How I Met Your Mother

How I Met Your Mother

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

സീസൺ 2

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

S02E03 - Brunch
കമന്ററി എഴുതിയത് tegil
HDTV 480p

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2014-09-10
ഡൗൺലോഡുകൾ: 109
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

Gambar ini diambil tahun 2006, waktu nenek dan kakek

datang mengunjungiku dan kami semua pergi makan-makan.

Kami semua terlihat sangat bahagia, kan?

Salah.

Kuharap wajahmu meleleh.

Kuharap bola matamu meledak.

Aku benci kau. Aku lebih benci kau.

Aku akan membunuhnya.

Dan tak bisa kubilang aku menyalahkanmu.

Tidak, serius aku akan membunuhnya.

Aku tak peduli betapa tak menyenangkannya itu.

Kau harus bicara padanya. Tidak sekarang.

Oke, jika kau tak mau, biar aku.

Robin...

Oke, agar semua ini masuk akal,

kalian harus mengerti, ada tiga bagian dari cerita.

Mari mulai dengan bagian Marshall dan Lily.

Sebagai hadiah anniversary ke-30, aku telah menerbangkan

kedua orangtuaku ke New York, akhir pekan.

Oh, aku lupa beritahu, sepupumu, Jimmy

mengalami waktu yang indah di Spa yang dia kunjungi.

Maksudmu Spa yang dimaksudkan hakim

untuknya agar berhenti pakai kokain?

Kopi?

Sekarang nenek dan kakek tak suka bicara

hal-hal yang tak nyaman, emosional,

dengan kata lain... nyata.

Hai, Mr. dan Mrs. Mosby.

Oh, Lily! Hai, Marshall.

Senang melihatmu.

Aku hanya singgah sebentar

menjemput barang-barangku.

Ya, kami sedih mendengar tentang kau...

kau tahu, tentang, tentang...

Well...

Lily membatalkan pernikahan dan mencampakkanku?

Aku mengemis Marshall untuk baikan dan dia menolakku?

Aku suka rambutmu.

Ini kali kedua sejak Marshall dan Lily

saling bertemu semenjak putus,

tapi untuk mereka, tak secanggung itu.

Sebenarnya, tak apa-apa.

Kami baru berbagi CD.

Semuanya sangat aman.

Aku bangga akan ini; kami tak apa-apa.

Well, kita semua akan pergi ke "Casa a Pezzi" jam 8:00.

Lily, mau gabung dengan kami?

Um...

Apa?

Aku tak ingin pergi

jika itu membuatmu tak nyaman.

Kenapa begitu?

Maksudku, ya, kami... biasa saja,

tapi kau harus mengakui ada sesuatu di antara kita.

Um, tidak bagiku.

Sekarang kita hanya seperti berteman.

Seperti saudara laki-laki dan perempuan.

"Saudara laki-laki dan perempuan"?!

Oke. Baik, ya,

Sampai jumpa di restoran, bro.

Lihat? Tak canggung sama sekali.

Hello, semua. Hai.

Hello, Marshall.

Lily, itu gaun yang seksi.

Oh, makasih.

Semacam menunjukkan lekuk tubuh,

tapi kupikir, "Hei, kita semua keluarga."

Iya kan, bro?

Ooh. Ow.

Apa yang salah?

Oh, a-- engkelku sakit di yoga hari ini.

Instrukturnya bilang aku hanya harus menarik nafas dalam-dalam

untuk mengatasi sakitnya, hanya...

Apa kau baik-baik saja?

Kau seperti berkeringat.

Tidak, aku baik.

Hanya... kue ini sangat pedas.

Lily itu setan!

Dia menggunakan gaun itu untuk menggodaku.

Kau tahu apa? Aku bisa bermain game itu.

Lihat, makan malam nanti, aku akan menggoda balik dia.

Ya.

Ada bagian di tubuhku sebagai titik lemahnya.

Kawan, kau tak bisa menunjukkannya saat makan.

Bukan, bukan itu.

Aku akan menunjukkan betisku.

Itu gila.

Tak ada yang bergairah dengan betis pria.

Itu jelas bukan bagian erotis.

Ya, aku bilang begitu,

jika aku punya kaki kurus, pendek dan kecil.

Aku akan menunggu telepon permintaan maafmu.

Jadi Marshall muncul di makan malam dengan rencana.

Hello. Oh, hai.

Hei, Marshall. Hei.

Hei. Bagaimana perasaanmu?

Kau terlihat akan demam semalam.

Oh, tidak, sebenarnya aku merasa baik.

Apakah sedikit hangat disini, menurutmu?

Oh, aku tak tahu, jika iya, sepertinya...

Apa yang kau lakukan?

Oh, tak ada. Tak ada sama sekali.

Aku hanya membuat diriku merasa sedikit... nyaman.

Oh.

Oh, ya.

Aku sudah melakukan pijatan kaki ini belakangan, jadi...

betisku benar-benar pegal.

Buka kemejamu.

Buka seluruh celanamu.

Oh. Oh.

Aku sungguh tak mengharapkan ini terjadi.

Ya, aku juga.

Ini semacam hal rumit, kan? Ya, memang.

Kenapa kau menyodorkan betis hebatmu padaku?

Kau tahu kau punya kaki perkasa.

Kenapa kau menunjukkan dada indahmu padaku?

Kau tahu kau punya... dada.

Akuilah, kau datang kesini untuk merayuku.

Merayu mu? Kau yang merayuku.

Kau duduk di sampingku dan melucuti hampir setengah celanamu.

Kau pergi ke San Francisco selama 3 bulan.

Bagaimana hal itu bisa merayumu?

Memang tidak, tapi aku masih marah tentang itu.

Baiklah, cukup-- Aku mau album TheBeatles Anthology.

Oh, sayang sekali; aku menyimpannya.

Dan kau tahu album U2 yang kuberikan padamu?

Lihat isinya-- semua Dave Matthews.

Kau iblis.

Senyum.

Aku akan membunuhnya.

Aku tak bisa bilang aku menyalahkanmu.

Tidak, serius aku akan membunuhnya.

Sekarang mari bicarakan bagian Barney dari cerita ini.

Ini pertama kalinya Robin akan bertemu orangtuaku,

jadi kami berdua sedikit gugup.

Barney, apa yang kau lakukan disini?

Uh... bertemu orangtuamu.

Mereka pasti sudah sekarat ingin bertemu aku

Barney Sang Legendaris, yang banyak kau ceritakan.

Aku belum bilang cerita legendaris Barney manapun.

Apa?

Barney, ini daftar semua yang ingin

kubicarakan dengan ayahku:

baseball.

Tapi aku teman baikmu.

Sebenarnya, Marshall yang...

Aku orang paling penting dalam hidupmu.

Sebenarnya, Robin yang...

Bagaimana bisa orangtuamu tidak bertemu aku?

Aku menyenangkan.

Untuk kami, ya, dalam dosis yang sangat kecil.

Maksudku, ayolah, kau pasti bukan

jenis teman yang diinginkan orangtua manapun bergaul dengan anaknya.

Oh, iya?

Jadi kurasa sepatu itu bukan hal

yang paling salah hari ini.

Hei, Mom.

- Hei, Dad. - Ted.

AKu tahu kalian sudah tak sabar bertemu...

Barney Stinson.

Kehormatan bertemu kalian.

Sulaman Bantal "Berkati Kekacauan Ini" yang kau buat untuk Ted--

Jahitan (stitch) keren.

Stitch (sial)! Apa itu baru terjadi?

Uh, Mom, Dad,

ini pacarku, Robin.

- Hello. - Hello.

Oh, senang sekali

bertemu kau, Robin.

Oh, kau sangat cantik.

Dia cantik kan, Al?

Real looker (cantik sekali).

Itu lucu, aku bahka tidak "look"(lihat) kaca hari ini.

Itu bukan apa-apa, kan?

Jadi aku memesan tempat di San Marino malam ini jam 8:00.

San Marino.

Oh, kau serius? Yikes.

Tidak. Kita harus coba Casa A Pezzi.

Salmon risotto terbaik yang pernah kumakan.

Aku suka salmon risotto.

Aku tahu.

Bagaimana kita dapat meja di Casa A Pezzi?

Mereka terima pesanan dalam seminggu.

Kau beruntung,

Aku tahu siapa kepala pelayannya,

itu ironis karena...

Ironis karena kami berdua bekerja di tempat amal

dimana aku melayani makanan.

Dimana kau beramal, Robin?

Apa masalahmu?

Aku pacarnya, dan aku bahkan tak mencoba sekeras itu.

Caramu untuk menekong, cium bokongku.

Robin, aku sahabat baiknya.

Itu komitmen.

Pacar, itu seperti sakit flu berat.

Keluar dari sistemmu setelah beberapa lama di tempat tidur.

High five.

Bisa kubantu?

Ya, bisa, Virginia.

Ada cerita di balik bros itu,

More Indonesian subtitles for How I Met Your Mother

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left