ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Sini.
Kau pergi sendirian?
Satu tiket ke Taipei, 'kan?
Selamat datang.
Kursi 32J di sini.
Di sini.
KELUAR
Hari yang santai, cuma tiga penumpang di Kelas Satu.
Jangan berisik.
Terima kasih.
Kak, kau tak apa-apa?
Hei.
Aku punya sesuatu untukmu.
Ini dia!
Makanan ini khusus penumpang Kelas Satu.
Lihat.
Meski kau sedih, kau tetap harus makan.
Makan dan cerialah, jika tidak, sotongnya akan mendatangimu!
Boleh kubungkus sedikit untuk ayahku?
Dua sekaligus. Pelan-pelan. Sikat 15 kali.
Selalu cepat setelah makan.
Sikat semuanya. Buka, sikat sampai belakang.
- Dia makan apa? - Sudah kuajarkan, 'kan?
Kenapa sampai begini?
Dia cuma anak kecil.
Dia pergi dinas ke Jepang dan menyuruh anaknya pulang sendiri.
Apa nanti akan begini saat dia pindah ke Hong Kong?
Bukankah itu berbahaya?
Maskapainya akan menjaganya. Tak perlu khawatir.
Aku tak akan membiarkannya pergi. Telepon dan beri tahu dia.
Jika mau menemui putranya, dia harus ke Taipei.
Kita sudah sepakat. Kenapa mengungkitnya lagi?
Dia cuma anak kecil.
Sampai kapan kau mau dia pergi sendiri?
Baiklah, aku akan bicarakan dengannya.
Jika dia ke Taipei, dia boleh menemui anaknya kapan saja.
Aku tak mau itu!
Sudah selesai gosok gigi? Coba lihat.
Tim Kao.
Masuk pertama pukul 06.30 dan 07.00. Kedua pukul 07.30 dan 08.00.
Pertama 06.30 dan 07.00. Kedua 07.30…
Pertama 06.30 dan 07.00. Kedua 07.30 dan 08.00.
Pertama pukul 06.30…
Tim, kau sedang apa? Keluar!
Ini toilet… Jangan dorong aku!
Sial. Baterainya habis.
Tim, tenangkan dirimu. Kau ada dua pernikahan hari ini!
Hati-hati, awas di belakang.
Kudengar sotong kita kurang. Kenapa?
Taifunnya memengaruhi tangkapan.
- Kurang berapa? - Tak cukup untuk dua pesta.
- Lalu bagaimana? Ganti hidangan? - Tidak.
Tidak diganti? Lalu bagaimana?
Katamu tidak cukup.
- Jangan tekan dia. Nanti panik. - Aku tak panik.
Aku mau merokok, tapi gagal.
Kita akan melewati
salah satu jalur kabur terpanjang di dunia.
Cuma digunakan beberapa kali oleh pejabat tinggi.
Chef, selamat!
Chef kami akan menikah hari ini!
Terima kasih.
Senang. Ya!
- Kenapa? - Vapeku tertinggal di toilet.
Fokus! Sotongnya bagaimana?
Entahlah, tapi hidangannya sama.
Bukankah ayah tiri temanmu punya restoran?
Restoran India!
Benar juga, maaf.
Kenapa ramai sekali?
Maaf, permisi. Terima kasih.
Maaf.
Ada kabar baru. Taifunnya di Hong Kong.
Penerbangan keluarga pengantin ditunda.
Mereka pasti terlambat.
Ibu angkat Daisy di pesawat itu.
Siapa yang membawakan upacara?
- Halo? Ya. - Cari yang kita kenal.
Siapa yang bisa saat ini?
Tunggu.
Kau menambah menara sampanye? Itu jadi?
Aku? Pasti ulah ibuku.
Sudah kubilang berkali-kali!
Halo?
Maaf karena mendadak.
Acara ini tak termasuk.
Chef, coba ini.
Tidak!
Semua salah!
Kenapa? Apa bedanya?
Ini pakai tinta sotong kemasan.
Rasanya enak. Apa salahnya?
Rasanya sangat berbeda.
Apa kata Hotel Fortune? Bisa bantu?
Masih kami hubungi.
Tanya Pak Chang juga.
Pemasok kita di Penghu mungkin bisa mengirim sedikit.
- Chef, sudah pukul 08.00. Pasarnya… - Tanya!
Chef, kita jarang memasak ini, jadi stok sotong kita sedikit.
Dengar, aku benar-benar butuh sotong.
Cukup untuk memasak pasta untuk dua pesta.
Aku tak peduli caranya, telepon semua kenalan kalian.
Tolong bereskan.
Paham?
Baik, Chef!
Waktunya rapat.
PERNIKAHAN TIM DAN DAISY
09.00 UPACARA PEMBERKATAN 10.00 PROSESI PERNIKAHAN
11.00 PENDAFTARAN PERNIKAHAN
Ya, karena taifun, ibu angkat Daisy masih di pesawat.
Entah kapan dia tiba di Taipei.
Benar.
Kumohon, Bibi Ketiga.
Tidak, tidak sulit.
Gandeng saja Daisy dan sajikan teh.
Terima kasih sudah ikut rapat ini.
Biar kujelaskan singkat.
Aku perencana pesta, Regina.
Kalian kenal mempelai pria.
Chef Hidangan Barat kami, Tim Kao.
Bibi Ketiga akan jadi Ibu Berkat.
Bagus!
Kenapa kau senang?
Kau kenapa?
Ibu Berkat harus punya keluarga bahagia,
makmur, sejahtera, panjang umur.
Ibu angkat Daisy pilihan terbaik.
Tak boleh diganti sekarang. Itu tak adil baginya.
Apakah hidup penggantinya baik?
Ayah, aku akan minta maaf kepada ibu angkatnya.
Ini ayah mempelai pria, Pak Wu.
Dia baru tiba semalam.
Mari sambut Pak Wu!
Sambut dia!
Selamat datang!
Berikutnya, pendamping pria, Tsai dan Miao.
Pendamping wanita, Tiffany dan Tiffany.
Permainan hari ini sulit. Semangat!
Semangat, Pak!
Berikutnya, kru kamera kedua pernikahan
dan Bibi Mao dari hotel.
Lihat ke sini dulu.
Pernikahan untuk Ayah di Aula Songbo lantai 10.
Pernikahan untuk Ibu di Aula Kunlun lantai 12.
Kedua pernikahan cuma berjarak 30 menit.
Jadi, tak boleh ada keterlambatan.
Benar, Semuanya.
Hal terpenting hari ini
adalah orang tuaku tak mengetahui pernikahan satu sama lain.
Kalian teman tepercayaku.
Ini situasi unik. Aku mohon bantuan.
Chef teman kita. Kita harus membantunya.
Tapi kenapa kau mengadakannya bersamaan?
Bukankah melelahkan?
Maaf.
Aku tahu ini agak konyol.
Tapi ini keputusanku.
Upacara dan resepsinya bisa berbeda hari.
- Menurutku juga begitu. - Tidak bisa!
Harus hari ini.
Kita harus mengikuti waktu mujur yang telah kupilih.
Hidup mereka baik atau tidak tergantung hasil kalian hari ini.
Selama dalam rentang waktunya,
aku rela mengadakan sepuluh pernikahan dalam sehari jika perlu.
Sepuluh pernikahan?
Berbalik.
- Bagaimana caranya? Dua saja sudah repot. - Ayolah!
Jangan bicara sembarangan di hari membahagiakan ini!
Ya, ini hari membahagiakan. Karena itu, santai saja.
Mohon kerja samanya.
Kenapa kau kemari?
Kalian tak boleh bertemu sebelum dia menjemputmu.
Itu tak penting.
Kau melanggar semua aturannya!
Aku akan tanya Guru.
Tenang. Kita akan baik-baik saja.
Ini mempelai wanita, Daisy Wu.
Kau sangat cantik.
Mari lanjutkan.
Tamu kedua pernikahan masuk lewat gerbang.
Tamu pernikahan Ayah lewat lift timur.
Tamu pernikahan Ibu lewat lift barat
langsung ke lantai 12.
Harus tunjukkan undangan untuk masuk.
- Sebagian besar acaranya di hotel. - Kau tak apa?
- Kau lelah? - Tak apa.
Sudah bicarakan prosesinya dengan Regina?
Kukira kau yang bicara.
Katamu kau saja. Waktu kita terbatas.
Baik, nanti kuberi tahu dia.
Baiklah.
Sekian.
Masih ada waktu sebelum 09.00.
Mari istirahat.
Permisi.
Ada seorang kakek tiba di upacaranya.
- Masih awal. - Bereskan semuanya. Ayo.
Hati-hati.
Semangat!
Pengantinku.
No comments yet. Be the first to leave one.