ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
THE HUSBAND
SERIAL INI ADALAH FIKSI
AKTOR ANAK DISYUTING DENGAN AMAN GEN AI DIPAKAI DI ADEGAN TERTENTU
RUMAH SAKIT WOORI TOGETHER
Dokter Kang.
Maksudku, Taeju.
Kau sungguh…
Mau menceraikan Seyun?
Aku tak tahu…
Apakah aku sanggup begini terus.
Kurasa inilah saatnya kami mengakhirinya, Ayah.
Dengar.
Ayah mengerti perasaanmu.
Terkadang, begitulah hidup.
Taeju.
Kau pikir Ayah tak mengalaminya?
Ayah pernah mengalaminya.
Ayah ingin menyerah saja dan pergi.
Tapi ada keluarga yang harus Ayah lindungi.
Ayah harus menahannya.
Begitulah cara Ayah melanjutkan hidup.
Perasaan,
prinsip, dan nilai moralmu…
Simpan saja semuanya.
Jangan sampai Seyun melihatnya.
Itu hanya akan menyakitinya, mengerti?
EPISODE 5
RUANG KONSULTASI PSIKIATRI
Masuklah, Taeju.
Kau baik-baik saja?
Tidak.
Sepertinya perbincangannya tidak berjalan lancar.
Tak apa-apa. Mau bagaimana lagi.
Tak apa-apa, Taeju.
Jangan khawatir.
Ini bukan akhir segalanya.
THE HUSBAND
Kita di mana ini?
Kukira kita akan mencari istriku.
Kini kau yang harus mencari tahu.
BFN
Modus operandinya sama dengan pembunuhan istriku enam tahun lalu.
PERKIRAAN WAKTU KEMATIAN 36-37 JAM SETELAH TELEPON
Waktu pembunuhannya 36-38 jam setelah telepon permintaan tebusan.
Sudah 15 jam sejak dia menculik istrimu.
Istrimu masih hidup.
Meski waktunya tidak banyak lagi.
Sekarang apa yang harus kulakukan
untuk selamatkan istriku?
Untuk mengambil uang.
Apa? Uang?
Uang 3 miliar yang ada di sini. Serahkan kepadaku.
Jika mau uangnya, bebaskan Seyun dulu. Baru kuberikan uangnya.
Tidak, Bu.
Berikan uangnya dulu. Hanya itu cara agar dia bisa hidup.
Apa?
Dasar bedebah serakah!
Ambil saja!
Kumohon, ambil saja uangnya!
Kau masuk berita.
Si pelaku pasti juga melihatnya.
CHOI HYEONSU KEPOLISIAN NASIONAL
BFN?
Kau ingin aku ke sana? Kenapa?
Mencari umpan untuk memancingnya keluar.
MENGUNGKAP KEBENARAN DENGAN BANTUAN SAINS
KANTOR POLISI SEONGJIN SEOUL
PENGAMBILAN MENDESAK BARANG BUKTI FORENSIK DI ATAS
Aku dari Kepolisian Seongjin. Aku harus segera mengambil barang bukti.
Baik, tunggu sebentar.
Bagaimana caranya pakai kamera CCTV untuk menghubunginya?
PENCULIKAN KO SEYUN
145-138 SONGLIM-DONG
POSISI KAMERA PADA SAAT PENEMUAN AWAL DI DEKAT PINTU MASUK
Detektif menemukannya di rumah mertuamu.
Kapten!
Di sini.
Lihatlah.
Detektif.
Mereka juga menemukan kamera di rumahmu.
Di sini!
Kamera ini ditemukan saat penggeledahan lanjutan.
Selama ini…
Dia sudah mengawasimu.
Apa yang dia lakukan? Astaga…
PERANGKAT AKTIF Menghubungkan…
NOMOR TAK DIKENAL
Halo?
Lama tak berkabar, Pak Kang.
Kukira aku takkan pernah melihatmu lagi.
Tak usah sok berbasa-basi.
Kau jadi sangat terkenal saat ini.
Entah apakah itu Pak Kang yang kukenal.
Jujur saja, aku tak menduganya.
Lalu istriku?
Di mana dia?
Istriku…
Istriku masih hidup, 'kan?
Untuk saat ini, ya.
Aku penasaran.
Kenapa kau melakukan ini pada kami?
Kau meminta bantuanku, dan aku mewujudkannya.
Pertanyaan macam apa itu?
Apa yang harus kukatakan?
Tidak. Hentikan omong kosongmu.
Kenapa kau melakukan ini pada kami?
Dengar, Pak.
Itu tidak penting bagimu sekarang.
Yang penting adalah istrimu akan mati,
dan kau harus hidup dengan rasa bersalah seumur hidupmu.
Ini uangmu, sesuai janji.
Kali ini sungguhan.
Pak Kang, ini sudah berakhir.
Semua sudah terlambat.
Bisa bertemu di Taman Hogok tiga jam lagi?
Kau tidak mendengarku?
Apa ini lucu?
Ya, lucu.
Kau tahu itu aku, tapi tetap saja kau akses kamera ini.
Untuk apa meneleponku?
Masa hanya ingin mendengar suaraku?
Kau menginginkan uangnya, 'kan?
Uang tunai 3 miliar won.
Tidak bercampur dengan uang 1.000 won.
Ini sungguhan.
Kau bilang tak menginginkannya, 'kan?
Kalau begitu, kuhancurkan saja.
Oke. Baiklah.
Kau jadi cerdik, Pak Kang.
Pak Kang.
Kita cari jalan tengah saja, ya?
Ya, aku setuju.
Tapi pertama,
aku harus memastikan istriku masih hidup.
Biarkan aku bicara dengannya.
Ayolah.
Ayolah, kumohon.
Menjauhlah dariku.
Kubilang, menjauhlah!
Ini untukmu.
Kubilang ini untukmu. Kau tak mau jawab teleponnya?
Ya ampun.
Aku selalu lupa sudah mengikat tanganmu.
Ini salahmu karena berusaha kabur!
Bicara saja seperti ini. Mengerti?
Ini suamimu.
Suamiku?
Halo?
Seyun.
Seyun?
Kaukah itu?
Ya, Sayang. Ini aku.
Kau baik-baik saja?
Kau terluka?
Ya, aku baik-baik saja.
Baiklah, syukurlah.
Sayang.
Maafkan aku atas segalanya.
Tidak, Sayang.
Tidak, sungguh. Aku sungguh menyesal.
Tentang berbagai hal.
Ada banyak hal yang ingin kukatakan kepadamu.
Entah kenapa aku menunda semuanya.
Ayo kita bahas secara langsung.
Aku akan menjemputmu. Bertahanlah dulu.
Ya?
Ya.
Aku akan menunggumu.
Kau menguji kesabaranku.
Sayang.
Cukup, 'kan?
Baiklah, mari kembali ke kesepakatan kita.
Aku sudah memikirkannya.
Kenapa kau yang menentukan lokasinya? Aku yang menyandera.
Baiklah.
Silakan. Tentukan lokasinya.
Pukul 20.00 malam ini, tunggu di depan Gedung Olahraga Dong Nam.
Nanti kuberi tahu lokasi pastinya.
Kali ini, pastikan kau membawa uangnya.
Bekas lukanya sudah membaik?
Hei, ayolah. Jangan bergerak.
Ayolah!
Kelihatannya membaik.
Bu Ko.
Pak Kang itu…
Apa dia selalu serapuh ini?
Awalnya, dia ingin kau mati. Kini, dia ingin aku membiarkanmu hidup.
Aku tak tahu lagi apa yang dia inginkan. Sungguh menjengkelkan.
Apa maksudmu?
Dia ingin aku mati?
Tampaknya kau tidak tahu.
Sebaiknya cerita atau tidak?
Bu Ko.
Pak Kang menyuruhku melakukan semua ini.
Jangan bohong.
Tidak.
Dia tak mungkin melakukannya.
Kudengar dia minta bercerai, tapi kau menolak.
Kau tak mau memberinya apa yang dia mau.
Aku yakin itu yang dia katakan.
No comments yet. Be the first to leave one.