ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Boleh tahu nama lengkap Anda?
Margarita Gómez.
Bisa ulangi nama dan lokasi peternakannya?
Jadi, Anda punya informasi tentang anak itu?
Nama depan dan belakang.
Bukan begitu caranya.
Tapi apa kau melihat anak itu?
El Pochote, di jalan menuju Jalcomulco.
Bu?
Hei, berbohong kepada polisi itu tindakan kriminal.
Nyawa seorang anak dalam bahaya. Jangan buang waktu kami!
Sudah 16 panggilan sejauh ini. Tak ada yang mengulang lokasi yang sama.
Kita hanya perlu menemukan titik temu antara lokasi dan sopir Emilio.
Tapi kita tak punya semua alamat mereka.
- Aku akan ke alamat yang kita punya. - Oke.
- Kau bisa urus panggilannya? - Biar aku yang urus.
Rosa.
Berisiko bila menelepon dari sini.
Kita sudah bersumpah.
Sebaiknya kita menelepon, 'kan?
Mulai sekarang, tiap orang urus dirinya sendiri.
Ayo menelepon kalau begitu.
Jika polisi bergerak cepat, kita takkan sempat kabur.
Jika memang mau menelepon, kita harus pergi sekarang.
Menelepon dari tempat lain.
- Kita pergi? - Jadi, kau mengincar hadiahnya.
Kau juga, 'kan?
Memangnya di sini ada masa depan?
Tempat ini sudah menjadi rumah kita sejak kita kecil.
Tempat ini memberi kita segalanya.
Kita sudah berikan segalanya untuk tempat ini.
Tapi tak ada yang tersisa.
Dengan uang itu, kita bisa memulai hidup baru di tempat lain.
Selain itu, jika tetap di sini, kita akan ditangkap karena anak itu,
dan kita akan kehilangan segalanya.
Apa?
Bagaimana menurutmu?
Ini bukan keputusan yang mudah.
- Apa karena putrimu? - Tidak.
Karena kau dan… Salvador, dan…
Karena segalanya.
Kau tak bisa bersama kedua anak dan kedua wanitamu.
Putuskan sekarang.
Berkemaslah.
Kita akan pergi.
Beri tahu Salvador.
Kita pergi ke Xalapa.
Di sana, kita putuskan tujuan kita.
Ya.
I'M NOT AFRAID
Cepat, Chava! Kita harus selamatkan Felipe!
Hati-hati!
- Jangan ganggu dia. - Diam kalian.
- Jangan menabrak. - Ini tidak mudah.
- Ya, ini tak mudah. - Biar aku yang menyetir.
- Kau tak tahu caranya. - Atau aku saja.
Kau juga tak bisa, María.
- María pasti lebih baik menyetirnya. - Jauh lebih baik!
Biarkan dia fokus.
Hei, apa itu di belakang?
Bekas tempat pembibitan tanaman.
Haruskah kita coba ke sana?
Ya. Ide bagus.
- Cepat! - Ayo.
Putar balik.
Siapa di sana?
Kumohon, tolong aku!
Oh, itu kau.
Kau sudah lebih baik.
Kau bukan si Manusia Belatung.
Matamu.
Suaramu.
Kau tampak familier.
Tunggu! Kau mau ke mana?
Jangan tinggalkan aku di sini! Hei, kembali!
Hei, kembali!
Siapa kau?
Felipe!
Felipe!
Felipe!
Felipe!
- Felipe! - Felipe!
Felipe!
Felipe!
Felipe!
Dia tak ada.
- Lalu di mana? - Peternakan di sekitar sini banyak orang.
Sulit untuk menyembunyikan Felipe.
Aku tahu tempat terbengkalai lain.
Rumah jagal Abel.
Félix bilang itu tempat yang cocok untuk membunuh orang.
Oke, jadi kau mau bagaimana?
Kau sendiri yang bilang.
Uang itu cukup untuk memulai hidup baru di tempat lain.
Jangan asal bicara. Itu semua cuma tipu-tipu.
Kau pikir uang itu akan diberikan begitu saja ke siapa pun?
Katanya, uang itu milik kita jika anak itu ditemukan
di tempat yang kusebutkan.
Imbalan untuk apa? Karena mengkhianati keluargaku?
Mereka juga keluargamu!
Kapan kau pernah loyal pada Pino?
Kalau kau jujur, kau akan akui bahwa kau selalu iri kepadanya.
Kau selalu merugikan dia.
Daripada sok suci, sadarlah bahwa uang imbalan itu
bisa membawaku dan putramu keluar dari tempat terkutuk ini.
Ayah!
- Ayah, mau ke mana? - Masuklah, Jesús.
Ayah mau menemui Paman? Aku mau bertemu sepupuku.
Apa aku akan bertemu Miguel dan María lagi?
Tidak, Nak.
POLISI
Aku menemukan kesamaan daftar.
- Bagaimana? - Lihat.
Panggilan 5 dengan sopir nomor 19.
Panggilan 5, Margarita Gómez.
Dia menikah dengan Rosalío Silva, saudara Josefino Silva.
Sopir 19 menonton pertandingan di gudang Emilio
saat penculikan.
- Di mana anak itu katanya? - Tak jauh. Ayo.
Oke.
Ya?
Josefino?
Aku tak kenal dia.
Ya, kurasa aku ingat.
Seberapa jauh dari Xalapa?
Apa kami ikut atau…
Jadi, kami menunggu di sini.
Terima kasih, Curiel.
Apa katanya?
Mereka tahu ke mana dia dibawa.
Perkebunan kopi bernama…
La Esmeralda.
La Esmeralda?
Polisi menuju ke sana.
Oh, Sayang.
Tenanglah.
Maafkan aku.
Maafkan aku.
Chava.
Teresa.
Di sini!
Teresa? Apa Chava di sini?
Tidak.
Mungkin dia main bola dengan María dan Bárbara.
- Kalau Miguel? - Di kamarnya.
Bisa kau tanya dia?
Ayo.
Miguel?
Ayo tanya Guadalupe.
Aku tak mau bicara dengannya.
Lupe!
- Lupe. - Ada apa, Tere?
Kau lihat anak-anakku dan Salvador?
Ya, mereka main sepak bola.
- Baiklah. Sampai nanti. - Ada apa, Tere?
Mungkinkah mereka main di sana?
Kurasa tidak.
Astaga. Ke mana anak-anak itu?
Bárbara!
Toño!
Mereka tak ada di sini.
- María! - Mereka tak ada di belakang.
Miguel!
- Sudah cek dengan teliti? - Ya. Mereka tak ada.
- Hei! - María!
Hei!
Mereka mencuri mobilku!
- Apa-apaan ini? - Rodrigo.
- Anakku. - Anak-anak sialan.
- Ayo cari. - Ada apa?
- Mereka mencuri mobil Félix. - Kuambil truk.
- Anak-anak? - Cepat, Pino!
Ros, tunggu di sini, aku mau ambil sesuatu.
Sialan.
Halo?
Akhirnya kau angkat, Bajingan.
Akhirnya kau muncul, Rosalío.
- Ayo. Kau bicara dengan siapa? - Adik pengecutmu.
- Tak ada waktu untuk omong kosong. - Kau di mana?
Apa yang kau lakukan?
Apa yang kau lakukan, Rosalío?
Pino, dengarkan aku.
Kau harus pergi dari sana sekarang. Polisi tahu lokasi anak itu.
Kau dengar?
Bawa keluargamu pergi dari sana!
Polisi tahu.
Pengkhianat sialan.
Ayo, kita pergi.
Sialan, Pino!
Kenapa?
Kenapa kau tega? Aku ini kakakmu.
Jawab aku!
Aku selalu mendukungmu sebisaku.
Apa yang ingin kau dengar?
Bahwa kau selalu membuatku merasa buruk?
Ya, tapi apa bedanya sekarang?
Pino, aku takkan pernah mengkhianatimu.
Itu ulah Margarita.
Kini itu tak penting lagi.
- Pino. - Aku sudah memperingatkanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.