ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
KREMATORIUM
SUPLAI MEDIS
PEMBUKAAN
PEMBUKAAN LAGI
PEMBASMI HAMA
PEMBUKAAN LAGI
PEMBUKAAN LAGI
Terima kasih, Linda. Dituang dengan sempurna.
Petugas telepon terus menagih biaya hot spot,
entah apa itu. Akan kutelepon mereka. Jelas. Nanti. Bukan hari ini.
-Mungkin bulan depan. -Bagus.
Diskon 20% untuk ganti oli.
Mungkin sebaiknya kita ganti oli.
Kapan terakhir diganti?
Tahun lalu? Atau mungkin tahun sebelumnya?
Jelas setelah Louise lahir.
Kau harus rutin ganti oli.
Ya, aku tahu, Teddy.
Itu membuat mobil tetap awet.
Terima kasih. Aku paham.
Aku ganti sendiri. Hanya satu atau dua jam.
Tiga atau 3,5 jam jika kau mabuk.
-Ganti saja sendiri. -Aku tidak mahir
menjadi "bertanggung jawab".
Kau mahir dalam beberapa hal.
Kau atur ulang jam kita tempo hari.
-Setelah listrik padam? -Itu kau.
Benar. Kau hanya ingin membuang jam itu.
Sepertinya beton di rumah Fischoeder kering.
Aku memasang simpai basket di kamar mandinya
dan toilet di lapangan basketnya.
Hidupnya hebat, ya?
-Sampai jumpa. -Dah.
-Hei. -Halo.
-Teddy. -Theodore.
Hei. Bagaimana sekolah?
Jangan cemas. Terlalu lama empat jam dan banyak bicara.
Ingat aku ingin jadi relawan
mendongeng di rumah sakit hewan?
Sepertinya bukan itu tugas relawan.
Hewan tak punya jempol. Mereka tak bisa balik halaman.
Kalian tahu aku butuh akta lahir untuk pendaftaran?
Besok terakhir. Tahu ada di mana?
Ya. Aku tahu di mana akta lahirmu,
sebab aku bertanggung jawab dan menaruhnya di tempat yang aman.
-Baik. -Di brankas.
-Brankas api kecil. -Bagus.
Ada banyak dokumen penting lain
yang kusimpan di sana.
Apakah tisu toilet termasuk penting?
Jika ya, maka kita kaya.
Aku lupa beli tisu toilet.
Setidaknya satu hal kusimpan dengan benar.
Ayolah. Di mana kuncinya?
Di mana kuncinya? Kunci sialan!
Bus terlalu lambat Aku ingin naik kapal
Kapal terlalu basah Aku ingin naik jet
Jet bunuh diri, aku naik kawanan domba Ke padang rumput
Katakan halo kepada orang Buat kuning di selo
Selo terlalu basah Kami ambil klarinet
Klarinet terlalu nyaring Kami ke Ally Sheedy
Ally Sheedy sibuk Kami panggil saudarinya Lizzie
Lizzie Sheedy senang mengumpat Saat mengemudikan bus
Ini kata-kata yang senang dia ucapkan
Selangkangan, lembah, sial, payudara
Kentut, gigit, tip, celup dua kali
Itu sebabnya kami jatuh dari tebing
Bagaimana kalian melakukan itu?
Aku suka!
Namun, dahulu tidak begitu.
Ayo, Gene. Kutunjukkan caranya.
Selamat datang di kantor Kaki ayam dan sosis
Ke kebun binatang hari ini Kita akan makan burung unta
Mereka pergi? Lebih baik begitu
Sementara di sini Ayo kita minum bir
Tidak ada bir? Bagaimana kalau kapal pesiar
Ini barang-barang yang ada di kapal
Catur, cribbage , selada, bayam
Mesin slot, dipan, roti bawang
Kini kita tenggelam di laut
Aku tak paham caranya
tepuk tangan dan bicara bersamaan.
-Kami bisa mengajarimu. -Benarkah?
Tentu! Sepupuku Valerie bisa, dan tangannya cuma satu. Masih begitu.
-Burger Bob. -Lin, ini aku.
-Tolong aku. -Di mana kau?
Di bawah ranjang. Kau tahu di mana kunci brankas?
Tidak. Bagaimana di bawah ranjang?
-Menjijikkan. -Pasti.
Bisa tanya kepada anak-anak?
Kalian lihat kunci brankas?
Tidak. Ibu tanya Ayah? Sepertinya tahu.
-Ini Ayah. -Sampaikan salamku.
-Tina titip salam. -Hai, Tina.
Ayah bilang hai.
Tanya apakah menurut Ayah aku siap berbagi celana dalam dengannya.
Ayah, kau bisa.
Bob, sepertinya Louise ke atas untuk melompat di ranjang.
Ya, dia melakukannya. Menyenangkan dan membantu.
Aku akan matikan, Lin.
Baik. Matikan bersamaan. Kau dahulu.
Ayah mencari di mana-mana, ya?
Aku tahu aku beli brankasnya dan ada kuncinya.
Aku menaruh barang penting di situ.
Tutup brankasnya. Ambil kuncinya. Lalu aku...
-Membuangnya? -Tidak.
Lalu aku mau menaruh kunci di gantungan agar bertanggung jawab,
tetapi aku sadar kunciku kutinggal di mobil.
Agar mobilmu selalu siap dipakai.
Jadi, aku ke mobil untuk mencari kunciku,
lalu Hugo lewat.
Aku menunduk agar tidak bicara dengannya.
-Berani. -Dia melihatku,
jadi, aku berpura-pura menelepon.
Bebas genggam, biarpun tidak ada alatnya di mobil.
Apa kita cari di mobil?
Aku mual di mobil.
-Namun, mobil tidak bergerak... -Dah.
Pasti ada di sini. Astaga.
Ya, ini sudah tidak bisa dibuka.
Sulit sekali membungkuk.
PANGGILAN TUGAS JURI
Kacau. Aku monster.
Itu obeng yang kubeli lagi berulang kali
karena tidak tahu ada di mana. Panggilan juri. Sempurna.
Andai aku tahu itu karena aku buronan sekarang.
Ya, ada semut.
Kalian masih di sini. Kenapa aku begini?
Punggungku! Keram!
-Hai. Apa kabar? -Baik. Kabarmu baik?
Ya. Aku sangat senang.
Baik.
Jika aku berbaring seperti ini...
Rasanya lebih baik. Akan sembuh sendiri, lalu aku...
Aku akan mencari kunci lagi. Berbaring membuatku ingat aku lelah.
Aku selalu lelah. Aku akan menutup mata sebentar.
Namun, aku tak akan tidur.
Astaga. Aku tertidur. Pukul berapa ini?
Di mana aku? Apa aku bermimpi?
PETA - KRAYON PEMANTIK API
Apakah aku kecil? Sepertinya aku kecil.
Pena. Peta. Apa aku di laci mobilku?
Asuransi itu sudah lama kedaluwarsa.
Antara aku benar-benar mungil dan di dalam laci mobilku
dan mungkin aku pahlawan super,
atau aku bermimpi karena aku pria paruh baya pengantuk
dan sering ketiduran.
Jika kau bermimpi,
-apa aku juga bermimpi? -Siapa itu?
Aku! Bola Remas Karet.
Sudah berapa lama? Tujuh tahun?
PARKIR
Mungkin. Maaf laci mobilnya tidak dibuka, Bola Remas.
Ya, di sini seperti makam.
Dahulu kita bersenang-senang, ya?
Kau sesekali menemukan karet gelang
dan menambahkannya di tubuhku.
Ya.
Lalu meremasku saat kau menyetir.
Itu kebiasaan kita.
Lalu kau mendapatkan ide, bukan? Untuk burger dan semacamnya.
Kurasa begitu.
Pasti restoranmu sangat sukses sekarang.
Apa? Tidak. Maksudku, kami masih buka.
Hei, apa kau lihat sebuah kunci kecil?
Sangat kecil. Seperti...
Kecil. Kira-kira sebesar ini?
-Untuk brankas kami. -Kau punya brankas?
Hebat! Untuk semua uang restoranmu?
Bukan, untuk dokumen penting.
Aku kenal seseorang yang punya dokumen penting!
Aku merindukanmu, Squeezy.
Aku tidak tahu di mana kuncimu,
tetapi kau tahu siapa yang bisa membantu? Kaset!
-Kaset? -Ya. Kaset menolong diri sendiri,
Strategi Kehidupan: Cara Menjadi Genius Strategi.
Benar. Aku sudah lama mulai mendengarkannya.
Seharusnya lebih sering kudengar.
Sepertinya kulihat di bawah kursi depan
sebelum aku tertidur. Bagaimana cara keluar?
Bagaimana jika menyelip?
Kau mengerti? Menyelip?
Ya, aku mengerti.
Apa aku masih sahabat terbaikmu, Bob?
Kurasa begitu.
TOKO DISEWAKAN
Selesai memasang toilet basket Fischoeder.
Apa sudah kupasang ke jalur pembuangan?
-Sudah saja. -Basket dan tinja.
Sekali lagi.
Bus terlalu lambat Aku naik kapal
Tidak, seharusnya tepuk bokong.
-Sungguh? -Ya. Bukan siku, tetapi bokong.
Aku tahu permainan itu, tetapi berbeda. Lakukan bersamaku.
Ada Romo Gregory di pastoran
Ada Suster Eleanor Pergi ke toko alkohol
Ada para misdinar Bermain dadu dan ribut
Berapa angka yang mereka lempar?
Satu dan satu
Satu, dua, satu, dan tiga
No comments yet. Be the first to leave one.