ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
"Dream to You."
"Episode 3."
Permisi.
Halo, Sutradara.
Kamu ada di sini rupanya.
Kamu datang lebih cepat dari dugaanku.
Tunggu, akan kuambilkan pakaian.
Tidak usah...
Aku lebih suka melihat penampilanmu yang tadi.
Tidak terlalu menyebalkan.
Masuk dan ganti pakaianmu.
Kenapa kamu mencariku?
Apa kamu tidak penasaran bagaimana aku tahu?
Beberapa hari ini ada yang terus mengikutiku.
Aku hampir saja ketahuan. Astaga!
Halo, Joo Young Jae.
- Lama tidak bertemu. - Ketahuan lagi?
- Kak. - Dia minta aku merahasiakannya.
Astaga.
Aku punya trauma dengan buket bunga.
Karena itu aku mempersiapkannya. Pukul saja aku.
Berkat Sutradara, program kami meraih rating penonton tertinggi.
Astaga!
Sebagai ungkapan terima kasih, kami harap
kamu mau tampil sekali lagi di segmen kami,
- jadi aku datang ke sini. - Kenapa cara terima kasihmu begitu?
- Aku mohon. - Kamu datang karena itu?
Makanya, kenapa ponselmu dimatikan?
Karena...
Aku juga sudah lama tidak pulang ke kampung halaman seperti ini.
- Aku senang. Berkat Sutradara. - Padahal aku sudah berharap.
Ponselmu tidak apa-apa?
Restoran Jin Su itu Hidangan Mewah, atau apa ya? Di mana itu?
- Cari saja dengan ponselmu itu. - Benar juga.
Kalau begitu, selamat tinggal.
Sutradara.
Sutradara, tunggu sebentar!
Sutradara, biar aku antar! Sutradara! Tunggu sebentar!
Jika Sutradara mau tampil sekali lagi saja, hidupku akan berubah.
Di persimpangan itu belok kanan. Pertama, bayarannya berbeda,
lalu karena aku bisa dapat pemasukan tetap,
aku bisa mengurangi acara luar kota.
Kalau begitu, ada banyak sekali keuntungannya,
tapi terlalu panjang untuk dijelaskan...
Apa kamu tidak apa-apa jika aku tampil?
Tentu saja tidak apa-apa. Hidupku akan menjadi jauh lebih sejahtera.
Perasaan pribadi bukan masalah besar.
Apa PD Gyeong yang bilang begitu?
Kalau aku tampil, hidupmu akan jadi lebih sejahtera?
Kamu mau tampil?
Astaga.
Su Bin, bagaimana ini?
Sepertinya hari ini aku tidak bisa keluar.
Kamu sudah makan?
Mau makan bersama?
Makan yang enak, ya?
- Terima kasih. - Selamat makan.
Kenapa ibumu tidak bisa datang?
- Entahlah. - Bisa ke rumahnya. Kenapa di luar?
Benar juga.
Astaga!
- Maksud Anda lusa? - Terima kasih makanannya.
- Ya. - Jin Su baik-baik saja, 'kan?
Aduh, tentu saja.
Dia seperti biasa.
Aduh, jangan minta maaf, Ketua Tim. Apa maksud Anda?
- Datang lagi, ya? - Ya.
Aduh, bahkan jika Anda memanggil di hari H, aku akan langsung datang.
Anda selalu memanggilku, jadi tentu saja aku akan datang.
Ya, Ketua Tim. Ya, terima kasih. Ya, sampai jumpa. Ya.
Kamu merekrut untuk festival lusa sekarang?
Sudah pasti ini hanya untuk pengganti.
Aku malah berterima kasih. Bayaran pengganti lebih mahal.
Aku bekerja sekeras ini.
Namun, bagaimana jika kamu mau tampil?
Lihat. Sekarang ini musim ramai festival.
Bukan. Ternyata PD Gyeong.
- Ya, Pak. - Joo Yi Jae, mana kabarnya?
Dia bilang tidak akan tampil?
Aku sedang bicara dengannya. Sepertinya dia sangat sibuk
karena persiapan proyek berikutnya. Aku sedang menyesuaikan jadwalnya.
Bagaimana kalau kita dipecat sebelum itu?
Cepatlah sedikit!
Kubilang aku sedang bicara dengannya.
Kenapa kamu tidak sabaran sekali?
- Jika aku tampil, ada yang berubah? - Hei.
- Ya? - Apa hidup Yi Jae akan berubah?
Hei, kamu. Kamu sudah gila?
- Kenapa? - Katamu lebih mudah jika tampil?
Kalau begitu, aku akan melakukannya.
Aku akan tampil.
Tolong ganti gasnya.
Ya, gas kompor portabel. Segera datang.
Aku berikan porsi untuk dua orang yang seperti untuk tiga orang.
Biar aku berikan. Ya. Bonus, bonus.
Sashiminya mengering. Sajikan.
Bos. Kalau begitu, rekrut satu pegawai paruh waktu lagi.
Maafkan aku. Ya, nasi campur sashimi sudah siap.
Tolong tambah lauknya.
- Lauk tambahan akan datang. - Pak.
"Untuk Perikanan Simsam, Sim Yu Geon Sehat Selalu!"
- Ya. Apa makanan kalian enak? - Ya.
Siapa itu? Kamu tahu siapa itu?
- Aku tidak tahu. - Apa dia penyanyi?
Dia putra bos kami.
- Tampan, bukan? - Kupikir kamu putranya.
Pria muda itu dan bos
memang mirip.
Dia juga teman sekelasku.
- Kalian datang untuk berlibur? - Ya.
Apa putramu orang terkenal?
Ya, putraku adalah seorang aktor.
- Aktor? - Benarkah?
Dia tampil di mana saja?
Dia debut sebagai Teman 3 di "Siswa Iblis".
Di "Tuan Muda di Tamanku"
dia berakting dengan baik di Babak 4 Adegan 27,
dan di "Aku Tidak Akan Mencintai Lagi",
di adegan sebelum akhir Babak 8, ada dialog yang berharga.
"Manajer, mobilnya sudah siap."
Dan banyak peran lainnya.
- Banyak. - Banyak.
Kita sudah terlalu lama di sini, mari pergi.
- Bos, terima kasih makanannya. - Ya, enak sekali.
- Datang lagi. Ya. Datang lagi. - Ya.
Mereka tidak lihat. Cepat bereskan semua itu.
Baik.
"Untuk Perikanan Simsam, Sim Yu Geon Sehat Selalu!"
Hasilnya bagus dan cantik sekali.
Aku tidak tahu di mana lagi dia berusaha terlalu keras.
- Ya, Eun Soo. - Syukurlah.
Sim Yu Geon.
- Ya. - Ya, silakan masuk.
Sepertinya citramu sedikit tidak cocok dengan karakter kami.
Menikah?
Aku yakin aku sudah memberitahumu dengan jelas.
- Kalau begitu, bunuh dia. - Baik.
Kamu itu...
Bisakah kamu yakin bahwa kita masih hidup?
Berikutnya!
Sayang sekali.
Ha Na, jadwal revisi sudah keluar.
Tunggu sebentar, Direktur Kang.
Kenapa hanya aku yang libur syuting pada hari ini?
Apa mungkin ada lagi jadwalku yang tidak aku ketahui?
Hari itu...
Kamu dan CEO Ahn punya jadwal bersama...
Kali ini apa lagi?
Kita harus pergi menerima penghargaan donatur bernilai tinggi.
Tunggu sebentar.
Silakan keluar.
Gambaran ibu dan anak yang teladan saat bersama.
Bukankah itu akan sangat bagus?
Ibu teladan saja yang menerimanya, kenapa aku harus ikut?
Agar aku menjadi pengiring Ibu lagi di sana?
Apa kamu tersinggung?
Kenapa itu membuatmu tersinggung? Itu suatu kehormatan.
Karena Ibu tidak bisa mengerti kenapa aku tersinggung.
Itulah yang membuatku tersinggung.
Apa ini hanya soal aku yang tidak ikut?
Jika syuting ditunda, siapa lagi
yang menanggung semua kesulitannya? Para staf dan aktor lain, bukan?
Kesulitan itu pun adalah bagian mereka.
Orang yang berkuasa juga bisa mengatur waktu sekehendaknya, Ha Na.
Apa Ibu tidak malu hidup seperti itu?
Ibu sangat bahagia karena kamu hidup berkat ibu.
Ibu merasa telah hidup dengan gigih demi hal ini.
Aku justru tidak bahagia karena disebut hidup berkat Ibu.
Ayolah. Kamu bahkan tidak tahu apa itu penderitaan sesungguhnya.
Awas kalau kamu berkeliling meminta maaf
di lokasi syuting lagi seperti terakhir kali.
Kamu pikir orang akan memandangmu dengan baik?
Itu perbuatan yang membuatmu diremehkan.
Bukan, Ibu yang membuatku terlihat diremehkan.
Wajar saja meminta maaf jika berbuat salah.
Lagi pula, kesalahanku biasanya selalu karena Ibu.
Hei, kecilkan suaramu.
Di luar sana sudah banyak yang ingin mencari-cari berita.
Penuh dengan tikus-tikus.
Astaga, CEO Ahn. Maafkan aku. Aku sedikit terlambat, ya?
Aduh, aku tahu kamu datang sambil menungguku. Kamu memang pengertian.
Namun, siapa yang menata rambut Ha Na?
Aku baru pertama kali melihatnya.
Sebenarnya Si Hyeon yang bertanggung jawab,
tapi karena dia cepat dan seleranya bagus...
Ganti dia.
Rambut apa-apaan itu? Tidak ada seleranya.
- Sekarang. - Baik.
Benarkah? Su Bin datang kemari?
Ya. Tadi dia makan bibimbap di warungku lalu pergi.
- Berdua dengan Yi Jae pula. - Astaga.
Bukankah Direktur Woo bilang dia mengirimnya ke AS untuk belajar?
Karena tidak pernah kelihatan, aku kira dia sudah menjadi dokter.
Kalau begitu, yang muncul di siaran itu dengan Yi Jae,
sutradara film itu, benar-benar putra Direktur?
Benar. Dia mengganti namanya sampai aku hampir tidak mengenalinya.
Kenapa tiba-tiba marganya menjadi Lee?
Namanya jadi Ian, kan? Bukan nama lain?
Ya. Lucu sekali.
Padahal dulu yang selalu heboh ingin membuat film adalah Yi Jae.
No comments yet. Be the first to leave one.