ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
Bangun, Emily.
Tidak.
- Baik. Bangun, Emily. - Jangan paksa aku pergi.
Hari ini akan bagus untukmu.
Tetapi aku benci hidupku dan aku ingin mati saja.
Justru karena itulah kita perlu hari spa.
Semuanya, jangan lupa bawa handuk, jika tidak mereka akan menagih kita.
Ini konyol.
Kau akan habiskan lebih banyak uang untuk perawatan tidak jelas
setelah kita keluar banyak uang untuk opera itu.
Emily sedang sakit. Dia tak bisa keluar ranjang.
Bagaimana jika dia terkena campak? Atau lebih parah, campak jiwa?
Apa pula itu?
Aku tak tahu, tetapi aku tak mau tahu.
Jangan cemas. Emily akan sehat lagi setelah hari ini.
Lihat? Bibi Lavinia amat yakin.
- Maksudku, jika kita bicara cakra... - Tidak.
Dia akan lebih baik dari sebelumnya. Lebih lurus daripada rel kereta baru.
Jangan kau coba menganalogikan ini dengan bidang yang kupahami.
Sue.
Apa kau ikut dengan kami?
Aku sedang membaca buku tentang etiket.
Sepertinya sangat menarik.
Katanya jika mertuamu mengundang ke penyembuhan air,
kau harus terima undangannya.
- Itu benar, kau harus. - Syukurlah.
Aku ingin bicara denganmu.
- Bisakah kita cari waktu untuk berdua? - Tentu.
Baiklah.
Tetapi Emily, aku berharap hari ini bisa menenangkan.
Peluang untuk bersantai dan redakan stres.
Aku belum melihatmu sejak opera dan kita perlu bicara.
Apa semua sudah bawa yang dibutuhkan?
Tingtur, minyak esensial? Perspektif baru?
- Aku cuma bawa sikap buruk. - Emily.
Sialan. Bajingan. Sundal!
- Apa? - Ada apa?
- Ada masalah apa? - Aku tak bisa temukan kristal terkuatku.
- Di mana terakhir kau melihatnya? - Di kuilku.
Seperti apa bentuknya?
Jelas sebuah obsidian.
Aku berusaha melindungi diriku dari energi buruk.
Aku merasa lelah. Ya Tuhan.
Ayah, jangan bawa energi itu mendekatiku.
Tak apa, aku bawa lebih.
Baik, Semuanya. Ayo berangkat.
Sampai jumpa.
- Kau tahu kita tak sanggup bayar ini. - Edward, putrimu sakit.
Cuma di satu tempat kita bisa berharap dia pulih.
Tak ada yang mahal demi kesehatan.
Apa kita yakin ini lumpur?
Selamanya - terdiri dari Sekarang
Hidroterapi, atau penyembuhan air,
bisa dideskripsikan sebagai praktik perawatan penyakit
dengan merendam bagian tubuhmu di air.
Sue!
Emily. Perhatikan Bibi Lavinia.
Dia sudah berkeliling dunia dan membawa pulang banyak rahasia mistis.
Ya, benar, Anak-anak.
Kalian akan lakukan hal yang dulu dipakai pada seluruh peradaban kuno.
Mesir, Yunani, Romawi.
Orang menyebutnya "alternatif",
tetapi aku terbuka dengan alternatif apa pun selama itu berhasil.
Aku setuju.
Tentu, para dokter tidak setuju, tetapi apa yang para dokter tahu?
Sangat sedikit.
Ingat ucapanku, pada akhir perawatan airmu.
kau bukan lagi wanita lemah berpenyakit,
yang melankolis seperti sekarang ini.
Bagaimana jika itu citraku?
Emily, cukup.
Kita kemari demi dirimu, ingat? Kaulah yang punya masalah.
Tidak, Kakak, kita semua punya masalah. Masalahnya ada di dalam tubuh.
Astaga. Di sini panas sekali.
Tetapi kita jangan pergi dulu. Ini mahal.
Menyerahlah kepada panasnya. Menyerahlah kepada alirannya.
Biarkan air menyembuhkanmu.
Jangan biarkan energi positif bocor.
Ada apa jika bocor?
Vinnie-ku yang manis.
Kebocoran energi bisa mengakibatkan apa pun mulai dari hubungan tidak sehat
hingga dorongan memakan makanan yang lezat.
Bagus.
Sue.
Apa?
Mari keluar dari sini dan bicara.
Kupikir kita akan bersantai.
Mari bersantai sambil bicara.
Entah kenapa, aku merasa kau tak akan membiarkan aku bersantai.
- Ayolah. - Ingat, air adalah obat,
dan kebenaran melindungi.
Aku jelas merasa lebih baik. Jadi...
Kau mau ke mana? Kita sudah membayar sampai 17 menit lagi di sini.
Kupikir akan menyenangkan untuk mencoba penyembuh tubuh.
Aku sudah dengar hal hebat tentang dia. Dia sangat berorientasi bulan.
Benar. Aku penggemar berat itu.
Aku menghabiskan banyak waktu menyusun jadwal yang ketat, tetapi, tentu.
Lakukan yang kau mau, kurasa.
Bagus, kita bertemu di kolam rendam.
Energi yang sungguh buruk.
Sesi berikutnya!
Jadi, intinya, aku merusak segalanya.
Seharusnya aku tak menulis surat untuk istrinya.
Aku juga seharusnya tak minta duduk di tribunenya di opera.
Kini Sam tak akan publikasikan puisiku. Dia sudah muak denganku.
Emily, tentu dia akan memublikasikannya.
Dia akan publikasikan semua yang kau tulis.
Dia sudah beri tahu semua orang.
Aku tahu itu, tapi aku membuat kesalahan.
Kini dia membenciku.
Aku tak yakin begitu. Kau salah menilai situasi.
Sam akan memublikasikanmu itu pasti.
Sue, ini sudah berpekan-pekan.
Maksudku, setiap hari, aku memeriksa koran dan tak ada. Tak ada puisi.
Jika dia memang berpikir aku pujangga baru yang menarik, lalu apa yang dia tunggu?
Jawabannya dia tak pikir begitu.
Setelah dia tinggalkan aku di opera, puisiku mungkin dia buang.
Berbalik.
Emily, kegelisahan yang kau alami adalah wajar.
Ini adalah langkah besar untukmu dan kariermu.
Kau berusaha memublikasikan dirimu menimbulkan berbagai emosi ini.
Tetapi itu bagus.
Maksudku, terlebih dirimu, kau tahu harus apa dengan emosi.
Tuangkan di kertas, tulislah tentang itu.
Jadikan karya seni.
Tetapi aku tak percaya diri lagi.
Tunggu, apa?
Dulu aku punya kepercayaan diri ini. Sebuah kekuatan. Tetapi tidak lagi.
Tidak lagi sejak bertemu dengannya, Sue, aku tak mau bilang ini, tapi ini salahmu.
Salahku?
Ya, karena kau mendorongku untuk ini.
Kau perkenalkan aku kepadanya,
kau mulai mengisi kepalaku dengan semua gagasan ketenaran.
Dan begitu kuberikan puisiku, aku kehilangan segalanya.
Aliran yang dulu kupunya, menjadi terhenti.
Aku dulu terinspirasi oleh segala hal.
Lalu, mendadak, satu-satunya yang penting bagiku adalah dia.
Yang dia pikirkan, yang dia rasakan. Rasanya seperti dia merasukiku.
Hanya dia yang bisa kupikirkan.
Dulu doronganku datang dari tempat lain
dan kini semua dari dia.
- Aduh. - Apa?
Ada banyak yang berkecamuk di sana.
Apa maksudmu? Di mana?
Otakmu seperti terbakar.
Itu tak heran.
Bisakah kau katakan sesuatu? Karena aku rasanya jadi gila.
Emily, tenang.
Yang kau butuhkan hanya diam saja.
Tarik napas, buang napas.
Aku berjanji, semua akan baik-baik saja.
Sam akan memublikasikan puisimu. Kau cukup percaya kepadanya.
Berikutnya!
Baik.
Sesi berikutnya!
Kini dengan cinta ilahi dan hidrasi tanpa henti, kita bisa pulihkan diri kita.
- Apa yang terjadi dengannya? - Emosinya sedang meluap.
Itu bisa menjadi pengalaman yang amat menjernihkan.
Jika beruntung, kita bisa mengalaminya.
Kita cuma perlu mengencangkan bagian bawah kita.
Sekarang, embuskan semua yang mengganggumu.
Berfokus, berfokuslah, Anak-anak.
Jalani saat ini, bukan masa lalu.
Bukan masa depan. Bagaimanapun, selamanya adalah tentang saat ini.
Selamanya - terdiri dari Sekarang -
Ada apa? Kau tampak kesal.
Aku baik.
"Baik" bukan kata pilihan Emily. Kau tak akan bilang, "Aku baik."
Kau akan bilang, "Aku kehilangan dunia kemarin," atau semacam itu.
Katakan kepadaku ada apa.
Tak ada. Tak ada apa-apa.
Tak ada apa-apa selain seorang pria merusak hidupku.
- Yang benar? - Ya, ini menyebalkan.
Kupikir kau lebih tinggi dari hal macam itu.
Kenapa kau berpikir begitu?
Ayolah, Emily, kau selalu sepenuhnya independen.
Kau menolak lamaran menikah, dan menurutku itu sungguh berani.
Kau tahu, kadang aku berharap aku menerima lamaran-lamaran itu.
Mungkin jika menikah dan punya bayi, hidupku lebih sederhana.
Itu ucapan tergila dari dirimu yang pernah kudengar.
Kita butuh penyembuhan air ini untuk memulihkanmu karena auramu negatif,
dan aku perlu kau menjadi positif.
Aku perlu kau menjadi kuat.
Emily?
Ya?
Kau adalah pahlawanku.
Pasti sulit hidup sendiri.
Kau akan terbiasa.
Jadi, kau butuh bantuan menulis wasiat karena suamimu sudah...
Ya, aku ingin semuanya diwariskan untuk Billy.
Itu sudah menjawab pertanyaan siapa ahli warisnya.
Lalu siapa yang mau kau tunjuk sebagai pelaksana wasiat?
Dia haruslah seseorang yang kau percaya untuk melaksanakan wasiatmu saat kau...
kau tahu, wafat.
Aku memercayaimu.
Lucu mengingat hal yang kucemaskan tahun lalu.
Aku tahu. Dulu kita masih anak-anak.
Kini kita di tengah usia 20-an.
Menulis wasiatku.
Urusan serius.
No comments yet. Be the first to leave one.