Eko

Eko (എക്കോ)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

[𝗖𝗼𝗳𝗳𝗲𝗲𝗣𝗿𝗶𝘀𝗼𝗻] 𝗘𝗞𝗢 (𝟮𝟬𝟮𝟲) 𝗠𝗔𝗟𝗔𝗬𝗔𝗟𝗔𝗠 𝗡𝗙𝗫 𝗪𝗘𝗕
കമന്ററി എഴുതിയത് Coffee_Prison
𝐑𝐄𝐓𝐀𝐈𝐋 𝐍𝐄𝐓𝐅𝐋𝐈𝐗 >> 𝟎𝟐:𝟎𝟓:𝟏𝟒 *𝘛𝘦𝘳𝘫𝘦𝘮𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘣𝘵𝘪𝘵𝘭𝘦 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘕𝘶𝘳 𝘊𝘩𝘰𝘭𝘪𝘴

ടാഗുകൾ

webdl
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2026-08-02
ഡൗൺലോഡുകൾ: 4
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.

INTINYA PERJALANAN BUKAN TUJUAN

Koran "The Times of India" tak ada. "The Hindu" saja, ya?

Mohan Pothan ada di kamar berapa?

Di kamar 203.

Pak Mohan Pothan?

- Appootty? - Itu aku.

Thomas, memintaku ke sini pukul delapan.

Tepat waktu!

- Sudah makan? - Ya, sudah makan sebelum ke sini.

- Baik. Ayo berangkat? - Baik.

- Silakan taruh tas di mobil. - Baik.

Kau sudah dengar soal hutan Brahmagiri di Karnataka, 'kan?

Tempat yang kau sebutkan, bukit Kaattukunnu, tepat di seberangnya.

Bisa lihat Karnataka dari sana?

Pasti!

Kau tahu apa itu roda gigi, 'kan?

Daerah itu seperti roda gigi pegunungan.

Semuanya saling terkait.

Satu bukit di Kerala, bukit berikutnya di Karnataka.

Lalu, kau kembali tiba di Kerala.

Bagaimana bisa tahu tempat itu?

Dari kenalan lama.

Kami dulu bekerja bersama.

Temanku bilang dulu dia punya rumah dan banyak lahan di sana.

Tanah dan lahan siapa kalau bukan keluarga Kuriachan?

Aku memang bicara soal Kuriachan.

Peternak Kuriachan?

Benar.

Kalian berdua teman? Baiklah.

Waduh!

Waduh!

Apa itu, Pak? Singa?

Bawalah tasnya duluan, Appootty.

Aku bawa yang ini.

Tak ada hantu yang akan menyergap, Appootty.

Tak perlu takut.

Cuma anjing yang berahi.

- Anjing betina. - Baiklah.

LEENAMOL

Ini adalah ide yang cukup tidak biasa.

Apa?

Rencana untuk menghasilkan anakan yang tidak sah ini.

Banyak orang datang untuk melihat atau memasang jebakan,

bilang bahwa anjing di perbukitan Kaattukunnu adalah anjing ras murni.

Seolah trik mereka dapat menipu hewan itu!

Anjing itu dulunya ras asli Malaysia.

Anjing itu tampak seperti anjing kampung,

tapi sebenarnya ras yang sangat berbeda.

Kuriachan dan aku dulu ke Malaysia untuk mempelajarinya.

Serius, apa ada tempat yang belum didatangi Kuriachan demi anjing!

Semua anjing di sini adalah turunan dari yang dia bawa dari Malaysia.

Sekarang, tak ada lagi ras murni, bahkan di Malaysia.

- Bagaimana bisa? - Semuanya ras campuran.

Kini, hanya di bukit Kaattukunnu bisa ditemukan ras yang asli.

Kuriachan biasanya punya bakat untuk merusak segalanya.

Setidaknya berkat dia, ras anjing ini bertahan!

Kita masuk lebih dalam lagi?

Ini batas terjauh dari wilayah tanah publik.

Lahan seluas 60 hektar ke atas bukit dari sini adalah milik Kuriachan.

Kalau begitu jangan.

Jangan melanggar batas milik pribadi siapa pun.

- Appootty, ayo turunkan muatan. - Baik.

Sebaiknya kita tidak masuk lebih dalam.

Tak ada gunanya mengejutkan wanita itu tanpa alasan.

Wanita mana?

Mlaathi Chettathi.

Istri Kuriachan dari Malaysia.

Kalian berdua akrab tapi belum bertemu keluarganya?

Berapa banyak yang harusnya aku temui?

Aku sudah bertemu istri-istrinya di Thiruvalla dan Thrissur.

Kudengar dia tak banyak berkomunikasi dengan mereka

sejak dapat istri Malaysia.

Ya, itulah kekuatan Mlaathi Chettathi.

Bisa dibilang keberuntungan Kuriachan berubah sejak menikahi wanita itu.

Rumornya wanita itu tahu ilmu sihir Malaysia.

Bagaimana hasil pencarian Kuriachan?

Pencarian apa?

Sudah berapa… lima, enam tahun?

Pernah ada koran yang menyebut dia pernah menemui wanita di Perumbavoor.

Di sini, wanita itu cuma terima surat.

Entah di mana pria itu berada,

Kuriachan bisa lenyap lama sebelum polisi mengendusnya.

Ia cantik, bukan, Appootty?

Ia pasti membuat semua pejantan di sini menggila.

Aku tak tahu sama sekali soal perkawinan anjing.

Kau berencana tinggal di hutan hingga ia "berisi", Pak?

Jika tak di sini melihatnya, dari mana bisa tahu itu terjadi?

Bagaimana dengan makanan?

Aku bawa makanan untuk tiga minggu.

Selain itu, di hutan ada buah dan beri.

Aku terbiasa dengan gaya hidup itu.

Siapa pun yang pernah habiskan waktu bersama Kuriachan

pasti mendapatkan kemampuan seperti itu!

DELAPAN BULAN KEMUDIAN

Dokter, jika naik lagi, mesinnya bisa mati.

- Kau dulu atau mesinnya, Chetta? - Diamlah.

Selesaikan urusan dan antar kembali dokternya.

Kita harus turun bukit sebelum gelap.

Rumahnya sekitar 100 meter dari pohon asam itu.

Dua ratus meter ke pohon itu tak dihitung?

Aku akan kembali.

Dia benar dokter, 'kan?

Tentu saja!

Tetap bersama Chettathi, saat dokter memeriksanya.

Baik.

Masih membiasakan diri dengan tempat ini, ya?

Ya.

Kupikir begitu.

Sebagian besar yang ditempatkan di sini berasal dari selatan.

Kehabisan napas?

Dari yang terdengar… bagaimana menurutmu?

Di sini ketinggiannya lumayan, 'kan?

Kau butuh lebih banyak Vitamin E.

Makan lebih banyak alpukat dan pepaya.

Lihat saja aku.

Baik.

Hei!

Pergi sana!

Mereka milikmu?

Bukan, mereka sering di sini.

Telingamu tak terasa tersumbat, 'kan?

Aku makan roti dicelup susu.

Baiklah.

Kau akan baik-baik saja.

Jangan tidur menyamping. Telentang saja.

Semua memanggilku Mlaathi Chettathi.

- Kau tanya namaku, bukan, Dok? - Ya.

- Masalahnya keseimbangan telinga? - Ya.

Biasanya dia tak punya masalah pendengaran, 'kan?

Masalah pendengaran?

Aku bahkan takut memikirkan hal buruk tentangnya.

Dia punya pendengaran super tajam.

Baiklah kalau begitu.

Aku antar dokternya ke mobil.

Baik.

Aku tahu jalan. Tak perlu diantar.

Tak apa, aku antar kau.

Nanti ada anjing.

Mereka kadang agresif pada orang asing.

Mereka lebih tenang jika ada Chettathi atau aku.

Di ketinggian ini, darah tinggi pun bisa sebabkan masalah keseimbangan telinga.

Benar.

Dia pernah operasi jantung, 'kan?

- Dua kali. - Begitu, ya.

Dengan semua penyakitnya, hidup di tempat seperti ini…

- Dokter… - Ya?

- Untuk mobil? - Bukan, aku sudah bayar tadi.

Harus bayar penuh untuk ke sini.

Sopir tak mau jalan jika tidak lunas.

Tarik antenanya.

Siby? Siapa yang siaga?

Siby, bisa dengar aku?

Ya, Appootty Chetta. Shajan di sini. Bicaralah.

Baiklah, Shajan…

Aku baru mulai turun di sini.

Berangkat pukul 19.15.

Pukul 19.15. Baiklah. Pesan diterima.

Baik, diterima.

Tentang apa ini?

Ini sistem dari kepolisian.

- Dengar kubilang berangkat pukul 19.15? - Ya.

Jika mobil belum tiba di pangkalan pukul 20.00,

orang di sana harus beri tahu polisi.

Ini obatnya.

Aku belum beli gula batu.

Aku lupa.

Aku terburu-buru ke dokter sebelum dia pulang.

Akan kubawa gula batunya besok lusa.

Kenapa besok lusa?

Aku ke kantor pos besok lusa.

Ia seperti ini sejak pagi.

Apa ada yang salah?

Tak lama lagi ia akan melahirkan.

Itu alasannya.

- Chettathi! Hei! Chettathi! - Apa?

Panggil aku jika kau perlu ke toilet.

Kau tak perlu memangku aku seperti anak kecil untuk pipis.

Jangan perlakukan aku seperti nenek tua hanya karena pusing sedikit!

Selamat pagi!

Kau sudah bangun?

Aku siapkan kopi sebentar lagi.

MALAIKAT

Hei, Peeyoos!

Apa edisi terbaru "Lustful Flower" belum sampai, Chetta?

Aku pesan sepuluh eksemplar.

Sudah ludes secepat kilat.

Orang sini memang bernafsu tinggi!

Ya! Seolah kau ke sini cuma beli obat herbal saja!

Omong-omong, Pappachan mencarimu.

- Ada apa? - Kau pikir dia beri tahu aku?

Dia cuma keluarkan kepala dari mobil dan bertanya.

Jika dia datang, katakan aku di kantor pos.

Ini hari gajian?

Ya.

Siapa pemuda itu?

Dia Peeyoos.

Tahu wanita dari Malaysia itu, istri Kuriachan?

Anak mereka membayar Peeyoos untuk merawat wanita itu.

Mereka cemas orang yang mengejar Kuriachan bisa menyakiti wanita itu.

Jika sesuatu terjadi padanya,

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left