ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Lama tak jumpa, aku Toda!
Mulai hari ini aku yang akan mengurus rumahmu lagi.
Ke mana Kinoshita-san?
Oh, kau belum dengar?
Dia berhenti.
Padahal dia anak baik dan bisa diandalkan.
Nah, aku mulai kerja, ya.
- Penyedot debunya di mana? - Kinoshita-san...
berhenti?
Utage, lihat ini!
Foto Tamon-kun edisi bulan ini!
Senyumannya memang tingkat dewa.
Utage?
Sampai besok.
Utage belakangan ini murung, ya?
Dia seperti sedang memikirkan hal lain.
JASA TATA GRAHA
Aku harus melupakan Suramhara-san.
Kembali mengindolakannya saja sudah membuatku bahagia.
Seperti dulu, mendukung Tamon-kun sebagai idola.
Selamat tinggal, Suramhara-san.
Para pacarku di seluruh dunia!
Malam ini ingin depeluk dengan lagu apa?
AKU SUDAH BULATKAN TEKAD
Terima kasih wajahmu ada di sana!
Hari ini aku makan nasi putih sambil membayangkan jarak antara mata dan alismu!
- Para pacarku... - Kinoshita-san.
Kinoshita-san.
Kinoshita-san.
Kinoshita-san.
- Kinoshita-san. - Kinoshita-san.
Kinoshita-san!
Kenapa ada Suramhara-san?
Kau terus memikirkan Suramhara!
Kau tidak puas hanya dengan Gantenghara saja?
Itu sama sekali tidak benar!
Jangan bohong!
Kau tadi menjatuhkan Suramhara!
Yang kusuka hanya Gantenghara-kun!
Mohon maafkan aku!
Kejam.
Tidak.
- Kinoshita-san. - Kinoshita-san.
Tidak...
Kinoshita-san.
Kinoshita-san.
- Kinoshita-san. - Kinoshita-san.
Mimpi?
CATATAN RESEP PELANGGAN 15 UNTUK FUKUHARA-SAMA
Kalau melihat Gantenghara-kun, aku jadi teringat Suramhara-san.
Semua produknya kusimpan,
tapi pikiranku masih kacau.
Uta-chan, kau membosankan.
Sebelum mendukung Tamon-kun, apa yang kulakukan?
Kalau Tamon-kun diambil dariku, apa yang tersisa?
Mbak.
Kamarmu gelap.
Hari ini Ayah dan Ibu bilang akan pulang telat.
Oh, kamarmu rapi! Akhirnya kau sadar?
Aku pulang.
Oh, kamarmu rapi. Akhirnya kau sadar?
Ini cuma sementara, aku ingin menenangkan diri.
Dia tak melakukan apa pun untukmu,
menyuguhinya banyak hal pun percuma.
Dewa tak perlu datang menemui,
tapi manusia harus memberi persembahan!
Itu intinya!
- Apa maksudnya? - Apa maksudnya?
Aku mau belajar buat ujian.
Aku mau ngobrol sama pacar.
Mereka berdua,
- dulu imut-imut. - Masakan Mbak enak!
- Sekarang mereka jadi sombong. - Harusnya aku yang diidolakan.
Pochi, ayo kita jalan-jalan.
Jangan boros pakai tisu, ya.
Ayo.
Pochi!
Oh, kau imut, ya!
Tamon-kun!
Intinya begitu,
- terima kasih atas bantuannya. - Mukamu kecil!
Karena mencolok, aku bawa dia ke rumah.
Apa ini lelucon?
Kenapa dan bagaimana bisa kau sampai ke rumahku?
Melihat sifatmu, aneh rasanya kau berhenti tanpa memberi alasan.
Aku cemas dan kemari.
Aku tanya alamatmu ke tempat sambilanmu,
tapi tidak diberi tahu.
Jadi aku mengikutimu dari sekolah.
Itu hal mudah.
Tamon-kun.
Eh, dia penguntit?
Dia berbahaya.
Jangan kira karena tampan, kau bebas melakukan apa pun!
Iya! Meski kau selebriti, tetap jangan seenaknya!
Anu...
- Jangan tunjuk jari! - Jangan tunjuk jari!
Mereka adik kembarku, yang cewek namanya Homare, yang cowok namanya Yamato.
Ini juga salahku karena tiba-tiba berhenti tanpa bilang apa pun.
- Utage... - Intinya,
aku mau jalan-jalan dengan Pochi, tunggu di sini sambil minum teh!
Homare dan Yamato, bersih-bersih!
Bagaimana aku menjelaskan berhenti bekerja?
Aku malah senang oshi-ku cemas padaku.
Aku ke sini karena cemas.
Sepertinya, aku sudah terlambat...
Mustahil Mbak keluar kerja tanpa ada alasan besar.
Meski tampan, pasti dia ada masalah di dalamnya.
Pasti kegiatannya cuma main.
Mukanya juga kelihatan suka menyakiti.
Seram! Ini seram!
Kalian berdua mau bersih-bersih, kan?
Mau kubantu?
Tolong bantu.
Serahkan padaku!
Jadi ini bak mandi di rumah Utage.
Dia kadang terlihat agak jijik, ya.
Sepertinya dia memang berbahaya.
Anu, apa ini?
Foto lama.
Aku, Yamato, dan Mbak.
Dulu orang tua kami sibuk,
jadi Mbak yang mengurus kami, termasuk soal makan.
Belakangan ini, Mbak sepertinya sudah tak begitu peduli pada kami.
- Hmph. - Hmph.
Selamat datang.
Aku pulang.
Kalian betulan bersih-bersih.
Di mana Tamon-kun?
Selamat datang, Utage.
Selamat datang, Utage.
Kau tak apa-apa? Aku harus nyanyi?
Kau mau menghabisiku?
Daripada bahas itu, buku itu...
BUKU RESEP
Tadi kutemukan di belakang rak.
Buku resep buatan sendiri.
Wah, ternyata masih ada!
Kenapa tadi kau senyum sendiri lihat itu?
Rasanya seperti aku menemukan Utage yang sebenarnya.
Dari dulu kau memang begini, ya.
Diriku sebelum kenal Tamon-kun...
Meski berat, aku suka momen ini.
Saat dibilang masakanku enak, aku jadi ingin makin berusaha.
Utage.
Kalau kau berhenti menjadi pengurus rumah demi aku, tolong pertimbangkan lagi.
Bukan demi orang lain, tapi pertimbangkan demi dirimu.
Aku tidak senang kalau kau harus menahan diri demi aku.
Yang ingin kulihat adalah senyumanmu.
Iya, dari dulu Mbak selalu mengesampingkan dirimu sendiri.
Coba lebih jujur.
Ka... Kalian sampai mencemaskanku seperti ini.
Untuk sambilan, ada banyak pilihan.
Lantas kenapa dari semua itu, aku jadi pengurus rumah?
JASA TATA GRAHA
Aku pandai mengurus rumah!
Kinoshita-san, terima kasih selalu membuat semuanya bersih.
Sama-sama!
Aku ingin memindahkan rak buku itu.
Serahkan padaku!
Kari ini sangat disukai anak-anak.
Karena kerja, kami sangat terbantu!
Nanti buatkan lagi, ya.
Iya!
Aku harus kembali latihan.
Aku pamit.
Maaf, ya, Tamon-kun.
Kau orang aneh, tapi karena sudah bantu semuanya, kau orang baik.
Maaf bilang kau kelihatan suka menyakiti, aku benci cowok tampan.
Kalian menyuruh dia melakukan pekerjaan rumah?
Tamon-kun itu dewa!
Kalian berdua, cepat minta maaf sekara...
Aku senang bisa akrab dengan adik-adikmu.
Bukan cuma dipukul, dia meledakkannya.
Sampai jumpa, Homare, Yamato.
Dia memang orang aneh.
Iya.
Mbak, kau baik-baik saja?
Iya.
Demi Tamon-kun.
Aku selalu berpikir itu tindakan yang benar.
Apa yang harus kulakukan?
Tamon-kun, kondisimu terlihat buruk.
Kau baik-baik saja?
Maaf. Aku baik-baik sa...
- Tamon-kun! - Tamon?
- Tamon! - Tamon!
- Kau baik-baik saja? - Dia sangat panas!
Padahal ini hari libur.
Tapi tidak ada kegiatan.
Halo, ini Kinoshita.
Ini Fujita. Maaf meneleponmu pagi-pagi.
Ada apa?
Aku ingin minta tolong padamu.
Tadi malam, Tamon tumbang karena demam.
BERLARI 50KM/JAM
Aku dan yang lainnya tak bisa meninggalkan pekerjaan.
Bisa tolong pergi menjenguknya?
Tamon-kun!
Tamon-kun!
No comments yet. Be the first to leave one.