ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Koza.
Paman Toto.
Vivi.
Kamu benar-benar ya, Pierre.
Aku tanyakan padamu, Pierre.
Ada apa?
Kenapa kalian tiap hari berlatih perang?
Karena kami adalah tentara penjaga.
Demi menjaga negara ini,
kami harus menjadi kuat.
Kalian mau bertarung dengan siapa?
Gimana katakannya ya...
...daripada perang lebih baik katakan menjaga.
Tidak samakah?
Tujuannya tidak sama.
Sangat aneh.
Ayah, aku segera pulang.
Tolong jangan tertipu.
Dia sama sekali bukan pahlawan negara apapun.
Tujuannya adalah merampas Alabasta.
Mohon padamu! Pastikan jangan gegabah.
Apa? Ada apa?
Terpancing monster.
Apa yang kalian lakukan pada Karoo?
Umpan telah habis.
Dimakan kamu lah.
Tetapi...
Sungguh maaf, maaf.
Para Bajak Laut Kid ternyata menyelamatkan hidupku.
Rahmat luar biasa ini tidak akan terlupakan.
Kamu sendiri yang masuk perangkap.
Bagaimana kamu bisa ada disini?
Ceritanya panjang.
Kalau begitu lewatkan saja.
Ah, kamu sangat lucu.
Tipe yang kusuka.
Benar-benar orang aneh.
Ngomong-ngomong, aku kira kali ini aku akan mati jatuh ke sungai.
Kamu tidak bisa berenang kah?
Benar, hamba adalah bebek kering.
Berkata demikian, kamu adalah orang mampu?
Sangatlah tepat.
Hamba telah makan Buah Iblis langka di dunia.
Reaksi apaan ini! Sangat mengecewakan!
Tidak ada yang perlu disayangkan.
Kamu benar-benar pandai berkata.
Kami masih belum mengetahui kemampuan apa
- Keparat kamu! - yang kamu miliki.
- Kamu ngapain memancing Kak Nami? - Aku sudah biasa.
Kalau begitu, biarkan hamba menunjukkan kepada kalian sebagai tanda balas jasa.
Baik! Baik!
Tunjukkan...
Apa yang kamu lakukan...
Tidak mungkin!
Keparat! Apa yang kamu lakukan?
Jangan cemas. Yang benar saja!
Bukannya sudah dibilang ini pertunjukkan.
Bukanlah suatu lelucon.
Itu aku.
Mirip? Pasti terkejut, ya.
Ini merupakan kemampuan hamba memakan buah.
Sangat hebat!
Hanya menyentuhnya dengan tangan kiri.
Lihat! Sudah kembali ke bentuk semula.
Bahkan suaranya...
...dan bentuknya semua...
...sangat nyata.
Sama sekali...
...tidak perlu pukul punyamu.
Jangan sentuh aku.
Sudahlah.
Begini lagi,
dengan tangan kanan,
sentuh wajah lawan.
Aku dapat meniru seperti ini.
Aku bisa meniru siapapun,
bentuk badannya juga sama.
Cepat hentikan!
Ma... mata...
... sangat sakit.
Kamu sangat hebat.
Hebat!
Terlebih lagi,
ada kemampuan ingatan juga.
Asalkan,
yang pernah disentuh.
Wajah.
Tidak akan pernah.
Tidak bisa.
Dilupakan.
Bagaimana?
Kemampuan satu-satunya hamba.
Terlalu luar biasa.
Benar bukan dapat diremehkan.
Benar bukan dapat diremehkan.
Benar bukan dapat diremehkan.
Itu kapal kamu, 'kan?
Ah! Sudah harus berpisah.
Tidak ada yang harus disedihkan.
Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan.
Tetapi pastikan jangan melupakan yang ini.
Persahabatan ini...
...tidak ada kaitannya dengan lamanya hubungan.
Sampai jumpa.
Berangkat saudara-saudara.
Siap! Jenderal Franky.
Jenderal Franky!?
Vivi?
Dia adalah bawahannya Crocodile.
Kamu tidak kenal dia kah?
Aku belum pernah bertemu dia.
Di dalam ingatan yang ditunjukkan ada rupa Ayah.
Kenapa ada rupa Ayah?
Kalau dia jadi Raja,
banyak hal buruk yang dilakukan.
Bubuk dansa juga dia...
Itu apaan?
Sebagai bubuk penyemaian awan.
Pemerintah dunia melarang produksi dan spesialisasi bubuk ini.
Barang sebagus itu kenapa harus dilarang?
Karena bubuk dansa dapat menumbuhkan awan secara artifisial yang belum bisa turun hujan...
...dan memaksanya turun hujan.
Bahkan, seharusnya hujan di negara tetangga juga direbutnya.
Mengakibatkan, perselisihan kedua negara sering terjadi.
Oleh sebab itu, pemerintah dunia melarangnya.
Dua tahun lalu, ada bubuk dansa dalam jumlah besar
dikirim ke pelabuhan Nanohana Kota Alabasta.
Saat itu, muncul di dalam negeri kecuali daerah Raja Negara Alubarna,
daerah lainnya muncul fenomena abnormal yang tidak turun hujan.
Rakyat pasti akan mencurigai bahwa Raja yang melakukannya.
Mengira Raja menggunakan bubuk dansa untuk mendapatkan air hujan.
Vivi, Ayahmu tidak benar.
Bodoh! Dia dijebak orang.
Ayah Vivi-chan bagaimana mungkin melakukan ini.
- Sakit! Sakit! Sakit! - Apa mungkin? Apa mungkin? Apa mungkin?
Perkataan Sanji-kun benar.
Hal ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan Ayah.
Tapi, ada rumor terdapat saksi yang melihat dia ke pelabuhan mengambil barang kapal,
dan mengirim bubuk dansa ke dalam istana.
Benar! Pemuda itu berpura-pura menjadi Raja.
Kita telah melepaskan orang merepotkan.
Ini semua adalah perangkap Crocodile.
Sepertinya terjadi pemberontakan yang seperti diharapkannya.
Ternyata begitu.
Tujuannya terjadi perselisihan tentara negara dengan pemberontak.
Kemudian, mereka merebut tahta saat keduanya dalam keadaan saling melukai.
Dia menggunakan topeng pahlawan nasional,
mencuri hujan kepercayaan keluarga kerajaan,
bahkan nyawa rakyat.
Membiarkan Alabasta dalam kesulitan.
Crocodile ini!
Hebat!
Hebat!
Crocodile!
Dewa Penyelamat Alabasta!
Rajanya Gurun Pasir!
Crocodile! Crocodile!
Diamlah! Orang-orang bodoh!
Walaupun dia berkata begitu, tetapi dia selalu datang menolong kami.
Keren!
Terserah seperti apa kalian memanggilku.
Yang Mulia Raja, Tuan Crocodile telah tiba.
Ini hadiah pertemuanmu Tuan Cobra.
Terima kasih atas selama ini menjagaku.
Tidak apa-apa.
Tentara raja melawan tentara pemberontak.
Aku pun melawan bajak laut.
Kalau begitu sampah ini kamu yang atasi.
Ngomong-ngomong, akhir-akhir ini tentara pemberontak ada gerakan besar.
Kamu berencana bagaimana menghadapinya?
Negara mengutamakan rakyat.
Aku tidak akan berinisiatif untuk menyerang.
Begitu, ya?
Maka, jangan untuk sementara.
Singkatnya, kali ini terlalu banyak kejadian mencurigakan.
Ternyata begitu.
Setelah ada tanda ini, teman-teman tidak akan saling berselisih paham.
Tanda ganda.
Sebegitu cerdik seperti bukan dirimu.
Mungkinkah kamu adalah monster itu?
Hati-hati kutebas kamu!
Itu Zoro.
Ada apa? Itu Zoro!
Baik.
Mulai hari ini apapun yang terjadi,
gunakan pundak kiri untuk saling mengenali.
Ini adalah tanda teman-teman.
Telah menepi.
Tujuannya adalah Alabasta.
Ayah!
Aku yakin bisa menghentikan pemberontak.
Tenggorokanku akan berasap.
Semuanya hasil perbuatanmu.
Air dan makanan berharga dicuri bangau jelek.\
Sudah mau tiba di tempat pemberontak Yuba, ta anlah sebentar.
Tetapi, apa sungguh tidak masalah?
Mereka bisa-bisa sangat ganas...
Tidak apa-apa.
Aku akan berusaha untuk membujuk mereka.
Ini terlalu menyedihkan.
No comments yet. Be the first to leave one.