ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Kenapa gadis sepertimu jalani hidup seperti ini?
Aku belajar di sekolah musik Paris. Aku ingin menjadi pianis konser.
Chopin dan Debussy, dan semacamnya.
Dan pada malam pertama pertunjukan, tutup piano menimpa tanganku.
3 jari dan 1 mimpi hancur.
Aku tak peduli apa yang terjadi setelah itu...
Selama aku dan anjingku bisa makan.
Terima kasih.
Boleh aku bertanya sesuatu?
Maksudmu, kenapa gadis sepertiku melakukan pekerjaan ini?
Sebenarnya aku orang Belgian. Orangtuaku misionaris di Kongo.
Aku tak ingin bicarakan hal itu.
- Aku mengerti. - Kini hanya ada aku dan adikku.
Dia di RS, butuh 3 kali transfusi dalam sehari.
Kau tahu berapa harga sekantong darang sekarang ini?
Terima kasih.
Maaf. Siapa namanya?
Namanya Coquette.
- Dan kau? - Irma, dipanggil Irma la Douce.
Artinya Irma si manis. Aku tak tahu kenapa.
Aku tahu kenapa. Berapa dolar untuk yang itu?
5 dolar. Sebenarnya aku tak tahu nama asliku.
Aku dititip di panti asuhan dekat Cherbourg dan sudah dihancurkan.
Aku kirim uang untuk membangunnya kembali. Aku sudah bayar sebagian.
Hanya ini yang aku punya, Bu.
Dibom oleh 8 pesawat tempur, bukannya aku salahkan Amerika.
Tapi jika saja kau lihat anak panti tidur di lantai dan hujan turun.
Belum ada kasur dan atap.
Kau terima cek?
Dan inilah kisah Irma la Douce.
Kisah semangat, pertumpahan darah, hasrat dan kematian.
Semua, bahkan hal-hal ini yang membuat hidup berarti.
Paris, waktu menunjukkan pukul 5 pagi.
Kau sering lihat di selebaran, Paris kota yang tak pernah tidur.
Tidakkah kau percaya?
Pada waktu ini tak ada yang bisa dilakukan...
Kecuali jika kau bekerja di dinas kebersihan.
Jika kau ingin minum di Maxim's, sudah terlambat.
Mereka sudah tutup beberapa jam yang lalu.
Jika kau ingin ke Menara Eiffel, masih terlalu pagi.
Belum dibuka sampai beberapa jam lagi.
Jika kau ingin melihat aksi, lupakan distrik balap motor.
Sebaiknya kau datang saja ke lingkungan kami.
Ini Les Halles, pasar grosir makanan.
Kami menyebutnya perut Paris.
Simpan Champs Elysees-mu dan istanamu di Versailles.
Ini tempatku. Berisik, kotor, bau, tapi hidup.
Sapi Charolais, babi Perigord, domba Inggris, lembu Normandia.
Otak, ginjal dan babat.
Kaki babi dan kepala sapi menunggu untuk diberi saus vinaigrette.
Salmon Loire, Ikan Channel, tobster Corsica...
Tiram Dieppe, sarden Lorieon.
Asparagus Anjouette, jeruk Valencia,
incorrect punctuationMelon Cavaillons, kubis Auber Villiers.
Tapi manusia tidak hidup dari kubis saja.
Jika itu alasanmu ke pasar ini, sebaiknya pergi ke Rue Casanova.
Di situ tempat para gadis itu, atau yang kami sebut "poules".
Kau bisa memilih Kiki Cossack, Amazon Annie...
Lolita, Suzette Wong, Mimi Maumau, dan tentu, ada Irma la Douce.
Dia lahir di sana, Les Halles, dalam truk di belakang pasar ikan.
Seperti yang lainnya, dia istirahat di bistro seberang jalan.
Ini pemiliknya. Dikenal sebagai si kumis.
Menurut catatan polisi, dia pencuri ayam Romania.
Namanya Constantinescu, tapi waktu dia beli tempat ini...
Dinamainya "Kumis Chez" dan lebih murah menumbuhkan kumis...
Daripada membeli tanda baru.
Kadang, saat subuh, yang lebih kaya di sini beri semangkuk sup bawang.
Tapi kebanyakan pelanggannya hanya para "poules" dan "macs" mereka.
Kau tahu apa "mac" itu? Apa dalam bahasa inggrisnya?
Pelindung, pendamping, manajer bisnis?
Jangan ke mana-mana dulu, nanti kau akan tahu.
- Bagaimana? - Tidak buruk.
Banyak tips. Aku punya merpati asli malam ini.
- Kadang aku berharap kau kembar. - Terima kasih.
- Apa itu? - Apa? Itu...
Orang terakhir tak punya cukup uang, jadi dia kasih cek.
Bagus sekali Irma, kau merahasiakannya dariku?
- Ini hanya 10 dolar. - Dan kau tak bilang padaku?
Aku baru akan menyimpannya untuk pengering rambut.
Pengering rambut? Kita mitra, Irma. Kau tak mungkin menipuku.
- Lepaskan, Hippolyte. - Ada yang namanya etika.
Kau menyakitiku, Lembu besar!
Jika kau tak suka caraku, kenapa tak kau cari saja pria lain?
- Akan kulakukan. - Kenapa menunggu? Sekarang saja.
Aku akan bawa dia kapan saja.
Sungguh?
- Hanya bercanda, Hippolyte. - Bercanda?
Kenapa tidak ada yang tertawa?
Sekarang kembali bekerja.
Lembu!
Dan mereka adalah keluarga besar yang bahagia.
"Macs", "poules" dan "flics".
Atau bisa disebut, polisi.
Negarawan dan politikus kalian masih bicarakan hidup berdampingan.
Tapi di sini, di pergaulan kami, kami melatihnya.
Sikap polisi hidup dan membiarkan orang hidup.
Dan sebagian mereka hidup dengan baik.
Setiap jumat "flics" menggerebek Rue Casanova, hanya untuk catatan.
Beberapa "poules" dibawa ke pos polisi, dan bayar sedikit denda.
Dan 24 jam kemudian mereka kembali ke jalanan.
Ini rencana yang baik, bersahabat, dan beradab.
Setiap orang lihat dari cara lain, setiap orang menutup mulut.
Tak ada yang terluka, kecuali mungkin kadang lalat.
Dan suatu hari, bencana datang. Polisi jujur datang bertugas.
Coquette. Kemari, Coquette. Dasar nakal.
Permisi, apa kau punya ijin?
- Ijin? Tidak. - Ini pelanggaran nomor 56.
Biasanya mereka biarkan kami lolos.
Tidak denganku. Menurut hukum, seharusnya kau mengikatnya.
Mengikatnya?
Tentu.
- Akan kuingat itu. - Tunggu sebentar.
Apa yang dilakukan gadis-gadis ini pagi-pagi?
Aku tak tahu dengan mereka, tapi aku sedang mengajak jalan anjingku.
- Baiklah. - Aku harus bawa dia keluar terus.
- Dia menderita batu ginjal. - Sayang sekali.
Jika kau tak keberatan aku berkata demikian...
Maaf.
Aku tak pernah melihat gadis memakai stoking hijau sebelumnya.
Cocok dengan pita dan celana dalamku.
Celana dalam hijau?
- Kau baru di sini, ya? - Ini hari pertamaku.
- Sudah kuduga. - Aku di angkatan selama 6 bulan.
Kantorku di Bois de Boulogne, dekat danau, tempat anak-anak bermain?
- Di situ aku mendapat medali. - Untuk jauhkan anak dari rumput?
Aku menyelamatkan anak tenggelam, pernafasan mulut ke mulut.
Mereka pikir aku siap untuk lebih besar, maka aku ditransfer ke sini.
- Kau akan senang di sini. - Aku tak yakin.
Jika aku jadi kau, aku akan bawa jalan anjing itu ke tempat lain.
- Kenapa? - Gadis-gadis di situ.
Sepertinya mereka pelacur.
- Tidak? - Ya. Aku bisa lihat dari jauh.
Irma, aku baru pulang kantor, jika kau tidak sibuk...
- Maaf? - Ini aku, Andre penjual sayur.
- Aku tak butuh. - Ada apa denganmu?
Kau ingin aku berikan bisnisku kepada Kiki?
- Apa pria ini mengganggumu? - Tak apa. Jangan sekarang. Nanti.
Nanti? Aku hanya punya waktu setengah jam.
Petugas, ada truk gandeng parkir di sana.
- Lakukan tugasmu. - Mungkin aku akan lakukan.
- Dia bekerja terlalu serius. - Kucoba.
- Sampai jumpa. - Aku tak akan terkejut.
- Pesan apa, Pak? Cognac? - Aku tak pernah minum saat tugas.
Bahkan saat tak bertugas juga tak minum. Hanya segelas air vichy.
Mencari sesuatu, Pak?
- Apa kau tahu tentang hotel itu? - Casanova tidur di situ 1763.
Aku tak tanya 1763. Sejak aku di sini, sudah 4 pasangan masuk.
Senin selalu menjadi malam panjang.
Kau tahu apa yang kira-kira mereka lakukan di sana?
Aku punya pikiran yang pasti. Mereka berhubungan intim.
- Itu ilegal. - Ini dunia yang kita tinggali.
Cinta ilegal, tapi tidak untuk kebencian.
Sehingga kau bisa lakukan di mana saja, kapan saja, pada siapa saja.
Jika kau butuh kehangatan, sandaran, senyum menenangkan...
Kau harus sembunyi di kegelapan seperti kriminal.
- Itu bukan cinta. - Kau bicara seperti kaum borjuis.
Itu keji dan harus dicap.
Pemikiranmu tak hanya tak jelas, tapi juga tak waras secara ekonomi.
Dan aku tahu apa yang sedang kubicarakan.
Dulu aku dosen ekonomi di Sorbonne.
- Dosen? - 6 tahun, tapi itu lain cerita.
Jadi kau setuju penduduk yang baik punya hak dilindungi dari ini.
1 contoh, menikah 20 tahun, kerja keras tiap hari jual kereta bayi.
Waktu malam dia mau sedikit kesenangan, ditemani.
Jadi dia datang ke Rue Casanova, bertemu gadis yang mau menemaninya.
Dia memberinya uang. Gadis itu memberikannya kepada pacarnya.
Pacarnya habiskan untuk minum, manset, di arena balapan.
Kadang dia juga harus memberi sedikit uang pada polisi.
- Menyuap polisi? - Itulah keindahannya.
Polisi terima dan beli kereta bayi dari penduduk yang baik.
Dengan begitu, uang berputar. Semua sejahtera, semua senang.
- Aku tak percaya. - Itu dasarnya.
Aku tak percaya ada polisi yang mau disuap.
Tak semua polisi bisa disuap.
Yang lebih tinggi ingin ditemani oleh para gadis.
Paling tidak ada 1 polisi di sini yang tidak korupsi.
Kau tak tahu berapa nomor kantor polisi, 'kan?
Pusat 5288. Tapi aku tak akan bergegas jika aku jadi kau.
Minum vichy dulu.
Sersan jaga? Ini Patou. Aku minta dikirim pasukan ke Hotel Casanova.
Pelanggaran pasal 34 dari undang-undang kriminalitas.
Bukan menyampah sembarangan, itu pasal 34. Pelanggaran moral.
Ini pasangan lainnya. Aku akan menggerebek tempat itu.
Kau cari masalah, Teman.
Dalam dunia tak jujur ini seperti memetik ayam melawan angin.
Kau hanya akan dapat bulu di mulutmu.
Tenang. Aku tahu yang aku lakukan.
- Kau tak punya alarm kebakaran? - Ya, ada di sana.
Di tempat yang seharusnya.
Di mana kebakarannya?
Sebelah sini.
Tidak, itu panas!
Kau ditahan.
Semuanya, pesta bubar!
- Wanita di sini, pria di sana. - Apa ini?
- Razia? - Di hari senin?
- Seharusnya setiap Jumat. - Bisa aku pergi ambil stokingku?
- Tidak. Ayo! - Kau harus bayar aku setengah.
- Ini bukan salahku. - Aku tak tahu yang dia katakan.
- Aku sedang bongkar sampel. - Ayolah!
No comments yet. Be the first to leave one.