Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)

Check Out Sekarang, Pay Later (Caper)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗖𝗵𝗲𝗰𝗸 𝗢𝘂𝘁 𝗦𝗲𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴❟ 𝗣𝗮𝘆 𝗟𝗮𝘁𝗲𝗿 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝑫𝒖𝒓𝒂𝒔𝒊 : 𝟎𝟏:𝟑𝟐:𝟒𝟕 || 𝑺𝒖𝒃𝒕𝒊𝒕𝒍𝒆 𝑹𝒆𝒕𝒂𝒊𝒍 𝑵𝑬𝑻𝑭𝑳𝑰𝑿 || ડ౿ᥣɑოɑ𝗍 𝖬౿𐓣𝗈𐓣𝗍𝗈𐓣

ടാഗുകൾ

webdl
official_release
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-07-09
ഡൗൺലോഡുകൾ: 162
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Selamat pagi.

Apa betul ini rumahnya Tina Van Baghen?

Van Bergen.

Aku Tina Van Bergen.

Ada apa, ya?

Kami dari Duit Darurat.

Nona tahu kenapa kami datang ke sini, 'kan?

Oke!

Mungkin kalian akan menghakimi bahwa aku tukang berutang.

Tapi aku bisa jelaskan semuanya.

Maaf! Kilas baliknya terlalu jauh.

Semua berawal saat aku mengikuti kontes kecantikan.

Sejak itu aku yakin, wajah ini bisa digunakan untuk mencari duit.

Kak Tina, kau cantik sekali!

Kak Tina!

- Kak Tina. - Ikat di belakang.

- Kak Tina. - Hai.

- Kak Tina. - Sakit!

Kau cantik sekali. Ya ampun, Kak Tina.

Kak Tina, jangan dekat-dekat dia, nanti kutunya menular.

Maaf, bukan apa-apa, kutu kami…

Ini. Gunakan ini saja.

Itu sampo, ya?

Apa ini?

Sampo!

Kakak disponsori, ya?

Pasti disponsori?

Aku membelinya.

Dia influenser yang tidak laku.

Jangan keras-keras.

Mereka tetanggaku,

Titis, Lilis, dan Ceces.

Mereka biasa dipanggil TLC.

Mereka bertiga sangat mengidolakan aku.

- Kak Tina. - Tapi mohon maaf,

Kak Tina bajunya itu melulu, tidak pernah ganti?

- Karena dia tidak laku. - Bukan!

Karena wajahku adalah modalku untuk bertahan hidup,

tidak ada salahnya jika aku berinvestasi untuk diri sendiri.

DISKON HINGGA 70%

DISKON HINGGA 70%

Awalnya kau mungkin kuat menahan godaan.

Sampai akhirnya…

Lumayan, Mbak, cuma sampai hari ini saja.

Diskon hingga 70%.

KASIR OBRAL BESAR

Totalnya jadi 3.275.000 rupiah.

Semua itu terjadi di luar kendalimu.

Uang memang tidak bisa membeli kebahagiaan,

tapi aku percaya uang bisa membeli rasa percaya diri.

Tina pulang!

Uang bisa menyenangkan orang yang aku sayangi.

Seperti adikku dan omaku.

Kak, aku lapar.

Ya sudah, jajan sana!

Kau tidak punya uang, ya?

Sudah aku transfer.

Makan nasi sama ibu itik,

terima kasih, Kakak Cantik.

Selamat pagi, Sayang.

Kalau ini namanya Pak Oyo.

Pacarnya Oma.

Orangnya pikun.

Belum sampai lima menit, dia sudah lupa apa yang dia bicarakan.

Ada Natasha rupanya.

Tina, Pak Oyo. Tina.

Walaupun Oma sudah punya pacar,

tapi dia masih menaksir Teduh Iman Santoso…

Selamat datang di DU IT Wisely!

Kau bertanya semaunya, aku jawab semuanya!

…seorang pakar finansial yang selalu mengajarkan kita untuk berhemat.

Serta tidak boleh berutang.

Apakah ada yang pernah membeli ponsel baru,

padahal ponsel lamanya masih bagus?

- Aku! - Kenapa?

Untuk gaya hidup dan gengsi.

"Gengsi". "Gaya hidup".

Itu mental orang miskin.

Oge! Kakak!

Lapar!

Kenapa teriak-teriak?

Tinggal ambil di kulkas.

Astaga!

Tina! Oge sudah bilang,

jangan sering berbelanja.

Duitmu bisa habis.

Tidak.

Tina masih ada duit.

Ingin tampil ala konglomerat?

Tapi duitmu sekarat.

Tenang, ada Duit Darurat!

Cara cepat, tanpa syarat!

Awalnya kau terpikat,

cepat atau lambat…

kau akan terjerat.

Hei!

Hei!

- Kurang ajar perempuan ini! - Minggir!

Jangan diambil! Aduh!

Hei!

Hei, Nona!

Jangan kabur!

Hei, Nona!

Kau mau dikejar Abang, ya?

Dik!

Tunggu, Dik!

Lunasi utangmu dulu. Sialan!

Hei, Nona! Berhenti!

Adik! Cantik!

Nona!

- Berhentilah! - Jangan lari kau!

- Sialan! - Aduh, ada soang!

Kau bodoh sekali!

Itu ada soang di sana!

Memang payah kau!

Akhirnya, kau hanya bisa menyesal

karena pinjol yang awalnya membuai akhirnya menyulitkanmu.

Dik!

Anak Manis, mau ke mana kau, Dik?

Kemarilah bersama Abang, Dik!

Cepat, Bodoh!

- Hei, Labubu! - Sebentar, Goblok.

Tidak apa-apa! Airnya hangat.

Astaga. Ada soang.

Tuhan, tolong aku!

Cepat sekali larinya!

Maaf, Pak!

Hei! Dasar sialan!

- Aduh! - Hei! Sembarangan!

Dasar! Manusia burung!

Cepat!

Kau mau ke mana, Dik?

Aku menyerah.

Sudahlah.

Kenapa kau harus kabur?

Sudah pasti akan tertangkap…

Dik…

Tahi babi ini!

Gila sekali perempuan ini!

Dalam situasi begini, masih sempat menghilang!

Dasar sialan.

Hei!

Stres sekali perempuan ini.

Aku tidak kuat.

Kau betah rupanya di dalam sampah-sampah itu, ya?

Sudah kubilang tidak usah kabur,

pasti akan tertangkap.

Tidak akan bisa lolos.

- Apa? - Tahi.

Nona Tina!

Kau tahu kewajibanmu belum dibayar, 'kan?

Bau apa ini?

Seperti bau kerak Neraka.

Pasti kau yang bau.

Enak saja.

Tentu tidak, Oge.

Jangan mengalihkan pembicaraan, Oma!

Hei! Jangan panggil aku Oma!

Panggil aku Oge! Oma Grace.

Aku belum punya uangnya.

Percuma Abang datang ke sini. Mau mengambil apa?

Hei! Nona jangan bicara

seolah-olah kami ke sini untuk mengambil uang Nona.

Aku bilang, kembalikan uang yang Nona gunakan.

Jangan bersikap seolah-olah kau korbannya!

Kau pelaku utamanya!

Tapi aku tidak berniat berutang.

Aku tidak sengaja.

Mana mungkin tidak sengaja?

Lihat tanganku.

Aku bilang "tangan", bukan "mata".

Jika sedang bicara, orang melihat ke mata.

Fokus.

Masuk ke alam bawah sadar.

Hei.

Kenapa jadi kau yang terhipnotis olehnya?

Aku akan cari uangnya dulu.

Boleh minta tambahan waktu?

Boleh.

- Oge, tolong, jangan… - Tidak!

Pokoknya Oge mau jual!

- Jangan, Oge! Kumohon. Stop. - Tidak.

Tolong jangan dijual. Ini semua barang kesayangan Tina.

Lalu, kau ingin membayar utangmu dengan apa?

Dengan ginjalmu?

Pakai ginjal Umski saja.

Sembarangan kalau bicara!

Pokoknya, Oge akan jual barang-barang ini!

Tolong, Oge. Jika ini dijual, bagaimana Tina membuat konten?

Nanti akan menghasilkan duit. Lalu duitnya untuk siapa?

Untuk Oge juga. Untuk kebutuhan sehari-hari,

untuk Oge membeli baju bagus, untuk Umski makan enak.

Untuk seluruh keluarga, Oge.

Ya?

Ya sudah!

Kau harus membereskan semua utangmu.

Oke?

Jadi, selama ini

kau membiayai kami dari hasil utang, ya?

Kenapa kau bicara begitu?

Check Out Sekarang, Pay Later (Caper) subtitles in other languages

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left