The Last Supper

The Last Supper

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

The Last Supper 2025 WEBRip id
കമന്ററി എഴുതിയത് Kudalumping
Durasi: 01:54:28

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2025-04-16
ഡൗൺലോഡുകൾ: 291
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Aku dulu seorang nelayan.

Puas mengikuti irama pasang surut.

Bagiku, hidup itu sederhana.

Dan pasti.

Hari demi hari, tahun demi tahun,

aku melihat laut,

memahat batu-batu di tepian,

dan menghilangkan sisi kasarnya.

Tapi ada batu yang tidak menyerah begitu saja.

Ada yang tetap bergerigi,

melawan arah pasang surutnya air laut.

Dan mungkin itulah aku dimata-Nya.

Batu kasar yang belum dibentuk, yang ingin dibentuk

untuk tujuan agung yang sudah ditetapkan-Nya untukku.

...tersembunyi di bawah keranjang.

Cahaya tersembunyi tidak akan menghilangkan kegelapan,

dan tidak pula menuntun orang yang tersesat.

Tapi pelita yang ditaruh di atas kaki,

memberi cahaya pada semua yang ada di dalam rumah.

Kau adalah cahaya itu.

Kau, anak-anak Bapa,

jangan berpikir apimu terlalu kecil

karena satu percikan saja bisa menyalakan api besar,

dan satu lilin bisa menerangi jalan untuk orang banyak.

Roti, John?

Berbahagialah orang yang lapar

dan haus akan kebenaran.

Karena rasa laparmu akan terpuaskan.

Hausmu akan terpuaskan.

Dengarkan, kukatakan ini padamu,

roti dunia tidak akan memuaskan selamanya,

air dalam sumur tidak bisa padam...

Wajahmu secerah matahari.

Kau bekerja keras demi roti yang bisa binasa...

Apa kabar, nak?

Kau mengambil air yang mengering.

Makan.

Kenyangkan.

Di akhir hidupmu

orang lain akan melihat kemuliaan Tuhan.

Kemari, makan.

Tolong, Tuan...

- Kemari. - ...Boleh aku minta roti?

Untukmu dan kau.

- Tolong, satu lagi. - Ini. Lebih banyak lagi.

- Terima kasih. Terima kasih. - Ini.

- Lagi, tolong. - Ini.

Roti lagi, John.

- Ini. Ini. - Terima kasih.

- Terima kasih. - Habis.

Biarkan cahayamu bersinar di hadapan orang lain,

agar mereka bisa mendengar perbuatan baikmu

dan berikanlah kemuliaan pada Bapa-Mu,

yang ada di surga.

Guru.

Anakku tidak pernah mendengar suaraku,

tidak pernah bicara sepatah kata pun,

bahkan namanya sendiri.

Tolong, buat dia mendengar.

Buat dia bicara.

Buat dia percaya padaku.

Terbukalah.

Ibu!

Pergilah dan biarkan suaramu menyanyikan kebaikan Bapa.

- Guru. - Ya, Petrus?

Tempat ini tandus dan hari makin gelap.

Bisa aku mengirim orang ke desa untuk mencari makanan?

Orang-orang ini tidak perlu pergi, Petrus.

Mereka sudah di sini sejak pagi,

mereka pingsan karena kelaparan.

Maka saatnya memberi mereka makan.

Guru...

Bahkan jika kita mengumpulkan semua koin yang kita punya,

itu tidak akan cukup memenuhi kebutuhan mereka semua.

Kau percaya bahwa jawaban

atas rasa lapar mereka terletak pada perak, Yudas?

Aku percaya tidak ada orang yang akan memberikan roti secara cuma-cuma

untuk yang tidak mampu membayar.

Apa yang kita punya, John?

- Tidak ada. - Hanya dua ikan

dan lima roti.

- Anak itu menawarkan makanannya. - Itu sikap yang baik,

tapi bukan solusi.

Ini lebih dari cukup, anak muda.

Biarlah iman menjadi kekayaan kita, Yudas.

Bapa, kawanan domba-Mu datang ke tempat ini untuk mendengar Sabda-Mu.

dan mengangkat hatinya padaMu,

sekarang mereka lapar akan roti.

Suruh orang-orang duduk.

Ambilkan beberapa keranjang, John.

Keranjang!

Silakan duduk, semuanya! Silakan duduk!

Silakan duduk!

Yudas...

Bagaimana dengannya?

Dia mempertanyakan semuanya... jalan kita, tujuan kita.

Bahkan saat kita bepergian dari kota ke kota.

Apa itu membuat sayangmu padanya berkurang?

Tidak.

Dia yang paling keras di antara kami

tapi pergumulan batinnya menggangguku

karena aku menyayanginya seperti saudara.

Guru.

Orang-orang ini, warga terpandang Sepphoris.

Mereka datang mencari pemimpin

untuk melawan kekuasaan Romawi.

Kami sudah mendengar cerita tentang-Mu, Nazaret.

Cerita yang dianggap sebagai dongeng belaka.

Tapi hari ini, kami melihatnya dengan mata kepala kami sendiri.

Tidak bisa disangkal kau bisa menggerakkan orang banyak.

Aku tidak datang untuk menggerakkan massa,

tapi untuk membangkitkan jiwa mereka.

Tapi begitu pun,

orang akan mengikuti yang memberi mereka makan,

seperti nenek moyang kita yang mengikuti Musa saat makanan turun dari langit.

Bukan Musa yang memberi makanan pada Bapamu

melainkan Bapaku yang di surga.

Maka suruhlah Bapa-Mu menuntunmu menyelamatkan umat-Nya

seperti yang dilakukan Musa sebelum kau.

Bebaskan kami dari perbudakan Roma.

Kau akan menjadi Raja di antara manusia.

Rotiku adalah roti kehidupan.

Akulah roti kehidupan.

Sama seperti Bapa yang mengutusku,

dan aku hidup karena Bapa.

Jadi, jika kau memakan rotiku, kau akan hidup karena aku.

Kecuali kau memakan dagingku dan minum darahku,

kau tidak akan punya kehidupan di dalam dirimu.

Kukatakan padamu, sesungguhnya dagingku adalah benar-benar makanan,

darahku adalah minuman yang sesungguhnya.

Gelombang yang digerakkan oleh Gurumu

suatu hari nanti bisa bangkit melawan kalian.

Kau punya kesempatan menjadi pemimpin,

mengubah semuanya.

Kenapa tidak mau?

Kerajaanku bukan dari dunia ini, Yudas.

Kawan-kawan.

Permisi, Tuan.

SATU TAHUN KEMUDIAN

Tuhan, tuntunlah langkahku.

Berilah aku hikmat untuk menegakkan hukum-Mu.

Dan melindungi rakyatmu.

Hosana untuk Sang Raja, Yesus!

Hosana! Hosana!

Dia Raja kita!

Beri jalan, John.

Maju!

Hosana!

Mereka mengklaim Yesus

bisa melakukan mukjizat,

beberapa di antaranya tidak bisa dijelaskan.

Kita tidak bisa mengutuk seseorang

berdasarkan apa yang orang anggap sebagai mukjizat.

Dia menyatakan dirinya sebagai Mesias.

Orang-orang mendengarnya dari bibirNya sendiri.

Itu penghujatan.

Resolusi damai adalah keputusan terbaik untuk semua orang.

Jika dia bijaksana,

dia tidak akan pernah mengulangi klaim tersebut, karena dia tahu konsekuensinya.

Dan dengan penyangkalan,

kredibilitasnya di antara para pengikutnya akan runtuh.

Domba untuk kurban,

seperti yang dituntut hukum kita!

Apa yang kau butuhkan untuk makan malam Paskahmu!

Domba untuk kurban!

Tanpa cacat, sebagaimana dituntut hukum kita!

Apa yang kau butuhkan untuk makan malam Paskahmu!

Selamat datang, Tuan, selamat datang.

Kuil Yerusalem

Diberkati.

Masyarakat menyambutmu dengan hati terbuka, Guru.

Seperti biasa, orang miskin dan yang terluka memujanya,

tapi yang berkuasa melihat bayangan menjulang di atas singgasana mereka.

Maka kita harus mengawasi dengan seksama

dan tetaplah waspada, Yudas.

Pengaruhnya menyebar seperti wabah.

Empat shekel untuk satu dinar.

Empat? Kemarin enam.

Paskah semakin dekat. Harga naik seiring permintaan.

Minggu depan tidak akan memuaskannya.

Majikan mengharapkan pembayaran sekarang.

Aku tidak punya cukup uang.

Perdagangan berjalan lambat.

Kau mau dia datang mengambilnya sendiri?

Aku mengingatkanmu,

kuil tidak bisa beroperasi

tanpa kontribusi dari orang-orang baik.

Guru, mereka mengawasi kita.

Aku khawatir, jika kau menekan lebih jauh, mereka akan bertindak.

Haruskah aku berdiri diam sementara mereka menjadikan rumah Bapaku

menjadi tempat perampokan?

Hah!

Pergi pergi!

Ayo! Ayo!

Berhenti! Tidak! Kau tidak punya wewenang!

Ada tertulis,

"Rumahku seharusnya disebut rumah doa."

Tapi kau mengubahnya menjadi sarang pencuri.

Menurutmu Tuhan itu buta?

- Ini tempat ibadah. - Hentikan sekarang.

The Last Supper subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for The Last Supper

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left