ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bajingan!
To!
- Itu temannya, Mas? - Iya, Pak.
Ndra. Ayo, Ndra!
Hei, apa ini main tarik-tarik saja?
Pasti modus.
Maksudmu apa sama istriku?
Aku bacok kepalamu!
Tidak sengaja, Pak.
Kamu kenapa sama istri orang?
Aku kira dia itu kamu tadi.
Anto bagaimana ini?
Penting.
Kita tarik bersama.
Iya, sudah.
Pak. Tolong ya, Pak.
Bakal ramai ini.
Viral.
To!
- Ayo. - Ayo.
Kita sayang kamu. Ayo, sini.
Turun, Mas.
Benar dia mau bunuh diri.
Mas. Tolong, Mas!
Ini kakiku.
Hei, jangan tarik kantongku!
Jangan tarik!
- Ayo. - Ayo.
Buruan.
To, kamu kenapa tadi?
Orang, kok, diacuhkan.
Hei, To!
To!
- Woi! - Apa, sih?
Mau apa di jembatan hampir bunuh diri.
Jangan goblok, To.
- Aku… - Kata mbahku,
orang bunuh diri itu tak mungkin masuk surga.
- Siapa… - To, lihat muka Indra.
Dia tetap bertahan hidup walaupun mukanya seperti mayat.
Maksudmu, apa?
Siapa yang mau bunuh diri?
Aku jernihkan pikiran saja.
Menjernihkan pikiran apa sampai berdiri di jembatan?
Orang tuanya Andini.
Bu Imas, minta aku menikah.
Andini hamil, To?
Tidak. Bu Imas…
Bu Imas yang hamil, To?
Ya, ampun, anak ini ngawur sekali.
Makan ini!
Ya, Pak?
Ya. Sabar, Pak.
Ini dua langkah lagi sampai.
Siap. Siap, Pak.
Bingung.
Makan siang, Bro. Lauknya banyak.
Apa itu?
Ini, To.
Cuma perkedel, kan?
Di bawah nasi ini,
apa?
To…
Ini…
Ayamnya kedinginan, To, aku selimuti.
Ya, ampun, Dim.
Usaha teman masih dicuri saja.
Moralmu di mana?
Moral.
Kantong.
Di kantongmu.
Oalah!
Maling teriak maling.
Oalah!
Najis.
Masuk sendiri ke kantong.
- Tidak bisa aku cegah. - Sana.
Kan, ini belum ada lauknya.
Sudah.
Makan apa seperti ini.
Heh!
Tidak bayar lagi, kan?
To.
Kamu niat kerja atau tidak, To?
Kerja, kok, telat terus.
To!
Iya, Pak.
Bapak bicara tidak didengar.
Pak, saya kan…
Sudah lama kerja di sini.
Ya, saya tahu.
Kamu sudah lama ikut Bapak.
Saya bisa minta tolong tidak, Pak?
Minta tolong apa?
Mau pinjam uang.
Oalah, To.
Mau pinjam berapa?
Seratus lima puluh juta.
Matamu, To!
Seratus lima puluh juta!
Kamu tidak lihat?
Warung lagi sepi seperti ini!
Ya, yang sabar.
Bapak sudah punya rencana ekspansi membuka cabang baru.
Nanti ini juga buat kamu. Kamu yang pegang.
Tapi saya sudah tidak punya waktu, Pak.
Tapi Bapak sudah tidak punya duit.
Seratus lima puluh juta.
Buat apa, To?
Kok bisa sih, To?
Kok kamu tak pernah cerita, To?
Mau sampai kapan…
Kalian kacau seperti ini tidak jelas.
Kamu niat tidak menikahi anakku Andini?
Sebenarnya dari dulu saya sudah ada niat melamar Andini.
- Ya, tapi, kan… - Tapi apa?
- Dar… - Mau bilang apa?
Mau bilang apa kamu?
Tapi apa?
Tunggu hari baik?
Tunggu tanggal baik? Tunggu wangsit?
Tidak jelas!
Iya kan, Pak?
Pak!
Apa sih, Bu?
Ya, Anto ini diberi tahu!
Iya, Bu.
To, kamu tahu tidak?
Kenapa matahari itu bisa tenggelam?
Apa?
Karena sudah sore?
Salah!
Matahari itu bisa tenggelam, ya, gara-gara matahari tidak bisa berenang.
Ya, Bu?
- Serius! - Pak, Bu.
Misal pernikahannya sederhana…
Tunggu.
Enak saja.
Andini ini anakku satu-satunya.
Sederhana?
Tidak bisa.
Jangan dipaksa.
Ditabung saja duitmu.
Duitmu masih sedikit kan?
Masak menikahi anak orang dikasih makan warteg terus.
Bu, kasih saya kesempatan.
Saya kasih kesempatan satu bulan.
Lebih dari itu jangan harap kamu bisa ketemu Andini lagi.
Sanggup?
Sanggup.
Sanggup, Bu.
Yang sabar, ya, To.
Bapak maunya kalian berdua bahagia.
Kalian berdua berniat menjalankan pernikahan dengan baik.
- Itu saja… - Ada yang ketinggalan.
Dengar ya, To!
Jangan coba-coba mempermainkan anak gadisku satu-satunya!
Awas kamu!
Bu, sudah kumarahi. Aman!
- Satu lagi. - Satu lagi.
- Mahar. - Mahar.
Seratus lima puluh juta.
Seratus li
150 juta, Bu?
Serius, Bu?
Seratus lima puluh juta, Bu?
Satu bulan?
Yang sabar, To.
Pasti ada caranya.
Bagaimana caranya?
Seratus lima puluh juta hanya satu bulan.
Kalau gagal, aku tak bisa ketemu Andini lagi.
Bagaimana?
Bagaimana punya duit banyak?
Aku juga butuh.
Mau sewa kios.
Sewa pegawai.
Begitu itu, aku yang bantu terus.
Selamat datang, Kakak.
Silakan dicek keranjang kuningnya.
Silakan dicek.
Daster ini bisa dipakai tidur, main futsal, nonton reog, semuanya bisa.
Silakan, Kakak.
Aku mau beli kabel pengisi daya ponsel ori.
Apa?
Ya, namanya kebutuhan orang kan beda-beda.
Oh, iya.
Kerja sebentar, tapi duitnya banyak terus.
Sebentar, tapi banyak ya?
Begal. Itu langsung ada hasilnya, To.
Ya, hasilnya ditangkap. Kriminal.
Iya. Kriminal, ya, To.
Bagaimana kalau kita jadi model?
Pas. Tahan.
Bagaimana, To?
- Model? - Iya.
Kalau aku, sih, bisa.
Oh, iya.
Kasihan Dimas, ya, To.
Sok ganteng.
No comments yet. Be the first to leave one.