ആദ്യത്തെ 184 വരികൾ.
GADIS KLAN KOU, KOU REIRIN (JIWA KEIGETSU)
Sulit… bernapas.
Demamnya tidak terlalu tinggi.
Nyonya Reirin, kau merasa lebih buruk dari biasanya?
Maksudmu dia bisa bersikap normal saat demam setinggi ini?
Kou Reirin tidak pernah absen dari ritual.
Bahkan Selir Kekaisaran Shu, yang memujinya,
tidak pernah bilang kalau dia selemah ini.
Obat.
Yang mana obatnya?
Yang mana?
Obat!
Ini tidak masuk akal.
Bahkan setelah bertukar tubuh, kenapa aku merasa sengsara?
Tolong aku.
Kau harus menolongku, Kou Reirin!
THOUGH I AM AN INEPT VILLAINESS
GADIS KLAN SHU, SHU KEIGETSU (JIWA REIRIN)
Leelee terlambat.
Aku akan mengembalikan jepit rambut ini pada Nyonya Gayou.
DAYANG KLAN SHU, LEELEE
- Tidak, Leelee. - Apa?
Aku akan menyelesaikan perselisihan ini.
Biarkan aku yang pergi!
Saat ini, ekspresimu sangat menakutkan,
seperti saat membantai hama di gudang!
Apa?
Kalau begitu…
Sampai nanti.
Jaga dirimu.
Namun, Nyonya Seika dari klan Kin menyuruhku dirundung?
Kukira dia orang yang teguh dan berprinsip.
Aku sangat ingin menjadi bugar,
sampai mungkin tidak bisa berinteraksi dengan semua orang.
Di sisi lain, di tubuh Nyonya Keigetsu,
meski tidak fokus, aku tidak pingsan.
Aku tidak kehabisan napas karena bersemangat.
Aku iri karena tubuhnya sangat sehat.
Ini gawat!
Kalau Yang Mulia Permaisuri melihatku begini, dia pasti terkejut.
Hari pertama masuk ke Istana Para Gadis, aku mengecamkannya dalam hati.
Reirin.
Hanya satu yang kucari dari seorang Gadis.
PERMAISURI, KOU KENSHUU
Camkan dalam hati.
KEBERANIAN
Yang Mulia hanya memilihku sebagai Gadis karena aku punya keberanian.
Aku tidak boleh goyah.
Ini tubuh Nyonya Keigetsu.
Pada akhirnya, aku masih Kou Reirin.
Kou Reirin!
Apa itu kau, Nyonya Keigetsu?
Benar.
Sepertinya kau sedang kesulitan.
Demamku sama sekali tidak turun,
dan aku tidak bisa bernapas.
Cepat lakukan sesuatu!
Tidak bisa bernapas.
Kenapa sulit bernapas?
Kalau kubilang tidak bisa, ya, tidak bisa!
Aku terus mencoba menarik napas, tapi masih sakit.
Kau pasti mengalami hiperventilasi.
Kau akan baik-baik saja, Nyonya Keigetsu.
Kau tidak mengembuskan napas dengan benar.
Tidak mengembuskan napas dengan benar?
Aku sudah bilang tidak bisa, 'kan?
Tubuhmu tidak sadar kalau kau mengembuskan napas dengan benar.
Nyonya Keigetsu, tutup mulutmu dengan kedua tangan.
Aku kesakitan, dan kau ingin aku menutup mulutku?
Kau baik-baik saja. Lagi pula, bisa bicara sebanyak ini.
Sekarang, tutup mulutmu.
Dengar. Sampai aku bilang selesai, terus embuskan napas.
Perlahan.
Buang napas.
Semua baik-baik saja.
Benar.
Sekarang, tarik napas.
Perlahan, buang napas lagi.
Kau sudah tenang?
Jika sudah, campurkan obat nomor sembilan dan 15
di bagian kiri atas lemari obat dan hiruplah nanti.
Tubuh macam apa yang kau miliki?
Apa?
Ini mustahil.
Kau sangat lemah. Sedikit pun tidak pernah sehat.
Itu tidak masuk akal!
Aku sungguh minta maaf.
Itu kehidupanku sehari-hari, jadi aku sudah terbiasa.
Begini saja,
bagaimana jika kita batalkan pertukarannya sekarang?
Aku merasa tidak enak merepotkanmu dengan tubuh itu, Nyonya Keigetsu.
Kau pasti bercanda.
Kenapa kau pura-pura baik untuk mendapatkan keuntungan?
Bukan itu maksudku.
Aku baru bisa menikmati situasi yang memuaskan ini sekarang.
Situasi di mana semua orang melayaniku adalah yang terbaik.
Bahkan Kin Seika yang sombong itu membawa pembakar dupa sebagai hadiah cepat sembuh.
Nyonya Seika melakukan itu?
Mungkin kau harus hati-hati dengan barang itu.
Apa kau iri?
Rasakan itu.
Kau boleh iri padaku yang sekarang seperti ini.
Sebagai Shu Keigetsu si Tikus Got tanpa kecantikan atau bakat,
yang tak diperhatikan siapa pun.
Tak perlu mengatakan kau punya banyak kekurangan.
Nyonya Keigetsu, kau punya tubuh yang sehat.
Apa gunanya itu?
Tubuh itu tidak memiliki bakat yang diperlukan sebagai seorang putri.
Kecantikan, keberuntungan, pria yang membisikkan cintanya,
teman yang bisa dipercaya,
orang tua yang melindungi.
Benar.
Orang tuaku tidak memberikan apa pun yang berguna bagiku.
Namun, mereka memberimu nama yang indah.
Apa?
Nyonya Keigetsu, apa harapanmu
di Festival Angka Tujuh Ganda?
Apa?
Aku membuat dua permintaan.
Pertama, tentu saja, agar aku bisa sehat.
Aku mengharapkan itu setiap hari.
Sudah kuduga.
Sebenarnya, dulu aku tidak percaya dengan membuat permohonan.
Namun, setelah bertukar tubuh dan jadi sehat, aku berpikir,
mungkin komet itu benar-benar punya kekuatan untuk mewujudkan keajaiban.
Apa hubungannya itu dengan namaku?
Karakter yang digunakan untuk "Kei" dalam namamu, Nyonya Keigetsu,
adalah bagian pertama dari kata "komet" digabung dengan karakter "hati".
Nama yang megah dan indah.
Aku merasa berterima kasih kepadamu.
Sebenarnya kau adalah…
komet ajaibku.
Apa…
Apa yang kau katakan?
Dasar bodoh!
Kau bilang aku seperti bintang.
Nyonya Keigetsu,
bisakah kita bertemu langsung dan berbincang?
Kau bilang tidak adil karena aku yang mendapat semua restu,
dan kita bertukar tubuh untuk memperbaiki keadaan.
Namun, aku hanya bersenang-senang setelah pertukaran itu.
Jika kita bisa mengobrol, aku yakin angin baru akan berembus.
Aku tidak mau.
Setelah kondisi fisikku pulih, aku tak membutuhkanmu lagi.
Nyonya Keigetsu.
Bersenang-senang sebagai Shu Keigetsu?
Aku tunggu berapa lama lagi kau bisa berkata begitu.
Nyonya Keigetsu, tunggu dulu…
Nyonya Keigetsu!
Leelee.
Kau menungguku?
Apa?
Kau tahu aku sudah kembali
dan memadamkan apinya, 'kan?
Itu terlihat jelas.
Selamat datang kembali.
Enaknya!
Jepit rambutnya sudah dikembalikan?
Sebenarnya, aku sudah lama menunggu, tapi dia tak kunjung muncul.
Mungkin dia sudah bersiap
untuk membawaku ke hadapan Kapten Mata Elang.
Jika begitu, mereka pasti sudah datang untuk menangkapmu.
Karena itu belum terjadi,
berarti pihak lain memutuskan bahwa berbahaya jika terus berurusan denganmu
dan memutuskan mundur.
Ya, anggap saja begitu.
Aku juga akan sepenuhnya…
- Apa maksudmu? - Apa?
Itu artinya dendam yang tak selesai di antara dayang istana.
Itu artinya, tuan mereka, yaitu aku dan Nyonya Seika
yang harus menyelesaikan semuanya, 'kan?
Apa?
Kebetulan tiga hari lagi ada Festival Hantu.
Benar, tapi…
Kalau kita ikut ritual, kita bisa bertemu Nyonya Seika.
Namun, Selir Shu bilang kau tidak perlu ikut.
Kalau aku "tidak perlu" ikut, artinya aku juga bisa ikut.
Apa?
Namun, Nyonya Keigetsu, dengan keadaanmu saat ini,
para dayang istana akan menolak menemanimu.
Seorang Gadis tanpa pendamping…
Jika tiga hari, aku bisa menjahit pakaian merah menyala yang indah,
jadi tenang saja.
Benar, 'kan, Dayang Istana Atas, Leelee?
No comments yet. Be the first to leave one.