ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kamu sudah menghubungi polisi?
Aku sudah memperingatkanmu.
Apa yang bisa kulakukan?
Waktumu 48 jam.
Bawakan aku satu juta dolar atau...
Kamu harus membunuhku.
"Psychopath Diary"
Ya, aku ingin mengajukan pinjaman.
Aku pegawai kantoran.
Aku asisten manajer di perusahaan saham.
Asisten manajer.
Aku butuh agunan?
Aku tidak punya rumah atau real estat pribadi.
Jumlahnya cukup besar. Satu juta dolar.
Aku butuh satu juta dolar. Aku butuh...
Halo?
Aku bahkan tidak bisa mengajukan pinjaman.
Haruskah aku memakai uang perusahaan?
Aku butuh agunan? Tapi aku tidak punya apa pun.
Dong Sik.
Kamu tidak pulang?
Kurasa aku harus pulang. - Apa ada yang kamu pikirkan?
Apa ini soal wanita?
Jika kamu butuh bantuan, beri tahu kami.
Begini...
Suami Bu Han pengangguran.
Keluarga Mi Joo punya banyak utang.
Dan Suk Hyun...
Ini bukan apa-apa.
Kalau begitu, kami pergi dahulu.
Kamu yakin?
Sampai jumpa.
Sampai jumpa.
"Aku ingin menginformasikan identitas pembunuh"
Kamu sudah memeriksa nomornya? - Ini dari ponsel sekali pakai.
Siapa pun yang mengirimnya memakai kartu prabayar untuk wisatawan.
Begitu. Terima kasih.
Ada apa lagi kali ini?
Akan kuberi tahu setelah semuanya lebih jelas.
Tidak, aku bukan bertanya karena penasaran.
Pak Kepala memergokiku menelepon perusahaan telekomunikasi.
Lihat? Sudah kuduga.
Bo Kyung, apa yang kamu lakukan kali ini?
Maafkan aku.
Tapi aku belum bisa mengatakannya. - Lupakan saja.
Kamu mungkin bertingkah karena akan dipindahkan.
Aku hanya akan melaporkanmu karena melanggar perintah
dan menyalahgunakan wewenang pemerintah. Paham?
Jawab aku!
Astaga, lihat siapa yang datang.
Tolong tenanglah.
Bolehkah aku meminjam Opsir Shim sebentar?
Seorang informan?
Kamu yakin?
Aku harus memeriksanya, tapi sepertinya bukan lelucon
melihat betapa berhati-hatinya orang ini.
Kamu berniat menangani ini sendiri
tanpa melaporkannya kepadaku?
Kamu tidak memercayaiku?
Maafkan aku.
Kamu tahu?
Mungkin firasatmu benar.
Apa? - Aku bisa saja salah.
Saat itu, aku yakin dengan temuanku.
Jika dipikir-pikir sekarang,
mungkin aku tidak bisa mengakuinya
karena kejadian yang menimpa ayahmu.
Jika aku memang salah seperti katamu,
itu artinya ada pelaku lain
yang seiring waktu menjadi pembunuh predator.
Aku juga ingin menahannya dengan tanganku sendiri.
Maksudku,
bersamamu.
Paman.
Bisakah kamu mengabariku
jika informannya menghubungimu lagi?
Tentu, akan kulakukan.
Aku akan meminta para atasan untuk menunda pemindahanmu
sampai kasus ini selesai.
Aku meminta anak buahku menanyai orang-orang.
Park Moo Suk menjadi penyelidik swasta
setelah keluar dari kepolisian.
Kamu ketahuan memacari wanita yang sudah menikah?
Tentu. Tidak ada yang akan minta satu juta dolar untuk urusan sepele.
Aku mengerti sekarang.
Dia mengetahui siapa dirimu.
Sesuatu seperti itu.
Ini besar, jadi, kita harus bagaimana?
Haruskah kubiarkan anak buahku berkeliaran di jalanan?
Banyak dari mereka tidak rugi apa pun
karena mereka sudah tamat.
Atau kamu bisa mengurus masalah ini sendiri.
Aku tidak bisa.
Jadi, kamu ingin menyelesaikan ini dengan uang alih-alih darah.
Tentu.
Aku yakin kamu punya alasan.
Serahkan saja kepadaku.
Benar, bukan? Lihat?
Aku setia kepadanya
lebih dari darah dagingku sendiri.
Begitu rupanya.
Tapi kenapa kamu membutuhkan satu juta dolar dengan cepat?
Kukira kebijakanmu adalah "tanpa bertanya"?
Pernahkah kamu menjalani operasi besar sebelumnya?
Otakku cedera dalam kecelakaan mobil,
tapi itu bukan hal besar.
Ingatanku... - Otakmu?
Aku tidak bertanya soal itu.
Benar.
Bisakah kamu memberikan hakmu atas tubuhmu?
Apa? - Kamu bercanda?
Beraninya kamu menanyakan itu kepadanya!
Ayolah.
Ini bukan badan amal.
Aku tidak bisa meminjaminya satu juta dolar hanya atas kepercayaan.
Aku butuh agunan.
Benar, kamu memang butuh itu.
Coba kulihat.
Bagaimana dengan Republik Daging Pak Yook?
Restoran ayahku?
Ya, untuk satu juta dolar.
Totalnya 89,5 dolar.
Terima kasih. - Terima kasih. Jaga dirimu.
Semoga harimu menyenangkan.
Astaga.
Dan satu hari lagi pun berakhir.
Kenapa kamu datang selarut ini?
Ada yang ingin kukatakan.
Apa itu? - Begini...
Bagaimana bisnis Ayah?
Hari ini restorannya lebih ramai daripada biasanya, bukan?
Orang lain mengeluhkan bisnis yang lambat,
jadi, kami beruntung.
Kuharap pelanggannya dua kali lipat besok.
Kalau begitu, itu akan membunuhku.
Kenapa itu membunuhmu
padahal aku yang akan bekerja lebih keras?
Dong Chan juga akan membantu.
Mereka bilang harga real estat
tidak bagus,
tapi aku ragu itu berlaku di sini karena bisnis berkembang.
Tentu saja.
Kali pertama kami membuka restoran di sini,
itu ladang kosong, bukan?
Tentu saja. Itu ladang kosong,
dan kita seperti Adam dan Hawa.
Astaga.
Dong Sik, kamu bahkan tidak ingat, bukan?
Tunggu. Ayah harus mulai dari mana?
Ceritakan padanya bagaimana pertemuan pertama kita.
Benar.
Astaga, 18 tahun sudah berlalu.
Kamu tahu betapa romantisnya ayahmu.
Dong Sik, setelah ibumu meninggal,
dia hampir seperti mayat berjalan.
Kakakmu sudah tidak tahan lagi,
jadi, dia menyuruh ayah pergi mendaki.
Alih-alih mendaki gunung, ayah menganggapnya sebagai musuh ayah.
Hati ayah masih terluka, jadi, ayah menantangnya bertarung.
Ayahmu seperti serigala tunggal yang terluka.
Apa? - Aku kasihan kepadanya
hingga tidak bisa berhenti memikirkannya sejak hari itu.
Aku mengkhawatirkannya
dan ingin membuatnya nyaman.
Mendaki gunung dengan marah selama bertahun-tahun
membuat ayah menjadi ketua Klub Mendaki.
Semarah apa pun ayah mengentak
dan melangkah,
gunung menerima semuanya tanpa bergerak sedikit pun.
Dan ketika ayah menumpahkan semuanya
dan meludahkan semua kemarahan ayah...
Pak Yook,
ini jus kudzu yang bagus untuk kesehatanmu.
Astaga. Terima kasih.
Jadi... - Ya?
Adakah telinga yang sedang diskon?
Aku akan membeli telinga yang tidak mendengar itu.
Astaga.
Dengan begitu, restoran ini...
Aku menutup toko pakaianku,
dan kami membuka restoran ini dengan uang pensiunnya.
Awalnya tampak mustahil.
Namun, kami bertahan
yang memampukan kami menguliahkanmu dan saudaramu.
Dan kini, bisnis makin berkembang.
Kami sangat mensyukurinya.
Begitu rupanya.
Di sinilah ayah berencana mengakhiri hidup.
Ayah tidak akan menjual tempat ini walau untuk miliaran dolar.
Omong-omong, ayah kira ada yang ingin kamu katakan.
Kurasa bergitu,
tapi kisah cinta Ayah sangat menarik
sampai aku lupa.
Kamu konyol sekali.
Bagaimana keadaan kantor?
Baik.
Apa direktur yang datang bersamamu tempo hari juga baik-baik saja?
Dia tampak cukup baik.
Dia baik. Dia juga baik kepadaku.
Dia terlihat lumayan menyukaimu.
No comments yet. Be the first to leave one.