ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Serial drama ini fiksi.
Aktor anak dan hewan direkam dalam kondisi aman.
Tak terdeteksi biosinyal.
Jika Jeong Jinman di sini,
aku juga akan mencungkil mata kananku.
Ini prosedur yang harus kita lewati, entah dia di sini atau tidak.
Kau tak bisa menangkapnya karena terus mengikuti prosedur.
Rupanya di sinilah dia hidup dengan nyaman.
Bajingan licik.
Jika aku jadi Jinman,
aku akan mengawasi kita dari suatu tempat sekarang.
Ditemukan jalan rahasia di kamar mandi.
Mundur sekarang!
Itu antipeluru. Menembaknya dari ini tak ada gunanya.
Ayo mundur.
A SHOP FOR KILLERS 2
EPISODE 02 PENYENDIRI
1 TAHUN KEMUDIAN
Kau boleh menyalahkanku.
Tapi aku tak mau kehilangan kau juga.
Itu sebabnya aku membuat pusat perbelanjaan. Demi melindungimu.
Aku tak mengira Paman punya kisah biasa…
Tapi ini melebihi yang kubayangkan.
Paman mengaku menerima uang
dari kontrak pembunuh bayaran dan berdagang senjata demi melindungiku.
Maka orang-orang itu
pasti telah membunuh orang lain dengan senjata yang dibeli dari Paman.
Ya.
Inilah duniaku, Jian.
Di dunia tempat orang harus membunuh jika tak mau dibunuh,
aku berusaha sebisaku.
Tapi membahayakanmu adalah salahku.
Sekarang aku tidak butuh permintaan maaf.
Aku mau pergi, Jeong Jinman.
Dengar, Jeong Jian.
Bagaimanapun juga, kau lebih aman bersamaku.
Aku tak mau memasuki dunia Paman.
Meski kau tak mau mengakuinya,
- kau sudah masuk. - Tidak.
Kukira Paman mati, tapi Paman kembali lagi.
Pusat perbelanjaan atau murthehelp bukan urusanku.
Paman bilang sendiri.
Bahwa pilihannya selalu ada di tanganku.
Bawa ini.
Jian, mulai sekarang, kau harus bertahan hidup sendiri.
KTP LEE ARIN
Nanti,
suatu hari, saat semuanya sudah beres,
dan aku bisa hidup normal lagi seperti dulu…
Aku akan kembali.
Jeong Jian.
Ini. Untuk berjaga-jaga, bawa ini.
Jika terjadi sesuatu, hubungi aku dengan ini.
Lalu lebih aman memakai ini.
Lalu tas ini… Bukalah saat kau di tempat aman.
Saat kau sendirian.
- Kau. - Ya?
Jika kau mengikuti Jeong Jinman dan memasang CCTV untuk mengintaiku lagi,
kubunuh kau.
Baik. Tak akan pernah.
Aku berjanji.
Jaga dirimu.
Kau juga, Jian.
Kenapa dia berolahraga tiap malam?
Bagaimana?
Lihat, Jian mengabaikanku lagi, dia berpura-pura tak mendengarku.
Astaga. Gara-gara seseorang, leherku terasa gatal lagi.
Benar, kan?
Tahu, cabai.
Bawang putih.
Tomat ceri.
Tomat ceri. Daun bawang, bayam…
Hei, kenapa kau harus memeriksa isinya?
Untungku tidak banyak.
Lihat. Nenek Pilsun memesan sekilo jamur shitake.
Kenapa kau malah membawakan jamur tiram?
Astaga. Pada dasarnya, semua jamur sama.
Jamur tiram lebih enak.
Lagi pula, harga jamur shitake sedang mahal.
Mahal atau tidak, kau pikir kami tak punya uang?
Kau sudah pernah dihajar saat kali terakhir begini.
Kau mengulanginya lagi?
Jika terus begini, kami harus ganti toko kelontongmu dengan yang lain.
Woojin.
Kenapa kau begini? Kita sudah lama kenal.
Apa kau kesepian belakangan ini? Mau kujodohkan?
Jangan sembarangan.
- Suamiku masih tidur. - Konyol sekali.
Si benalu itu memangnya bisa apa lagi?
Dia cuma bisa tidur.
Kau benar!
Kau sedang sibuk, Arin?
Kenapa bekerja begitu keras?
Hei, Arin!
Ya?
Per jam.
Kita dibayar per jam.
Kita kerjakan pelan-pelan saja agar dibayar lebih banyak.
Jangan selesaikan semuanya sendiri begitu.
Baik.
Apa dia tak paham ucapanku?
Atau dia sengaja?
Sudahlah.
Silakan selesaikan pelan-pelan. Aku pamit dulu.
Astaga.
Jika dia pergi begitu saja, bukankah aku jadi terlihat jahat?
Sudah setahun sejak dia kemari, ya?
Belum setahun penuh.
Tapi aku tak bisa akrab dengannya.
Saat kutanya sesuatu, dia bahkan tak menjawab.
Tak ada satu pun yang aku suka dari gadis itu.
Apa dia masih berlari di tengah malam?
Kudengar begitu.
Ibu-Ibu, kalian mulai lagi.
Anakku datang.
- Hei. - Sudah berapa kali kubilang?
Astaga.
Ibu-Ibu, termasuk Nona Arin, kita semua pas 30 orang.
Kita dapat tunjangan pemerintah.
Jika dia pergi, tunjangan kita akan dicabut.
Di zaman sekarang, jangan mengomeli anak muda tanpa alasan.
Bukan begitu, kami cuma berusaha ramah kepadanya.
Kenapa kau mengomeli kami?
Gadis itu yang tak tahu sopan santun.
Astaga, aku sangat syok.
Kenapa dia begitu?
Woojin juga pria.
Dia harus menikah, kan?
- Benar juga. - Jangan menjodohkan kami.
Aku sudah sibuk mengurus kalian.
Mana bisa aku menikah?
- Nenek Pilsun. - Ya.
Jamur shitake habis, jadi yang datang jamur tiram.
Apa katamu? Keduanya jamur yang berbeda.
Kau yakin bajingan toko kelontong itu tak membeli barang murahan
dan menyimpan selisihnya?
Tenang saja. Sudah kutangani.
Ibu-Ibu, aku akan menaruh barang-barangnya di depan rumah.
Jangan lupa membawanya saat pergi.
- Baiklah. - Baik.
Corot laut asin?
Yang terakhir masih ada sisa. Tak usah.
Bukan untukmu. Berikan kepada Arin.
Hari ini aku membawanya untuk diberikan kepadanya,
tapi dia pergi tanpa mendengarkanku dulu.
Saat kau mengantar barang dari toko, berikan saja dan katakan,
"Ayo makan nasi dengan corot laut asin kapan-kapan."
Tidak usah.
Aku tak tahan terus kalian usili.
- Dengarkan kami jika kau mau menikah. - Cari pacar.
- Aku pergi. - Kau mau bersama kami selamanya?
Nona Arin.
Kau mau coba ini?
Kurang cocok.
Arin… Nona Arin…
Nona Arin, sudah makan?
Nona Arin. Makan…
Nona Arin.
Ada orang di rumah?
Ada orang?
Nona Arin?
Apa itu?
Apa yang terjadi?
PENAKLUKAN ROMA SEJARAH PERANG PUNIK
Nona Arin?
Kau di rumah?
Nona Arin, kau ada di dalam?
Apa ini? Kenapa kau di sini?
Aku…
Aku datang karena…
Nenek Jeomrye menyuruhku memberikanmu ini.
Maaf.
Seharusnya aku tak masuk tanpa izin.
Tapi…
Rumahmu…
Tak apa-apa.
Aduh, bokongku.
DIREKTUR LEE YONGHAN KETEMU?
Kau Pengacara Jang Inseop, kan?
- Kau kenal aku? - Aku saja.
Tidak. Aku yang dicari. Aku saja.
Ya, Pak.
Silakan berbicara. Ini Jang Inseop.
Ini Jeong Jinman.
Ya.
Kudengar kau orang yang selalu menepati janji.
Bukankah seharusnya kita bertemu pukul 15.00?
Kalian yang lebih dulu ingkar janji.
Kami?
Aku tak tahu apa maksudmu.
Aku sudah duduk di sini selama dua jam.
Coba periksa itu.
KIM CHANWOO TIM 1 TENTARA BABYLON
PARK CHEOLMIN TIM 1 TENTARA BABYLON
JEONG HYEONSOO TIM 1 TENTARA BABYLON
Ya.
Aku paham maksudmu.
Tapi informasi pribadi karyawan kami rahasia.
Jangan-jangan, kau membobol server kami?
Jika begitu, percakapan kita berubah drastis.
No comments yet. Be the first to leave one.