ആദ്യത്തെ 175 വരികൾ.
- -
Kau milikku, dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku, dan bukan milik siapa pun.
Aku butuh bantuanmu, Annika.
Aku butuh bantuanmu, Annika.
Ada apa, Nenek?
Ini sebuah doa.
Ibumu akan membutuhkanmu.
Aku tak sanggup.
Simpati.
Tantangan bagi kita semua.
Untuk menemukan cara mencintai
bukan hanya musuhmu, tapi
mereka yang jahat di hatinya.
Itulah sesungguhnya kerajaan Tuhan.
Ampuni mereka, Bapa, karena mereka tak tahu apa yang mereka lakukan.
Yesus mengatakan ini tentang orang-orang
yang membunuh-Nya.
Dan aku katakan, meski mereka yakin dengan apa yang mereka lakukan,
kau ampuni mereka.
Kau doakan mereka.
Kau terima mereka.
Kejahatan melahirkan kejahatan.
Kejahatan tak pernah menyerah.
Ia tak pernah menghindar.
Dan saat kau lari darinya, jika kau,
jika kau, jika kau menjauhinya, jika kau menolaknya,
ia akan kembali.
Menghadapi berarti mengatasi.
Dan ia bisa diatasi
dengan cinta.
Saat kejahatan murni menatap wajahmu,
kau harus mengerahkan setiap, setiap ons
simpati dan cintamu untuk membantu membasminya.
Dan kau harus siap melakukannya berkali-kali.
and again.
Mary kecil belajar bahwa
monster yang ia kira melindunginya
justru ada untuk menyakitinya.
Makhluk jahat
berasal dari makhluk yang dulunya baik dan jatuh
sehingga ada kemiripan.
Karena kebaikan
bisa diciptakan dari tiada,
sedangkan kejahatan
hanya bisa menjadi kehancuran total dari apa
yang dulunya baik.
Dan Mary kecil kini tahu tanpa keraguan
bahwa ia sebenarnya baik.
-Baca lagi. -Besok malam.
Apa tanganmu sakit?
-Sedikit. -Hmm.
Yah, baru dua hari berlalu.
Hal ini bisa butuh berbulan-bulan untuk sembuh.
Ini harus menjadi pengingat
untuk jangan pernah pergi tanpaku.
Selamanya.
Ini adalah jenis hal yang terjadi
tanpa ibumu.
Mama?
Ya, Sayang.
Bagaimana Pastor Roslovic akan tahu?
Yah, dia orang pertama yang akan kau hubungi.
Paham?
Aku ingin mati saat kau mati.
Kau akan baik-baik saja dengan Pastor Roslovic.
Dia tahu apa yang harus dilakukan.
-Tapi-- -Tidurlah yang nyenyak.
Dan di pagi hari kita akan menelepon William,
lalu Martin,
lalu Therese,
dan lalu Annika.
Kita menelepon mereka tiap hari, tapi mereka tak pernah membalas.
Mereka tak ingin mendengar dariku.
Semua orang ingin mendengar dari ibu mereka.
Tak pernah ada kata terlambat.
Mama?
Ya, Sayang.
Kau memberiku hidup yang baik.
Aku sudah berusaha.
-Aku mencintaimu. -Aku mencintaimu.
Oh, Mama!
- -Mama!
Mama! Mama!
Mama!
Oh, tidak apa-apa, Sayang.
Paham, tidak apa-apa.
Mama!
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Kau milikku dan bukan milik siapa pun.
Mama?
Mama?
Mama?
Mama?
Mama!?
- -
- -
Aku sekitar satu jam lagi. Di mana kau?
Therese, lalu, naik taksi saja.
Entahlah, cegat saja satu.
Baik, baik. Hanya--
- -Aku akan pesan untukmu, hanya--
-Kirim alamatmu, ya? -
Ya. Baik.
-Baiklah. -
Hai, Martin.
Terima kasih sudah menjemputku.
-Senang bertemu denganmu. -Ya.
-Ya. Ya. -
Bagaimana, bagaimana perjalanan keretanya?
Bagaimana pesawatnya?
-Lama. -Lama, ya.
Jadi kau masih mau patungan sewa mobil ini
-denganku, kan? -Berapa?
125 dolar, jadi 75 dolar masing-masing.
Um.
Ya, nanti kukirim padamu.
Kenapa tidak kau lakukan sekarang saja?
-Ya. -Hanya,
hanya sedang tidak fokus.
Ya, tentu.
Apa kau pikir dia akan mati?
Aku tak tahu, Martin.
Apakah Annika datang?
Siapa tahu? Sudah kau kirim?
Ya. Apa sudah masuk?
Ya, sudah.
Therese?
Dia sedang dalam perjalanan naik taksi.
Kau tampak sehat.
Ya, kau juga.
Tuhan, ambil kebencian ini
dari hatiku, kumohon.
Aku mencari cinta.
Kapan Kau akan tunjukkan jalanku?
Tempat ini seperti labirin sialan.
Kurasa di atas sini.
-Kurasa di belakang sini. -Bukan di belakang, Martin.
Di sini. 206.
Ada apa?
-Ada apa? -Hanya--
Sudah lama tak bertemu dia. Itu saja.
Ya. Aku juga.
Baik. Ayo masuk.
- Dia sedang tidur. -Sialan.
-Dia sedang tidur. -Ya, dia tidur. Tak perlu bilang.
-Kau datang cepat. -Kau datang lambat.
Tak sadar ada batas waktunya.
Dia 75 tahun dan kena stroke.
-Setiap menit adalah batas waktu. -Kau tampak sehat, Therese.
-Kau tampak kurus. -Itu pujian?
Hanya ingin tahu apa yang harus diharapkan
-beberapa hari ke depan-- -Minggu? Bulan?
Aku pikir dalam hitungan hari.
-Berpikir atau berharap? -Di mana Annika?
Siapa tahu.
Dia tak membalas pesanku juga.
- - Halo.
Saya Dokter Meyer.
Apa kalian semua anggota keluarga?
Kalian terlihat mirip.
-Mereka kembar. -Tidak identik.
-Senang bertemu denganmu, dokter. -Senang bertemu dengan kalian.
Apa kalian semua tinggal di luar kota?
Kota yang berbeda.
Apa yang terjadi dengan ibu kami, dokter?
Apa ibumu seorang perokok?
-Tidak. -Peminum berat?
Tidak, kurasa tidak.
Apa dia biasanya aktif secara fisik?
Apa yang terjadi dengan lengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.