ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Baiklah.
Ingin memilih siapa?
Aku tetap menginginkan Kunigami dengan No. 50 itu.
Bagi seorang post player, standar melindungi bolanya sangat tinggi.
Ada dia, kita bisa mendapatkan banyak kesempatan di garis depan.
Dengan begitu, aku makin bisa mencetak gol.
Tidak. Kalau memang begitu,
kurasa Reo lebih bisa menjadi inti tim
dan bisa menjaga keseimbangan dalam menyerang dan bertahan
agar kita bertiga bisa menyerang dengan sesuka hati.
Dia itu pilihan terbaik, bukan?
Iya juga.
Benar, bukan?
Iya. Itu memang bisa menyatukan tim.
Namun, kalau memang begitu,
ini malah tindakan bunuh diri yang menghancurkan peluang kita.
Meski tindakan yang benar adalah menyatukan tim dengan baik,
tetapi ini bukanlah gayaku.
Coba pikirkan baik-baik.
Apa kunci utama lolos seleksi kedua?
Kekompakan, bukan?
Karena kita bisa menimbulkan kekompakan di lapangan,
maka kita berada di sini.
Aku melahap Barou,
Barou balik melahapku.
Kita tidak bisa memprediksi sebelumnya
sampai tahap apa kita bisa bermain.
Gaya permainan yang tidak bisa diprediksi ini,
barulah merupakan sepak bola kita.
Yang kuinginkan adalah orang yang bisa melahap kita.
Jika tidak begitu, kita tidak bisa mengalahkan mereka.
Meski ini sebuah taruhan, tetapi perkataanmu benar sekali.
Kalau begitu, hanya anak itu yang sesuai.
Benar. Dalam pertandingan,
dia satu-satunya striker yang bisa melahap kita.
Benar. Satu-satunya yang tidak kehilangan gaya sendiri dalam kekompakan ini,
hanya kau orangnya,
Hyoma Chigiri.
Kemarilah, kami membutuhkan kaki super cepatmu.
Kunigami.
Jangan lupa.
Kita masih belum mengalahkan Isagi.
Ingatlah rasa tidak rela yang sama ini.
Aku menunggumu, Pahlawan.
Reo.
Bola terakhir itu,
kami membuat jebakan karena kau.
Kemampuanmu sungguh luar biasa.
Kemampuanmu adalah
bisa mengoper bola yang penuh tipu daya di saat genting.
Aku dan Isagi memercayai kemampuanmu,
maka membuat taruhan besar ini.
Benar-benar sangat berbahaya.
Kau memang luar biasa.
Jadi, aku maju dulu sekarang.
Kemudian...
Kalau begitu, rebutlah aku.
Aku tidak perlu dihibur.
Langsung katakan saja.
Katakan kau sudah tidak membutuhkanku.
Kau sudah berubah.
Kau melupakan perjanjian "bersama-sama menjadi nomor satu dunia".
Sialan. Langsung buang saja jika memang ingin membuangku.
Kutanyakan kepadamu.
Jika aku memilihmu, apa kau akan merasa puas?
Kenapa? Sama sekali tidak menarik
jika harus membentuk tim dengan mengandalkan sakit hati.
Apa semudah itu menjadi nomor satu dunia?
Kau yang sudah melupakan perjanjian kita.
Sudahlah, terserahmu saja.
Sungguh merepotkan, Reo.
Aku tidak ingin mengurusimu lagi.
Reo.
Jangan hanya menunggu dipilih orang,
kau harus menjadi orang yang berhak untuk memilih.
Demi apa kau bermain sepak bola?
Hanya striker nomor satu dunia
yang bisa terus bertahan di Blue Lock.
Jangan menunduk, lihat mereka baik-baik.
Kalau masih tak mau menerima kenyataan pada saat seperti ini,
maka kita akan berhenti di sini.
RENSUKE KUNIGAMI, REO MIKAGE DIKIRIM KEMBALI KE BABAK KEDUA
YOICHI ISAGI, SEISHIRO NAGI SHOUEI BAROU, HYOMA CHIGIRI
MAJU KE BABAK KEEMPAT
ANAK LAKI-LAKI PENARI
Teman khayalan?
Benar. Monster yang kau bilang itu
pasti teman yang hanya bisa dilihat olehmu.
Bukankah aku sangat aneh?
Tidak aneh.
Dia bermain sepak bola yang kau inginkan bersamamu, bukan?
Namun, Ibu...
aku sangat menginginkan
teman sesungguhnya yang bisa
bermain sepak bola dengan gembira bersamaku.
Iya. Semoga bisa mendapatkan teman seperti itu suatu hari nanti.
Aku juga yakin.
Jika Rin masih di babak keempat,
maka kita bisa bertanding dengannya nanti.
"BABAK KEEMPAT, KAMAR EMPAT ORANG" Teman-teman, apa kalian mendengarku?
Rekan tim kalian sedang membicarakan hal penting.
Ada apa?
Tidak. Itu...
Setelah Nagi dan Barou,
ditambah Nona Besar keras kepala, Chigiri.
Selanjutnya akan makin repot.
Apa-apaan ini?
Ini kaus kaki dan handuk siapa?
Kaus kaki diletakkan sembarangan, handuk masih basah ditaruh sembarangan.
Kaus kaki itu punyaku.
Kusimpan setelah mengeringkan rambut. Letakkan saja.
Handuk itu punyaku.
Tolong bantu masukkan ke mesin cuci.
Masukkan sendiri, jangan diletakkan sembarangan, rapikan sekarang!
Tidak mau.
Sungguh merepotkan.
Keringkan rambutmu, tetesan air dari rambutmu jatuh ke mana-mana.
Biar saja, nanti juga kering.
Kau mau keringkan rambut sampai kapan?
Simpan kaus kakimu dahulu, Nona Besar berengsek.
Makin kau suruh, aku makin tidak mau melakukannya.
Gawat.
- Masukkan ke mesin cuci! - Kekompakan yang mendatangkan masalah.
- Terlihat berantakan. - Cepat rapikan, Nona Besar!
Sudahlah, jangan bertengkar.
Kita pergi makan saja dahulu.
Aku tidak makan, nanti masih harus merawat kaki.
Aku mau menonton video.
Mereka hanya memikirkan diri sendiri.
Aku mau pergi makan.
Kalian harus rapikan semuanya sebelum kami kembali!
Baik.
Meski makan bersamaku,
dia tidak berbicara sepatah kata pun.
Apa dia masih marah
terhadap ucapanku kepadanya saat pertandingan?
Pecundang.
Meski aku terlalu bersemangat saat itu,
tapi perkataan itu sangat berlebihan.
Isagi.
Ya.
Itu, aku ingin bertanya sesuatu kepadamu.
Apa yang kau lihat di lapangan?
Sepak bola seperti apa yang ingin kau mainkan?
Itu...
keahlianku adalah kognisi spasial dan tendangan lurus,
yang dipadu pemosisian penyerangan bebas.
Bukankah ini berarti kau bisa mendominasi lapangan?
Katakan padaku dari awal.
Eh, aku pernah memberitahumu sebelumnya.
Meski demi memenangkan pertandingan,
tapi perkataanku memang berlebihan.
Meski ingin kau menarik kata pecundang itu,
tapi kurasa tidak ada yang salah dengan ucapanmu di aspek lainnya.
Aku yang tidak cukup dewasa, hanya itu saja.
Aku bukan pengecut yang tidak bersedia berubah
walau telah merasakan penderitaan.
Aku yang telah bangkit dari kematian, tetap sangat kuat.
Ada apa dengan orang ini? Keren sekali.
Sudahlah, cepat katakan,
kau ingin gaya seperti apa yang dimainkan oleh tim sepak bola ini?
Terima kasih, Barou.
Sepertinya aku cukup menyukaimu yang sekarang.
Aku tetap membencimu.
Selain itu, aku berniat melahap talentamu dengan cara lebih memahamimu,
lalu membuatmu menerima kekalahan.
Kau malah berterima kasih kepada antagonis seperti aku ini.
Sepertinya protagonis akan segera diganti.
Baiklah, kau coba saja.
Aku akan memberitahukan semua hal tentangku kepadamu,
lalu berevolusi dua kali lebih cepat darimu.
Naif sekali.
Aku akan berevolusi tiga kali lebih cepat.
Aku tidak hanya akan melahapmu,
tetapi mereka semua juga.
Apa ini bajuku?
Entahlah.
Apa yang kau lihat dari tadi?
Video supper play.
Permainan orang ini
sangat baik dijadikan latihan stopping,
aku ingin menirunya.
Eh, dia adalah Noel Noa.
Siapa dia?
Stiker nomor satu di dunia saat ini.
Ah, pantas saja.
Teknik sepak bola kakak ini sangat hebat.
Serius? Kau benar-benar tidak memahami sepak bola,
tetapi bisa bermain begitu baik. Sungguh tidak masuk akal.
Terima kasih untuk pujianmu.
Oh ya, apa kakimu pernah cedera?
Kau bilang mau merawat kakimu tadi.
Ya.
Kaki kananku bisa dianggap bom waktu, juga merupakan rekan terbaikku.
Apakah sakit?
Sekarang sudah tidak sakit,
tetapi akan gawat kalau cedera lagi.
Meski begitu, aku tidak menyesal.
Aku sudah punya persiapan mental sebelum terus berlari setiap hari.
Keren sekali.
No comments yet. Be the first to leave one.