ആദ്യത്തെ 183 വരികൾ.
DOKTER DI UJUNG TANDUK
INI ADALAH KARYA FIKSI BEBERAPA ADEGAN DIBUAT DENGAN AI
AKTOR ANAK DAN HEWAN DIFILMKAN DENGAN AMAN
Aku baru saja berhasil.
Ke mana kita harus pergi dari sini?
- -
Kau bisa duduk dengan nyaman.
Mengapa kau berlutut?
Hentikan, Nenek. Kau membuat kami takut.
Apa yang kalian berdua lakukan di luar larut malam begini?
Apa kau tidak tahu selalu ada orang yang mengawasi di pulau kecil ini?
Hari ini resmi jadi hari pertama bagi kita.
Apa yang baru saja kau katakan?
Aku sangat menyukai Nona Hari, Nyonya.
Yah, aku tidak menyukaimu!
Apa? Mengapa kau tidak menyukainya?
Dia sangat lemah sampai kau harus menggendongnya,
tapi yang terpenting, dia membuatmu dalam bahaya.
Jika Hari harus pergi dengan seseorang,
aku ingin dia menjadi orang yang bisa diandalkan.
Nenek, dia juga--
Ya, jadi aku akan berusaha lebih keras…
untuk mendapatkan kepercayaanmu, Nyonya.
Itu tidak akan pernah terjadi, jadi jangan repot-repot mencoba.
Sudah larut, pergilah sekarang.
Sudah kubilang, percuma saja!
Bangun.
Bukan begitu maksudnya…
Kakiku kram.
Aku minta maaf.
Tidak bisa dipercaya.
-Kau baik-baik saja? -Mm-hmm.
Itu hanya karena dia sangat mengkhawatirkanku.
Yah, dia punya alasan untuk khawatir.
Tapi aku akan membuktikan padanya
bahwa aku sangat mampu menjagamu tetap aman.
- -Apa?
- -Itu ular.
-Ular di halaman depanmu? -Ular?
-Hah? Kenapa kau menangkapnya? Astaga… -Baik, aku dapat!
-Aku dapat! -
-Jangan lakukan itu. -Ada apa?
-Ini cukup lucu. Lihat! -Letakkan.
-Ada apa? -Ayo. Hentikan!
Ayo. Ini sangat lucu dari dekat.
Lepaskan saja!
Akan kulepaskan. Aku melepaskannya sekarang!
- -
Hah? Kau akan bertemu banyak ular jika lewat jalan itu.
EPISODE 6 RAHASIA YANG TAK TERUCAP
Aku melihat sandal yang kau buang.
Kau melakukan itu karena tidak ingin memakai yang sama denganku, kan?
Aku akan berhenti memakainya, jadi kau bisa memakai itu.
Kakimu terluka.
Itu sandal paling ringan dan paling nyaman yang ada.
Jadi kau membeli lagi sandal mahal ini?
Um, ya.
Ah…
Aku membuangnya karena itu barang tiruan.
Aku malu dan kesal karena itu.
Bukannya Yang Mulia akan tahu bahwa barang tiruan itu ada.
Jadi bawa ini kembali dan minta pengembalian uang.
Tidak, terima kasih.
- Tidak bisakah kau memakainya saja? -Apa?
Aku tahu kakimu sakit sekali sekarang,
dan ini adalah sandal ternyaman yang pernah kupakai.
Tapi tetap saja, ini berlebihan.
Selamat pagi.
- Halo. - Halo.
Kalian bertengkar lagi?
Sama sekali tidak.
Sudah kubilang untuk akur, tapi kalian bertengkar seperti anak kecil.
Ini belum tengah hari!
Bukan seperti yang kau pikirkan.
Aku hanya ingin memberimu sepasang,
jadi lakukan sesukamu dengan itu.
Sampai jumpa.
- Apa kau tidur nyenyak? -Oh, ya.
-Bagaimana denganmu, Dokter Do? -Aku juga.
- Biar kucoba. -Hah? Oh…
Sial.
Ini.
Tidak apa-apa.
-Kau bahkan tidak bisa membukanya? -
Oh.
Nona Hari, bisa kita bicara sebentar?
Tentu.
-Permisi sebentar. -Tentu.
Ah… Hampir saja kubawa pergi ini.
- Oh, ya ampun. Selamat datang. -Hai.
- Tunggu di sini sebentar. -Aku yang berusaha membukanya tadi.
Dokter Jiui, ada pasien ingin menemuimu.
-Pasien? - Cepatlah.
Halo. Bagaimana lidahmu?
Sudah sembuh total sekarang.
Silakan duduk di sini.
Ada perlu apa ke sini?
Aku memeriksa kadar gula darahku di pusat lansia,
-dan sial, hasilnya 280. -280?
Apa kau mengonsumsi sesuatu selain makgeolli ?
Ya, yah…
Maksudku, aneh sekali, tapi aku tidak makan apa-apa.
Apa-apaan?
Oke, sekali ini saja, aku hanya minum sedikit makgeolli ,
-dan itu saja. -Kau bercanda?
Kau bilang aku tidak boleh minum sebanyak itu?
Tidak bisa dipercaya.
Baik. Aku akan berhenti minum makgeolli , oke?
Aku juga akan mulai berolahraga, jadi jangan khawatir.
Aku akan menjaga diriku dengan baik dan datang lagi minggu depan.
Tentu.
Jaga diri.
Dokter Do Jiui benar-benar peduli pada pasiennya.
Dia lebih peduli daripada istriku!
Biar kubantu pembayaranmu.
Aku pergi hari ini dan kembali minggu depan saja.
Baiklah, hati-hati di jalan.
KOTAK MASUK
KIRIM PESAN
Bukan karena penasaran.
Hanya ingin tahu apakah ini sesuatu yang harus kuketahui.
Apa yang kalian bicarakan? Apa soal pusat kesehatan?
YUK HARI
Apakah aku terlihat picik jika mengirim ini?
Ada yang salah dengan Dokter Chiyeon?
Kenapa dia menarikmu ke samping saat jam kerja?
YUK HARI
Dokter Do, nenekku sudah disetujui untuk uji klinis.
Besok dia akan menjalani tes.
Wah, aku ikut senang.
Selamat, Nona Yuk.
Ah…
Lihat dia, mencoba bersikap tenang.
Dia sangat menggemaskan.
- -
Halo, Anda telah menghubungi Pusat Kesehatan Masyarakat.
Besok?
Gubernur ingin menemuiku?
Kau menyelamatkan nyawa Deokhwa.
Sepertinya dia ingin memberimu penghargaan atas hal itu.
Dia bilang kau simbol sempurna modernisasi kesehatan Yeopoong.
Tapi bukan berarti aku melakukannya sendiri.
Tepat sekali, jadi saat bertemu gubernur,
bicaralah yang baik tentang kami, oke?
- -Dan minta dia mengganti…
Kenapa dia tidak memakainya? Sandal itu pasti tidak nyaman.
Tapi bukankah kita kekurangan staf besok?
Kita harus mengunjungi Pusat Lansia untuk merawat para nenek.
Sejak kapan atasan peduli dengan semua itu?
Kita harus mengatasinya sendiri.
Mmm…
Kenapa dia tidak mau memakainya?
Ya ampun, kau terus bergumam sendiri sedari tadi.
Apa yang kau gumamkan?
Hah?
Bukan apa-apa. Terima kasih makanannya.
Kau hampir tidak menyentuh makananmu lagi!
Kau mau pergi dan makan permen karet lagi, kan?
Tidak!
-Jangan sampai aku menangkapmu memakannya. -Kau tidak tahu apa-apa.
Itulah kenapa berat badanmu tidak naik.
Menyebalkan sekali.
Aku berharap bisa ikut denganmu, tapi pekerjaanku di pusat sedang menumpuk.
Tapi mereka bilang tes hari ini tidak akan terlalu berat.
-Tapi… -Ya?
…ada apa tiba-tiba dengan uji klinis ini?
-Hari, aku-- -Nenek.
Aku dengar profesor terkenal yang memimpin uji coba ini.
Selain itu, kudengar beberapa pasien yang kondisinya lebih buruk darimu
sudah mulai membaik.
Baiklah.
Tapi Hari, masalahnya--
Ayo kita pergi liburan bersama setelah pengobatanmu selesai.
Ada begitu banyak hal yang belum kita lakukan bersama
karena aku sibuk belajar dan kau sibuk mencari uang.
-Baik. Ayo kita lakukan. -Mmm.
- Feri ke Yeopoong akan segera berangkat. -Ya ampun, cepatlah pergi sekarang.
Jangan khawatirkan aku.
Pergilah sekarang.
-Semoga perjalananmu aman, ya? -Baik.
Cepatlah dan segera berangkat.
Hah?
Aku penasaran apa Dokter Do berhasil naik tanpa masalah.
No comments yet. Be the first to leave one.