah untuk menandai Lencana Harimau.
Tinggalkan auramu di atasnya.
Dengan diakui oleh Lencana Harimau,
baru berpeluang untuk masuk ke Kota Tersembunyi.
[Misi dimulai, mencari air embun, Pemberhentian pertama: Kota Tersembunyi]
Pernahkah kamu melihatku sebelumnya?
Tidak pernah.
Permisi, bagaimana cara pergi ke Kota Tersembunyi?
Saat minyak habis dan lampu padam, pintu akan terbuka dari dalam kabut.
Minyak habis dan lampu padam.
Masuk ke Kota Tersembunyi.
Masuk ke Kota Tersembunyi.
Ayo.
Ada hawa orang hidup.
Itu adalah hawa jelmaan kertas-ku.
Tamu setengah mayat boleh masuk.
Cepat jalan.
Menjual hidung tidak?
Enyah.
- Aku mohon, telinga juga boleh. - Pergi sana.
- Berbuat baiklah, uang kertas. - Promosi besar kontrak kematian.
Sepasang bola mata siluman bisa ditukar dengan keberuntungan satu tahun.
Penginapan Lidah Putus, rahasia dan gosip, silakan masuk.
Selamat datang.
Penginapan Lidah Putus.
Hari terakhir!
Diskon khusus seluruh toko, dimakan selagi panas!
Tempat aneh apa ini?
Mempersembahkan dupa, bisa menemukan kembali ingatan.
Menemukan kembali ingatan?
Kamu sudah datang.
Aku sudah lama menunggumu.
Mari.
Semangka kesukaanmu.
Kamu tenang saja.
Meski kamu lupa,
aku akan mengingatmu selamanya.
Mari.
Makan yang manis.
Aku tidak tahu kenapa...
Kenapa aku bisa menangis?
Jangan menangis lagi.
Jika ingin menemukan ingatanmu
dan menemukanku,
kamu ikuti Hu Bugui saja.
Bukankah kamu
ada di sini?
Siapa itu Hu Bugui?
Siapa pula kamu?
Nona.
Mau beli dupa?
Membakar dupa untuk siapa agar bisa mendapatkan kembali ingatan?
Kalian mau apa?
Kamu jangan terlalu jauh dariku.
Yang penting Lencana Harimau bisa menutupi aroma kita.
Ya.
Tidak perlu takut pada mereka.
Wajah mereka memang mengerikan.
Manusia juga tidak lebih baik.
Tapi, kita bisa berpikir dengan cara lain.
Mungkin di tempat ini,
kita bisa bertemu dengan kerabat kita sendiri.
Kerabat?
Tapi, aku tidak ingat mereka lagi.
Tidak apa-apa, jika jodoh belum berakhir,
pasti bisa langsung mengenali saat bertemu lagi.
Jika menemukan ketiga benda itu,
apakah kamu bisa kembali menjadi manusia normal?
Ya.
Seorang petapa tua yang mengatakan ini.
Seharusnya tidak akan salah.
Kamu tidak tahu
betapa ingin aku kembali menjadi manusia normal.
Tidak perlu hidup ketakutan lagi.
Berlari
dan melompat sesuka hati.
Aku mau mencari air embun,
tinta darah ratusan tahun
dan sumbu lampu abadi.
Kamu tahu ada di mana?
Apa maksudnya?
Tiga ratus buah.
Kemari.
Ya sudah kalau tiga.
Ya sudah kalau tiga.
Sudah.
Nona Meng Po yang hebat.
Air embun di Paviliun Meng Po.
Mengapa tidak ada satu orang pun?
[Ingin mendapat air embun, lewati ujian mencungkil mata dulu]
Ujian mencungkil mata?
Wanita ini sungguh berhati kejam.
Semangat, mengandalkanmu.
Tidak disangka kertas bisa dibuat seperti asli.
Anda benar-benar berbakat.
Di usia muda begini punya kekuatan sebesar ini.
Manusia kertas yang berubah wujud
hanya punya waktu setengah jam.
Gawat, cepat pergi!
[Meng Po, Pemilik Paviliun Laba-Laba Kecil]
Orang yang mampu lebih banyak bekerja.
Hawa siluman yang sangat kuat.
Mau air embun?
Kalau begitu, tukar
No comments yet. Be the first to leave one.