ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
SERIAL DOKUMENTER NETFLIX ORIGINAL
Kerja dengan Robert Rodriguez, saat kami pergi bersama,
dia sedang membahas cara masak nasi kembang kol keto.
Piza kembang kol, nasi kembang kol.
Aku buat piza dan nasi kembang kol, dan aku pakai babi panggangmu.
- Dengan saus salsa verde? - Ya.
Kutunjukkan caraku membuatnya.
Beri aku petunjuk jika menurutmu aku benar.
Lalu kita masak nasi goreng dan mungkin nasi goreng kembang kol.
Aku juga mau buat babi panggang dari nol.
Semoga aku bisa buat sebaik itu.
Baiklah.
Pertama parut itu.
Akan kutunjukkan padamu babi dalam tiga bentuk tahap masakan.
Kita seharusnya berbuat seolah ini acara masak asli, kita keluarkan ini...
Pura-pura itu dibuat saat kita di sini.
Tidak perlu pura-pura.
Ini sungguh acara memasak.
Sekarang kita akan tunjukkan langkah-langkahnya.
Sebelum masak nasi kembang kol, aku mau buat
- salsa verde. - Ya.
Akan kutunjukkan caraku masak, kau rasakan apa aku benar.
Aku ingin tahu apa kau masih suka bumbuku dan lainnya.
SALSA VERDE
Aku biasanya mengeluarkan biji jalapeños.
Benarkah? Kenapa?
Sebab anak-anakku tak suka pedas, tapi bijinya kubiarkan di serrano.
- Harus pakai minyak sedikit, 'kan? - Ya.
Kau pakai bumbu?
- Belum. - Harus dibumbui.
Kau harus beri bumbu di tiap langkah.
Itu bedanya masak di rumah dan profesional.
Panas membuka pori-porinya, 'kan?
Saat ini saat bumbu harus masuk
lalu menutup lagi.
Lalu tambahkan rasa di atasnya.
Perbedaannya sedikit.
Ini 0,1 detik penentu menang atau kalah.
Sungguh.
Biasanya aku lakukan ini dengan sedikit perasan jeruk,
cuka arak beras. Boleh lebih dari itu?
Boleh lebih.
Garam.
Bawang putih.
Lima.
- Daun ketumbar. - Bawang putih.
Lima. Itu enam.
Enam? Baik. Rasanya pasti lebih enak.
- Tak diberi daun mint? - Tidak.
- Minyak zaitun? - Tidak.
- Wijen? - Tidak. Aku tak lakukan itu.
Semua ini dari ponselku.
Saat kau kirim pesan padaku, lima sampai enam tahun lalu.
Tak pakai merica?
Pakai. Merica.
Bagus.
Perlu garam lagi mungkin?
- Tidak? - Aku suka. Enak. Aku percaya padamu.
- Biarkan? - Aku percaya.
Sebab biasanya kutambah... Karena agak asam.
Beri sedikit garam agar tak terlalu asam?
- Boleh. - Katakan, beri tahu aku.
- Jangan sungkan. Aku mau... - Tidak, ini lezat.
Tidak, sungguh, aku yakin padamu, karena...
aku pasti sudah beri mirin, dan lebih banyak rempah,
lebih banyak minyak, tapi aku suka kesederhanaannya.
Besok akan lebih enak?
Enak. Sausmu lebih enak dari sausku.
Sial.
Ini resep sausmu. Akan kukirim via surel padamu.
Ya, surel...
Kau melawan masa lalumu sendiri, Roy, bukan aku.
- Kau melawan dirimu saat lebih muda. - Benar.
Mari kita buat marinade babinya,
lalu kita olah perut babinya.
Jadi, dengan bahan-bahan yang kuambil dari bukumu,
bumbunya hanya bawang bombai, bawang putih,
gochujang, daun bawang,
dan jalapeño.
Ini sedikit lebih rumit
jika mau kau tambah semua ini. Ini sudah ditakar.
Jadi, ini sekitar satu bombai?
Kau mau semua ini? Ini kira-kira sepuluh siung.
Sudah ditakar. Masukkan semua di sini.
Kecap. Ini beda dari yang kubuat.
Jahenya tak ada.
Daun bawang.
Jalapeño beserta bijinya? Perasan jeruk?
- Ya, semuanya. - Minyak wijen?
Tentu.
Bawa...
Roy, ada siung bawang putih utuh dan ada yang sudah dicincang.
- Masukkan saja. - Baiklah. Kenapa tidak?
Ini juga?
- Kenapa tidak? - Apa ini?
Itu marinade yang kita buat sebelumnya.
- Jadi, ini... Seperti biangnya. - Seperti permulaannya.
Cukup.
Mari kita coba. Kau hanya ingin...
- Enak. - Aku suka wijennya.
Jadi, ada yang sudah selesai,
sedang diawetkan,
yang akan menerima olesan, dan ada yang mentah.
Kenapa kau tak beri bumbu dulu, baru kita memarinade?
Ini caraku beri bumbu. Beri tahu tanggapanmu.
Aku buat sehari sebelumnya. Di buku, kau bilang tiga jam sebelumnya.
- Tapi kubuat sehari sebelum. - Tak apa.
Terutama dengan...
garamnya. Kutabur saja.
Bagus.
Lada.
Aku sering buat di rumah tanpa rak agar bisa kutekan sekalian.
Sempurna.
Begitu itu selesai, kemari dan marinade yang ini.
Ini kapasitasnya terbatas, Chef. Bagaimana ini?
- Itu cukup. - Cukup?
- Simpan saja sisanya? - Ya.
Lalu apa? Panggang dengan suhu 100 derajat Celsius?
Ya. Panggang salah satu, lalu akhiri dengan suhu lebih panas.
- agar jadi kerak. - Di situ salahku. Aku tak pernah bisa.
Selalu hangus. Jika terlalu lama
- itu jadi daging hangus besar. - Dari awal suhu rendah,
lalu 20 menit terakhir, suhu tinggi.
Tapi 20 menit itu harus diawasi. Karena kadang 20 menit itu 10 menit.
- Ya, tapi begitulah memasak. - Benar.
KIMCHI KEMBANG KOL NASI GORENG PERUT BABI
Siap memasak nasi.
Kita buat bagianmu dulu. Nasi kembang kol.
Minyak.
Aku ingin tambahkan sedikit campuran, minyak wijen dan minyak canola.
- Kumasukkan bawang bakung. - Sisakan sedikit untukku.
Baik.
Jahe.
Bawang putih.
Sudah kau beri bumbu?
- Di rumah? - Biasanya tidak. Biasanya nanti.
Itu harus.
- Garam dan lada. - Sungguh?
- Beri minyak zaitun. - Seperti ini.
Kimchi.
Cantik. Mentega.
Sekarang harus panas lagi.
Lebih panas?
Sekarang jangan terlalu banyak digoyang. Biar terjadi karamelisasi.
Masukkan sayur, kembang kol... Daging babi dan nasi kembang kolmu.
Jamur.
Di belakang.
Wortel.
- Kubis. - Aku juga akan mulai.
Minyak zaitun, minyak wijen.
Apa yang ditaruh di atas? Minyak wijen atau mentega?
Minyak wijen dan minyak canola.
Tanpa bumbu?
Jangan dulu. Biar nasinya renyah dahulu.
Kumasukkan daging babinya. Kusisakan sedikit untukmu.
Lomba masak nasi goreng.
Masakanmu tampak enak.
Sekarang, Chef, aku akan masukkan kembang kolku.
Ya.
Biasanya aku akan masak ini sebelumnya.
- Kembang kolnya? - Ya.
Kumasak dengan bawang merah dan bawang putih.
Minyak zaitun.
Bumbunya.
Garam.
Jadi, untukku, aku menyiapkan nasinya seperti itu.
Minyak canola.
Minyak wijen.
Daun bawang.
Bawang putih.
Akan kuberi garam dan lada.
Kimchi cincang.
- Menteganya selalu lebih banyak, 'kan? - Ya.
Biasanya kuberi lemon terakhir.
- Itu jadi masalah? - Tidak.
Mungkin sedikit kecap asin?
Benar.
Enak sekali.
Jangan terlalu banyak. Ini sangat lezat. Cukup.
Apa kuangkat dari api, lalu masukkan telur?
- Kurasa kali ini aku juga kalah. - Entahlah.
Jamur.
- Kadang kuberi telur mata sapi atasnya. - Bagus.
Saus salsa verde.
Daun bawang.
Wijen.
Ini, Chef. Aku harus angkat ini. Ini masih masak.
Taruh saja di sana. Benar.
Lada hitam.
- Marinade babi kita. - Kau curang.
- Kenapa masih mendidih, Chef? - Tak apa.
Ya? Apa ini seperti Breaking Away?
Kau masukkan pompamu ke jeruji sepedaku?
Ini sudah matang. Biar kutaruh di tempat lain.
Wortel.
Telur terakhir.
Ini lebih lama
karena nasinya
- dibanding kembang kol. - Benar.
- Jadi? - Cicipi.
No comments yet. Be the first to leave one.