ആദ്യത്തെ 200 വരികൾ.
TUBUH KECIL
Kemalangan pergi, rahmat datang.
Kemalangan pergi, Perawan Maria masuk.
Perlahan.
Kenapa tidak keluar?
Bagus.
Ini mau lahir.
Perlahan, Sayang.
Bagus.
Perempuan.
Bagaimana dia?
Tunggu.
Dia abu-abu.
Panggil pendeta.
Satu sudah mati.
Tuhan, kasihanilah jiwa yang tersesat ini.
Di mana dia?
Bagaimana dia?
Aku sudah menguburnya.
Kau harus makan.
Apa kabarmu?
Tubuhmu akan lupa. Begitu juga hatimu.
Bapa...
Apa yang kau lakukan?
Kau pucat.
Sudah makan sesuatu?
Aku akan membawamu pulang.
Hari ini hari yang menggembirakan.
Karena saudara kita Antonio
telah sampai di rumah Bapa.
Jiwanya terselamatkan.
Jangan takut.
Berimanlah.
“Mintalah maka akan diberikan kepadamu.”
“Carilah dan kau akan menemukan.”
“Ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu.”
Bapa...
Aku ingin memberinya nama.
Aku tidak bisa.
Tidak ada yang akan mengetahuinya.
Bayi yang lahir mati tidak bisa menerima baptisan.
Dia belum menarik napas pertamanya.
Itu aturannya.
Berapa lama dia akan tinggal di sana?
Selama-lamanya.
Aku bisa melihatnya lagi?
Dalam mimpimu.
Agata!
Agata!
Pergilah ke Ignac!
Apa? / Ignac!
Mattia...
Imam tidak mau membaptisnya.
Apa kabarmu? Sudah beristirahat?
Tidak, kenapa? Kau sudah istirahat?
Tidak.
Kau tidak peduli.
Dia di limbo!
Aku juga menderita.
Kita harus pergi ke Ignac.
Ignac?
Pengurus rumah tangga pendeta memberitahuku.
Ikutlah denganku.
Dan apa yang bisa Ignac lakukan?
Kau tidak mau menemaniku?
Tapi apa yang bisa dia lakukan?
Kita akan punya anak lagi.
Di mana dia?
Di dalam hutan.
Kenapa mereka menyuruhku untuk datang kepadamu?
Bisa membantuku?
Kau tahu sesuatu?
Ada gereja.
Mereka bisa bangkitkan bayi yang terlahir mati.
Satu tarikan nafas.
Waktu yang cukup untuk membaptis mereka.
Apa itu benar?
Aku melihatnya.
Di mana itu?
Di pegunungan.
Di Lembah Dolais.
Agata!
Agata!
Di mana kau?
Tidurlah, putri cantik.
Dari dasar laut, gelombang panjang menggulung.
Membawa tidur.
Bulan pecah di air hitam.
Pasang naik perlahan.
Ke mana kau harus pergi?
Utara.
Kau salah jalan.
Kau berpakaian terlalu cerah.
Aku akan membawamu ke arah yang benar.
Siapa namamu?
Agata.
Ayo.
Nanti kau tersesat. Ayo!
Kau punya anak?
Satu putri.
Dan suamimu?
Dia tinggal di pulau.
Kenapa kau ke Utara?
Aku tahu ada kereta yang pergi ke utara.
Selamat pagi, Lince.
Kau ditemani hari ini?
Aku mau ke Assunta.
Semua lancar untukmu!
Pagi. / Pagi.
Dia punya susu.
Yakin? / Tentu.
Ikutlah denganku.
Darimana asalmu?
Dari laut.
Nelayan, kalau begitu.
Ya.
Di Ariin mereka cari nelayan.
Berapa banyak yang kudapatkan? / Layak.
Ketemu.
Kau menemukannya dan kau akan membawanya.
Ke mana?
Untuk menjadi perawat di tempat orang kaya.
Serahkan bayinya.
Aku tidak peduli.
Cobalah!
Aku harus ke lembah Dolais.
Melakukan apa?
Ayo! / Ayo.
Lepaskan aku!
Bayar aku sekarang. / Setengah sekarang dan setengah saat kau kembali.
Masuk, ayo!
Kau menyakiti dirimu.
Tolong aku! Bawa dia ke atas!
Tenang!
Diam.
Jangan gugup, kau bisa kehilangan ASI.
Kau bisa saja memberitahuku jalan mana yang harus ditempuh.
Diam!
Tidak ada yang butuh perawat kering.
Lepaskan aku, tolong.
Diam.
Berikan aku kenari.
Berikan padaku.
Nak, kau masih harus belajar.
Kau tidur cukup?
Kau beristirahat?
Lihat!
Mau ke mana?
Dia tidak menjawab.
Dia tuli. / Dia pasti tuli.
Mau ke mana?
Ke jalanku sendiri.
Kau mencari belatung untuk memancing?
Mimpi!
Kau pasti lelah berjalan.
Siapa? Aku? Aku lebih cepat darimu!
Andai kau tahu. / Kau benar!
Mau tumpangan?
Sudah ada wanita di sini. Jangan takut.
Apa rencanamu?
Kubawa dia ke Ariin, untuk menjadi perawat basah.
Mereka mengambil semua dari kita, bukan?
Aku harus ke utara.
Kau sendiri?
Ya.
Kau tidak takut?
Kau tidak memikirkannya.
Sayang sekali.
Apa isi peti itu?
Alat kerja kami.
Bos , hentikan kereta, aku sudah sampai!
Aku tidak ingin berhenti di sini! / Berhenti!
Kita bisa terlambat!
Berhenti! / Berhenti.
Semua turun, ayo.
Turun dari kereta!
Turun. / Bergerak.
Ayo! / Cepat!
Angkat tangan.
Diam.
Kemari!
Bergerak!
Berlutut!
Dia kabur!
Kau gila? / Diam.
Serahkan semua yang kalian miliki dan kami akan melepaskan kalian!
Periksa isi gerobak.
Kaca. / Biar kulihat.
Apa itu?
Aku aku perlu memukul wajahmu?
Diam.
Apa benda gila ini?
Apa?
Bohlam.
Untuk apa?
Untuk membuat cahaya. Diletakkan di kota-kota.
Tunjukkan cara kerjanya.
Tidak ada listrik.
Itu tidak berfungsi, kau membodohiku?
Tidak! Itu butuh listrik.
No comments yet. Be the first to leave one.