ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Diterjemahkan Oleh: Rafli Khan Payakumbuh, 28 Februari 2020
Ayah, ayo!/ Iya sebentar, Nak.
Ayah, pulang!/ Iya, kita pulang.
Ayah, ayo!/ Nak, Ayah mau bicara dulu.
Beri tahu aku tentang fitur mobil ini.
Kalau anakmu sudah tenang, akan kujelaskan semuanya.
Tn. Gill!
Ayah, ayo.
Nak, mobil ini untukmu. Bermainlah.
Tn. Gill.
Varun Batra, CEO.
Anda terlihat dari ruanganku.
Tak heran anak Anda tidak suka mobil ini.
Karena menurutku mobil ini tak cocok untuk keluarga Anda.
Akash, pulang saja.
Mari, kutunjukkan mobil yang tepat.
The Volkswagen Tiguan.
Mobil yang sempurna dari sudut mana pun.
Aku takkan membuat Anda bosan dengan menjelaskan fitur-fitur hebatnya.
Tapi ya, atap...
...dan pengubah mode berkendara menjadikannya SUV yang modis.
Perpaduan sempurna untuk perjalanan keluarga Anda.
Tugasku bukan memengaruhi pelanggan, tapi sejak melihat Anda...
...jujur, aku tak ingin Anda berada di mobil lain.
Silakan dilihat dulu.
Ayah! Ayo pulang.
Aku tak mau mobil itu!
Sebentar, Nak./ Ayah, aku mau pulang!
Maaf, anakku rewel. Nanti ke sini lagi.
Tuan...
Varun, kau pulanglah juga.
Minum sana.
Ayo, Kawan-kawan. Bersulang!
Baru kali ini dalam karierku, bocah ingusan merusak kesepakatan.
"Tidak mau."
Sebegitu takutnya dengan istri atau anak?
Deepu, Deepu telepon. Halo, Deepu!
"Sebegitu takutnya dengan istri atau anak?"/ Makanya!
Ya, Deepu?/ Kau di mana, Varun?
Di showroom. Sayang, hari ini sibuk sekali.
Tanggal berapa hari ini?
Kapan hari pernikahan kami?/ Oktober.
Dan ultah Deepu?
Dia istrimu!/ Bagaimana kami tahu?
Sayang, maaf, tadi ada pelanggan.
Hari ini 12 Januari. Kenapa?
12 Januari kita harus apa?
12 Januari?
Aku sedang ovulasi, Varun.
Kutandai kalender untuk mengingatkanmu.
Dengan jelas tertulis:
"12 Januari, kita coba membuat anak."
Sayang, kerjaanku banyak sekali. Banyak pengiriman.
Siapkan fakturnya./ Beres.
Kenapa tak minta pelanggan untuk memberimu anak?
Biarkan mereka yang melakukan pengiriman.
Dengar baik-baik, Varun.
Jika ingin anakmu mirip denganmu, pulanglah dalam 30 menit.
Apa maksudmu? Deepu!
Apa katanya?
Dia ov... overreacting .
Kau bawa helikoptermu?/ Ya, di luar!
Sampai nanti.
Diterjemahkan Oleh: Rafli Khan Payakumbuh, 28 Februari 2020
Di mana pakaianmu yang lain?
Aku mau BAB.
Kau minum.
Merokok juga.
Teman-temanku memaksa, jadi kuminum secangkir root beer.
Bohong! Kau mabuk dengan teman-temanmu.
Kau tahu 'kan besok kita berangkat ke Delhi.
Sekarang hari yang penting bagi kita.
Tak peduli sekali kau?
Harus kuperingatkan berapa kali? Mabuk & merokok dapat merusak sperma.
Aku minum cuma secangkir.
Kalau cuma secangkir bisa melemahkan spermaku, maka aku malu pada spermaku!
Bukan tentang sperma, tapi janjimu.
Pikirmu aku tak mau minum dengan teman-temanku?
Tetapi kutahu apa yang harus diprioritaskan. Dewasalah.
Kau tidak sadar diri?
Ingat apa kata dokter? "Jagalah pola tidurmu."
Dan siapa yang menonton 'Baby's Day Out' hingga jam 3 pagi?
Betapa dewasanya kau!
Kata Richa, melihat anak yang lucu bisa menaikkan suasana hati.
Suasana hati baik, anak pun nanti sehat.
Luar biasa.
Kau jurnalis terkenal, Richa pengacara top.
Itu topik pembicaraan kalian?
Baik! Teruslah melihat anak yang lucu. Mungkin kau akan hamil.
Kau mau anak atau tidak?/ Tentu saja mau.
Tapi jangan pula sampai mengubah kamar jadi medan perang.
Pikirkanlah tekananku.
Menang game saja aku tak bisa. Apa lagi mencetak gol di ranjang?
Tidak jadi BAB?
Ini tinjaku. Kukeluarkan atau tidak, apa urusanmu?
Aku minta maaf. Aku sangat menginginkan anak.
Aku terlalu menekanmu.
Maaf, Sayang.
Maaf juga.
Kita bertempur lagi, Kawan!
Mau melakukan yoga?
Dengan begini kemungkinan hamil semakin besar.
Kemungkinan kau gangguan jiwa jauh lebih besar.
Aku masih marah padamu.
Bisa-bisanya kau membohongiku dan minum dengan temanmu, Varun?
Kau baru saja minta maaf. Kenapa diungkit lagi?
Harusnya kau yang minta maaf padaku.
Aku berpura-pura karena tadi kau bersandiwara.
Tak bisa kusia-siakan masa suburku yang berharga.
Jadi, maksudmu...
...kau tak benar-benar minta maaf?
Dasar menjijikkan!
Ayo makan malam. Lalu kita lakukan lagi.
Lakukan lagi?
Lakukan lagi apa?/ Yang barusan.
Kau tak kasihan denganku?
Semua sudah kukeluarkan. Kita berdoa saja lagi.
Tidak bisa. Tidak.
Tidak. Aku tak bisa.
Varun.../ Aku...
Ampun.
Terima kasih.
Maaf sudah terus memaksa, tapi ini penting.
Kali ini, aura positif sungguh terasa. Bisa kurasakan.
Deepu, tolong turunkan kakimu.
Hentikan yogamu. Tak ada gunanya.
Kenapa?
Tidak ada yang terjadi.
Aku memalsukannya.
Aku hanya mendesah saja.
Apa?
Laki-laki juga bisa memalsukannya?
Ini bukanlah eksperimen ilmiah.
Kami tinggal membuat muka aneh dan mendengus.
Ini salah. Tak adil. Deepu!
Aku tidak bisa melakukannya.
Kalau terus kupaksa, aku bisa kena hernia.
Apa lagi? Kau mau minum air?
Apa yang kau lakukan, Deepu? Deepu!
Tidur di mana aku?/ Sofa.
Tuan, jika lebih pelan lagi, kita akan berjalan mundur.
Tolong lebih cepat.
Nanti kita ketinggalan pesawat.
Ada apa denganmu?
Usaha memiliki anak sudah dari 2 tahun lalu, sekarang...
Kau pun dulu sibuk terus dengan kariermu.
Apa aku tak boleh ambisius? Dasar.
Aku yang akan melahirkan, karierku terhambat, aku harus bagaimana?
Luar biasa.
Masih pagi, kau mulai lagi.
Ngeteh belum, ngopi belum, sarapan belum.
"Sayang, ayo kita coba lagi."
Kalau kali ini kau hamil, kita harus beri tahu si bayi:
"Papa membuat dirimu dengan perut kosong."
Aku ovulasi, Varun.
Nanti malam ada pesta di rumah kita di Delhi. Realistislah.
Kita harus mengejar pesawat dan Ibu setiap hari menelepon.
Tak henti kirim SMS. Haruskah hari ini?
Oh! Maaf.
Nanti kuberitahu ovariumku agar jangan keluarkan sel telur saat ada acara keluarga.
Sel telur bisa keluar kapan saja, kenapa aku harus bekerja keras?
Pak, maaf menyela.
Ovulasi terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi dimulai.
Hanya pada saat itu perempuan bisa hamil.
Tapi kita pria...
...menghasilkan jutaan sel sperma setiap hari.
Jadi penting untuk mencoba di tanggal yang tepat.
Aku memang tahu. Anak-anakku...
Tia dan Aryan.
Teruslah naik Uber! Pengemudinya bak dokter ahli.
Penumpang yang terhormat, Anda disilakan melepas sabuk pengaman.
Silakan gunakan toilet dan perangkat elektronik.
Biar kubantu./ Tidak apa.
Permisi? Boleh minta tolong?/ Ya.
Warna coklat.
Terima kasih.
Maaf aku mau tanya.
Apakah kau yang menulis artikel di 'Entertainment Magazine 60mm'?
Deepti Batra?
Ya.
Kupikir cuma aku yang membaca artikelku./ Tidak, tidak sama sekali.
Setiap saat aku membaca artikelmu, syukurlah aku tidak buta huruf.
Boleh minta selfie?
Tentu./ Makasih.
Permisi. Anda merusak foto kami.
Makasih.
Terima kasih.
Followers-ku pasti naik!
Permisi. Bisa duduk di sini?/ Tidak, terima kasih.
Dia istriku.
Maka duduklah di sini.
Permisi. Apa yang kau lakukan?
Sepertinya si Nyonya sedang marah.
Biasa itu.
Mungkin ia meminta sesuatu yang tak dapat kau berikan.
Boleh aku bantu?
Cukup selfie saja.
Kau benar.
Di Delhi nanti tak mungkin sempat karena ada kerabat.
Kesempatan kita hanya sebelum mendarat.
No comments yet. Be the first to leave one.