ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
A.Mussoullini Bandung, 4 Oktober 2017.
Salju!
Mengagumkan sekali! Ternyata saljunya masih ada!
Kita datang untuk menghadiri pemakaman, bukan untuk bermain ski.
Tapi Ibu juga ingin main ski, ya 'kan?
Oh, aku ingin main ski! Aku sudah tidak tahan!
Aku sudah tidak sabar untuk bertemu Yoshimi-chan.
Liburan musim semi memang mengasyikan. Tidak ada PR.
Kau itu sudah besar.
Ini jimat keberuntunganku.
Lucu sekali... Buat ibu saja.
Jangan.
Awas!
Sugita - Heisuke Naoko Monami
Penumpang yang selamat mengalami luka parah.
Kebanyakan dari mereka sedang dalam kondisi kritis.
Laporan terbaru...
Terkait seorang ibu dan putrinya yang dirawat di rumah sakit...
Mereka telah teridentifikasi sebagai...
...Ny. Sugita dan putrinya.
Keduanya dibawa ke rumah sakit ini...
...dan telah teridentifikasi.
Nama keluarga mereka adalah Sugita.
Kalau begitu kami pergi dulu.
Cobalah untuk bercukur yang rapi.
Aku pergi dulu!
Maaf, saya Sugita. Dimana istri dan putri saya?
Sugita? Ruang UGD di lantai atas.
Ruang UGD!
Heisuke-san!
Aku tak tahu harus bilang apa...
Andai saja aku tak meminta mereka untuk datang kesini...
Dokter, dokter...
Anda Sugita-san?
Ya.
Apakah mereka akan selamat?
Saya takutkan kondisi mereka sangat kritis.
Maksud anda istri saya... atau putri saya?
Keduanya.
Dokter, VF Ny. Sugita!
Bosumin!
Bertahanlah! Apa?
Apa?
Monami?
Tidak perlu khawatir.
Dia ada disampingmu.
Suster... Tolong bantu saya.
Naoko!
Bertahanlah!
Naoko!
Naoko!
Naoko!
Naoko!
Mama!
Silahkan lewat sini.
Naoko...
Monami...
Monami.
Syukurlah...
Apa?
Apakah aku sudah mati?
Monami.
Kau masih hidup!
Ayah akan memanggil dokter!
Tunggu, Hei-chan.
Ini aku, Naoko.
Apa?
Apa yang kau katakan?
Monami.
Hei-chan...
Aku Naoko.
HIMITSU
Apa yang kau katakan?
Apa kau baik-baik saja, Monami?
Bukan. Aku Naoko.
Apakah kau tidak mengerti?
Tidak, itu mustahil.
Aku sendiri juga tak mempercayainya.
Tapi itu benar.
Jangan bercanda dengan ayah.
Aku tidak bercanda.
Tidak.
Kalau begitu, ceritakan padaku tentang kencan pertama kita.
Kita makan es krim di Cape Lighthouse .
Lalu?
Kita pergi ke Pecinan.
Kau makan 5 mangkok mie kuah.
Bukan hanya mie kuah saja.
Mie goreng juga.
Lalu, apakah kau masih ingat saat kau menginap di tempatku?
Ya.
Saat itu sedang musim dingin.
Saat kita melakukan itu kau sangat kaku.
Kakimu keram. Gaduh sekali.
Bicaralah padaku, apakah kau masih hidup?
Naoko...
Naoko?
Apakah itu berarti Monami-lah yang meninggal?
Aku mengambil tubuh Monami.
Jika aku bisa mengembalikan Monami,...
...aku akan melakukan apapun.
Untuk sekarang...
Sebaiknya kita jangan memberitahu siapapun.
Hei-chan...
Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Aku pulang.
Wah, berantakan sekali.
Hei-chan, buka jendelanya.
Rasanya aneh sekali.
Hei-chan, apa kau menyirami mereka?
Kadang-kadang.
Sudah kuduga.
Mereka layu. Kasihan sekali.
Kalian harus minum yang banyak ya?
Ini!
Minum dulu ya.
Kalian akan segar kembali.
Hei-chan, kesini dan bantulah aku.
Hei-chan...
Apakah aku sedang berada dalam mimpi?
Apakah tidak apa-apa bila kau sendirian?
Aku akan baik-baik saja.
Cukuranmu tidak rapi.
Kau memang Naoko.
Aku pergi dulu.
Hati-hati di jalan.
Sedikit hambar.
Tapi pak, kami kira rasa yang ringan akan lebih laku di pasaran.
Ramen harus memiliki cita rasa yang lezat sejak pertama menyentuh lidah.
Kecap memiliki kadar garam yang tinggi.
Ya...
Tapi rasa kaldunya lumayan.
Sedikit lagi.
Dan mie-nya...
Saya lumayan percaya diri dengan mie-nya.
Aku rasa pak kepala terlihat cukup letih.
Setelah apa yang terjadi, tentu saja.
Ayo, bangunlah! Nanti kau terlambat.
5 menit lagi.
Tidak! Bangun!
Tidak! Aku ingin tidur sebentar lagi.
Bangunlah sekarang. Kau dengar ibu?
Hentikan!
Ibu akan tidur denganmu.
Penelitian fenomena kerasukan...
Berdasarkan agama, ilmu pengetahuan alam dan psikologi...
...terus berlanjut...
Ada sebuah kasus yang menarik.
Itu terjadi pada seorang gadis di Perancis.
Dia menderita cacar...
...dan berada dalam kondisi kritis...
Dia sembuh dengan memiliki kepribadian orang lain.
Seorang wanita yang meninggal di waktu yang hampir sama...
...dipercaya merasuki gadis tersebut.
Warnanya hijau! Lihat! Lihat!
Gadis tersebut tahu segala hal mengenai wanita yang meninggal itu.
Kondisinya tersebut bertahan selama dua tahun.
Lalu, kepribadian asli gadis tersebut kembali lagi.
Aku pulang.
Dia memang Naoko.
Monami?
Ini aku, Naoko.
Selamat datang.
Apa itu...?
Terlihat seperti remaja, kan?
Mungkin roknya terlalu pendek ya?
Tidak juga...
Berhentilah memandangiku, Hei-chan.
Hentikan!
Aku tidak bisa menahannya.
Hei-chan!
Hentikan...
Lihat?
Hei-chan.
Kau tahu apa yang kupikirkan?
Aku harus menjadi Monami ketika berada di luar rumah.
Itu benar...
Kita tidak punya pilihan.
Tapi aku akan tetap menjadi istrimu jika didalam rumah.
Aku tak bisa tetap memakai cincin ini.
Mulai dari sekarang ini akan menjadi cincin kawinku.
Aku akan tetap memakai cincinku.
Terima kasih.
Tapi...
Kau sudah berusia 40 tahun lebih, apa kau bisa menjadi anak sekolah?
Bisa... bisa!
Itu sudah ketinggalan jaman.
Kau pasti akan sibuk untuk mengejar banyak ketertinggalan.
Sekarang, tidurlah.
Kita memang pasangan yang aneh.
Ah, diamlah.
Aku jadi teringat masa lalu.
Mona!
Ah...
Bagaimana kabarmu sekarang?
Kuniko-chan?
Ya ampun, kau sudah besar.
Apa kita sekelas?
Ada apa dengan rok-mu?
Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.