ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
- Jalan! - Jalan!
Cepat jalan!
- Cepat! - Jalan!
Ikutin!
- Turun! Turun! - Cepat jalan!
- Cepat! - Cepat!
- Cepat jalan! - Ikutin!
- Jalan, jalan. - Cepat jalan!
- Cepat, cepat. - Ikutin.
Cepat naik jembatan!
- Cepat, cepat, cepat! - Cepat jalan!
Cepat!
Jongkok!
Jongkok!
- Jongkok! - Jongkok!
- Jalan! - Jalan!
- Cepat jalan! Ikutin! - Cepat!
Mati beberapa.
Tuan Sitake.
Orang-orang yang kamu bawa kali ini,
jauh lebih sedikit dari sebelumnya.
Anggap saja untuk menebus
kerugianku sebelumnya.
Kali ini,
anggap saja kamu memberiku gratis.
Menurut orang China,
penyebab penderitaan terbesar di dunia ini
adalah ketidakpuasaan.
Kesalahan terbesar adalah
keinginan yang tak terbatas.
Jangan selalu menggunakan China
untuk membuatku merasa jijik.
Kalau begitu apakah kamu pernah mendengar
Bartitsu?
Tentu saja pernah.
Bukankah itu seni bela diri di Inggris?
Teguran orang China
adalah peringatan untuk orang yang lemah.
Bagiku,
kurang menarik.
Dan tidak jelas.
Antar tamu.
Jual koran! Jual koran!
Libur telah tiba!
Permisi.
Libur telah tiba!
Siapa yang sampai duluan di jalan kerajaan,
nyalakan kembang api dan ambil hadiah.
Itu jelas pasti kami!
Ye Wen, cepat!
Serahkan padaku.
Percayakan padamu.
Maaf.
Apa-apaan ini.
Maaf, maaf.
Cepat, cepat.
Tenang, aku pasti yang pertama.
Jangan biarkan dia jadi yang pertama.
Kalian tidak akan bisa menang dariku.
Cepat!
Cepat, cepat!
Tidak apa-apa, kan?
Tunggu.
Maaf, ya.
Hebat juga!
Serahkan tasnya, dengar tidak?!
- Jangan ambil. - Lepaskan!
Ibu, sudahlah, berikan saja padanya.
Apa yang kamu lakukan?
Berikan padaku!
Duduk!
Bu.
Bu, lepaskan saja.
Jangan bergerak!
Bu.
Suruh dia lepaskan.
Sudahlah, berikan saja padanya.
Siang hari sudah mencopet.
Lepaskan dia.
Bang, jangan main-main.
Pelan-pelan.
Jangan datang lagi.
Kalian.
Patahkan tulang dia!
Berikan tasnya padaku.
Maafkan aku yang tidak tahu diri.
Jangan pergi.
Sekali lagi.
Kak, hajar dia!
Sini!
Cepat.
Apakah di halte ini?
Iya.
Apakah Bibi pertama kali datang ke Hongkong?
Iya.
Sebelumnya tidak pernah datang kemari.
Lari!
Tangkap maling!
Jangan kepo!
Kak, tangkap malingnya!
Jaga ibuku.
Bu.
Bu, ibu.
Bu, kamu tidak boleh ke sana.
Jalan.
Jangan pukul lagi.
Nanti dia bisa mati.
Apa urusanmu?! Pergi saja!
Beraninya kamu!
Tidak pernah merasakan mati, ya?
Bos Hu.
Main mahjong lagi?
Begini...
Main mahjong
bagaimana mungkin tidak ajak ketua.
Aku lihat,
kamu yang menang.
Tidak perlu pura-pura, berdiri!
Ngapain?
Berikan uang untuk menyelesaikan ini.
Bagianku mana?
Sudah tidak ada.
Tidak ada?
Sudah tidak ada.
Pergi!
Makan malam, aku yang traktir.
Bubar!
Bubar, bubar!
Baik.
Pergi dulu ya ketua.
Kak.
Ibu.
Xiao Chan.
Tidak apa-apa, kan?
Berkat kakak ini, dia yang menyelamatkan kami.
Tidak, tidak.
Terima kasih.
Pertemuan yang tidak mudah,
sampai jumpa kembali.
Kelak kalau ada masalah, sebut saja namaku, Afeng.
Permisi, kalau boleh aku bertanya.
Apakah kamu pernah pergi ke Foshan?
Lao Liu, kenapa kamu lambat sekali?
Iya, sebentar.
Cepat, cepat, berikan padaku.
Terima kasih.
Benar-benar.
Tuan muda.
Aku beritahu kamu, ya.
Para perampok tadi,
berani membully tapi penakut.
Memang harus dipukul.
Kita harus bisa memaafkan orang lain.
Baiklah.
Eh, sedang makan?
Kebiasaan lama.
Kebiasaan lama.
Tuan muda.
Sudah delapan tahun tidak bertemu,
ternyata kamu masih ingat aku suka makan hati sapi dan kerbau.
Jelas dong.
Kamu kenapa datang ke Hongkong?
Bawa ibuku berobat.
Tante baik-baik saja, kan?
Penyakit lama.
Nih.
Tuan muda, tuan muda.
Tidak perlu.
Nama lainmu bukankah kurang pedas?
Ketika masih kecil, makan tidak kenyang dan kedinginan,
makanya bergantung pada kepedasan, sekarang sudah tidak perlu.
Oh begitu.
Permisi, apakah kalian melihat putriku, Cui Hua?
Tidak.
Terima kasih.
Rokok.
Bos, mau rokok tidak?
Rokok.
Rokok.
Di Hongkong, hal semacam ini ada di mana-mana.
Tidak perlu pedulikan.
Apakah semua orang
berpikir seperti itu?
Oh ya, Tuan Muda.
Malam ini, jika kamu tidak pulang ke Foshan,
datanglah ke rentalku.
Lima tahun yang lalu, ada seseorang yang membawaku ke sini untuk menarik kereta
Aku sekarang juga memiliki rental sendiri.
Bahkan sudah punya banyak anak buah.
Gimana? Aku bawa kamu untuk lihat-lihat.
Pergi ke tempatku untuk tahun baruan.
Boleh.
Janji ya.
Iya.
Ayo!
Bersulang!
Rokok.
Mantap!
Pelan-pelan saja.
Aku sudah tidak sabar.
No comments yet. Be the first to leave one.