I'm a Pet At Dali Temple (Wo Zai Da Li Si Dang Chong Wu / 我在大理寺當寵物)

I'm a Pet At Dali Temple (Wo Zai Da Li Si Dang Chong Wu / 我在大理寺當寵物)

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ ഡൗൺലോഡ് ചെയ്യുക

റിലീസ് വിവരങ്ങൾ

I'm a Pet At Dali Temple E17
കമന്ററി എഴുതിയത് marimar

ടാഗുകൾ

other
പ്രസിദ്ധീകരിച്ചത്: 2019-05-23
ഡൗൺലോഡുകൾ: 27
ശ്രവണ വൈകല്യമുള്ളവർക്ക്: No

Indonesian സബ്ടൈറ്റിൽ പ്രിവ്യൂ

ആദ്യത്തെ 199 വരികൾ.

Selamatkan anakku.

Aku mohon. Selamatkan anakku.

Dia menyembunyikannya dariku selama ini.

Saat ini, aku tidak akan menerima alasan apa pun lagi.

Aku punya firasat,

hal ini tidak sesederhana itu.

The Fish In My Embrace ♥Xu Kai Cheng♥

I'm a Pet at Dali Temple

~ Episode 17 ~

Kenapa patung kayu ini terlihat seperti aku?

Karena aku memahatnya khusus untukmu.

Ini pertama kalinya seseorang memberiku boneka.

Pangeran Muda, terima kasih.

Putramu memberi salam, Ibu.

Bagaimana kamu bisa punya waktu untuk mengunjungi Ibu hari ini?

Ada apa dengan lengan bajumu, Ibu?

Tadi Ibu tidak hati-hati waktu menjahit sehingga tertusuk jarum.

Ibu.

Menurutku,

menjahit lebih baik serahkan saja pada pelayan.

Dan mengenai sikap serta perilaku yang tidak sesuai lainnya,

sebaiknya Ibu tidak melakukannya lagi mulai sekarang.

Ibu harus menjaga diri sendiri dengan baik,

sehingga aku bisa tenang,

untuk fokus belajar dari ayah bagaimana menangani masalah kerajaan.

Ya.

Putramu pamit.

Yang Mulia.

Hei, kenapa jalanmu begitu cepat?

Waktu berkunjung istana terbatas, jadi berjalanlah dengan cepat.

Tunggu aku.

Aroma di sini seperti bercampur dengan bau darah.

Baunya berasal dari sana.

Istana Permaisuri.

Ayo kita periksa.

Tuan Qing.

Nona Ru.

Lama tidak jumpa.

Kenapa kalian berada di istana?

Yang Mulia--

Kami datang untuk bertemu Pangeran Muda.

Hari ini, aku dengar Lord Qing menghilang,

namun kalian ke sini untuk bertemu Pangeran Muda.

Apa yang sedang kalian coba sembunyikan dariku?

Yang Mulia,

pelayanmu,

sebenarnya ke sini untuk menyelidiki,

keberadaan Lord Qing.

Tuan Qing,

aku mengerti kamu merasa tidak sabar.

Tapi istana bukanlah tempat yang bisa kamu selidiki kapan pun kamu mau.

Dengan bebas memasuki istana Permaisuri,

apa kau tahu kesalahanmu?

Jika Anda ingin menyalahkan seseorang, salahkan aku.

Aku yang ingin datang ke sini.

Aku tidak berpikir dengan hati-hati, mohon Yang Mulia memaafkan.

Aku ingatkan kamu.

Istana tidak seperti di luar.

Jangan pikir karena kau mendapat dukungan Kaisar,

maka kau bisa melakukan apa pun yang kau mau.

Tapi...

Kami pamit.

Pasti ada yang tidak beres dengan ibu.

Kenapa kamu tidak biarkan aku bertanya?

Orang yang sedang kamu tuduh sekarang itu adalah ibunya. Tak seorang pun dapat menerimanya.

Tidak.

Aku benar-benar mencium bau darah.

Aku yakin ada sesuatu dalam istana Permaisuri.

Itu hanya bau.

Tidak bisa menjadi bukti yang kuat.

Yang perlu kita lakukan sekarang adalah mengumpulkan lebih banyak bukti.

Agar kita bisa dengan mudah menyelamatkan seseorang.

Ayo.

Kita pergi dari sini.

Kamu sudah membacanya selama dua hari berturut-turut.

Jika kamu terus seperti ini,

tubuhmu akan capek.

Bagaimana?

Apa ada petunjuk?

Tuan,

aku sudah mencari di seluruh gunung.

Sepertinya pelakunya sangat berhati-hati.

Aku tidak menemukan satu pun petunjuk.

Sepertinya,

kita memang harus memasuki istana.

Tuan,

haruskah kita menyogok seseorang di istana?

Dengan begitu kita bisa mengumpulkan lebih banyak bukti.

Ini tidak boleh dianggap enteng.

Jika kita memang harus melakukannya,

orang itu haruslah yang pandai mengumpulkan petunjuk,

mampu berpikir dengan cepat,

sekaligus,

bekerja sebagai informan kita.

Tapi ini tidak mudah.

Aku memiliki rencana yang berbahaya,

yang membutuhkan diskusi yang lebih mendalam.

Ini tidaklah sulit.

Anda bisa serahkan penyelidikan ini padaku.

Serahkan padamu?

Siapa di istana yang tidak pernah melihat mukamu?

Sebenarnya,

aku adalah seorang wanita.

Kamu seorang wanita?

Kenapa aku tidak bisa mempercayainya?

Biar aku lihat.

Tuan,

aku tahu menyembunyikan ini adalah kejahatan.

Aku mohon maafkan aku.

Kamu pasti punya alasanmu sendiri.

Aku tidak akan menyalahkanmu.

Aku ingin menyelidiki kasus dari dua puluh tahun yang lalu,

itu sebabnya aku menyamar untuk masuk Kuil Dali.

Aku mengerti.

Setelah masalah Lord Qing selesai,

aku akan membantumu untuk memenuhi tujuanmu.

Aku sudah bekerja di Kuil Dali bertahun-tahun,

jadi aku lumayan paham mengenai peraturan istana.

Untuk mengurangi resiko dari penyelidikan,

ini adalah cara satu-satunya.

Apalagi,

Lord Qing sedang berada dalam bahaya,

kita hanya bisa menggunakan cara ini.

Tidak.

Hanya kamu sendirian di istana, bagaimana jika terjadi sesuatu?

Jika terjadi sesuatu yang tak diduga,

katakan bahwa aku yang menyuruhmu.

Dan aku sendiri,

akan bertanggungjawab untuk ini.

Terima kasih, Tuan.

Aku sudah mempersiapkan diri secara mental.

Sekalipun aku mati, aku tidak akan menyesalinya.

Bukankah ini yang aku cari, buku ilustrasi tentang Kamar Tidur Putra Mahkota.

Lihatlah,

pewarnaan yang lembut,

sapuan kuas yang begitu indah.

Kamu benar-benar bodoh.

Kamu benar-benar ceroboh.

Tidakkah kalian berdua tahu, kalian telah mengganggu putri seseorang,

bahkan memegang-megang tubuhnya.

Dan mulut ini,

setiap hari hanya mengatakan omong kosong.

Vulgar. Tak tahu malu.

Tidak.

Aku harus minta maaf secara pribadi padanya.

Kamu sudah bersiap?

Ya, Tuan.

Beberapa hari lagi,

Xuan Yu akan membawamu ke istana.

Tujuan utama kali ini,

adalah menemukan tempat Lord Qing di kurung.

Dalam beberapa hari, akan ada pertemuan istana,

kita akan berada di istana,

dan menunggu waktu untuk menyelamatkan Lord Qing.

Aku mengerti.

Melakukan ini,

kamu mungkin bisa kehilangan nyawamu.

Aku tahu.

Lalu kenapa kamu masih ingin melakukan ini?

Aku melakukan ini,

semuanya demi Tuan.

Apa maksudmu?

Kamu...

Tidak peduli apa,

inilah aku.

Tuan, Anda tidak perlu mengatakan apa pun.

Pelayanmu tahu,

di dalam hatimu,

hanya ada Nona Ru.

Aku mengatakan ini sekarang,

bukan karena aku berharap untuk mendapat balasan,

tapi hanya untuk mengungkap perasaan,

pada seseorang yang mungkin tidak akan pernah aku lihat lagi.

Aku tidak ingin meninggalkan rasa penyesalan.

Ako mohon Tuan mengampuniku.

Nona Ru.

Kamu mau ke mana?

Tidak usah peduli aku mau ke mana.

Tidak peduli kamu mau ke mana, tapi maukah kamu menemaniku pergi minta maaf pada Zhang Hen?

Tidak mau.

Pergi sendiri.

Aku tidak tahu cara menghadapi Zhang Hen sendirian.

Ayo temani aku.

Baik?

- Lepaskan aku. - Aku mohon padamu.

Sedang apa kalian berdua?

Zhang Hen.

Aku, Xuan Yu, dengan tulus meminta maaf padamu.

Semua yang kukatakan padamu,

semua yang kulakukan padamu.

Maafkan aku.

Lupakan.

Apa yang sudah berlalu,

tidak perlu diingat lagi.

Sudah berlalu?

Bagaimana bisa seperti itu?

Hanya mengingat saja semua yang kukatan padamu,

yang kulakukan padamu,

itu tidak bisa dilupakan begitu saja.

അഭിപ്രായങ്ങൾ

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left